
Di tengah-tengah keromantisan mereka kini terdengar suara telepon milik Alegra, mau tidak mau Alegra pun langsung mengangkat nya setelah melihat siapa orang yang sudah menelpon nya itu. Tertera dengan jelas nama Arjun di sana, Alegra melirik Chareen yang hanya mengangguk saja.
"Ada apa?" Tanya Alegra langsung setelah panggilan tersebut berlangsung.
"Ale, kapan kau akan pulang? awalnya aku tidak ingin mengganggu waktu berharga kalian tapi kondisi markas saat ini sedang buruk!! sudah lebih dari seribu anak buah yang mati karena virus, sebagian dari mereka yang masih sehat langsung di pindahkan." Jelas Arjun membuat Alegra terkejut.
"Markas mana yang kau maksud?" Heran Alegra.
"Markas yang ada di Afrika, mereka mendengar kabar bahwa penduduk Malawi jarang sekali di perhatikan oleh pemerintah sehingga mereka berinisiatif untuk melihatnya. Awalnya tak terjadi apapun di sana namun setelah berlangsung 3 hari terdapat hal-hal aneh yang terjadi pada mereka, itu pun karena mereka tertular dari anak-anak yang masih berusia 7 tahun. Melihat itu, mereka segera mengevakuasi mereka ke tempat yang lebih aman."
"....." Alegra hanya diam, bukan karena tidak peduli namun selama ini yang ia lakukan hanya membunuh musuh saja. Tak pernah terlintas dalam pikirannya untuk menjadi relawan seperti sekarang.
"Aku tau Arjun, aku pun mendapatkan info semalam dari bawahan ku. Awalnya aku pun tidak terlalu peduli namun ada rahasia besar yang ada di sana, aku akan melihatnya langsung." Balas Chareen dengan merebut ponsel milik Alegra.
"Apa? tidak! kau tidak di perbolehkan untuk per..." Kesal Alegra yang langsung terpotong.
"Apa maksudmu hah? kau akan diam saja melihat mereka seperti sekarang? meskipun kau kuat dan kaya namun semua itu tidak lah berguna selagi kau sombong dan tidak tahu diri!! terserah padamu yang jelas aku akan pergi kesana besok pagi." Marah Chareen membuat Alegra diam.
Penduduk Malawi yang memiliki akses terhadap listrik hanya sebesar 11 persen. Pemerintah Malawi tengah mengembangkan pembangkit listrik dengna tenaga angin, matahari, dan biogas untuk membuat listrik menjangkau lebih banyak daerah di negaranya. Namun sampai sekarang tak ada tanda-tanda bahwa mereka akan mendapatkan semua fasilitas nya, hingga akhirnya penduduk tersebut memisahkan diri dari pemerintahan sehingga mereka tak ada tempat untuk bernaung selama ini.
"Sayang..." Panggil Alegra dengan memeluk Chareen dari belakang, saat ini Chareen sedang membereskan pakaiannya untuk dimasukkan kedalam koper nya.
"Ale, apa kau tidak mengerti? aku selalu didik oleh kakek dengan keras hanya untuk ini. Mungkin kau tidak akan percaya namun inilah kenyataan nya, justru kakek sendiri yang mengirim aku kesana." Jelas Chareen dengan memperlihatkan ponselnya pada Alegra, di mana di sana tertulis sebuah pesan.
"Apa Kakek mu tidak tahu jika disana sangat berbahaya sekali?" Heran Alegra, bagaimana mungkin seorang kakek yang terlihat sangat menyayangi cucunya kini malah mendorong Chareen ke tempat berbahaya tersebut?
"Kakek tahu itu, tapi aku sudah terbiasa..." Santai Chareen.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin? apa jangan-jangan selama ini.... Jangan bilang saat media mengatakan bahwa kau akan berlibur dan cuti hanya untuk ini?" Kaget nya membuat Chareen tertawa kecil.
"Kau benar, bukankah menakjubkan?" Senyum Chareen dengan menatap Alegra yang lagi-lagi diam.
"Kakek sudah mengatur nya, mereka yang ada di rumah hanya tahu bahwa kita masih bulan madu." Jelas Chareen.
"Baiklah, aku akan ikut serta untuk menjaga mu... Aku akan menyiapkan beberapa orang yang akan bersama kita nanti." Pasrah Alegra.
