
Urusan dengan pemerintah Afrika berjalan dengan lancar dan baik, itu semua karena kedudukan Alegra yang memang sangat berpengaruh di negaranya. Begitu pun dengan Bara yang merupakan keturunan dari bangsawan Korea yang memiliki kedudukan tinggi juga, tak heran mereka bisa menaklukkan pemerintah tersebut dengan mudah.
"Di mana Chareen?" Tanya Alegra pada Raisa yang baru saja bangun dari tidurnya.
"Entah, dia bilang ingin cari makanan. Ricko juga pergi bersama nya...." Balas Raisa dengan menguap.
"Apa sudah lama?" Tanya nya lagi.
"Ya, Chareen pergi setelah sampai dari sini. Sekitar 2 jam yang lalu..."
"Oke."
Baru saja Alegra mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Chareen namun sebelum itu terjadi Chareen sudah lebih dulu muncul dengan berbagai macam kue di tangannya, tak hanya itu.... Ricko pun nampak membawa banyak barang bawaan, dari ekspresi nya saja bisa mereka lihat dengan jelas bahwa Ricko nampak kelelahan.
"Hahh.... Ini pertama kalinya saya melihat nona berbelanja.... Biasanya nona paling anti dengan yang namanya berbelanja...." Jujur Ricko dengan merebahkan tubuhnya di salah satu sofa yang ada di sana.
Mereka saling menatap Chareen yang tengah duduk di kursi depan mulut yang penuh dengan eskrim, Chareen yang merasa di tatap seperti itu hanya mendongakkan kepalanya dan menatap mereka heran.
"Ada apa?" Heran Chareen.
"Ahh tidak ada... Apa kau sudah puas berbelanja sayang? apa kau memerlukan sesuatu yang lain? kau katakan saja pada ku, tak perlu berkeliling seperti ini." Lembut Alegra dengan mengelap kening Chareen yang terdapat keringat di sana.
"...." Chareen hanya diam dengan mulut yang penuh makanan.
Raisa merasa tergiur dengan salah satu kue yang ada dalam kotak di depan Chareen, tanpa basa basi Raisa segera mengambilnya. Namun sebelum hal itu terjadi, Chareen sudah lebih dulu mengambil nya dan menyembunyikan nya di belakang tubuhnya.
"Ehhh?" Kaget Raisa, sejak kapan Chareen pelit?
"Tidak boleh! ini semua milikku!!!" Ketus Chareen dan kembali melanjutkan makannya lagi.
"Itu... Aku ingin mencicipinya Char, ayolah.... Beri aku sedikit yaa...." Pinta Raisa dengan sedikit merengek.
__ADS_1
"Tidak mau!"
Tak hanya Raisa yang merasa heran dengan sikap Chareen, Bara dan Alegra pun sama herannya. Pasalnya Chareen tidak pernah pelit dan juga sejak kapan Chareen suka memakan makanan yang manis?
"Sayang? apa kau baik-baik saja?" Tanya Alegra dengan lembut.
"Apa aku terlihat sedang sakit?" Heran Chareen dengan menatap Alegra penasaran.
"Ahh tidak, kau nampak sehat dan baik-baik saja." Senyumnya dengan mengelus rambut Chareen yang halus dan lembut.
Tanpa mereka sadari, Arjun yang berada di samping Ricko yang saat ini sedang tertidur, malah asik memakan salah satu kue tart yang sebelumnya di bawa oleh Ricko, Arjun menatap Chareen yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang.....
"N-nona... Itu... Saya akan mengganti nya hehe... Saya sangat lapar...." Jujur Arjun dengan ekspresi yang sedikit takut karena melihat tatapan tajam Chareen.
BRAKKKKKK!!!!!
"Ehh?" Kaget mereka karena Chareen meletakkan kotak kue yang ada di tangannya ke atas meja.
"Tidak mau!!!! Arjun kau sangat jahat hiks...... Aku membenci mu..... Hiks..... Kalian sangat keterlaluan.... Aku tidak suka kalian!!...." Tangis Chareen dengan pergi begitu saja dari sana.
"Haishhh!!! kenapa kau makan kue itu? itu kue terakhir yang ada di toko sialan!!!!! kau tahu? hanya demi kue itu Chareen harus bertengkar dengan beberapa ibu-ibu yang ada di sana!! tapi kau malah memakan seenaknya." Kesal Ricko yang terkejut karena tangisan Chareen itu.
