
Putri Aurora melemparkan undangan tersebut, dia nampak emosi karena dapat terlihat jelas di wajah cantiknya. Para bawahan nya nampak ketakutan melihat sosoknya setiap saat, jika saja mereka bisa membatalkan kontrak kerja dengan nya mungkin sudah sejak lama mereka resign.
"Sial!!! Apa wanita itu yang memaksa Alegra untuk segera menikahi nya?" Marah putri Aurora.
"Tidak nona, menurut info yang saya dengar, tuan Alegra sudah lama ingin menikahi nona Lee namun nona Lee masih ingat berada di dunia hiburan. Hingga akhirnya, kemarin lalu tepat di hari ulang tahun nya tuan Vitton kembali melamarnya dan sudah di setujui oleh nona Lee sendiri." Jelas sang bawahan.
"Brengsek!!! Apa wanita itu takut jika aku merebut nya? Cihh, apa kau pikir aku tidak berani mengambil Alegra? meskipun kau sudah menyandang istrinya sekalipun itu semua tidak akan membuat ku takut untuk mendapatkan nya!!" Ucap nya dengan tersenyum miring.
"Nona?"
"Diam! aku tidak butuh nasihat kalian yang tidak berguna itu!" Maki nya hingga kembali membuat mereka diam tak berkutik.
"Siapkan hadiah mewah untuk mereka, aku akan datang langsung ke pernikahannya dan kita lihat siapa yang akan menjadi sorotan utama nya." Ucap nya dengan santai.
"Baik nona." Patuh mereka.
•••
H-3
Alegra memijat pelipisnya yang terasa berdenyut, hari ini Alegra melakukan fitting baju bersama keluarga nya. Dia pikir akan bersama Chareen juga tapi ternyata tidak sama sekali.
"Ma, kenapa kita fitting bajunya tidak bersama-sama?" Heran Alegra.
PLETAKKK!!!
"Kau pikir mama mau? ini semua sudah di atur dalam adat keluarga Chareen, terlebih kemarin kakek besar Chareen ada. Untuk dua hari kedepannya kau tidak bisa menemui Chareen." Kesal Susan dengan menggeplak kepala Alegra hingga membuat sang anak meringis kesakitan.
Claire dan Garel tertawa terbahak-bahak ketika melihat wajah tak berdaya Alegra, tapi tawa mereka langsung terhenti saat melihat tatapan tajam dari Alegra yang mengarah pada keduanya.
"Ekhemm kakak, jika kau ingin melihat kak Chareen aku bisa meminta kak Raini dan kak Chaty memotret nya." Ucap Claire.
"Bagus! kau memang adik yang bisa di andalkan!" Senang Alegra membuat Claire mengacungkan kedua jempol tangan nya.
"Cih..." Garel hanya mendecak tak suka.
"Sudah sudah, apa kalian sudah mencoba pakaian nya?" Tanya Susan.
__ADS_1
"Sudah ma." Balas mereka bertiga.
"Syukurlah, nanti kalian akan ada sesi prewedding...."
"Benarkah?" Potong Alegra.
"Hmm benar, tapi........ Kakek besar menyuruhnya untuk di edit saja, beliau tidak mengizinkan kalian untuk saling bertemu." Ucap Susan dengan menunjukan cengiran nya.
Lagi-lagi Alegra hanya mendengus, Claire dan Garel hanya bisa menepuk pundak Alegra. Mereka semuanya memang penasaran dengan kakek besar itu, kenapa terdengar sangat menyeramkan?
"Ma, apa kakek besar itu sangat menyeramkan?" Tanya Claire penasaran.
"Hmm, dari raut wajahnya sih memang nampak sangar tapi..... Entahlah, itu tergantung kalian sendiri bagaimana menilai nya nanti." Balas Susan.
"Pa..." Panggil Claire karena masih tidak puas dengan jawaban sang mama.
"Nanti juga kalian akan bertemu langsung dengannya, bahkan kalian juga akan menjadi cucu nya." Santai Arya dengan sibuk membaca majalah yang ada di tangannya.
Sedangkan di tempat lain, Raini dan Chaty sedikit merinding. Di depannya nampak laki laki dewasa dengan perawakan nya yang sangat sehat dan kuat bahkan nampak jelas otot-otot nya yang menonjol.
Postur tubuhnya sangat tinggi dan tegap, mungkin inilah yang menurun pada Chareen. Laki-laki itu nampak dingin dan datar melebihi Alegra, mereka terus bertanya-tanya siapa laki-laki itu? apakah kakak dari Yuna? tapi tidak mungkin, karena mereka tahu Yuna adalah anak pertama.
"Hmm..." Angguk nya dengan mengelus rambut Chareen.
