
Chareen menuju ke aula gedung KimBar entertainment yang sudah ramai akan wartawan dan juga para model lainnya yang kini menatap Chareen dengan tatapan iri dan juga..... Kesal.
Kilatan cahaya mulai keluar saat sosok Chareen datang bersama Bara, Chareen tersenyum manis pada mereka semua yang ada.
"Selamat pagi semuanya," Sapa Chareen dengan menundukkan sedikit tubuhnya.
"Baiklah, saya akan menjelaskan tentang apa yang ingin kalian tahu mengenai ini.." Ucap Chareen dengan mengangkat dokumen di tangannya.
"Ini adalah hadiah yang ingin kalian ketahui isi nya, memang benar.... Hadiah ini begitu besar karena apa? karena ini........"
"Sertifikat!" Ucap Chareen dengan memamerkan sertifikat tersebut pada kamera yang langsung menyorot nya.
"Ini adalah sertifikat Lanai Island, pulau ini di berikan khusus oleh tuan D Enix pada saya sebagai hadiah atas pencapaian saya. Pulau ini memiliki nilai US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,1 triliun." Jelas Chareen.
Beberapa dari mereka ada yang pingsan mendengar nya, para model yang ada di sana mendadak lemas mendengar hadiah tersebut yang tidak main-main.
"Pasti kalian berfikir, ada hubungan apa saya dengan nya..."
"Saya dan tuan D Enix tidak memiliki hubungan apapun selain hubungan bisnis, untuk kedepannya semoga kalian tidak salah kira." Ucap Chareen dengan tersenyum lebar.
"Nona Chareen Lee, apa anda tidak tertarik sedikit pun pada nya? Bukankah dia laki-laki yang sangat tampan? tidak hanya tampan, dia juga sangat kaya raya." Tanya salah satu wartawan dengan penasaran.
"Hahaha anda benar, tuan D Enix memang sangat sempurna dan juga tampan. Siapa yang tidak tertarik dengan nya?" Balik tanya Chareen.
Chareen tidak bermaksud seperti itu, dia hanya berfikir bahwa dia memang tertarik karena dia sedikit kenal dengan sosoknya yang memang royal.
"Astaga, kami ngeship kalian berdua nona... Kami tunggu kabar baiknya." Ucap mereka dengan senang.
Chareen sendiri hanya tersenyum, setelah acara tersebut selesai barulah Chareen menghela nafas panjang. Dia tahu pasti sekarang Alegra sedang uring-uringan karena berita tadi yang terus membicarakan hubungan nya dengan Abimanyu.
"Chareen, apa kau akan pergi ke sana? berapa lama?" Tanya Laura dengan penasaran.
"Entahlah, William bilang acara tersebut berlangsung selama 3 hari. Belum lagi aku ada pemotretan di perusahaan D Enix dan beberapa perusahaan lainnya, terus acara passion show dengan merk ternama di sana dan aku yang menjadi modelnya. Mungkin 1 bulan." Jelas Chareen.
"Gila!!!! Kau memang benar-benar!!" Kagum Laura.
Chareen hanya tersenyum menanggapi nya, dia juga lelah. Tapi dia sangat senang karena dia bisa menjadi terkenal sesuai dengan impian nya sejak kecil.
Drtttttttt Drrtttttttttttttt Drtttttttt
Chareen melihat nama Alegra di sana, dengan cepat Chareen berjalan ke balkon gedung tersebut.
"Halo?"
__ADS_1
"Ada yang ingin anda jelaskan nona?"
"Apa kau cemburu sayang?" Tanya Chareen dengan nakal.
"Menurut mu?"
"Hahaha baiklah, aku akan menjelaskan nya pada mu besok. Sekarang aku sibuk untuk menandatangani kontrak yang begitu banyak!!!"
"Baiklah, besok aku akan menjemput mu."
"Oke."
Chareen menyentuh dada nya yang nampak....... Biasa saja. Bukankah seharusnya dia senang jika Alegra menelpon nya?
Chareen menggelengkan kepalanya, mungkin dia sedang lelah dan banyak pikiran. Beginilah pikir nya....
"Nona?"
"Willi? Ada apa?" Heran Chareen.
"Ini beberapa kontrak yang ada di Sydney, saya sudah menilai nya."
"Jadi?"
