Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Asisten baru


__ADS_3

Pagi ini Chareen ada jadwal pemotretan di perusahaan Abimanyu, Alegra sendiri tidak bisa melakukan apapun selain menyetujui nya. Karena bagaimanapun juga itu adalah resiko dari pekerjaan Alegra.


"Ale, apa kau tahu kenapa William meminta cuti dalam waktu yang lama?" Tanya Chareen pada Alegra yang sedang duduk dengan melihat ponselnya.


"Entahlah, mungkin dia ingin merilekskan pikiran nya. Maksud ku, William juga ingin sedikit bebas." Balas Alegra dengan santai.


"Benarkah? apa selama ini aku selalu mengekangnya?" Tanya Chareen lagi dengan duduk di pangkuan Alegra yang menerima nya dengan senang hati.


"Tidak sayang, terkadang seseorang yang dekat pun memiliki rahasia yang tidak ingin di ketahui oleh siapapun. Apa kau mengerti maksud ku?" Tanya Alegra dengan melingkarkan kedua tangannya di perut Chareen.


"Hm... Apa kau akan pulang?" Angguk Chareen.


"Kenapa?"


"Tid... "


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


Chareen mengambil ponselnya yang berada di samping tubuh Alegra, saat Chareen hendak bangkit tapi Alegra terus menahannya agar tetap berada di posisi nya.


"Halo?"


"Apa kabar sayang? bagaimana kabar mu? Mama sama papa sangat khawatir dengan berita pagi ini, papa akan mengganti seluruh biaya nya agar kau segera kembali kes..."


"Tidak apa-apa ma, itu hanya kecelakaan yang tidak sengaja terjadi. Bukankah mama juga tahu bahwa tidak semuanya menyukai ku?"


"Tetap saja mama sama papa khawatir sayang, papa juga ak..."


"Aku baik-baik saja ma, ada William yang menjaga ku. Dan juga, ada Alegra juga. Jadi, mama jangan cemas oke?"


"Tap....Hhh.... Baiklah...."


"Baik ma, aku menyayangi kalian berdua." Ucap Chareen dengan mematikan sambungan telepon nya.


Chareen melirik Alegra yang menatap nya dengan tersenyum kecil, Chareen memerah karena kedekatan wajahnya dengan Alegra yang bisa dengan jelas di lihat oleh Chareen betapa tampan nya kekasih nya itu.


"Ada apa?" Heran Chareen dengan sedikit memerah.


"Kau sangat cantik." Lembut Alegra dengan mencium rambut Chareen.

__ADS_1


"Aku tah...."


Mata Chareen melotot saat Alegra mendaratkan ciumannya di pundak Chareen yang terbuka dan menggigit nya kecil, tubuh Chareen seakan tersengat listrik karena sentuhan lidah Alegra di sana.


"Kau sangat wangi...." Ucap Alegra dengan suara seraknya.


"Ale..." Panggil Chareen karena merasakan ciuman Alegra yang merambat ke lehernya.


Mata Chareen terpejam dengan kedua tangan yang memegang rambut Alegra, entah bagaimana ekspresi Chareen sekarang yang jelas tubuh nya terasa sangat panas.


"Sayang, bagaimana jika kita menikah sekarang?" Tanya Alegra dengan suara seraknya, rambutnya nampak berantakan akibat ulah Chareen.


Pipi Chareen memanas setelah melihat wajah Alegra yang mungkin sama seperti nya, terlebih salah satu tangan Alegra mulai mengelus perutnya hingga menimbulkan rasa yang sulit untuk Chareen jelaskan.


Wajah Alegra mulai mendekat, Chareen sendiri hanya memejamkan matanya. Namun.....


Tok tok tok tok tok


Mata Chareen kembali membuka, begitupun dengan Alegra yang nampak kesal dan jengkel.


"Ale, itu..."


"Aku akan membunuh siapa pun yang ada di depan sana!!!" Geram Alegra karena sudah menganggu waktu berharganya dengan Chareen.


Terlihat seorang laki-laki tampan dengan pakaian santainya, namun sorot matanya nampak tajam meskipun sedang tersenyum ke arah nya. Aura yang di milikinya pun nampak misterius, tapi Chareen merasa asing dengan sosoknya tidak seperti Alegra.


"Selamat pagi tuan dan nona...." Sapa nya.


