
Setelah acara pemilihan gaun dan pakaian untuk yang lainnya, mereka segera istirahat kecuali para orang tua yang pergi ke hotel milik keluarga Alegra untuk melihat dekorasi nya.
"Halo jeng apa kabar?" Sapa Susan pada Yuna yang membalasnya dengan pelukan dan cipika-cipiki.
"Baik dong jeng, oh ya... Kau lihat? di depan sana sudah banyak sekali wartawan, aku sendiri sampai kesusahan untuk masuk." Keluh Yuna dengan terkekeh.
"Haha kau benar, ini semua pasti karena putri mu yang terkenal itu." Ucap Susan dengan tersenyum.
"Apa kau lupa putra mu juga mengundang banyak sekali perhatian orang-orang?" Balik tanya Yuna yang membuat keduanya tertawa.
Arya dan Dong Song hanya diam dengan saling pandang dan menggelengkan kepalanya acuh, mereka mulai berkeliling untuk melihat dekorasi nya.
"Apa ini sudah sesuai dengan kriteria Chareen?" Tanya Susan dengan serius.
"Tentu saja, simpel namun mewah. Terlebih di setiap sudut terdapat bunga palsu yang di taburi dengan berlian." Komentar Susan dengan mata berbinar.
"Hmm, ini semua saran dari Alegra sendiri yang menginginkan semuanya serba mewah dan bernuansa putih dan biru. Terlihat segar dan Fresh!" Kagum Susan dengan melihat keseluruhan interior nya.
"Hmm, untuk kamar pengantin bagaimana? apa sudah di siapkan?" Tanya Yuna penasaran.
"Sudah, untuk para tamu pun sudah kami siapkan. Jadi persiapan nya sudah mencapai 98%." Puas Susan yang di angguki oleh yang lainnya.
"Ah ya, apa kakek besar sudah datang? anak-anak sangat penasaran dengan sosok nya." Ucap Arya akhirnya.
"Sudah, kalian tahu? Chaty dan Raini pun sampai terkejut melihat ayah ku hahahaa...." Tawa Yuna dengan puas.
"Haishh kau ini, apa kau lupa? dulu aku juga seperti itu?" Kesal Susan.
"Sepertinya Alegra akan sedikit kesulitan setelah resepsi nya." Celetuk Dong Song membuat mereka menatapnya.
"Apa maksudmu?" Heran Arya.
"Apa kau lupa saat aku menikahi mu dulu?" Tanya Dong Song pada Yuna yang semula heran menjadi tertawa kecil.
"Ada apa?" Heran mereka penasaran.
"Nanti kalian juga akan tahu, sepertinya Alegra butuh kesabaran ekstra...." Balas Dong Song dengan terkekeh.
Susan dan Arya hanya mengangguk saja, lagian mereka juga sedikit tahu bagaimana watak orang tua Yuna itu.
•••
"Putri, kamar yang anda pesan tidak bisa di akses. Semuanya di tolak."
__ADS_1
"Apa? Bagaimana bisa? apa kau sudah melakukan nya dengan benar?" Kesal putri Aurora.
"Sudah putri, tapi hampir semuanya yang akan melakukan check-in di tolak. Semua kamar sudah terisi penuh oleh para tamu yang mendapatkan undangan khusus." Jelas nya.
"Sial!! Apa hotel sebesar itu kekurangan kamar?" Marah nya.
"Tidak putri, tapi pemilik nya sengaja menutup nya untuk satu hari penuh tanpa menerima tamu."
"Cihh, kalian pikir kalian siapa? berani-beraninya mereka menolak akses kamar ku! Aku akan melaporkan nya pada ayah!!" Ucap nya dengan berlalu pergi.
Para bawahannya tidak ada yang berkomentar, itu semua sudah terbiasa. Jika ada yang membuat nya tidak senang maka putri Aurora akan segera melaporkan nya dan meminta sang ayah untuk menuntut nya.
•••
Chareen mengirup udara malam, Chaty dan Raini sudah terlelap. Chareen sendiri masih belum mengantuk dan memilih untuk duduk di balkon.
Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt
Ponsel milik Chareen berbunyi, Chareen lupa bahwa dia sudah meminta ponselnya pada sang kakek dengan banyaknya bujuk rayuan hingga mau tidak mau sang kakek pun memberikan nya.
"Sayang? apakah ini kau? haloo?" Tanya nya di seberang sana.
