Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Masa lalu


__ADS_3

Alegra menatap Chareen yang sedang duduk di balkon kamarnya seorang diri, di tangan Alegra terdapat bubur dan juga susu untuk Chareen. Sejak acara pemakaman kedua orang tua nya, Chareen tak lagi banyak bicara.


"Sayang...." Panggil Alegra dengan duduk di samping Chareen.


"Hmm?" Balas Chareen tanpa memalingkan wajahnya pada Alegra.


"Makan dulu, aku akan menyuapi mu." Ucap Alegra dengan lembut.


Chareen menatap Alegra dan mengangguk kecil, melihat itu Alegra menjadi senang dan segera menyuapi Chareen dengan penuh perhatian.


Setelah menghabiskan semangkuk bubur dan segelas susu, Chareen memilih untuk merebahkan tubuhnya di samping Alegra yang beralaskan tikar lembut yang sudah tersedia bantal di sana.


"Sayang...." Panggil Alegra dengan mengelus rambut Chareen.


"Aku baik-baik saja, jangan khawatir." Balas Chareen dengan memejamkan matanya lelah, Alegra hanya bisa menghela nafas berat. Di kecup nya kening Chareen dan pergi dari sana untuk menyimpan mangkuk dan gelas ke dapur.


Setelah kepergian Alegra, Chareen lagi-lagi menangis dalam diam. Kedua orang tua nya meninggal karena ulah kakek nya sendiri, Chareen tidak bisa menyalahkan pamannya sendiri karena jika dia berada di posisi itu pun dia akan balas dendam.


"Kakek.... Apakah ini alasan mu untuk kami agar menjauhi keluarga paman?" Lirih Chareen dengan air matanya yang terus mengalir.


"Nona?" Panggil Ricko dengan membawa beberapa berkas di tangannya.


"Ya?" Chareen segera menghapus air matanya dan menatap Ricko, namun Ricko sangat sensitif terhadap Chareen jadi dia bisa merasakan kesedihan Chareen yang begitu mendalam.


"Ini adalah data-data yang nona inginkan mengenai kasus puluhan tahun yang lalu, di sana tertulis bahwa ibu dari tuan Shen mengalami pembunuhan, tidak hanya ibu tapi... Istri nya pun sama, semua bukti mengarah pada tuan besar oleh karena itu dia..... Menghapus kasus ini karena jaksa yang menangani nya adalah rekannya sendiri." Jelas Ricko dengan memberikan dokumen tersebut.


Chareen segera memeriksa nya untuk mengetahui keberadaannya, di sana terlihat sebuah foto di mana ada seorang wanita yang mati hidup-hidup di dalam mobil yang terbakar, tidak hanya itu... Ada juga foto yang memperlihatkan seorang wanita yang tengah tergolek di atas rumput dengan tubuh yang penuh bekas tembakan dan pukulan.


"Ini?" Kaget Chareen.


"Benar nona, ini adalah ibu dan Istri tuan Shen. Mereka mati karena tuan besar yang tidak menginginkan wanita di sana selain...... Ibu anda." Ucap Ricko dengan menundukkan kepalanya.


Degh!

__ADS_1


Chareen memegang dadanya yang terasa berdetak kencang, sakit! itulah yang Chareen rasakan. Dalam keluarganya memang tidak ada wanita manapun selain dia dan ibu nya, Chareen tidak tahu kenapa itu bisa terjadi selama ini?


"Nona, ada satu hal yang lebih parah nya lagi. Dia, seorang mahasiswa jurusan sastra. Dia kekasih dari tuan Victor yang menghilang beberapa waktu, lalu di temukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa." Jelas Ricko dengan menunjukan sebuah foto wanita cantik dengan rambut pendek hingga terlihat imut dan menggemaskan.


"Hah.... Hah....Gila!! ini gila!!! Haha...." Chareen tertawa dengan ekspresi wajah yang tak menyangka, Ricko yang melihat itu tidak bisa melakukan apapun.


"Sayang, ada apa?" Cemas Alegra yang langsung memeluk Chareen.


