
Chaty tidak heran dengan penampilan Chareen yang tidak sama seperti sebelumnya, dia tidak polos tentang apa yang terjadi ketika dua insan yang sedang di mabuk asmara itu.
"Dia pergi lagi?" Tanya Chaty pada Chareen yang sibuk dengan ponselnya.
Saat ini mereka berdua berada di dalam mobil menuju bar yang sudah di pesan oleh Windy itu.
"Tidak, dia ada di hotel. Dia bilang dia ada kerjaan, mungkin dia ingin membuat resep baru untuk koleksi makanan nya." Jawab Chareen tanpa melihat ke arah Chaty.
"Kau tahu? semua resep yang di buat oleh nya tidak pernah mengecewakan!! semuanya memiliki resep yang khas dan rahasia." Kagum nya yang langsung membuat Chareen terkekeh dan menutup ponselnya.
"Aku tahu, itulah kenapa aku begitu menyukai nya dari awal kami bertemu." Jujur Chareen.
"Kau sangat cocok dengannya, bahkan aku tidak menyangka jika kak Ale bisa bersikap manja di depan mu." Ucap Chaty dengan tatapan yang menerawang.
"Aku tahu," Senyum nya.
"Oh ya, pagi tadi aku tidak menyangka jika wanita itu sekarat. Bagaimana bisa dia ada di negara ini?" Heboh Chaty.
"Entahlah, tapi aku sudah menyadari keberadaan nya disini. Kau tahu? aku tidak menyangka jika Kinara berniat membunuh ku di tempat umum, sepertinya kebenciannya pada ku sudah mendarah daging."
"Mungkin seperti itu, untung saja kak Ale sudah siap siaga. Jika tidak, aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi pada mu. Terlebih William juga kenapa dia pergi di saat kejadian tersebut terjadi?" Heran nya.
"Saat itu William menemani Claire yang sedang mabuk, Raini juga ada di sana. Kau tahu bukan bahwa hubungan keduanya sudah ada sedikit kemajuan, terlebih aku juga ingin memberikan waktu bebas untuk William agar bisa mengejar cintanya."
"Benarkah? apa hubungan mereka sudah melangkah lebih jauh?" Girang Chaty.
"Ya, mungkin sebentar lagi mereka juga akan segera menjadi pasangan kekasih."
"Ahhh syukurlah, jika begitu berarti kita tinggal mencarikan jodoh untuk Raini." Senyum Chaty dengan begitu menyeramkan.
"Tidak perlu, aku sudah menemukan nya." Santai Chareen yang membuat Chaty melotot.
"Benarkah? siapa dia? apa dia tampan? apa dia hebat?" Heboh nya yang langsung membuat Chareen tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Kau akan segera tahu." Chareen hanya mengedipkan sebelah matanya namun hal itu justru membuat Chaty mendengus sebal.
Mobil yang mereka tumpangi akhirnya berhenti di sebuah bar yang nampak ramai akan pengunjung, entah Kenapa Chareen dan Chaty merasa jika bar tersebut nampak aneh.
Terlihat dari tamu tamu yang datang mereka nampak asing dengan tempat tersebut, namun Chaty dan Chareen berusaha menyangkal pikirannya itu dan segera masuk ke dalam.
Bau alkohol langsung tercium oleh mereka berdua, di sana Chareen dan Chaty bertemu Windy yang berpakaian begitu seksi dan terbuka. Tidak hanya itu, di samping wanita itu terdapat dua laki-laki yang Chareen kirakan berusia melebihi papa nya.
"Wahhh seperti nya nona Lee tidak menepati janji dan justru malah membawa orang lagi kemari, tapi kau terlihat tidak asing.... Apa kau kekasih dari Garel?" Tanya Windy dengan menatap dalam Chaty yang hanya diam dengan sorot mata yang jijik.
"...." Chaty hanya diam begitu pun dengan Chareen.
"Ada apa? Apa kalian terkejut setelah melihat ku?" Tanya Windy dengan terkekeh.
"Saya tidak heran melihat kelakuan anda seperti ini senior, dari sikap dan perilaku anda sendiri pun sudah menjelaskan bahwa anda bukanlah wanita berkelas." Santai Chareen.
"Kau!!!" Marah nya yang justru semakin membuat Chareen dan Chaty puas.
"Silahkan nona," Ucap mereka dengan mengedipkan sebelah matanya pada Chareen dan Chaty.
Chareen tidak menghiraukan nya, dia memilih untuk duduk. Begitu pun dengan Chaty yang sama-sama mengabaikan mereka.
