Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Tikus berbahaya


__ADS_3

Melihat begitu takutnya mereka saat Chareen dan yang lainnya datang membuat mereka terdiam untuk beberapa saat, Alegra segera mengisyaratkan mereka untuk selalu berjaga. Mereka tidak tahu bahaya apa yang ada di hadapan mereka.


"Nona..." Panggil seorang laki-laki dengan memberikan sesuatu pada Chareen, tak ada yang melihatnya kecuali Alegra sendiri.


"Siapa kalian?" Tanya seorang wanita dengan bahasa anehnya.


Raisa dan Bara nampak mengerutkan keningnya, mereka tak mengerti apa yang wanita itu katakan, mereka melirik Alegra dan Chareen yang nampak santai itu.


"Kami adalah orang yang akan menolong kalian, bukankah rekan kami sudah menolong beberapa anggota dari kalian untuk di selamatkan?" Balas Alegra dengan bahasa yang sama seperti mereka gunakan.


"Ya, dimana pemimpin kalian saat ini?" Tanya Chareen juga.


Raisa dan Bara nampak kagum dengan mereka berdua, sepertinya mereka memang sudah di takdirkan untuk bersama sejak dulu.


"Nona, nona.... lapar, apa kau punya makanan?" Tanya seorang anak kecil dengan memegang ujung baju yang Chareen kenakan.


Alegra langsung bersiap saat anak tersebut mendekati Chareen, Chareen yang melihat itu langsung mengangkat tangannya.


"Apa kau lapar? bukankah mereka sudah memberikan nya?" Tanya Chareen dengan menyamakan tinggi anak itu.


Anak tersebut hanya menggelengkan kepalanya saja dengan terus menunduk, Chareen menatap ke arah Arjun yang langsung tersentak itu.


"Nona, kami sudah memberikan nya pada mereka secara rata. Nona bisa bertanya pada yang lainnya." Jelas Arjun.


Chareen menaikkan sebelah alisnya, ternyata Arjun pun sangat mahir dengan apa yang mereka ucapkan. Chareen tersenyum kecil pada anak kecil itu.


"Apa kau berbohong hmm? untuk apa kau melakukan nya?" Tanya Chareen lagi.


Lagi-lagi anak itu hanya menunduk saja dengan tangan yang terus menarik ujung baju nya, Chareen melirik ke arah Alegra yang langsung pergi ke arah mereka.


"Bawa tandu, seperti nya dia sedikit bermasalah." Ucap Alegra pada bawahan nya yang langsung mengangguk itu.


"Biar aku periksa." Ucap Raisa dengan cepat.


Sebelum mereka datang, mereka sudah memakai pelindung yang sudah di anjurkan oleh Raisa termasuk memakai jas khusus dan sarung tangan beserta makser nya.


"Gawat!" Ucap Raisa.


"Ada apa?" Tanya Bara.

__ADS_1


"Sepertinya wanita ini terkena virus tersebut, mungkin tempat ini memang sudah tersebar tikus itu!! kita harus secepatnya menaburkan obat yang sudah aku bawa." Ucap Raisa dengan cepat.


"Baik." Kompak mereka.


Mereka segera membuat kawasan yang di rasa aman untuk menaburkan obat tersebut agar semua tikus yang berbahaya tidak berani mendekati mereka, nampak semua penduduk itu ketakutan bahkan ada sebagian yang terus saja menangis.


"Bagaimana?" Tanya Chareen pada Raisa.


"Aku harus melihat mereka untuk melihat perkembangannya." Ucap Raisa yang di angguki oleh Bara.


"Apa disini tidak ada sinyal? ohh sial!!" Kesal Chareen.


"Ada apa?" Heran Alegra yang melihat sang istri yang terus bergumam.


"Tidak ada, aku akan melihat ke bagian selatan. Sebelum matahari terbenam aku akan segera kembali." Ucap Chareen yang di angguki oleh Alegra.


Chareen melihat-lihat tempat itu yang terdapat banyak sekali asap dan bau obat yang menyengat, Chareen melihat sesuatu yang bergerak di bawah kakinya dengan cepat Chareen bersiap untuk mengeluarkan pistol nya.


"Cihh!! tikus jelek! berani-beraninya kau muncul dihadapan ku." Kesal Chareen saat melihat seekor tikus besar yang muncul dalam keadaan lemas itu.


