Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Hukuman Chareen


__ADS_3

Alegra menggandeng tangan Chareen saat mulai menuruni lembah, terlihat seram namun membuat mereka berdua semakin senang melihatnya. Aneh bukan?


"Hati-hati.. Jalannya sedikit licin." Ucap Alegra dengan memegang pinggang Chareen dan segera menurunkan nya untuk melewati jalan yang licin itu.


"Hmm.." Angguk Chareen yang masih di sertai senyuman.


Terdengar suara air yang begitu besar, ternyata tidak hanya mereka berdua yang ada di sana melainkan penduduk Malawi juga ada di sana namun hanya beberapa orang saja untuk mengambil air dan ada beberapa anak buah Alegra juga di sana untuk menjamin keselamatan mereka.


"Tuan nona..." Sapa mereka dengan menundukkan kepalanya pada Alegra dan Chareen yang hanya mengangguk.


Melihat kedatangan Chareen dan Alegra mereka pun segera pergi meninggalkan tempat itu, Chareen tak peduli dan memilih untuk mencelupkan kakinya pada air tersebut yang nampak dingin namun terasa segar.


"Dingin?" Tanya Alegra dengan memeluk Chareen dari belakang.


"Hmm, tapi sangat segar." Angguk Chareen.


"Duduklah, aku akan membantumu untuk mencuci kaki." Ucap Alegra dengan mendudukkan Chareen di atas batu.


Chareen tak menolak, dia memilih untuk menurut saja. Terlebih di layani oleh Alegra sangat menguntungkan dirinya. Dengan penuh kelembutan Alegra mulai menyabuni kaki Chareen hingga lutut karena saat itu Chareen hanya menggunakan celana pendek hitam jeans dan kaos putih pendek nya.


"Ah ya, ada sesuatu yang penting yang harus aku sampaikan. Kami sudah menemukan tempat tikus tersebut, mereka memang sering muncul di kaki gunung tapi tempat sebenarnya bukan di sana melainkan di rawa yang tempatnya sedikit lembab." Jelas Alegra dengan tangan yang masih sibuk membersihkan kaki Chareen.


"Syukurlah jika sudah ketemu, lalu bagaimana? apakah banyak?"


"Ya, bahkan kami tidak menyangka jika bisa melihat tikus besar sebanyak itu. Bahkan bisa di katakan tempat tersebut menjadi pulau tikus karena saking banyaknya tikus yang ada."


"Astaga, kau jangan gegabah. Sebelum obat datang kau di larang mendekati area tersebut, apa kau mengerti?" Tanya Chareen dengan serius.


"Aku mengerti, kau tak perlu khawatir. Justru aku sangat mengkhawatirkan mu, kau jangan lepas dari pengawasan ku oke?" Ucap nya dengan mengecup tangan Chareen.


"Tentu." Angguk Chareen dengan menyentuh pipi Alegra yang nampak kotor.


Chareen mulai mengelap pipi dan leher Alegra dengan handuk yang sudah ia berikan sabun mandi nya, nampak Alegra yang hanya pasrah dengan kondisi Chareen saat ini. Baju putih polos nya nampak tercetak jelas dan memperlihatkan lekuk tubuhnya karena terkena air.

__ADS_1


Di peluknya tubuh Chareen membuat wanita itu tersentak, di lihatnya Alegra yang hanya tersenyum kecil. Tubuh Chareen seketika merinding dan langsung mendorong Alegra untuk tidak melakukan hal yang macam-macam.


"Jangan macam-macam! apa kau tidak lihat ini tempat terbuka?" Kesal Chareen yang membuat Alegra cemberut seketika.


"Aku mengerti....." Balas Alegra dengan membasuh wajahnya dan tak menggubris Chareen yang hanya bisa menghela nafas berat.


Di pegang nya pipi Alegra agar bisa menatap nya, tak tega memang karena bagaimanapun juga mereka sudah menjadi pasangan yang sah. Di kecup nya bibir Alegra singkat oleh Chareen.


"Maafkan aku, tapi ini tempat terbuka. Aku janji, jika tempat nya pas aku akan melayani mu dengan benar. Bagaimana suamiku?" Tanya Chareen dengan lembut.


Alegra yang mendengar itu langsung menarik tengkuk Chareen dan mulai menempelkan kedua bibir mereka, Chareen tak menolak dan memilih untuk melingkarkan kedua tangannya di leher Alegra.


"Kau harus tepati janji mu sayang." Ucap Alegra di akhir kegiatan mereka.


"Tentu.." Angguk Chareen.


BRUSHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!


