
William terdiam di tempat setelah melihat sosok wanita yang sedang bercanda dengan lawan jenisnya, mereka nampak bahagia dan sangat cocok. Gea yang berada di sampingnya ikut melihat ke arah yang William tuju, terlihat sosok Claire dengan laki-laki tampan.
"Kak Will? bukankah itu nona Claire? laki-laki di sampingnya siapa? apa dia kekasih nya?" Tanya Gea dengan lembut.
"....." Tapi William hanya diam dengan terus memperhatikan Claire yang kini tengah menatapnya dengan ekspresi terkejut, Claire tersenyum kecil pada William.
"Sepertinya dunia memang sangat kecil, apa kabar nona Gea? bagaimana keadaan mu setelah di pecat oleh kakak ipar ku?" Tanya Claire dengan tersenyum sangat manis.
"Di pecat? oleh kak Chareen kah? sepertinya dia memiliki akhir hidup yang tidak baik...." Ucap Michael dengan terkekeh.
"Apa yang nona Claire katakan? apa kau sengaja menghasut nona Chareen agar mengusir ku dari perusahaan?" Tanya Gea dengan air mata yang sudah keluar, itu semua ia tunjukkan untuk menarik simpati Michael.
Namun apa yang ia lihat? Michael justru menatapnya jijik dan enggan, Claire yang melihat itu hanya tertawa cekikikan.
"Apakah kau sepenting itu? haishh.... Sadarlah, kakak iparku hanya menunjukkan posisi kalian yang sebenarnya, jangan tidak tahu diri hanya karena seseorang yang belum kau kenal sepenuhnya." Peringat Claire dengan melirik William.
"Kau benar, gara-gara orang bodoh itu sekarang kak Chareen harus bekerja di dua perusahaan besar agar tidak terjadi masalah lagi. Meskipun hanya sementara tapi sepertinya orang itu sangatlah tidak tahu diri.... Berani menggigit majikan nya, sungguh keterlaluan." Sindir Michael pada William.
"Maaf tuan muda, sepertinya anda salah p...."
"Oh apakah kau tersindir tuan Willi? baguslah, sebaiknya kau pergi berendam agar aura mahluk jahat segera menghilang dari tubuh mu." Ucap Michael dengan menepuk pundak William dan pergi dengan menggandeng tangan Claire yang kini sedang tertawa di sepanjang langkah nya.
"Sepertinya kau sangat senang?" Tanya Michael pada Claire.
"Hahaa aku tidak menyangka jika kau memiliki mulut yang tajam seperti ini, kau sangat berbeda..." Jujur Claire dengan menatap Michael yang kini menatapnya.
Mereka saling bertatapan dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya Michael memalingkan wajahnya, di elusnya kepala Claire dengan lembut.
"Cepatlah tumbuh dewasa..." Ucap Michael membuat Claire mengeryit heran.
•••
Tok tok tok tok
"Masuk."
Terlihat seorang laki-laki dengan langkah santainya, laki-laki itu tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Chareen yang hanya mendengus melihat nya.
__ADS_1
"Masih sama seperti dulu, acuh dan seksi..." Goda nya namun setelah mengatakan hal itu, sebuah benda langsung melayang ke wajahnya.
Dia Jimmy, laki-laki yang sangat akrab dengan Chareen saat ada pemotretan. Jimmy juga sudah di kabarkan jika dia sudah ada kekasih namun tidak pernah ia tunjukkan pada publik, karena takut kekasihnya akan tidak nyaman.
"Di mana proposal nya?" Tanya Chareen dengan duduk di depan Jimmy.
"Ini, sebagian sudah di periksa oleh Alegra. Ini hanya bagian yang kurang saja, berkas aslinya sudah di simpan Alegra." Jelas Jimmy dengan memberikan sebuah kertas penting pada Chareen.
"Oke." Angguk Chareen.
Jimmy tersenyum kecil saat melihat Chareen yang duduk dengan bersandar pada sofa dan tangan yang memegang dokumen, sebelah tangannya lagi ia gunakan untuk mengelus perutnya yang mulai memperlihatkan bentuk.
"Sepertinya kau akan segera pensiun dari dunia model." Ucap Jimmy.
"Hmm..."
"Kau sedang tidak mood?" Heran Jimmy karena tidak biasanya Chareen akan seperti ini.
"Tidak."
"Lalu?"
