Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Pengganggu


__ADS_3

Cuaca yang dingin tak membuat keempat orang itu menyerah, mereka hanya ingin segera menyelesaikan masalah nya itu. Tapi, salah satu dari mereka sedikit tak sama seperti yang lainnya karena kondisi tubuhnya yang sedang tidak baik, Alegra sudah menyuruh Bara untuk istirahat namun sepertinya laki-laki itu tidak menuruti nya.


"Apa kita harus memeriksa satu persatu titik keberadaan mereka?" Tanya Bara yang membungkus tubuh nya dengan mantel tebal.


"Tidak perlu, bawahan Alegra sudah menyebar sehingga kita hanya perlu menunggu kabar dan segera bersiap untuk pergi." Balas Arjun.


"Ah baiklah.." Angguk Bara.


Drtttttt


"Om, ini aku. Aku tidak bisa menjelaskan keadaan nya sekarang karena aku sudah tahu bahwa kalian juga sudah mengetahui nya, saat ini aku baik-baik saja... Ayah membawa ku ke Kyoto, kalian bisa datang kemari....."


Bara terkejut dengan isi pesan itu, dengan cepat dia berikan pada Alegra yang langsung membacanya.


"Kita ke sana sekarang..." Ucap Alegra dengan tegas pada pilot nya.


"Baik tuan."


"Bagaimana bisa seperti ini? bukankah seharusnya Victor seorang ahli karena memiliki ayah yang begitu kuat dan kejam?" Heran Ricko.


"Kau benar, aku selalu merasa ada yang aneh dengan hal ini. Sepertinya..... Kejadian ini, sudah terjadi sejak dulu. Bukankah kata mu, kedua orang tua mu mati terbunuh?" Tanya Alegra pada Bara yang langsung tersentak dengan pertanyaan nya itu.


"Hmm ya, mama ku tewas karena overdosis yang di deritanya. Itu semua akibat dokter keluarga yang mengkhianati kami, ngomong ngomong.... Dari mana kau tahu? apa Chareen yang menceritakan nya?" Penasaran Bara.


"Ya, sepertinya.... Sebelum kita pergi ke sana, kita harus ke markas kakek. Aku sudah mendapatkan izin dari Chareen...." Ucap Alegra dengan menunjukan pesan nya pada mereka, Ricko yang melihat itu hanya mengangguk.


"Iya..." Kompak mereka.


••••


Chareen menghela nafas panjang, setelah memberikan izin pada Alegra akhirnya Chareen bisa tenang. Setelah melihat file yang Alegra kirim, membuat Chareen teringat sesuatu yang ada di ruangan kakek. Itu lah kenapa, Chareen memberikannya izin.


"Sepertinya aku terlalu khawatir dan cemas pada nya, jelas-jelas dia terlihat santai. Bukankah itu berarti semuanya baik-baik saja?" Gumam Chareen setelah mendapatkan foto Alegra yang sedang terlelap dari Ricko.


Tok tok tok tok

__ADS_1


"Masuk."


Muncul sosok Michael di balik pintu, sore tadi Michael meminta izin pada Chareen agar malam ini bisa tidur di sini. Chareen sendiri hanya mengiyakan karena ternyata diam-diam Claire lah yang telah membawanya kemari.


"Ada apa?" Tanya Chareen heran.


"Hmm itu, kakak sepupu.... Aku tahu kau baik, cantik, berwawasan luas, kuat, mam....."


"Cepat katakan apa mau mu? jangan bertele-tele..." Sela Chareen dengan bangkit dari duduknya dan memilih duduk di sofa yang di ikuti oleh Michael.


"Hehehe... Kakak sepupu, bisakah kakak ipar sepupu menjadi penyokong di belakang perusahaan ku? ayolahh.... Bukankah kakak tahu bahwa aku sangat membutuhkan dukungan?" Rengek Michael.


"Penyokong? bahkan untuk membeli saham mu pun Alegra mampu." Santai Chareen membuat Michael melotot dan Chareen hanya terkekeh.


"Kakak....!!!"


"Aku hanya bercanda..." Senyum Chareen.


"Bagaimana kak? mau kan?" Tanya nya penuh harap.