Chareen tersenyum kecil, dia tahu Alegra pasti sangat merindukan nya. Terlebih dia sudah tidak ada kabar sehari semalam.
"Ya, apa kau merindukanku?" Tanya Chareen dengan menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ada di sana.
"Apa kau tidak takut jika kakek akan mendengar suara mu hmm?"
"I-itu.... Kau jangan memberitahu nya, aku hanya bercanda hehehe..."
"Haha kau ini." Tawa Chareen.
"Kenapa kau belum tidur? apa kau juga sedang memikirkan ku?"
"Ya, aku rindu aroma tubuh mu." Jujur Chareen.
"Ekhem, kenapa lama sekali menuju hari pernikahan kita? aku ingin segera mengurung mu di sangkar emas ku sayang...."
"Apa kau lupa jika aku bukan burung melainkan serigala?" Ejek Chareen.
"Terserah pada mu sayang, ah ya.... Apa kau sudah tahu mengenai putri Aurora itu?" Tanya Alegra dengan serius.
"Apa?"
__ADS_1
"Sore tadi dia terus melakukan check-in ke hotel papa, tapi selalu di tolak. Kau tahu bukan bahwa hotel sedang tidak menerima tamu sampai hari pernikahan kita nanti?"
"Benarkah? aku tidak tahu, bukankah banyak sekali kamar yah?" Herannya.
"Entahlah, papa sengaja melakukan itu semua agar tidak ada yang menggangu kita dan tamu kita mungkin. Tapi mama bilang itu sudah tradisi turun menurun jika ada anggota keluarga yang menikah maka mereka tidak akan menerima tamu sampai hari pernikahan selesai."
"Ahh begitu ternyata, aku yakin wanita manja nan bodoh itu pasti sedang merengek pada ayah nya. Mungkin dia berusaha menjelekkan hotel papa mu."
"Tidak perlu khawatir, jaringan bisnis papa tidak lah hanya berpusat pada satu dua orang melainkan ratusan orang, itu pun bukanlah sembarang orang. Jadi, hanya satu orang saja tidak akan membuat kami bangkrut. Benarkan?"
"Terserah pada mu, aku yakin dia merencanakan sesuatu di acara kita. Sepertinya dia ingin bermain-main dengan ku." Kesal Chareen.
"Lakukan sesuka mu sayang, bunuh dia jika itu membuat mu senang dan bahagia. Aku akan melindungi mu di belakang." Lembut Alegra.
Ini lah yang Chareen inginkan, seseorang yang mampu melindungi dan mendukung nya di belakang tanpa mengatur ini itu untuk nya.
"Terimakasih sayang." Senang Chareen.
"Tak perlu berterimakasih, sudah tugas ku untuk membuat mu bahagia...."
"Baiklah suamiku..." Ucap Chareen dengan suara yang menggoda.
Deg
Di seberang sana, Alegra terdiam dengan ponsel yang terjatuh. Posisi Alegra saat ini sama seperti Chareen, duduk di balkon.
"Sayang? coba kau ulangi?" Tanya Alegra dengan wajah senang nya.
"Tidak mau, aku sudah mengantuk. Selamat tidur sayang...."
Tut Tut Tut Tut
Alegra tersenyum senyum, kata-kata Chareen masih terngiang-ngiang di telinganya. Alegra menatap langit, dia benar-benar tidak menyangka jika dirinya akan merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Tok tok tok tok
"Kak...." Panggil seseorang.
"Ada apa?" Tanya Alegra yang melihat Garel ada di balik pintu.
"Itu... Bisakah kau mengatakan pada Chareen bahwa aku ingin berbicara dengan Chaty? kau tahu? handphone Chaty di sita oleh kakek besar." Jelas Garel dengan raut wajah prustasi nya.
"Benarkah?" Kaget Alegra, dia kira hanya handphone milik Chareen saja ternyata semuanya juga di sita?
__ADS_1
"Benar kakak...." Angguk nya, suara nya nampak menyedihkan hingga akhirnya Alegra memberikan ponselnya pada Garel untuk kembali menelpon Chareen, itu pun jika Chareen tidak mematikan ponselnya kembali.
Ayo semuanya kita couple kostum ya heheee, jangan lupa pake baju serba putih ya untuk datang ke pesta pernikahan Chareen dan Alegra nanti. Semuanya di undang kok, jangan lupa check in kamar juga agar tidak kehabisan wkk