"Untungnya obat yang dibawa Raisa sangat ampuh sehingga membuat beberapa tikus mati." Ucap Chareen dengan bernafas lega.


"Kau?" Heran Chareen karena baru pertama kali melihat nya.


"Saya Nick, tentara yang mewakili Afrika. Meskipun kami ilegal datang kemari karena tanpa izin dari pemerintah tapi percayalah, kami sudah sangat lama ingin menolong mereka dari kehidupan yang gelap ini." Jelas nya.


Chareen mengangguk mengerti, terlihat dari fisik laki-laki itu yang memang nampak kuat dan kekar. Terlebih wajahnya pun tidak terlalu jelek, bisa di katakan tampan untuk rata-rata wanita yang selalu memandang fisik.


"Apa kau tahu? dimana yang terdapat sinyal telepon?" Tanya Chareen.


"Disini memang tidak ada tapi di kota ada banyak sekali, apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya nya dengan penasaran.


Nick tak menyangka jika di tempat tersebut ada seorang wanita yang sangat cantik dan sempurna seperti Chareen, terlebih dia melihat Chareen seperti wanita yang berbeda.


"Tidak ada, hanya saja ada beberapa hal penting yang harus aku sampaikan pada seseorang." Jelas Chareen.


"Apa itu kekasih mu?" Tanya Nick penasaran.


"Bukan, aku tidak memiliki kekasih." Santai Chareen yang membuat Nick tersenyum tanpa sadar.

__ADS_1


"Kalau begitu aku permisi, hari sudah mulai gelap." Ucap Chareen yang langsung di angguki oleh Nick.


Nick yang melihat kepergian Chareen pun hanya bisa menatap nya sampai tak terlihat nya Chareen, aroma Chareen yang sangat segar dan fresh membuat nya sangat nyaman.


Sedangkan Alegra tengah bersiap untuk menyiapkan makanan untuk Chareen, tenda yang mereka buat pun terlihat sangat nyaman di gunakan itu karena Alegra tidak ingin Chareen merasa tak nyaman saat istirahat nanti.


"Apa yang kau buat?" Tanya Chareen dengan memeluk Alegra dari belakang.


"Makanan, aku sudah menyiapkan air untuk kau mandi." Ucap Alegra dengan tersenyum.


"Hmm.." Angguk Chareen.


Chareen sudah biasa mandi di tempat seperti ini, hanya ada bak untuk nya berendam dan juga kain yang di gunakan untuk menutupi tempatnya mandi. Tapi air yang dia gunakan sangat wangi dan bersih, Alegra benar-benar memanjakan nya.


"Alegra, apa kami boleh numpang makan disini?" Tanya Bara depan serius.


Alegra yang melihat kedatangan Bara dan juga Raisa pun hanya bisa mengangguk dan mempersilahkan mereka untuk duduk yang memang terdapat 6 kursi di sana.


Makanan kini tersaji di atas meja yang membuat Raisa dan Bara menelan ludah nya bulat-bulat, mencium aromanya saja sudah membuat mereka lapar.


"Ehh kalian?" Kaget Chareen yang muncul dengan pakaian nya.


"Hehe, kami mau numpang makan." Balas Raisa membuat Chareen tersenyum.


"Aku mengerti." Angguk nya yang memilih duduk di samping Alegra.


"Bagaimana? apa kau sudah menemukan tempat persembunyian nya?" Tanya Alegra pada Bara.


"Belum, terlalu banyak lorong yang mereka lewati." Balas Bara.


"Lalu bagaimana dengan kondisi mereka?" Tanya Chareen pada Raisa.


"Untuk gejala awal sudah aku atasi tapi untuk gejala yang sudah over aku sangat kesulitan karena masih belum ada penawar nya." Jelas Raisa.


"Lalu bagaimana kita menghubungi mereka? disini tidak ada jaringan sedikit pun." Ucap Bara.


"Para tentara itu bilang jika kita ingin mendapatkan sinyal kita harus pergi ke kota, jaraknya memang sangat lumayan sekita 4 jam dari sini jika membawa mobil." Jelas Alegra.


"Ahh ya, untuk para tentara itu... Berapa jumlah mereka yang datang?" Tanya Chareen karena dia tidak mengetahui nya dengan jelas.

__ADS_1


"Sekitar 20 orang, dua di antara mereka ialah yang terkuat dan hebat di antara yang lainnya. Bisa di katakan sebagai ketua dan wakil ketua." Balas Bara.


__ADS_2