Chareen menghela nafas, Chareen menepuk pundak Michael sebelum akhirnya berbicara.


Michael terdiam untuk mencerna apa yang Chareen sebelum akhirnya dia mengangguk mengerti, di tatapnya Chareen dengan tersenyum kecil.


"Aku mengerti kak, mungkin karena itu lah aku tidak bisa naik ke atas sampai sekarang. Terimakasih kak atas saran nya, aku akan berusaha lagi....." Ucap nya dengan semangat.


"Good, aku yakin kau mampu berdiri. Istirahat lah, bukankah besok kau akan kembali ke Korea?"


"Ya kak.."


"Aku sudah menyiapkan jet pribadi untuk mu besok, jangan terlambat..."


"Baik kak, kalau begitu selamat istirahat." Pamit nya dengan pergi dari kamar Chareen.


Sepeninggal nya Michael, Chareen mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang untuk meminta bantuan.

__ADS_1


"Halo?"


"Berikan 3% saham dari perusahaan ku untuk perusahaan Michael, jangan katakan bahwa itu dari ku. Apa kau mengerti?"


"Mengerti nona, apa ada hal lain lagi?"


"Pantau terus pekerjaan nya, jika sudah ada perkembangan segera lakukan promosi secara diam-diam. Jangan sampai dia mengetahui nya, jika ada yang ingin mencela atau membuat reputasi nya buruk maka....... Hancurkan!"


"Ahh baik nona."


Chareen menyandarkan kepalanya di sofa, perutnya terasa lapar tapi dia malas untuk keluar. Chareen ingin makan sesuatu yang pedas, di lihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul 11.


Dengan amat terpaksa Chareen segera keluar dari kamarnya untuk mencari kamar Garel, di ketuk nya pintu kamar itu namun tak kunjung ada jawaban. Setelah beberapa saat, baru lah muncul sosok Garel yang nampak berantakan dengan hanya memakai boxer saja.


"Ada apa?" Tanya Garel dengan ekspresi kesal nya.


Mendengar itu, Chareen hanya cemberut sampai matanya berkaca-kaca. Tanpa mengatakan apapun Chareen kembali pergi, hal itu membuat Garel melotot dan langsung panik seketika.


"Haishh!!!!" Garel kembali kedalam, di sana ada sosok Chaty yang membungkus dirinya dengan selimut.


"Siapa?" Tanya Chaty dengan heran.


"Chareen, aku tidak sengaja menunjukkan ekspresi kesal ku sehingga membuat nya pergi dengan mata yang berkaca-kaca....." Jelas Garel dengan prustasi.


"Apa? hahaha.... Aku tidak tanggung jawab, kau harus menyelesaikan nya sekarang sebelum Chareen mengadu pada Alegra." Tawa Chaty dengan kembali merebahkan tubuhnya.


"Sayang.... Bantu aku, entah kenapa keadaan seperti ini seperti kita yang baru saja tertangkap selingkuh... Haishh....." Rengek Garel yang lagi-lagi membuat Chaty tertawa, memang benar apa yang Garel katakan. Mereka seperti sedang berselingkuh dan ketahuan oleh kekasih pertama nya.


"Sebaiknya kau segera menemui Chareen, sepertinya Chareen membutuhkan sesuatu. Bukankah sudah biasa jika di jam segini Chareen akan sangat lapar?"


"T-tapi... Aku belum selesai....." Cemberut Garel dengan memeluk Chaty yang nampak acuh.


"Jika kau ingin di penggal oleh Alegra maka lakukan saja."


"Baiklah baiklah aku pergi..... Menyebalkan!!!" Cemberut Garel dengan pergi ke kamar mandi untuk merapihkan keadaan nya.

__ADS_1


Chaty terkikik geli, bagaimana pun hanya Garel yang bisa di andalkan disini. Jadi wajar jika Chareen begitu memerlukan nya, terlebih Chaty sangat senang karena bisa terlepas dari siksaan Garel jadi dia bisa istirahat untuk besok pergi.


"Aku pergi dulu, tidurlah...." Ucap Garel dengan mengecup bibir Chaty singkat sebelum akhirnya pergi meninggalkan kamar nya dengan pakaian yang sudah rapih dan wangi.


__ADS_2