
Orang-orang bawaan Alegra maupun Chareen dan Bara nampak tak bergeming saat melihat Raisa yang sedang meneliti seekor tikus yang sudah mati, beda lagi dengan orang-orang yang tidak pernah melihat hal seperti itu.
"Memang benar tikus ini beda dari tikus pada umumnya, dari darah nya saja sudah mengandung racun. Bahkan kotoran nya saja sangat berbahaya jika terkena kulit, mungkin hal inilah yang menyebabkan mereka terkena gejalanya." Jelas Raisa.
"Tidak aneh memang, mereka semua tidak ada yang mengenakan alas kaki dan juga tempat yang terdapat banyak tikus pun berasal dari kaki gunung. Tempat tersebut sudah menjadi tempat makanan mereka semuanya." Jelas Chareen.
"Apa sebaiknya kita memberikan mereka alas kaki?" Tanya Raisa menatap mereka.
"Itu poin kedua, poin utamanya ialah melarang mereka untuk mendekati tempat tersebut bahkan jangan sampai mereka keluar dari zona yang sudah kita tetapkan." Balas Alegra yang di angguki oleh yang lainnya.
"Besok pagi aku akan ke kota, untuk menghubungi orangku." Ucap Chareen.
"Ya, aku juga. Aku ingin menanyakan tentang apa yang sudah aku teliti saat ini." Tambah Raisa.
"Kalau begitu kalian saja yang pergi, aku akan menyuruh Arjun untuk mengawal kalian." Ucap Alegra yang langsung di angguki oleh Chareen dan Raisa.
Setelah mereka selesai berdiskusi, mereka pun segera kembali ke tempatnya masing-masing. Beda dengan Chareen dan Raisa yang langsung di bawa masuk kedalam kamar oleh Alegra dan Bara.
"Kalian tidur disini saja, kami akan berkeliling. Jangan khawatir, akan ada beberapa penjaga yang ada di depan." Ucap Bara.
"Apa aku terlihat khawatir om?" Tanya Chareen dengan tersenyum kecil.
"Aku tidak mengatakan nya padamu, terserah apa yang mau kau lakukan juga toh kau sudah memiliki suami." Santai Bara yang membuat Chareen cemberut.
"Cihh, mentang-mentang om sudah memiliki Raisa..." Ketus Chareen membuat Raisa terkekeh.
"Sudah-sudah, sebaiknya kalian istirahat." Ucap Alegra yang langsung merebahkan Chareen di atas kasur yang muat untuk 3 orang.
"Tidurlah yang nyenyak, jangan sampai kesehatan mu terganggu." Ucap Alegra dengan mengecup kening Chareen.
"Hmm, hati-hati. Jangan melakukan tindakan yang gegabah, hindari tempat yang berbau aneh. Aku masih belum mendapatkan kandidat untuk menjadi janda." Ucap Chareen membuat Bara dan Raisa tertawa sedangkan Alegra cemberut.
"Apa maksudmu? apa kau senang jika menjadi janda?" Tanya Alegra.
__ADS_1
"Tidak tidak, suamiku yang paling sempurna. Cepatlah pergi, aku mengantuk." Ucap Chareen dengan mendorong tubuh Alegra.
"Haishh baiklah." Pasrah nya yang langsung membawa Bara pergi dari sana.
"Kalian memang pasangan yang membuat semua orang iri." Ucap Raisa dengan naik ke atas ranjang.
"Benarkah?" Tanya Chareen.
"Ya.."
"Apa kau tahu siapa yang mengejar lebih dulu?" Tanya Chareen.
"Tentu saja Alegra bukan?"
"Hahaa kau salah, akulah yang pertama kali mengejar nya. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, bahkan aku sangat tergila-gila pada nya saat itu." Santai nya yang membuat Raisa diam tak berkutik.
"Sangat sulit memang menaklukkan dia, terlalu banyak hama yang berkeliaran di sampingnya. Namun apa yang aku inginkan, aku tidak akan menyerah. So, kau bisa lihat sekarang.... Aku berhasil bukan?"
