
Saat ini, Chaty, Ricko dan Jimmy sedang berbincang di salah satu restoran Korea yang terkenal. Jimmy menatap Chaty dan Ricko secara bergantian sebelum akhirnya menghela nafas berat.
"Maafkan aku karena aku tidak bisa datang saat acara pemakaman Garel, aku tidak percaya jika dia meninggalkan aku lebih dulu. Saat itu, aku tidak bisa pulang karena ada acara pemotretan yang tidak bisa di tunda di Tiongkok." Jelas Jimmy dengan suara yang parau.
"Tidak apa, Chareen sudah mengatakan hal itu dulu. Apa kau ada pemotretan sekarang?" Tanya Chaty dengan tersenyum.
"Tidak ada, aku hanya tamu untuk acara seminar nanti sore. Aku dengar, adik nya Garel juga ada di sana, apa itu benar?" Heran Jimmy.
"Ya, Claire memang melanjutkan studi nya disini. Kami berdua juga berencana untuk pergi kesana, mau bareng?" Tawar Chaty yang langsung di angguki oleh Jimmy.
"Tentu, seperti nya hubungan kalian terlihat dekat."
"Ahh benarkah? mungkin benar karena Ricko sudah menemani ku sejak dulu, apa kau kenal dengannya?" Tanya Chaty dengan melirik Ricko.
"Tentu saja, bukankah dia bawahan Chareen dan sekarang menjadi asisten Alegra di perusahaan?" Balas Jimmy dengan tersenyum.
"Hmm, kapan kau menikah? apa kau berniat untuk melajang seumur hidup mu?" Tanya Chaty membuat Jimmy tertawa cekikikan.
"Entahlah, bagaimana jika kau saja yang menikah dengan ku?" Goda Jimmy dengan mengedipkan sebelah matanya pada Chaty.
"Ukhukk Ukhukk Ukhukk....." Ricko terbatuk-batuk membuat Jimmy tersenyum kecil.
"Apa yang kau lakukan? apa kau tidak bisa hati-hati?" Heran Chaty dengan menepuk punggung Ricko.
"Tidak apa-apa, hanya tersedak saja.." Balas Ricko dengan menyingkirkan tangan Chaty.
"Hhhh, sepertinya aku ada sedikit urusan yang tertunda. Lain kali saja kita bareng, kali ini kita langsung bertemu saja di sana." Pamit Jimmy dengan melihat jam tangannya.
"Ehh apa tidak apa-apa?" Cegah Chaty.
"Tidak apa-apa, hanya urusan kecil. Kalau begitu kami permisi.......Good luck!" Bisik Jimmy pada Ricko yang langsung terdiam.
__ADS_1
"Apa yang dia bisikan? apa dia mengatakan sesuatu?" Tanya Chaty penasaran.
"Ahh bukan apa-apa..." Ricko hanya tersenyum dan mengajak Chaty untuk segera pergi dari sana.
Jimmy yang berada di dalam mobil tersenyum saat melihat Chaty dan Ricko yang berjalan beriringan dengan sesekali mereka tertawa, melihat itu Jimmy hanya bisa menghela nafas lega.
"Sepertinya kau tidak perlu khawatir, kau lihat? sedikit demi sedikit Chaty mulai bisa menerima Ricko meskipun dia tak sadar. Aku mohon, bantulah mereka..." Gumam Jimmy dengan merebahkan kepalanya di sandaran kursi.
Meskipun dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dulu tapi sepertinya itu bukanlah hal yang baik, dulu Jimmy pernah bertemu dengan Chaty di makam Garel dengan Ricko. Hal itu ia lihat secara terus menerus sampai Chaty pergi ke Korea, tapi Jimmy tetap melihat Ricko yang terus menghampiri makam Garel dan memberikannya bunga.
Jimmy mengatakan hal itu pada Chareen dan Chareen hanya bisa tersenyum, untuk urusan seperti itu Chareen tidak ingin ikut campur tapi Chareen juga merasa lega karena Ricko adalah orang yang dia percayai sejak dulu.
Untuk Ricko, sekarang dia sedang menemani Chaty berjalan-jalan di pinggir jalan. Mereka akan mampir di salah satu pedagang yang Chaty inginkan, melihat Chaty kembali seperti dulu membuat Ricko tenang.