Chareen hanya tersenyum dan mengangguk kecil sebagai balasan, sedangkan Alegra hanya menatapnya kesal sebelum akhirnya kembali masuk tanpa menghiraukan nya.


"Ehh, ayo masuk." Ajak Chareen dengan canggung.


Laki-laki itu hanya tersenyum dan mengangguk, tapi tidak bisa dia pungkiri bahwa wanita di depannya memang sangat cantik dan sempurna terlebih dia melihat bekas ciuman di pundak dan leher Chareen.


Hingga akhirnya dia tahu dan mengerti mengapa Alegra menatapnya seperti itu dan pergi tanpa menyuruh nya masuk.


Chareen duduk di samping Alegra yang nampak masih kesal karena dilihat dari raut wajahnya yang begitu jelas.


"Nona Chareen, saya Arjun teman dari Alegra. Kedatangan saya kesini karena saya yang akan menggantikan posisi sekertaris anda, apakah anda keberatan dengan itu?" Jelas Arjun membuat Chareen tersentak.

__ADS_1


Chareen hanya diam dan menatap Alegra, bagi Chareen memang tidak masalah. Selain tampannya yang oke, Arjun juga nampak kuat dan memiliki aura nya sendiri.


"Tidak apa-apa, dia hanya sementara menggantikan tugas William." Ucap Alegra dengan melotot ke arah Arjun.


"Hmmm baiklah." Angguk Chareen dengan tersenyum.


Chareen bangkit dari duduknya untuk mengambil agenda nya untuk waktu satu Minggu kedepan, selagi kepergian Chareen mereka berdua barulah bersikap serius.


"Ale, aku tidak tahu jika keberadaan nya mampu membuat dirimu berbeda." Ucap Arjun dengan tersenyum miring.


"Cih!! Apa kau pikir aku seperti dirimu?" Ketus Alegra.


"Kau memang tidak seperti ku, bagaimana tidak? aku yang lemah dan tidak ada apa-apa nya ini di bandingkan dengan dirimu yang sempurna?" Goda Arjun yang langsung melotot.


"Kau!!! Kembali ke gurun dan lakukan latihan selama seminggu full!!!!" Marah Alegra namun malah membuat Arjun tertawa kecil.


"Apa kau lupa bahwa sekarang aku sudah menjadi bawahan wanita mu? Alegra Alegra.... Akhirnya aku bisa melawan mu hahaha...." Tawa nya yang semakin membuat Alegra naik darah.


"Lakukan saja tugas mu! Ingat, kau harus menjaga nya dengan baik. Jangan sampai dia terluka, atau jika tidak......"


"Tanpa kau suruh pun aku tidak akan membiarkan wanita secantik nya terluka.." Senyum Arjun dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Kau!!! Jangan macam-macam Arjun!" Geram Alegra.


"Hahahaha aku sangat puas Ale, akhirnya aku bisa membuat mu kesal seperti ini hahaha..."


Alegra hanya mendengus, memang ini pertama kalinya dia dan Arjun bercanda seperti sekarang. Biasanya mereka hanya bicara serius dan bagaimana caranya mengalahkan musuh.


Saat kedatangan Chareen, mereka kembali bersikap biasa. Chareen memberikan dokumen itu pada Arjun yang menerima nya dengan senang hati.


"Itu adalah jadwal ku untuk seminggu kedepan, jika ada yang ingin kau tanyakan kau bisa bertanya pad...."


"Tidak usah, dia pasti langsung paham dan mengerti. Bukankah begitu Arjun?" Potong Alegra saat Arjun hendak bertanya.


"Ahh ya nona, saya mengerti." Balas Arjun dengan melirik Alegra kesal.


"Baiklah, kau bisa mulai bekerja hari ini. Kau temani aku untuk melakukan pemotretan di perusahaan D'ENIX."


"Baik." Angguk nya dengan semangat.

__ADS_1


Alegra yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja, memang sudah sejak dulu Arjun tidak menyukai pemimpin perusahaan itu. Menurutnya, Abimanyu hanyalah seorang laki-laki yang menutupi wajah aslinya dengan topeng. Sangat menjijikkan!


Jangan lupa untuk like dan komen yah temen-temen, jika boleh follow juga akun author. Terimakasih.


__ADS_2