Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Terjebak


__ADS_3

Alegra yang berada di tenda merasa cemas dan khawatir ketika mendengar suara ledakan untuk yang kedua kali nya, dengan cepat Alegra melepas jarum infus yang terpasang di tangannya.


"Tuan Alegra? apa yang kau lakukan?" Kaget Raisa saat melihat Alegra yang terburu-buru memakai jaket nya.


"Aku harus melihat istri ku!" Datar nya dengan menyiapkan segala keperluannya namun saat dirinya berada di depan tenda, Alegra kembali terjatuh dengan tubuh yang lemas.


"Astaga.... Kau harus tetap disini, kondisi tubuh mu akan semakin memburuk jika kau terus memaksa untuk pergi." Kesal Raisa.


"Sial!! kenapa aku menjadi tidak berguna seperti ini?" Kesal Alegra yang sudah di bantu oleh para bawahan nya untuk kembali masuk kedalam tenda.


"Tenanglah, jika kau ingin segera sehat maka menurutlah." Ucap Raisa dengan kembali memasang infus pada Alegra yang hanya diam dengan ekspresi buruk nya.


"Benar tuan, jika tuan terus seperti ini maka tidak anda tidak akan bisa berada di samping nona."


"...."


Raisa menghela nafas lega saat melihat Alegra yang kembali menutup matanya, jujur saja... Raisa pun sama khawatir nya setelah mendengar suara ledakan itu. Dia takut mereka terluka.


•••


"Hhh syukurlah kau baik-baik saja...." Lega Arjun dengan menatap Chareen.


"Apa kau bisa bertahan? aku akan menyuruh mereka untuk segera membawa mu pergi..." Cemas Chareen dengan membantu Arjun duduk.


"Ukhukk.... Tidak apa-apa, saya tidak lemah. Luka seperti ini tidak ada apa-apa nya." Balas Arjun namun tidak menyingkirkan Chareen yang hendak memapah nya.


"Omong kosong apa yang kau katakan? organ dalam mu pasti cedera, bertahanlah..." Kesal Chareen.


Chareen segera membawa Arjun ke tempat Bara berada, bisa Chareen lihat ekspresi khawatir mereka semua setelah melihat nya.


"Om, bisa kau bant......"


DORRR!!!!!!


"Sial!!! CEPAT BERSEMBUNYI."


Mereka sangat terkejut mendengar suara tembakan yang muncul secara tiba-tiba itu yang mengenai salah satu lengan kanan Chareen.


Arjun yang melihat Chareen terluka nampak khawatir, dia teringat pesan yang telah di ucapkan oleh Alegra sebelumnya. Arjun merasa sangat gagal untuk menjalankan tugasnya itu.

__ADS_1


"Bersembunyi lah di belakang ku.." Ucap Arjun.


"Apa kau bodoh? menyingkir lah..." Kesal Chareen karena Arjun malah menghalangi Chareen untuk melihat siapa yang sudah mencari mati padanya.


"Tidak, jika kau akan terl...."


DORRRR!!!!


"Breng*ek!!!! cepat minggir! apa kau mau mati?" Marah Chareen, Untung saja dia cepat untuk menarik tangan Arjun hingga peluru tersebut tidak mengenai dada Arjun.


Arjun sendiri diam membisu karena dia sedikit lengah, jika saja Chareen tidak menariknya mungkin dia sudah terbaring tak bernyawa sekarang.


Chareen bisa melihat banyaknya orang yang berpakaian serba hitam namun mereka memiliki tanda yang sangat familiar bagi Chareen, sama seperti tanda yang ada pada tabung yang sebelumnya ia temui tadi.


Orang-orang itu berjumlah sangat banyak, mereka datang dari arah barat dengan banyaknya jet yang terus berterbangan dan menurunkan beberapa granat hingga terjadi ledakan di mana mana.


"Ini berada di luar dugaan!" Gumam Chareen yang masih berada di balik tembok bangunan tak terpakai itu.


"Hahahaa, ternyata mereka hanya sekumpulan orang-orang lemah saja hahaa.... Habisi mereka semua, jangan biarkan mereka hidup!!! bakar semua mayat nya, jadikan pelajaran untuk mereka yang berani mengacaukan daerah kekuasaan ku." Ucap seorang laki-laki yang baru saja turun dari jet.


"Field Marshall Albertus!!!! jadi dia dalang di balik semua kekacauan ini?" Geram Chareen setelah melihat sosok laki-laki setengah baya itu.