Setidaknya, dia menepati janji nya pada Garel dulu untuk terus menjaga Chaty saat dirinya tidak ada. Itulah kenapa, Ricko terus menerus berada di samping Chaty dari dulu. Karena Ricko tak pernah mengingkari janji nya sejak dulu.
"Bungeo-ppang ini sangat enak, jika Chareen melihatnya mungkin dia ingin kau membawakan nya sekarang." Senyum Chaty dengan memakan nya.
"Mungkin itu karena efek kehamilan nya, aku tidak sabar menantikan kehadiran nya."
"Hmm..." Ricko tersenyum dengan terus memperhatikan Chaty dari samping.
•••
Claire cemberut, di depannya dia melihat Michael yang sedang berbincang dengan para wanita yang bertanggung jawab dalam acara seminar itu. Meskipun begitu, tidak sedikit pula laki-laki yang mengincar Claire, selain cantik mereka juga tahu bahwa Claire adik ipar Chareen yang di mana nama keluarga Chareen sangat terkenal di sana.
Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt
"Halo kakak?" Sapa Claire yang memilih duduk di salah satu kursi yang ada di bawah pohon sakura.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Chareen.
__ADS_1
"Tidak baik-baik saja!!! lihatlah sepupu mu itu, dia terus berdekatan dengan wanita lain dan tidak melihat ku disini. Sepertinya aku harus belajar dari kakak untuk memiliki banyak teman laki-laki!!" Geram Claire yang membuat Chareen tertawa di seberang telepon nya.
"Lakukan apa yang kau suka, selagi kau bahagia kakak akan mendukung nya. Apa kau ingin aku memukul nya?"
"Tidak perlu repot-repot kakak, biar aku sendiri yang menghajar nya. Kakak jangan masukan aku ke penjara ya jika salah satu gigi Michael hilang."
"Hahah, meskipun kau menghilangkan semua gigi nya pun kakak akan mendukung mu. Kau tenang saja, laki-laki memang tidak pernah cukup dengan satu wanita." Jelas Chareen dengan melirik Alegra yang fokus dengan masakannya.
"Baiklah kakak, oh ya... Aku melihat kak Chaty dan kak Ricko datang kemari." Ucap Claire dengan melambaikan tangannya pada Chaty dan Ricko.
"Apa benar itu mereka berdua?" Tanya Chareen memastikan.
"Ya kak, apa kakak mau bicara dengan mereka?" Tanya Claire dengan tersenyum pada Chaty yang memberikannya bungeo-ppang.
"Tidak usah, kalau begitu aku tutup telpon nya. Selamat bersenang-senang, sekalian ajak mereka untuk double date oke...." Chareen tersenyum dan mematikan sambungan telepon.
"Chareen?" Tanya Chaty pada Claire yang hanya tersenyum.
"Bukankah itu Michael?" Tunjuk Ricko pada sosok laki-laki yang sibuk berbincang dengan wanita yang terus mengerubungi nya.
"Hmm, bukankah dia sangat menyebalkan kak?" Cemberut Claire pada Ricko.
"Perlu aku berikan pelajaran?" Tanya Ricko meminta persetujuan dari Claire yang langsung berbinar.
Ricko tersenyum dan segera melangkahkan kakinya mendekati kerumunan itu, Ricko membisikkan sesuatu yang membuat Michael diam seketika sebelum akhirnya dia mencari sosok Claire. Tatapan mereka berdua terkunci namun Claire langsung memalingkan wajahnya hingga membuat Michael meneguk ludahnya bulat-bulat.
Ricko tersenyum dan menepuk pundak Michael dan kembali pada Chaty dan Claire, Claire sangat penasaran dengan apa yang Ricko katakan hingga membuat Michael terlihat panik seperti itu.
"Kakak, apa yang baru saja katakan?" Heran Claire.
"Jangan lupa, Chareen dan Alegra sudah memiliki kandidat yang baik untuk menjadi pendamping Claire. Hanya itu yang aku bisikkan." Ucap Ricko dengan terkekeh.
__ADS_1
Chaty dan Claire tersenyum, Chareen dan Alegra memang sangat ketat dalam urusan Claire. Meskipun Claire dan Michael dekat bukan berarti mereka setuju, Alegra tidak ingin jika adik nya salah orang lagi hingga kini Michael belum mendapatkan restu dari mereka berdua.