
Chareen melangkah kan kakinya untuk memasuki sebuah mansion mewah itu, para penjaga yang ada di sana begitu antusias untuk menyambut kedatangannya.
"Mom....." Riang Chareen dengan berlari dan langsung memeluk Yuna yang tak kalah senangnya itu.
"Bagaimana kabar mu sayang? Mom rasa kau semakin berisi." Ucap Yuna dengan melihat tubuh Chareen.
Chareen hanya menunjukkan cengiran nya saja, dia segera menggandeng lengan Yuna untuk masuk ke dalam mansion.
"Mungkin gara-gara Alegra yang terus memaksa ku makan di sana." Jujur Chareen.
"Sudah mom duga, jika kau bersama Alegra mom yakin kau akan berubah menjadi babi malas!!" Ledek nya.
"Astaga mom, apa kau pikir aku akan segendut itu?" Cemberut nya yang langsung mengundang tawa seseorang.
"Oh apakah ini babi malas yang kau sebutkan itu sayang?" Ucap seseorang yang semakin membuat Chareen mendengus sebal.
"Dad....." Kesal Chareen.
Dong Song hanya terkekeh dengan merangkul Chareen kedalam pelukannya, Chareen pun tak kalah erat untuk memeluk nya.
"Dad, bukankah Dady sakit? sepertinya Dady terlihat baik-baik saja...." Selidik Chareen yang membuat kedua orang itu kalang kabut.
"Ini.... Ini semua momy mu yang merencanakan nya sayang, Dady hanya tumbal!!" Jelas Dong Song dengan nada mengadu pada Chareen.
"Kau!! bukankah kau yang terus memaksa nya untuk pulang?" Kesal Yuna dengan bertolak pinggang.
"Tapi kau juga terus merengek padaku untuk menyusul nya bukan?" Dong Song tak mau kalah.
Chareen hanya menggelengkan kepalanya saja melihat pertengkaran kedua orang tuanya itu, akhirnya Chareen memilih untuk meninggalkan nya. Di ruang tamu ternyata ada Bara, om tampannya.
"Om, apa kabar?" Senang Chareen dengan memeluk Bara.
"Baik sayang, bagaimana dengan mu?" Balas Bara dengan mengecup kening Chareen.
"Baik om." Cengir Chareen dan membawa Bara duduk kembali.
"Om dengar kau sempat memiliki masalah dengan putri Aurora, apa itu benar?" Tanya Bara depan serius.
"Hmm... Dia sangat menjijikkan, aku tidak nyaman melihatnya." Santai Chareen membuat Bara menggelengkan kepalanya saja.
"Lain kali jangan gegabah, meskipun kau memiliki pendukung yang kuat tapi kami tidak bisa menjamin keselamatan mu selalu. Apa kau mengerti apa maksud om?" Tanya Bara depan nada yang penuh perhatian.
"Ya om, om tenang saja. Aku tahu di mana batasannya." Senyum Chareen dengan bersandar di pundak Bara yang sudah biasa dengan tingkahnya itu.
__ADS_1
•••
Kedua tangan Abimanyu terikat rantai dan kedua kaki nya pun sama, posisi Abimanyu yang nampak di gantung dengan posisi seperti huruf X ini membuat para bawahan Abimanyu tak tega melihatnya.
"Jadi, bagaimana?" Tanya Alegra dengan santai.
"Cih!!! Meskipun kau berlutut di bawah kaki ku sekalipun aku tidak akan pernah mau menjadi bawahan mu!!!" Ucap Abimanyu dengan sorot mata yang tajam.
"Oh benarkah? aku dengar kau masih memiliki satu adik perempuan yang sebentar lagi masuk ke perguruan tinggi, bukankah begitu?" Tanya Alegra dengan menghisap rokok nya.
Dapat Arjun lihat sorot mata Abimanyu yang penuh dengan ketakutan, sepertinya Alegra berniat mengancam Abimanyu dengan adik nya itu. Ini pertama kalinya Alegra melibatkan seseorang untuk mencapai tujuan nya.
"Kau!! Jangan berani-berani nya kau menyentuh adikku sialan!!!" Marah Abimanyu.
"Uhh, kau pikir kau bisa menyembunyikan nya? meskipun adik mu kau sembunyikan rapat rapat dari media tapi aku dengan mudah menemukannya." Ucap Alegra dengan nada yang mengejek.
"Alegra!! jangan kau sakiti adikku, kau bebas melakukan apapun pada ku tapi jangan sampai kau menyentuh nya seujung kuku pun!!" Prustasi nya.