Diam diam Chareen dan Arjun mulai mendekati musuh, Arjun sendiri tak bisa berbuat apapun karena Chareen tidak pernah mendengar kan nya. Hingga sampai di samping gua, Chareen bisa mendengar dengan jelas suara mereka yang nampak bahagia karena anggota Chareen ataupun Alegra mendadak mundur karena perintah nya sendiri.


Mereka perlu menyiapkan segala nya, karena hal tersebut tidak terbayang oleh mereka sebelumnya.


"Apa kau yakin wanita itu sangat cantik?" Tanya Albertus pada salah seorang bawahan nya yang entah kenapa Chareen sedikit familiar dengan sosok nya.


"Benar tuan, bahkan dia sangat kuat dan terlatih." Balas nya.


Hingga akhirnya Chareen tersadar bahwa laki-laki itu adalah laki-laki yang semalam ia tendang hingga babak belur, Chareen kira laki-laki itu sudah mati karena sudah tidak ada di tenda. Ternyata diam-diam dia pergi untuk melapor tentang keadaan di sana.


"Sial!!!" Kesal Chareen karena merasa dirinya sudah di bodohi oleh mereka.


Chareen menekan Zip darurat yang ada di kalungnya, kalung tersebut terhubung dengan semua anggota nya dan menandakan untuk segera bersiap diri. Jika Zip menyala lagi maka itu tandanya Chareen menyuruh mereka untuk maju, namun jika hanya satu kali muncul itu tandanya jika Chareen hanya butuh mereka berjaga jaga.


"Tuk!!'


Arjun terdiam membisu, begitupun dengan Chareen yang langsung diam saat merasakan dingin di balik kepala nya. Ternyata seseorang yang sedang menodongkan pistol pada nya.

__ADS_1


"Tuan! lihatlah siapa yang ada di sini..." Lapor nya dengan nada yang bangga.


Semua orang yang ada di sana nampak terkejut dengan sosok Chareen dan Arjun yang tak pernah mereka rasakan keberadaan nya sebelumnya, namun detik kemudian Albertus tertawa terbahak-bahak saat melihat sosok Chareen yang nampak cantik meskipun terdapat debu di wajah nya.


"Apa maksudmu dia orang nya? haha benar-benar cantik!!" Gembira nya dengan berjalan mendekati Chareen.


"Benar tuan, hanya saja dia sedikit sombong!!"


"Ck, kenapa wanita cantik seperti mu bisa ada disini?" Heran nya dengan memegang dagu Chareen, namun segera Chareen tepis.


"Sampah!" Datar Chareen dengan sorot mata yang tajam dan juga meludah di wajah Albertus.


PLAKKKK!!!!!


"Kau jal*ng sialan!! Kau pikir kau siapa hah?" Marah nya dengan mencengkeram rambut Chareen hingga membuat Chareen mendongak.


Darah mengalir di sudut bibir nya yang nampak memar juga di pipi, tak ada ekspresi takut sama sekali dalam tatapan nya. Justru yang ada hanyalah tatapan meremehkan pada mereka.


Arjun yang melihat itu mengepalkan tangannya, namun dia segera melaksanakan rencana yang sebelumnya sudah Chareen bisikan pada nya.


"Bukankah itu benar? kau sama seperti hewan peliharaan mu, jelek dan menjijikkan!!" Dingin Chareen dengan seringaian yang membuat siapapun yang melihatnya akan merasa rendah.


"Kau!!!!" Geram nya.


Chareen pikir laki-laki itu sangat pintar karena sikapnya yang licik dan tidak di ketahui oleh semua orang, ternyata hanya laki-laki bodoh dan tua saja!!


DUGHH!!!


KRAKK!!!


KLIKK!!!!


"Akhhh!!! wanita jala*ng!!! apa yang kau lakukan?!!" Marah nya karena pukulan keras di perutnya dan juga rasa sakit di siku nya akibat Chareen yang mematahkan nya.


Tak hanya itu, bahkan kini sebuah pistol sudah berada tepat di depan kening nya, Chareen tersenyum miring pada mereka yang nampak mengacungkan senjata pada nya. Lebih dari seratus orang yang menodongkan pistol nya pada Chareen.


"Melangkah sedikit maka satu peluru yang keluar." Senyum Chareen yang sangat mengerikan.


"Tuan??" Cemas mereka.

__ADS_1


Terimakasih untuk dukungannya, dukungan dari kalian selalu membuat author semakin semangat. Jadi, jangan lupa like dan komen nya yaaa.


__ADS_2