"Sama seperti sebelumnya, anda terlihat sangat cantik dan mempesona nona Lee." Ucap seorang laki-laki setengah baya yang merangkul tubuh Windy itu.
Bahkan tangannya sudah tidak bisa di kondisikan lagi, melihat itu membuat Chareen ingin muntah di buatnya. Mereka lebih cocok sebagai anak dan ayah, hal itu justru terlihat tabu di mata mereka berdua.
"Kau tahu? aku bisa saja membuat mu keluar dari dunia model dengan cuma-cuma, tapi melihat mu yang begitu di kagumi membuat ku sedikit kasihan. Bagaimana jika kau sendiri yang mengeluarkan diri dari dunia modeling? aku akan membantumu dengan suka cita." Ucap Windy dengan santai.
"Sepertinya anda terlalu meremehkan saya senior." Chareen tersenyum mengejek pada Windy.
"Hah..... Seorang wanita rendahan ingin menggertak seorang putri bangsawan yang memiliki kedudukan tinggi di dua negara? sepertinya anda sedang bermimpi nona." Ejek Chaty dengan tatapan yang meremehkan Windy.
"Apa maksudmu hahh?" Marah Windy dengan bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Harusnya anda mengerti, anda berani menggertak Chareen karena anda menjadi mainan para laki-laki tua. Sedangkan orang yang anda gertak memiliki kemampuan dan kedudukan yang tak bisa kau sandingkan dengan sugar dady mu itu." Santai Chaty yang semakin membuat Windy memerah karena marah.
"Siapa yang kau panggil tua nona?" Marah laki-laki yang berada di samping Windy itu.
"Apakah anda tidak memiliki kaca tuan?" Chaty tersenyum miring melihat kedua orang itu nampak menahan marah.
"Sepertinya kalian berdua memang tidak bisa di ampuni, kalian tidak akan bisa keluar dari bar milikku ini!!! Saya akan membuat kalian kehilangan muka disini." Marah nya dan menyuruh beberapa laki-laki tadi untuk menangkap Chareen dan Chaty.
"Hohoho tidak semudah itu Jerk!!" Santai Chareen.
Chareen bangkit dari duduknya, melihat laki-laki itu berjejer di sana dan memenuhi ruangan itu. Chareen menatap Windy yang nampak tersenyum puas, begitu pun dengan laki-laki itu.
"Kalian semua? apakah kalian mau membantu nona ini?" Tanya Chareen dengan mengedipkan sebelah matanya pada mereka semua nya yang langsung memerah secara bersamaan.
"Ahh...Tentu nona..." Gugup mereka dengan malu-malu.
"Good boy!" Puas Chareen namun membuat mereka yang berada di hadapannya terkejut bukan maen.
"Kau? apa maksudmu hah! Mereka adalah anak buah ku!" Marah laki-laki itu.
"Wahh benarkah? sayang sekali, sepertinya apa yang di ucapkan oleh teman saya memang benar adanya, anda adalah laki-laki tua. Melihat anak buah sendiri pun tak jelas, ck sangat di sayangkan." Santai Chareen dengan meminum wine yang di berikan oleh salah seorang laki-laki tadi.
"******* sialan!!! Kau apakan mereka semua hah!" Marah nya dengan menunjuk Chareen yang terkekeh geli itu.
"Hah, sepertinya kau tidak mendengarkan apa yang di ucapkan oleh temanku tadi. Jangankan untuk membeli bar jelek mu ini, bahkan untuk membeli satu negara ini pun aku masih mampu." Sombong Chareen.
"S-siapaa kau sebenarnya?" Pucat laki-laki tua itu dengan keringat yang sudah mengalir.
"Bukan siapa siapa, tapi kakek ku seorang laki-laki yang di hormati di Korea begitu pun dengan papa ku. Kedudukan nya bukanlah apa-apa, ahh lebih jelasnya. Papa ku salah satu keluarga terkaya di 5 benua ini dengan urutan ke 3 setelah keluarga Vitton dan D'Enix." Jelas Chareen.
Mereka yang mendengar itu langsung terduduk lemas, sepertinya mereka bermain-main dengan orang yang salah, Windy kira berita itu bohong adanya. Dia pikir Chareen bisa sampai sekarang karena adanya laki-laki di belakang nya, ternyata bukan.
Chaty yang mendengar itu menjadi bangga, Chareen jarang sekali menyombongkan dirinya seperti saat ini. Dan itu terlihat sangat keren dan hebat!
__ADS_1