"Aku tidak tahu.... Dan lagi, sejak kapan nona Chareen seperti ini?" Heran Arjun.
"Kau benar, biasanya Chareen tidak seperti ini." Tambah Bara yang sejak tadi masih diam tapi terus memperhatikan tingkah laku Chareen yang sangat berbeda, apakah karena Chareen sudah menikah? sehingga sikap manja nya muncul?
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada nya, tapi kondisi tubuh Chareen sepertinya baik-baik saja. Mungkin Chareen sedang pms..." Tambah Raisa dengan polos.
"Sudahlah, jangan sampai kau di oper ke kutub oleh Alegra setelah mereka kembali nanti..." Ucap Bara pada Arjun yang langsung terdiam dengan ekspresi bodoh nya.
Dia tidak menyangka efek dari memakan kue itu akan mengakibatkan masa depannya suram, sungguh tak di sengaja.
__ADS_1
Saat ini Chareen memilih duduk di salah satu koridor hotel yang ada di dekat kolam renang, nampak sepi karena mungkin sebentar lagi memasuki waktu malam.
"Sayang...." Panggil Alegra dengan duduk di samping Chareen.
"...."
"Apa kau baik-baik saja? aku akan membelikan satu toko langsung kue itu jika kau sangat menginginkan nya...." Lembut Alegra dengan mencium tangan Chareen yang masih tetap diam itu.
"Tidak mau!" Ketus Chareen dengan merebahkan kepalanya di pundak Alegra.
"Lalu apa yang kau inginkan hmm?" Alegra mengecup kening Chareen dengan penuh kelembutan, bisa mereka lihat bahwa Alegra sangat menyayangi Chareen melebihi dirinya sendiri.
"........ Aku ingin makan masakan Arjun!" Ucap Chareen dengan menatap Alegra.
"Ehh? tidak boleh, aku akan memasaknya sendiri. Kau tahu bukan jika Arjun tidak pernah menyentuh alat dap..."
"Kau bilang kau akan menuruti apa yang aku mau!! aku bohong Ale! kau sudah tidak menyayangi aku hiks...." Tangis Chareen dengan memeluk Alegra namun kedua tangannya sibuk memukul dada Alegra.
"Baiklah baiklah... Sekarang kita masuk, cuaca disini sangat dingin." Pasrah Alegra dengan memasangkan jaket nya pada Chareen yang langsung tersenyum lebar.
Tingkah laku Chareen sangat berbeda jauh dengan tingkah nya yang ada di Malawi kemarin, Chareen yang sekarang nampak seperti gadis remaja yang sangat manja pada kekasihnya ketimbang kemarin. Chareen nampak tak membutuhkan sosok Alegra di samping nya, meskipun begitu Alegra tak munafik bahwa dirinya sangat menyukai tingkah Chareen yang bergantung pada nya seperti sekarang ini. Karena itu membuat Alegra merasa bahwa dirinya sangat penting di kehidupan Chareen.
•••
"Kapan kak Ale dan kak Chareen pulang? ini sudah satu bulan lebih mereka di sana, apa mereka lupa pada kita?" Keluh Claire dengan terus merengek pada Chaty dan Raini yang sudah bosan dengan rengekan nya itu.
"Kau benar, tapi aku aneh... Kenapa Arjun juga menghilang? lalu dokter Raisa pun tidak ada di rumah sakit?" Heran Chaty.
"Bukankah dokter Raisa ada panggilan khusus untuk menjadi relawan di salah satu negara yang tak terurus itu? untuk Arjun mungkin dia ada pekerjaan penting yang harus ia lakukan, tapi untuk Chareen dan Alegra.... Mereka masih belum selesai untuk membuat Alegra junior mungkin...." Ucap Raini pajang lebar.
"Hmm.. Apa kau tahu tugas apa yang di lakukan oleh Arjun? apa itu sangat penting?" Tanya Claire pada kekasihnya itu, yang tak lain adalah William yang kini langsung tersentak saat Claire menanyakan tentang sosok Arjun itu.
__ADS_1
Bagaimana pun juga, mereka tidak ada yang tahu tentang diri asli Arjun yang mereka lihat selama ini. Tapi tidak dengan William yang sangat tahu bagaimana laki-laki itu saat mengeluarkan pistol nya.
Jangan lupa like dan komen nya dongg, biar author semakin semangat lagi dan gampang untuk up kembali.