
"Kenapa kita tidak bisa menemukan jejak nya? ada apa ini?" Heran Abimanyu dengan ekspresi yang buruk.
"Tuan, sepertinya seseorang sudah memblokir semua aset yang kita miliki untuk membuntuti nya."
"Siapa dia? berani-beraninya dia!!!!!" Geram Abimanyu dengan tangan yang mengepal kuat.
"Tuan tenanglah, harusnya kita pikirkan. Apa orang itu tahu bahwa selama ini kita mematai nona Chareen?" Heran sekertaris nya.
"Ya kau benar, dari mana dia tahu? sistem yang kita miliki bukan sembarang sistem!!! Sial!! sepertinya Dia sudah muncul kembali!" Kesal Abimanyu.
"Sepertinya begitu tuan."
"Padamkan semua sistem yang mengikuti nya, untuk sementara ini kita biarkan dia menang dulu."
"Baik tuan."
•••
"Ada apa?" Heran Chareen saat melihat ekspresi menyeramkan dari wajah Alegra saat melihat ponselnya.
"Ehh tidak ada." Senyum Alegra dengan mengelus rambut Chareen.
"Kau sangat aneh Ale, jangan-jangan kau..!!"
"Tidak ada, tentu saja tidak ada. Jangan berfikiran yang aneh-aneh!!" Ucap Alegra dengan mengetuk kening Chareen pelan.
"Huh," Keluh Chareen membuat Alegra tersenyum.
"Ngomong-ngomong, kapan acara TSQ nya?"
"Ehh lusa, ada apa?"
"Aku ada urusan mendadak, mungkin besok aku baru datang lagi. Apa tidak apa-apa?" Tanya Alegra dengan serius.
"Hhh baiklah, kau urus saja pekerjaan mu." Pasrah Chareen.
"Terimakasih sayang, tidurlah..." Senyum Alegra dengan memeluk Chareen.
Setengah jam yang lalu, mereka baru saja tiba di kamar milik Chareen.
Alegra terus memperhatikan wajah Chareen yang mulai terlelap, dia mengecup kening nya singkat setelah mendengar dengkuran halus dari bibir mungilnya.
Dengan cepat Alegra mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang, terlihat ekspresi nya yang benar-benar berbeda dari biasanya.
"Oke, aku serahkan semuanya padamu! Aku tidak ingin gerak-gerik kekasihku selalu di pantau oleh orang asing!"
"...."
"Hmm..."
Alegra menghela nafas panjang, dia melirik ke arah Chareen yang masih tertidur. Akhirnya Alegra memilih untuk bersiap, ada hal penting yang memang harus dia selesaikan.
__ADS_1
"Aku mencintaimu...." Cium Alegra di bibir Chareen singkat, sebelum akhirnya pergi dari sana.
Saat Alegra keluar dari sana, dia berpapasan dengan William yang datang dengan membawa paper bag. William menundukkan sedikit kepalanya pada Alegra.
"Apa tuan akan pergi?" Tanya William heran.
"Ya, sebelum acara TSQ di mulai aku akan berada disini lagi. Kau jaga Chareen baik-baik!" Jawab Alegra.
"Baik tuan."
"Apa itu gaun yang di berikan Vino untuk nya?" Selidik Alegra.
"Benar tuan." Angguk William.
"Kemarikan, akan ada seseorang yang membawa gantinya lagi. Untuk kedepannya, aku yang akan menyiapkan gaun nya. Apa kau mengerti?"
"Ehh tapi...."
"Tidak ada tapi tapian!! Aku tidak ingin kekasihku memakai barang haram dari laki-laki lain!!" Datar nya dengan mengambil paksa paper bag tersebut.
"..." William hanya diam saat Alegra mengambilnya dengan paksa.
Barang haram?
William hanya menghela nafas berat, laki-laki memang sangat posesif!!
"Tuan....." Sapa seseorang yang datang dengan banyaknya barang, tak hanya satu orang yang datang melainkan lebih dari 10 orang dengan banyak nya paper bag yang mereka bawa.
Setelah mengatakan itu, Alegra kembali pergi setelah memasukkan paper bag tersebut kedalam tempat pembuangan sampah. William yang melihat itu ingin rasanya menangis darah, bagaimana tidak? dia tahu betul berapa banyak biaya yang dikeluarkan oleh Abimanyu untuk membeli satu set pakaian nya.