"Kau memang hebat Char, tapi hal itu memang sebanding karena Alegra pun mendapatkan wanita yang hebat seperti mu. Terlebih, kau tidak pernah menjalin hubungan sebelum nya." Ucap nya.
"Entah kata apa lagi yang harus aku ucapkan sebagai rasa kekaguman ku padamu Char, kau benar-benar luar biasa. Awalnya aku heran, kenapa bukan Bara yang menanggung semuanya? kenapa harus kau yang notabene nya adalah perempuan? setelah aku tahu alasan nya, aku akhirnya mengerti." Ucap Raisa dengan menatap langit-langit.
"Ya, hanya bisa dilakukan oleh cucu dari anak pertama. Awalnya aku tidak ingin dan ingin memberikan posisi tersebut pada om Bara, tapi melihatnya yang hidup bebas dan senang akhirnya aku menyetujui nya. Sebagai balasan itu, om Bara akan membantu ku di saat aku membutuhkan nya."
"Ahh ya, aku dengar kau terlibat perselisihan dengan putri Aurora. Apa itu benar?" Tanya Raisa penasaran.
"Ya, dia sangat menyukai suamiku. Mungkin saat ini dia berencana untuk merebut nya."
"Pantas saja." Gumam Raisa namun masih terdengar jelas oleh Chareen.
"Kenapa?"
"Ehh, itu.. Pagi tadi saat aku berbincang dengan Chaty dan Raini aku tak sengaja melihat sosok nya yang masuk kedalam rumah sakit tempat ku bekerja atau lebih jelasnya rumah sakit milik keluarga Alegra." Jelas nya.
__ADS_1
"Benarkah? untuk apa dia kerumah sakit? dan dari mana kau tahu bahwa rumah sakit itu milik Alegra?" Heran Chareen, bukankah itu sangat di rahasiakan?
"Dari Chaty, mereka pun sempat melihat nya. Sepertinya putri Aurora datang untuk mengunjungi salah satu dokter, entah siapa itu aku tidak tahu."
"Ahh aku mengerti, tindakan nya benar-benar ceroboh." Ucap Chareen dengan terkekeh.
"Kau tahu apa?" Heran nya.
"Hmm, kau lihat saja nanti. Berani mengusik suamiku berarti dia sudah siap untuk kehilangan segalanya..." Balas Chareen dengan memejamkan matanya.
Tiba-tiba saja Raisa merasakan dingin di sekujur tubuhnya, ucapan Chareen benar-benar membuat nya iri. Untung saja dia tidak pernah menyinggung wanita di depannya, dan dia tidak ingin di masa depan terjadi hal yang tidak seharusnya terjadi pada dirinya.
•••
Pagi sekali Chareen sudah bangun dari tidurnya, dia melihat keluar tenda yang masih terlihat segar meskipun di depannya nampak lapangan yang sangat luas. Tanpa sengaja Chareen melihat Alegra yang terlelap di bawah pohon atau lebih tepatnya di kursi panjang kayu.
Tanpa mengatakan apapun lagi Chareen segera menghampiri nya, nampak Alegra yang tertidur pulas dengan wajah tampannya meskipun sedikit kotor karena terkena tanah.
"Apa tidur mu nyenyak?" Tanya Alegra dengan membuka matanya dan memilih untuk duduk dengan menarik Chareen agar duduk di sampingnya.
"Hmm, aku tidak bisa tidur nyenyak karena kau tidak memelukku." Manja Chareen dengan memeluk Alegra dari samping.
Sedangkan Alegra yang mendengar itu hanya tersenyum dengan tangan yang mengelus rambut Chareen.
"Aku tahu, kapan kau akan berangkat? aku sudah meminjam mobil tentara itu." Tanya Alegra.
"Tunggu Raisa bangun aku akan segera berangkat." Balas nya.
"Baiklah, apa kau ingin mandi? aku menemukan air terjun yang bagus."
"Benarkah? aku akan mengambil handuk dan sabun dulu, tunggu sebentar." Senang Chareen dengan berlari pergi meninggalkan Alegra yang hanya terkekeh.
Membuat istrinya senang tidak lah sulit.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya yahh♥️