Chareen terkejut bukan main saat mendengar suara itu, begitupun dengan Alegra. Mereka segera mencari asal sumber suara tersebut, mata Chareen melotot melihat pemandangan yang menurut nya sangat aneh itu. Tapi tidak untuk Alegra yang langsung menutup mata Chareen dengan salah satu tangannya.


"I-itu... Celanaku hanyut dan aku tidak bisa menemukan nya, tolong aku.... Aku sangat malu karena sejak tadi terus ada orang yang berdatangan..." Jujur nya dengan wajah yang memerah.


Arjun memilih untuk menutupi tubuh bagian bawah nya di dalam air, Alegra sendiri tak habis pikir dengan sahabat sekaligus bawahan nya itu. Kenapa dia bisa bertemu dengan orang yang bodoh seperti nya?


Tanpa basa-basi, Alegra langsung melemparkan handuk nya pada Arjun dan segera membungkus tubuh Chareen dengan handuk. Karena Alegra tidak ingin tubuh Chareen terlihat oleh Arjun meskipun Chareen masih berpakaian lengkap.


"Hhhh syukurlah..." Gumam Arjun setelah memakai handuk tersebut di pinggang nya.


Di lihatnya Chareen yang masih bersantai dengan tangan yang melingkar di dada nya namun kedua matanya masih terhalang tangan Alegra.


"Apakah sudah?" Tanya Chareen dengan menyingkirkan tangan Alegra dan segera menatap Arjun yang masih memerah itu.


"Ck, sangat kecil!" Ucap Chareen membuat Alegra melotot dan Arjun tersedak air liur nya sendiri.

__ADS_1


"N-nona, itu karena aku sangat kedinginan dan sudah beberapa jam didalam air. Sehingga membuat nya keriput seperti ini. " Ucap Arjun tanpa sadar.


"Wahh benarkah?" Tanya Chareen seolah tak percaya.


"Benar! aku akan memperlihatkan nya jika kondisinya sudah stabil......"


"Aku akan menunggu." Santai Chareen tanpa melihat ke arah Alegra yang nampak menggeram marah itu.


"Apa kau tidak puas dengan milikku sayang? atau milikku tidak sesuai dengan apa yang kau harapkan hmm?" Tanya Alegra dengan suara yang datar dan dingin.


Tanpa sadar Chareen meneguk ludahnya bulat-bulat, bagaimana bisa Alegra menganggap pembicaraan nya dengan Arjun serius? Chareen hanya bercanda, begitu pun dengan Arjun.


"Sayang, itu maksud ku kami hanya bercanda. Bukankah begitu Arjun?" Tanya Chareen yang meminta jawaban dari Arjun.


"Maaf nona, tapi ucapan saya serius. Bagi kami para laki-laki di katakan kecil oleh seorang wanita adalah hal yang memalukan, jadi aku akan menunjukkan seberapa perkasa nya milikku ini." Jujur nya dengan bersungguh-sungguh.


Chareen menganga mendengar ucapan Arjun yang langsung berterus-terang itu, tapi baginya itu hanyalah candaan. Seketika bulu kuduk Chareen meremang, di liriknya Alegra yang masih berekspresi datar itu.


"Habis lah sudah...." Gumam Chareen dengan menelan ludahnya dengan susah payah.


"Ahh sayang, matahari sudah mulai muncul. Sebaiknya kita kembali saja..." Ucap Chareen dengan tersenyum canggung pada Alegra.


Tanpa sepatah katapun Alegra langsung pergi dari sana yang membuat Chareen menghela nafas panjang, kenapa suaminya sangat senang meminum cuka? Ternyata bos dan bawahan sama saja, sama-sama tak bisa di ajak bercanda!


Para bawahan yang melihat kedatangan mereka langsung memberikan hormat, namun hal itu malah semakin membuat mereka heran karena aura yang di keluarkan Alegra nampak tidak mengenakan.


"MENJAUHLAH 10 METER DARI TENDA DAN JANGAN ADA YANG MENDEKAT SEBELUM AKU PERINTAHKAN!" Ucap Alegra dengan dingin dan datar.


"B-baik tuan." Patuh mereka.


"Ehh ehh..." Kaget Chareen karena Alegra langsung menyeretnya masuk, Chareen terkejut dan sedikit merasakan sakit di punggung nya karena Alegra langsung melemparkan tubuhnya di ranjang.


"Aku akan membuat mu puas dengan milikku sehingga kau tidak akan tergoda lagi dengan milik laki-laki lain!!!" Bisik Alegra yang kini sudah berada di atas tubuh Chareen.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya yaa, follow juga akun author. Terimakasih ♥️


__ADS_2