
Alegra langsung bergegas untuk pergi ke Tokyo seorang diri, untuk Arjun dan Ricko? Alegra sengaja menyuruh mereka agar tetap di Korea untuk menjalankan rencana selanjutnya.
Disini, di depan mansion mewah milik tuan Shen atau ayah dari Michael dan Victor. Alegra tersenyum kecil setelah mobil yang membawa mereka di periksa oleh penjaga, tak ada raut atau ekspresi takut dari dalam diri Alegra saat memasuki mansion itu.
"Tuan Shen menunggu anda di atas balkon." Ucap seorang laki-laki dengan membawa pistol di tangannya, tanpa mengatakan apapun Alegra langsung pergi.
Letak mansion tuan Shen berada di tengah-tengah kebun teh, bahkan bisa di katakan mansion nya di kelilingi oleh kebun teh.
Terlihat sosok laki-laki setengah baya tengah duduk di salah satu kursi depan gelas teh yang ada di tangannya, tanpa meminta izin Alegra langsung duduk di depannya.
Mereka terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya Alegra mengeluarkan sebuah dokumen pada tuan Shen.
"Ini penawaran terakhir dari saya..." Ucap Alegra dengan tegas dan tanpa ekspresi saat memberikan dokumen itu.
"Tawaran dari orang yang akan mati? aku tidak tertarik. Bawa pergi saja....." Balas tuan Shen dengan santai dan meminum teh nya.
"Kau membunuh istri tuan Kim beserta tuan Kim sendiri hanya untuk menjadi pemimpin dari keluarga Kim. Itu kesalahan mu bukan?" Ucap Alegra dengan tatapan penuh ejekan pada tuan Shen yang langsung menghentikan minum teh nya.
"Kakek adalah paman kandung mu sendi....."
"Aku tidak akan menerima tawaran apapun! Jadi sebaiknya kau pergi jika tidak ingin aku ledakan saat ini juga...." Ancam nya dengan wajah yang sudah menahan amarah.
"Jadi, menurut mu ini terdengar seperti tawaran?" Alegra terkekeh dengan menunduk sedikit sehingga membuat tuan Shen semakin tak suka.
"Ini pengampunan terakhir dari ku untuk pria yang sudah membunuh saudaranya sendiri." Tekan Alegra.
"Jadi, kau kesini untuk bernegosiasi..... Atau mengancam ku?" Tanya tuan Shen dengan mengepalkan tangannya.
Alegra lagi-lagi terkekeh, di dekati nya wajah tuan Shen untuk membisikkan sesuatu. Para bawahan yang berada di belakang tuan Shen langsung bersedia menodongkan pistol nya pada Alegra.
"Jika kau tanda tangani ini, maka....... Tidak akan ada masalah." Senyum Alegra dengan menepuk pundak tuan Shen.
__ADS_1
BRAKKKKKKK!!!!!
"Enyah kau!!!" Marah tuan Shen dengan membanting meja hingga gelas yang ada di atas berhamburan.
"Kembalilah ke negara mu! jangan urusi masalah yang bukan bagian mu! kau orang asing yang angkuh!" Marah nya dengan menunjuk wajah Alegra yang hanya terkekeh.
"Aku mengambil alih semua perusahaan Kim dengan kemampuan ku sendiri!! Tak ada hubungannya dengan keluarga mu! pergi kau dari sini!!" Tuan Shen bangkit dari duduknya dengan ekspresi yang penuh dengan amarah.
Lagi-lagi Alegra tersenyum, dia melihat ke sekeliling yang terdapat mobil penyemprot untuk teh berkualitas tinggi milik keluarga Kim sebelumnya.
"Kau yakin tak akan menyesal?" Tanya Alegra sekali lagi untuk memastikan.
"Menyesal? ada orang-orang yang berdiri di belakang ku.... Aku bahkan tak takut untuk berperang dengan mu." Balas tuan Shen dengan menatap Alegra.
"Penyesalan adalah neraka terjahanam saat masih hidup, tuan Shen.... Aku kemari karena ingin memberi mu kesempatan untuk bertobat, bukan berperang." Ucap Alegra yang masih nampak santai.