Alegra puas melihat Abimanyu yang nampak tak berdaya, dalam hati Alegra sebenarnya dia tak benar-benar menjadikan adik Abimanyu sebagai sandera. Ini hanya jebakannya saja.
"Aku tidak akan mengganggumu jika saja kau tidak memulainya lebih dulu, jadi... Sekarang yang bisa kau lakukan hanyalah patuh dan tunduk! apa kau mengerti?" Tanya Alegra dengan ekspresi yang serius.
"...." Abimanyu hanya diam.
"Baiklah, mulai saat ini...... Aku menjadi bagianmu!" Ucap Abimanyu dengan tangan yang terkepal.
"Good!! Aku tidak ingin seorang bawahan yang tidak mematuhi tuannya, Arjun bawa dia dan lakukan hal menarik untuk nya."
"Oke." Angguk Arjun yang langsung membawanya pergi.
Di sana hanya ada Alegra dan beberapa anak buahnya saja yang ada, Alegra melihat jam nya yang hampir menunjukkan matahari pagi.
"Sepertinya wanita ku sudah menunggu..." Gumam Alegra dan segera meninggalkan tempat itu.
•••
Abimanyu nampak heran dengan ukiran yang ada di lengannya, ukiran tersebut bukan sembarang ukiran karena mereka sudah memasukkan sebuah jarum kecil kedalam nya.
"Didalam jarum tersebut berisi racun, semua bawahan ku juga memiliki nya. Jadi.... Jika kau memiliki niat untuk mengkhianati Alegra, maka racun tersebut yang akan membunuhmu secara perlahan. Kau akan mati secara perlahan dan tubuh mu akan membusuk!!" Jelas Arjun membuat Abimanyu menelan ludahnya bulat-bulat.
Pantas saja, semua bawahan Alegra dan Arjun tidak pernah ia dapatkan. Mereka memilih untuk mati dari pada berkhianat!!
•••
__ADS_1
Chareen merasa aneh dalam tidurnya, dia merasa ada seseorang yang memeluknya dan terus menciumi wajah nya. Hingga beberapa saat barulah Chareen sadar bahwa itu semua bukanlah mimpi, di samping nya ada Alegra yang sudah tersenyum manis.
"Selamat pagi sayang..." Sapa nya dengan mengecup kening Chareen.
"Hmm... Ale?" Gumam Chareen dengan suara seraknya.
Karena masih mengantuk, Chareen memilih untuk memeluk Alegra dan membenamkan wajahnya di dada Alegra yang hanya terkekeh saja.
"Ini sudah pagi sayang, ayo bangun. Aku memiliki hadiah untuk mu...." Ucap Alegra dengan lembut.
"Hadiah?" Gumam Chareen.
"Ya, ayo mandi dan bersiap."
Chareen hanya mengangguk meskipun malas, Alegra menuntun Chareen ke dalam kamar mandi setelah memberikan gaun yang ia siapkan untuk nya.
Chareen sendiri tak berfikir panjang, ia segera mandi dan bersiap tanpa bertanya lebih jelas. Hingga setengah jam kemudian Chareen keluar dari kamar mandi dengan dress peach yang cocok di tubuhnya.
"Cantik.." Senyum Alegra.
"Terimakasih." Balas Chareen dengan berjalan ke meja rias.
"Jam berapa kau datang?" Tanya Chareen dengan tangan yang sibuk memoles make up di wajahnya.
"Itu tidak penting, yang terpenting aku sudah ada disini bersama mu." Senyum Alegra.
Entah kenapa, sejak tadi Alegra selalu tersenyum senyum seperti orang gila. Namun Chareen tak mengatakan nya dengan langsung, dia takut Alegra tidak akan melepaskan nya.
"Sudah..." Ucap Chareen.
"Pake ini..." Ucap Alegra dengan memasangkan kain untuk menutupi mata nya.
"Ale ini..."
"Sutt kau diam saja, kau hanya perlu merasakan nya.." Lembut Alegra yang lagi-lagi membuat Chareen diam.
"Baiklah..." Pasrah nya.
Alegra menggandeng lengan Chareen untuk keluar dari kamar nya, di tuntun nya secara perlahan saat melewati tangga.
Hingga setelah beberapa saat dan bisa Chareen pastikan bahwa mereka sudah ada di ruang tamu barulah Alegra berhenti, Alegra membisikan sesuatu yang membuat Chareen bersemu.
Di buka nya penutup mata tersebut, perlahan namun pasti Chareen mulai membuka matanya. Hingga akhirnya Chareen tersentak dengan apa yang ia lihat sekarang, Chareen bahkan sampai menutup mulutnya saking tidak percaya nya dengan apa yang ia lihat sekarang.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya dong, follow juga akun author hehhee terimakasih.