Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Paket dadakan


__ADS_3

"Ohh lihatlah, bukankah itu model terkenal itu? dia sangat cantik sekali..... Aku ingin berfoto dengan nya" Heboh mereka saat melihat sosok Chareen dan Garel.


Saat ini, Chareen dan kawan-kawannya sedang berkeliling di mall untuk melihat lihat barang yang menarik minat mereka.


Tiba-tiba saja mereka di kerubuni oleh para wanita dan laki-laki yang tidak di kenal, mereka nampak berantusias melihat mereka. Lebih tepatnya Garel dan Chareen.


"Ahhhh bisakah kami berfoto dengan kalian?" Tanya seorang gadis dengan gaya manis nya.


Garel melirik Chaty yang hanya mengangguk saja, sedangkan Chareen? dia hanya mengangguk dan tersenyum manis.


Mereka segera mengambil posisi dengan Chareen dan Garel di tengah-tengah mereka, tak sedikit yang mengajak foto berdua.


"Hhhh...." Keluh Garel membuat Chareen terkikik.


"Apa kau lelah? payah sekali..." Ejek Chareen yang langsung mendapatkan pelototan dari Garel.


"Siapa yang kau sebut payah? aku hanya haus!!!" Elak nya yang langsung mendapatkan cibiran dari Chaty.


"Cihh, ngelak terus kayak bajaj!!"


"...."


"Sudah-sudah, sebaiknya kita cari makan dulu. Setelah itu barulah kita keliling lagi" Ucap Barnard yang langsung di angguki oleh mereka.


Mereka memilih restoran Jepang, karena apa? karena Claire yang meminta nya.


"Apa jadwal mu kedepan nya?" Tanya Barnard pada Chareen yang sibuk memakan sushi.


"Hmm... Sebelum acara Grand Opening Show aku akan sering melakukan pemotretan, itu pun hanya di negara ini. Setelah acara tersebut selesai barulah aku sibuk di luar negeri" Jelas Chareen.


"Apa kau terpilih menjadi Miss universe world?" Tanya Garel kaget.


Chareen melirik Garel yang nampak meminta penjelasan pada nya, Chareen hanya tersenyum tipis dan meminum minuman nya tanpa membalas pertanyaan yang di lontarkan oleh Garel.


"Woahhh jadi benar?" Kaget Raini karena mereka tahu jawabannya dari diam nya Chareen.


"Bukan terpilih tapi di pilih, you know lah.... " Santai Chareen.


"Acara tersebut di adakan di Rusia atau di USA?" Tanya Barnard.


"Entahlah, untuk konfirmasi tempat nya masih belum di beri tahu" Balas Chareen.


"Ck!! Jika kau menjadi Miss universe world, kau akan semakin terkenal Char. Tidak hanya di negara ini, tapi di seluruh negara" Kagum Chaty.

__ADS_1


"Hahaha kau terlalu berlebihan Chat, awalnya aku tidak ingin ikut namun om Bara terus memaksa ku, hingga akhirnya seperti ini.... Tanpa mengajukan pun aku sudah di undang lebih dulu"


"Gila!!!!! Kau memang benar-benar Char!!!" Kagum Garel.


"Sampai kapan kau menjadi model?" Tanya Barnard tiba-tiba membuat pergerakan mereka terhenti dan langsung menatap sosoknya.


"Hmm... Sampai aku benar-benar puas dan mungkin setelah aku menikah nanti, barulah aku berhenti. Kenapa?" Heran Chareen.


"Tidak ada..." Senyum Barnard yang membuat mereka tersenyum kecil, mereka tahu apa yang di maksud kan oleh Barnard. Mereka tidak munafik akan hal itu.


Drtttttttt Drrtttttttttttttt Drtttttttt


"Halo?"


"Halo sayang, kau di mana? ada seseorang yang mengirimkan mu paket ke mansion. Awalnya Momy ingin membuang nya karena takut dari para fans mu yang kurang ajar, tapi setelah Momy periksa ternyata itu di berikan oleh seseorang yang mengejar mu"


"Apa maksud Momy?" Heran Chareen.