"Ada 6 perusahaan yang memiliki kualitas bagus dan baik, pelayanan yang di berikan nya pun tidak lah mengecewakan."
____
"Bagaimana? Apa Chareen sudah menerima hadiah nya?" Tanya seorang laki-laki yang saat ini sedang duduk bersantai di balkon apartemen nya.
"Sudah tuan, bahkan hadiah nya menjadi trending topik di negara tersebut." Balas sang sekertaris dengan menunjukkan video Chareen.
"Hmm... Dia sangat cantik dan berwawasan luas, apa dia cocok menjadi pendamping ku Ron?" Tanya nya dengan mata yang terus menatap tab itu.
"Seperti yang anda kira, prestasi nona Chareen juga sangat banyak. Dia model yang sangat mengagumkan, tidak sembarang menerima kontrak pula."
"Hmm... Sangat sempurna!"
"Tuan, apa tuan akan...."
"Kita lihat saja nanti, aku tidak suka terburu-buru. Kau tahu bukan? aku bukan orang pemaksa, aku lebih suka orang tersebut bersikap suka rela."
"Ya tuan, nona Chareen juga sudah menerima kontrak nya dan langsung menandatangani nya juga."
__ADS_1
"Aku tahu itu, selain besar perusahaan kita juga memiliki etiket yang tinggi."
"Ya tuan, beberapa perusahaan yang ada di bawah anda juga menerima kontrak nya. Tidak semua namun ada sebagian yang akan berkerja sama juga."
"Tidak masalah, selagi mereka memperlakukan Chareen dengan baik dan sopan aku akan diam. Tapi, jika mereka berani melakukan hal yang tidak-tidak di negara kekuasaan ku... Maka, kau tahu sendiri pastinya." Senyum laki-laki itu dengan begitu tampan dan mempesona.
"Mengerti tuan,"
Ya, sosok tersebut yang tak lain adalah tuan muda D Enix. Dia memiliki paras yang rupawan dan menawan, di tambah sikap nya yang hangat dan dermawan mampu meluluhkan hati para wanita yang melihatnya.
Tapi siapa sangka, di balik sikap lembut nya terdapat jiwa yang berbeda. Jiwa yang penuh dengan aura hitam dan genangan darah yang sudah terbiasa bagi nya.
Tapi tidak membuat sosoknya berbeda, dia baik pada orang yang pantas untuk ia baiki. Tapi... Dia akan mengerikan pada orang yang sudah masuk kedalam daftar hitam nya!
Valentino Abimanyu D Enix!
____
Chareen meregangkan otot tubuhnya, dia merasa pegal dan juga lelah. William yang berada di sampingnya juga ikut bekerja tapi tidak terlihat lelah ataupun cape sedikit pun, mungkin dia sudah terbiasa.
"Willi, aku sudah lelah. Pekerjaan nya pun sudah selesai, ayo pulang." Ajak Chareen.
"Baik nona" Angguk nya dan langsung membereskan semua nya.
Setelah di rasa selesai, mereka segera keluar dari ruangan Chareen. Masih ada beberapa model yang sedang berbincang dan juga istirahat, padahal di ruangan Chareen pun ada kasur namun tetap saja. Di rumah lebih nyaman rasanya.
"Apa kau akan pulang?" Tanya Bara.
"Ya." Angguk Chareen.
"Kalau begitu ayo." Ajak nya.
Chareen tidak banyak tanya, karena dia tahu bahwa Bara memiliki urusan dengan Momy dan papa nya. Mungkin itu soal keberangkatan Chareen 2 hari lagi, itu pun dalam waktu yang lama.
"Chareen..." Panggil Bara.
"Ya om?" Balas Chareen dengan malas karena sudah mengantuk.
"Apa kau yakin tidak hubungan spesial dengan tuan D Enix?" Tanya Bara dengan serius.
"Hmm ya, kami hanya pernah bertemu satu kali saat di Maldives dulu. Itu pun sudah 2 tahun lamanya, memang nya kenapa?" Heran Chareen, kenapa semuanya bertanya seperti itu?
"Kau tahu? Tuan D Enix sudah menyiapkan tempat tinggal untuk mu di sana dan beberapa bodyguard pilihan juga untuk menjaga mu."
__ADS_1
"...."
Benarkah? Chareen rasa itu terlalu berlebihan untuk di anggap sebagai hadiah.......