"Hmm, tapi aku sudah menyiapkan juga beberapa anggota ku. Mereka sudah ada di sebelah timur dan bersiap untuk menjemput ku besok." Balas Chareen yang lagi-lagi membuat Alegra memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
Alegra memilih duduk di pinggir ranjang dengan pikiran yang tak menentu, Chareen yang melihat itu merasa tak tega karena memang ini adalah waktu istimewa mereka berdua. Chareen melangkahkan kakinya mendekati Alegra dan memilih untuk duduk di pangkuan Alegra dengan kedua tangan yang melingkar di lehernya.
"Maaf..... Karena waktu kita terganggu." Ucap Chareen dengan mengelus pipi Alegra.
"Aku mengerti, aku hanya beruntung memiliki istri seperti mu. Entah kebaikan apa yang sudah aku lakukan di masa lalu sehingga bisa mendapatkan istri sesempurna dirimu." Senyum Alegra dengan mengecup tangan Chareen yang semula berada di pipi nya.
"Aku pun sangat beruntung bisa memiliki mu... Terimakasih." Peluk Chareen dengan mesra.
"Bagaimana? apa semua nya sudah di persiapkan?"
"Sudah tuan besar, kami sudah mendapatkan perintah dari nona untuk menjemputnya besok pagi."
"Ya, lakukan tugas kalian dengan benar. Jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi padanya, apa kau mengerti?"
"Mengerti tuan."
"Dan satu lagi, kemungkinan beberapa orang yang akan mengikuti cucu menantu ku pun akan hadir, jangan sampai kalian melakukan hal yang melewati batas."
__ADS_1
"Baik tuan."
Kakek Kim menghela nafas panjang, sebelum membuat keputusan tersebut dia sudah memikirkan nya dengan matang-matang. Apa dirinya bodoh untuk mengirimkan cucu kesayangannya kedalam bahaya? hanya saja di sana terdapat sesuatu yang mungkin akan membuat Chareen senang kedepannya.
"Ayah? apa yang ayah lakukan tengah malam di luar seperti ini?" Heran Yuna yang datang dengan membawa segelas kopi.
"Ahh tidak, ayah hanya menerima panggilan penting dari Korea. Ada apa? kenapa kau belum tidur?" Tanya kakek Kim dengan mengelus rambut Yuna, putri pertamanya itu memang sangat cantik.
"Aku ingin memberikan kopi untuk suamiku, apa ayah ingin aku buatkan sesuatu?" Tanya Yuna dengan tersenyum manis.
"Tidak ada, ayah ingin istirahat.."
"Ahh baiklah, ayah apa benar jika Chareen dan Alegra akan menambah waktu liburan mereka?" Tanya Yuna dengan penasaran.
"Ya, kemungkinan satu bulan mereka berlibur. Hanya menambah 2 minggu saja." Balas nya.
"Syukurlah, semoga pulang nanti mereka akan segera membawa cucu untuk ku..." Senang Yuna membuat kakek Kim tersenyum tipis.
"Di mana Dong Song? apa dia di ruang baca?"
"Ya ayah, apa ada hal penting yang ingin ayah bicarakan?" Heran Yuna.
"Tidak ada, katakan padanya jangan terlalu lelah dan sering bergadang jika tidak ingin ketampanan nya pudar." Ucap Kakek Kim membuat Yuna terkekeh geli.
"Ya ayah benar, bagaimana pun juga ayah yang paling tampan dan gagah bagi ku..." Ucap Yuna dengan menggandeng lengan kakek Kim dengan kepala yang bersandar di bahu nya.
Kakek Kim hanya tersenyum dan mengelus rambut Yuna dengan mesra, di hati nya sedikit tak enak karena terus menerus berbohong pada mereka tentang kondisi Chareen yang sudah bertahun-tahun ia sembunyikan kebenarannya. Hanya Bara saja yang tahu tentang nya, bahkan Dong Song pun tak mengetahui nya sedikit pun. Semua itu ia lakukan karena dia tidak ingin mereka yang lemah akan terkena masalah nya, oleh karena dia sangat keras mendidik Chareen dan Bara agar kuat dan bisa melindungi orang-orang yang mereka sayangi.
__ADS_1
Terlebih, kakek Kim merasa lega karena mendapatkan cucu menantu seperti Alegra yang memang sangat pas jika bersanding dengan Chareen. Alegra memiliki kekuatan besar dan sangat berpengaruh dalam dunia bawah maupun di berbagai negara, penyamaran nya pun tak kalah bagus dengan Chareen yang notabene nya di kenal sebagai model dan seorang chef.
Jangan lupa like dan komen yahhh♥️♥️