"Ya terserah! terimakasih. Dasar orang-orang Asia biad*ab!" Ucap tuan Shen dengan tersenyum penuh ejekan pada Alegra yang langsung berubah ekspresi menjadi dingin dan penuh aura pembunuhan.
"Hei Shen! kau akan mendapatkan balasan, karena menghina orang Asia. Dasar manusia tak berakal!" Ucap Alegra dengan penuh penekanan dengan menggunakan bahasa asing.
Alegra dan tuan Shen saling tatap dengan ekspresi masing-masing, Alegra sendiri hanya tersenyum kecil dan menepuk pundak tuan Shen sebelum akhirnya benar-benar pergi.
"Hei!! Alegra! kau mengatakan apa tadi? kau mengataiku? hei!" Panggil nya namun tak di gubris oleh Alegra.
Alegra berjalan dengan santai di hadapan para bawahan tuan Shen yang terus menodongkan pistol pada nya, setelah sampai di dalam mobilnya Alegra tersenyum puas. Di ambil nya rokok dan korek di kantong jas nya sebelum akhirnya menyala, mobil melajau dengan kecepatan sedang sampai di depan gerbang.
Setelah keluar dari mansion itu, Alegra membuka kaca mobil nya dan melihat ke arah rokok nya yang nampak asap mengepul. Di lempar nya rokok itu ke salah satu pohon teh yang ada di pinggir jalan hingga tiba-tiba.....
Semua pohon teh terbakar secara berjalan, api tersebut nampak membakar habis semua kebun teh hingga mengelilingi mansion tuan Shen.
Sedangkan, di atas mansion tuan Shen nampak panik dan marah-marah karena semua kebun teh nya terbakar secara perlahan.
__ADS_1
"Gawat!! Semuanya terbakar!!" Panik tuan Shen dengan melihat sendiri kebun nya mulai habis.
"Habis! semuanya habis terbakar!!!"
"Jangan hanya diam saja!!"
"Cepat bergegas!!"
Tuan Shen nampak kewalahan dengan kecepatan api tersebut yang terus merambat bahkan sampai mengenai mansion nya, terlihat para bawahannya yang terus berlarian kesana kemari untuk memadamkan api nya.
"Breng*sek kau Alegra!!!!" Teriak tuan Shen dengan penuh amarah yang meluap.
"Aku akan balas dendam!"
"Aku akan membalas dendam pada mu!! dan keluarga Vitton!!"
"Cepat padamkan!!!"
Terlihat tuan Shen yang benar-benar murka pada Alegra, tapi orang yang berbuat ulah justru terlihat santai di dalam mobilnya.
"Tuan, bisa di pastikan jika tuan Shen akan rugi ratusn triliun. Teh yang tumbuh disini bukan teh sembarangan, ini teh yang sangat mahal dan berkualitas." Ucap sang supir pada Alegra yang hanya tersenyum kecil dengan tangan yang memegang rokok.
"Berani bermain dengan ku? maka.... Rugi adalah balasan nya." Ucap Alegra dengan terkekeh.
Sang supir ikut tersenyum, sudah lama dia tidak melihat Alegra sesantai ini. Memang lebih bagus lagi jika Alegra pergi sendiri, karena akan memudahkan pekerjaan untuk nya.
Mobil yang Alegra tuju memasuki daerah makam, di sana terlihat makam kakek Kim beserta makam lain yang berada di sampingnya. Alegra menundukkan kepalanya sebagai sebuah penghormatan sebelum akhirnya meletakan bunga di atas nisan nya.
"Kakek." Ucap Alegra.
"Mulai sekarang, aku tidak akan melibatkan istriku lagi dalam hal seperti ini. Aku harap kakek mengerti..... Sama seperti istrimu yang takut jika terjadi sesuatu pada Bara, aku pun sama... Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Chareen, jadi...... Aku harap kakek menyetujui ku untuk mengambil alih semua anggota Chareen." Ucap Alegra dengan membungkukkan tubuhnya.
__ADS_1
"Aku berjanji akan melindungi Chareen, mereka dan kalian semua. Aku berjanji akan hal itu, aku harap kakek tidak mengutukku di sana..." Senyum Alegra dengan pergi meninggalkan area makam.