Chaty dan Raini melotot tak percaya, di depannya itu adalah seorang kakek? bagaimana mungkin? Mereka saling pandang, mereka kira kakek besar Chareen yang sangat di tunggu-tunggu itu memiliki tubuh seperti seorang kakek tapi ternyata dugaan mereka salah. Dengan kompak mereka meneguk ludahnya bulat-bulat, jika seperti ini maka Raini pun akan tergoda oleh seorang kakek kakek yang memiliki paras tampan seperti nya.
"Untuk dua hari kedepannya, kalian tidak di perbolehkan memegang ponsel! apa kalian mengerti?" Tanya sang kakek membuat Raini dan Chaty tersentak.
"T-ta...... Baiklah tamp... Ehh kakek hehe..." Gugup mereka dengan di akhiri kekehan, mereka saling mencubit satu sama lain karena mulut yang tidak bisa dikontrol itu.
"...." Kakek Kim Soo atau yang sering di kenal sebagai kakek Kim langsung pergi setelah mengatakan hal itu pada Raini dan Chaty.
"Char, kakek mu sangat menyeramkan..." Bisik Chaty dengan mengusap lengannya yang terasa dingin.
"Benar, bahkan aku tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun." Tambah Raini dengan terus melihat sekitar karena takut jika kakek Kim datang lagi.
"Tapi sangat tampan bukan?" Tanya Chareen dengan menaik turunkan alisnya, keduanya hanya mengangguk antusias m
__ADS_1
Chareen yang mendengar suara jujur mereka pun hanya bisa terkikik, kakek nya memang seperti itu. Untung saja mama nya menuruni sifat ibu nya, jika tidak? ahh iya tapi semua itu berlaku untuk Bara.
"Mom sudah menduga nya, kalian pasti sedang membicarakan ayahku." Ucap Yuna dengan tertawa kecil.
Raini dan Chaty hanya bisa menunjukkan cengiran nya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bagaimana bisa mereka ketahuan?
"Tenang saja, ayah mom memang seperti itu tapi dia sangat baik dan penyayang kok. Tak usah di masukan kedalam hati ya, ayo kita lanjut...." Ucap Yuna dengan tersenyum manis pada Raini dan Chaty.
"Tapi mom, meskipun begitu.... Kakek nampak terlihat tampan, pantas saja mom cantik seperti ini..." Jujur Chaty yang mengundang tawa Yuna.
"Itulah kelebihan suku kami, kami akan terlihat muda meskipun umur kita sudah menua." Balas nya.
"Ahh aku akan meminta tips nya pada kakek nanti, aku juga ingin awet muda hehee..." Ucap Raini dengan senang.
"Apa kau berani?" Ledek Chaty.
"Tidak hehee..." Balas nya dengan cekikikan.
Yuna yang melihat keakraban mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, untung saja anak nya tidak berteman dengan sembarang orang. Yuna takut jika terjadi sesuatu pada Chareen karena sembarang memilih teman, jika saja Yuna tahu bagaimana kehidupan asli Chareen mungkin dia akan di buat shock semaksimal mungkin.
"Chaty tolong ambilkan kotak berwarna silver di dalam mobil kakek, apakah bisa?" Tanya Dong Song.
"Baik Dad...." Angguk Chaty dan segera melangkah pergi.
Kini mereka sudah selesai fitting baju, mereka sekarang hanya bersantai di ruang tamu. Setelah lama kemudian, Chaty datang dengan kotak silver yang ada di tangannya.
Dong Song berterimakasih pada Chaty dan segera membuka kotak tersebut, di dalamnya terdapat sebuah perhiasan yang nampak............ Mewah.
"Itu apa dad?" Heran Chareen dengan melihat nya.
"Ini adalah harta turun temurun keluarga Dady, tapi sudah 2 generasi ini tidak ada yang memakai nya karena tidak terdapat anak perempuan di keluarga. Dan sekarang akhirnya ini menjadi milik mu." Ucap nya dengan tersenyum lembut, dapat mereka lihat kedua mata Dong Song sedikit berair.
"Terimakasih dad...." Senang Chareen dengan memeluk nya.
Dong Song hanya tersenyum dan membalas pelukan nya, bisa Raini lihat bahwa keluarga Chareen sangat beruntung. Mereka terlihat saling menyayangi dan mengasihi, tidak seperti nya....
Raini sedikit tersentak saat merasakan seseorang mengelus punggung nya, itu ternyata Chaty yang kini sedang tersenyum untuk menguatkan nya.
__ADS_1
Ternyata tidak salah dirinya berubah menjadi lebih baik lagi, jika saja dulu dia masih egois dan memilih untuk mementingkan ego nya mungkin dia sudah jatuh terpuruk sama seperti Kinara dan selamanya tidak akan lagi merasakan indahnya persahabatan dan kekeluargaan yang menerima nya apa adanya seperti sekarang.
Yoo follow akun author dong hehee