Setelah membukakan pintu kamar Chareen, para bawahan tak kunjung masuk hingga membuat William heran.
"Ada apa?" Heran William.
"Maaf tuan sekertaris, tuan Alegra tidak ingin lagi nona muda tidur di kamar haram ini lagi. Jadi, tuan Alegra juga sudah menyiapkan ruangan untuk nya. Ini kartu akses nya..." Jelasnya dengan memberikan kartu tersebut pada William yang hanya cengo saja.
"Sialan!!! kau membuat pekerjaan ku semakin banyak saja!!"
"Baiklah.... Setelah nona Chareen bangun baru kami akan pindah, kalian masukan saja semuanya ke kamar barunya." Balas William dengan memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Baik tuan." Angguk mereka dan segera pergi meninggalkan William yang nampak tak berdaya.
"Hhhh Char... Ternyata wajah cantik mu tidak hanya membawa keberuntungan, tapi kesilan pun turut berdatangan pada ku hiks...." Ringis nya dan segera masuk kedalam kamar Chareen.
•••
"Hahahaha kau dengar itu? hahahaha....."
"Aku tidak percaya jika kak Ale akan melakukan hal itu." Ucap Claire setelah mendengar pembicaraan William dengan Garel.
"Kau benar, tapi itu semua justru terlihat...... Sweet hahahah..." Tawa Chaty.
__ADS_1
"Haishhh sudah-sudah, kita akan pergi besok nona. Apa kau sudah bersiap?" Tanya Raini.
"Sudah kak, semuanya sudah siap. Apa kita tidak bisa pergi sekarang saja? aku sangat merindukan kak Chareen." Rengek nya.
"Tidak bisa nona, tuan Alegra menyuruh kita datang besok. Kita akan bareng dengan nya."
"Ohh baiklah...." Angguk Claire.
•••
"Bagaimana?"
"Sudah tuan, untuk sementara sistem yang mereka gunakan di paksa mundur. Mungkin hal ini hanya berlaku untuk beberapa saat saja, seperti nya mereka memang benar-benar terobsesi dengan nona Chareen."
"Aku tahu, apa kau sudah memberikan hadiah padanya?"
"Sudah tuan, sepertinya mereka sedikit terganggu namun tetap saja.... Tuan Vino hanya menganggap nya sebagai hadiah kecil saja."
"Bagus!!! Tidak sia-sia selama ini kita bersembunyi, keberadaan kita justru sangat misterius."
"Benar tuan, tapi apakah kemunculan tuan ini hanya karena nona Chareen saja?"
"Apa kau pikir masih ada hal yang lainnya?"
"Ahh tidak ada tuan."
"Hmm..."
•••
Chareen menggeliatkan tubuhnya, setelah beberapa saat mengumpulkan kesadaran nya barulah Chareen melihat ke sekelilingnya. Namun tatapan nya langsung melotot setelah melihat sosok William yang hanya diam membisu di pojokan, di tangannya terdapat minuman yang mungkin sudah dingin.
Ekspresi nya benar-benar..... membuat Chareen terkikik. Bagaimana tidak? kopi yang berada di tangannya terdapat busa, jadi di saat William meminumnya busa tersebut menempel di hidungnya. Di tambah kesadaran nya pun hilang.
"Hahahaha.... Ada apa dengan mu kak? Hahaha..." Hingga akhirnya tawa Chareen tak terbendung lagi, Chareen tertawa terbahak-bahak hingga membuat William tersadar.
"Astaga, kau membuat ku terkejut Char." Keluh nya dengan mengelus dada.
"Hahaha lihatlah wajah mu kak, kau benar-benar hahaha....." Tawa Chareen tak bisa di tahan lagi.
Dengan ekspresi heran, akhirnya William mendekati cermin. Matanya langsung melotot setelah melihat wajah tampannya yang nampak belepotan.
"Astaga wajah tampan ku!!" Kaget nya yang lagi-lagi membuat Chareen tertawa terbahak-bahak.
"Ck, sudahlah. Ini semua karena kekasih mu yang sudah menyebabkan ku tidak tenang!!" Keluh William membuat Chareen mengeryit.
"Apa maksudmu?" Heran nya.
"Kau tanya saja pada nya.." Ketus William dengan duduk pasrah di sofa, ekspresi nya benar-benar kacau sekarang.
Untuk Chareen? dia hanya diam membisu karena dia tidak tahu apa yang terjadi.
__ADS_1