"Lupakan."
"Aku lapar, kenapa kau datang kemari tidak membawa sedikit pun? apa kau sudah jatuh miskin?" Tanya Chareen akhirnya, hal itu membuat Jimmy tercengang namun detik berikutnya Jimmy terkekeh.
Dia lupa jika Chareen sedang mengandung dan pastinya akan banyak makan, akhirnya Jimmy menghubungi sekertaris nya untuk membawa makanan ke ruangan Chareen.
"Maaf, aku tidak tahu. Jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa mengatakan nya padaku langsung..." Ucap Jimmy dengan tulus.
"Pada dasarnya laki-laki memang tidak peka." Ketus Chareen yang lagi-lagi membuat Jimmy bungkam.
"....."
BRUGHHHHH
"Char!!!!" Teriak Garel yang baru tiba dengan nafas yang ngos-ngosan dan kondisi tubuh yang berantakan.
__ADS_1
"Ada apa? kau lupa merapihkan penampilan mu setelah bermain dengan Chaty?" Heran Chareen yang langsung mendapatkan pelototan dari Garel.
"Sembarangan!!! kenapa kau tidak mengangkat telepon ku? lihatlah, Raisa terluka karena mendapatkan serangan dari orang yang tidak di kenal." Jelas Garel dengan memperlihatkan foto Raisa yang kini terbaring di rumah sakit dengan banyak luka di tubuhnya.
"Apa yang terjadi? sial!!! antarkan aku ke rumah sakit sekarang.." Geram Chareen dengan mengambil tas nya.
Chareen pergi begitu saja meninggalkan Jimmy yang hanya diam dengan ekspresi polos nya, detik berikutnya Chareen datang kembali dan menepuk pundak Jimmy.
"Habiskan semua makanan yang kau pesan tadi, jika tidak habis maka percayalah.... Aku akan memotong milik mu hingga ke akar dan menetaskan telur nya." Ancam Chareen dengan tegas dan kembali pergi.
"...." Jimmy menelan ludahnya bulat-bulat, sungguh sial dia harus datang sekarang.
•••
DUGHHH BRUGHHH!!!!
"Apa kalian begitu santai? menjaga Raisa saja kalian tidak bisa!" Marah Chareen pada anak buahnya yang berdiri di depan pintu rawat Raisa.
"Maafkan kami nona, kami bersalah.." Tunduk mereka yang tidak menghiraukan rasa sakit di perutnya.
"Jelaskan!"
"Sebelum nona Raisa di serang, mereka membawa nya ke sebuah ruangan pasien. Kami tidak bisa ikut masuk karena itu melanggar aturan rumah sakit, kami tidak tahu jika di dalam ruangan itu semuanya adalah pelaku... " Jujur mereka.
Chareen mengusap wajah nya kasar, ini memang bukan salah mereka. Tapi sepertinya hal ini sudah mereka rencanakan, mata Chareen membulat. Sepertinya mereka tidak mengincar nya melainkan mengincar orang terdekatnya, tangan Chareen terkepal kuat.
"Sial! kenapa aku menjadi bodoh?" Geram Chareen.
"Kalian obati luka kalian, dan katakan pada anggota yang lain untuk menjaga Chaty, Claire, Michael dan Raini. Jaga mereka dengan ketat, jangan biarkan kalian lengah lagi. Periksa orang-orang yang ada di dekat mereka, jika nampak aneh segera bawa ke tempat biasa." Ucap Chareen dengan tegas.
"Baik nona." Patuh mereka.
Chareen langsung melangkahkan kakinya memasuki ruangan Raisa, terlihat sosok Raisa yang terbaring dengan luka lebam di sekujur tubuhnya bahkan wajah nya pun penuh dengan luka sobek.
"Dari mana kau tahu bahwa Raisa di serang?" Tanya Chareen pada Garel.
"Kau tahu bukan bahwa hari ini adalah jadwal ku untuk pergi ke dokter kesehatan? aku tidak sengaja melihat Raisa yang di bawa kemari, aku pikir aku salah lihat tapi setelah menanyakan pada suster memang benar bahwa dia Raisa." Jelas Garel.
__ADS_1
Chareen terduduk lemas di kursi, Garel yang melihat itu tak tega. Pasti hal ini menambah beban pikiran Chareen yang seharusnya tidak berpikiran terlalu besar dengan kondisinya yang sekarang.