"Ale, ini... Aku.... Jadi, selama ini aku... Aku melindungi orang yang menghancurkan keluarga nya sendiri, aku.... Aku tidak menyangka Ale..." Tangis Chareen dalam pelukan Alegra.


"Sayang, ini semua sudah terjadi. Jangan salahkan dirimu sendiri, aku takut kau jatuh sakit...." Lirih Alegra yang sudah nampak lelah, Ricko yang melihat itu menjadi tak tega.


Alegra seorang diri mengurus acara pemakaman kedua orang tua Chareen dan adik nya beserta Raini sekertaris yang sudah berkerja lama di keluarga nya, selain itu Alegra juga harus mengunjungi kedua orang tuanya yang sangat shock depan kejadian yang baru menimpa mereka.


Tak lupa Alegra harus memantau Chaty, bagaimana pun Chaty sudah ia anggap seperti adik nya sendiri. Mengingat itu, Ricko tak bisa membayangkan bagaimana jadi Alegra yang sudah kehilangan calon anak nya meskipun hanya satu.


"Tuan, saya akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan mereka..." Ucap Ricko yang di maksud kan mereka itu adalah Victor dan tuan Shen yang sedang mengalami rawat inap.


"Baik."


Ricko keluar dari kamar mereka, di dapur Ricko bertemu dengan Chaty yang hendak mengambil minum di kulkas. Karena tidak fokus, Chaty hampir saja tertimpa botol minum.


"Hati-hati..." Ucap Ricko dengan menahan botol minum itu.


"Ahh ya, terimakasih." Ucap Chaty dengan tersenyum kecil.


"Ya nona." Angguk nya dan segera pergi setelah mengambil minum.


"Tunggu...." Panggil Chaty pada Ricko.


"Ya? ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya Ricko heran.


"Bagaimana keadaan Chareen sekarang?" Tanya Chaty penasaran.

__ADS_1


"Itu, sebaiknya nona lihat saja. Ajak juga nona Claire, semoga saja dengan adanya kalian nona Chareen akan sedikit membaik." Jelas nya dengan tersenyum manis.


"Baiklah." Angguk Chaty.


Chaty kembali ke ruang tamu, di sana terlihat sosok Claire yang baru saja turun dari tangga. Claire tersenyum pada Chaty yang langsung membalasnya.


"Ada apa kak?" Tanya Claire dengan menggandeng lengan Chaty.


"Ayo kita lihat Chareen." Ajak Chaty.


"Apa kakak sudah baik-baik saja?" Tanya Claire memastikan.


"Harusnya kau menanyakan hal seperti ini pada Chareen, dia yang paling kehilangan." Senyum Chaty membuat Claire terdiam.


"Nona, di depan ada tuan William dan nona Gea. Mereka ingin bertemu dengan nyonya." Ucap seorang pelayan memberitahu mereka.


"Mereka berdua? biarkan mereka masuk." Ucap Claire yang kembali duduk dengan Chaty.


Sejak adanya berita tentang kematian kedua orang tua Chareen, William terus mendatangi Chareen namun tak ada satupun yang memberikan nya untuk bertemu. Bagaimana pun, William sudah menganggap kedua orang tua Chareen seperti keluarga nya sendiri.


"Claire, di mana Chareen?" Tanya William dengan cemas.


"Untuk saat ini, Chareen tidak bisa di temui oleh siapapun." Balas Claire dengan enggan.


"Bisakah mengatakan pada nya bahwa aku datang kemari?" Pinta William dengan penuh harap.


"Apa kau berniat menambah masalah lagi untuk Chareen? tidak cukup melihat wanita mu yang membuat onar di acara pemakaman kemarin?" Kesal Chaty dengan melirik Gea yang terus menerus memperhatikan sekelilingnya.


"Ada apa?" Tanya Chareen yang muncul dengan Alegra dari atas tangga, Chareen turun dengan di pangku oleh Alegra.


"Char?" Gumam William yang melihat keadaan Chareen yang sangat berbeda dari biasanya.


Alegra tak meletakkan Chareen di sofa melainkan di atas pangkuannya sendiri, hal itu semakin membuat Gea iri. Terlebih cara Alegra memperlakukan Chareen begitu lembut dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2