"Paket ini berisi gaun yang sangat cantik dan lengkap dengan aksesoris nya, ini pun bukan sembari gaun. Semuanya bernilai tinggi"


"Ahh ya, mungkin itu dari temanku mom"


Chareen mematikan sambungan teleponnya, dia menatap Barnard dengan tatapan yang menyelidiki. Apakah Barnard yang mengirimkan paket tersebut?


"Ada apa?" Tanya Barnard heran karena Chareen menatapnya begitu intens.


Barnard menaikkan sebelah alisnya, dia menggelengkan kepalanya.


"Tidak, gaun yang akan aku berikan pada mu akan sampai nanti malam. Apa ada seseorang yang mengirimkan nya pada mu?" Balas Barnard.


"Ya, Momy bilang seperti itu"


"Kak...." Panggil Claire dengan tatapan yang penuh arti.


Chareen yang melihat itu awalnya heran namun lama-kelamaan dia melotot dan mulai mengerti apa yang ingin di bicarakan oleh Claire.


"Hmm... Sudahlah, tak perlu di bahas. Bagaimana kalau kita mulai mencari gaun?" Tanya Chaty yang mulai mengerti situasi nya sekarang.


"Oke" Kompak mereka.


_________


"Bagaimana? apa kau sudah mengirimkan nya pada alamat yang benar?"

__ADS_1


"Susah tuan, saya sudah mematikan bahwa barang tersebut sampai dengan selamat ke tempat tujuan"


"Bagus!! kalau begitu kau kembali lah.."


"Baik tuan"


Laki-laki tersebut tersenyum dengan menatap foto seseorang, dia memejamkan matanya setelah berhasil merebahkan tubuhnya di kursi kebesaran nya itu.


Tok tok tok tok


"Masuk"


"Permisi tuan, ini data-data dari perusahaan cabang. Menurut saya semuanya ada yang ganjil, silahkan tuan periksa keseluruhan nya" Jelas seorang laki-laki setengah baya dengan tersenyum kecil.


"Terimakasih paman" Ucap laki-laki tersebut yang di balas anggukan oleh sosok yang lebih tua darinya.


_______


"Kyaaaaa!!!! Aku ingin gaun itu....." Teriak Chaty dengan menarik tangan Garel ke butik ternama itu.


Garel hanya bisa menuruti keinginan kekasihnya itu, dia sangat senang melihat Chaty bahagia seperti sekarang.


Mau tak mau yang lainnya pun ikut masuk, Raini sendiri memang sudah sering keluar masuk butik mewah seperti ini tapi untuk membeli nya? dia selalu mikir-mikir lebih dulu.


Meskipun papa nya bisa di katakan sebagai orang yang berada karena bekerja sebagai sekertaris sejak dulu tapi Raini sudah di ajarkan hidup hemat oleh papa nya sejak mama nya meninggal.


Dari sanalah Raini mulai terbiasa hidup sederhana, karena itu saat di mansion milik Chareen dia begitu kagum saat melihat isi lemari Chareen yang terdapat pakaian mewah dan branded dan itu pun serba baru.


"Ayoo...." Ajak Chareen pada Raini dan Claire yang hanya mengangguk antusias.


Mereka memilih gaun untuk di kenakan besok malam, Chareen sendiri memilih untuk cadangan karbon takut apa yang di pilihkan oleh Barnard tidak sesuai dengan keinginan nya.


"Sepertinya ini cocok untuk mu" Ucap Barnard dengan menunjukkan sebuah dress berwarna dusty pink di atas lutut yang memiliki potongan dada rendah namun tidak memperlihatkan dada nya.


Hiasannya pun sangat simpel dan elegan, hanya ada manik-manik di sekitar dada dan pinggang nya.


"Ah kau benar, ini sangat simpel dan elegan" Senang Chareen karena ternyata Barnard tahu selera nya.


"Tentu, ini akan sangat cocok untuk kau kenakan nanti" Senyum Barnard.


Claire dan Raini saling pandang kemudian melengos pergi begitu saja, mereka seperti pelayan yang mengikuti kemana arah majikan nya pergi.


Padahal mereka panas dan cemburu melihat kemesraan dua pasangan itu, Claire sendiri cemberut sedari tadi karena William tidak ikut.

__ADS_1


Claire sendiri tahu bahwa William sedang sibuk di perusahaan milik keluarga Chareen, jika sedang luang William akan membantu di perusahaan.


Bukankah itu sangat hebat?


__ADS_2