Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Iming-iming


__ADS_3

Setelah kepergian Alegra, Chareen merasa malu sendiri dengan tingkah nya yang mirip dengan wanita penggoda, tapi.... Apakah hal itu berlaku untuk mereka yang notabene nya adalah sepasang kekasih? Entahlah....


Chareen memilih untuk memakai pakaian tidurnya, setelah beberapa saat barulah Alegra keluar dengan hanya menggunakan handuk saja.


Alegra tersenyum lebar pada Chareen yang kini mulai meneguk ludahnya sendiri, tak bisa Chareen pungkiri bahwa dia sangat tergoda dengan bentuk tubuh Alegra.


"Ada apa sayang?" Tanya Alegra dengan berjalan mendekati Chareen yang nampak diam.


"Kau sangat tampan." Jujur Chareen dengan melingkarkan tangannya di leher Alegra hingga laki-laki itu sedikit membungkukkan tubuhnya.


Cup


"Aku tahu." Cium Alegra di kening Chareen.


Alegra menggendong tubuh Chareen ala koala, lalu membawanya duduk di kursi yang ada di balkon. Keindahan kota tersebut membuat Chareen merasa nyaman, terlebih saat ini dia berada di atas tubuh Alegra yang masih memeluk nya.


"Ale... "Panggil Chareen dengan tangan yang menyentuh dada Alegra.


"Ada apa sayang? apa kau membutuhkan sesuatu?" Balas Alegra dengan merapihkan rambut Chareen.


"Apa kau serius ingin menikah dengan ku?" Tanya nya dengan mendongakkan kepalanya menatap Alegra.


"Apa kau meragukan ku?" Balik tanya Alegra.


"Tidak, hanya saja....... Aku orang yang egois, aku tidak ingin kau berdekatan dengan wanita lain meskipun itu dalam urusan pekerjaan." Jujur nya.


Chareen tidak munafik, dia tidak ingin kejadian tadi kembali terulang.


"Kau hanya milikku, jadi jangan pernah berdekatan dengan wanita lain. Apa kau paham?" Tanya Chareen dengan serius.


"Ya sayang, lalu bagaimana dengan mu? kau pun sama. Bahkan kau memiliki banyak laki-laki yang menginginkan mu." Cium Alegra di rambut Chareen.


"Mereka kan cuma teman." Polos Chareen yang membuat Alegra melongo sebelum akhirnya terkekeh.


"Baiklah terserah padamu." Pasrah Alegra yang kembali menarik kepala Chareen agar kembali terbenam di dada nya.


Chareen yang merasakan nyaman di posisi itu mulai memejamkan matanya, kondisi tubuhnya itu membuat Chareen bisa merasakan hawa panas dalam tubuh Alegra tanpa terhalang apapun lagi.

__ADS_1


•••


Chaty terbangun dari tidurnya dengan meringis kesakitan, dia merasa seluruh tubuhnya sangat sulit untuk di gerakan.


"Sial!!!" Kesal nya dengan menendang selimut tersebut yang membuat nya semakin kesal.


"Morning baby." Ucap seseorang dengan membawa makanan untuk nya.


Garel mengecup kening dan pipi Chaty dengan senyum lebarnya, jangan lupakan bahwa saat ini Chaty masih tak menggunakan sehelai benang pun.


"Ck!" Kesal nya.


"Kau terlalu bersemangat tadi malam sampai aku sendiri pun di buat kesulitan." Jujur Garel dengan menggendong tubuh Chaty menuju kamar mandi.


"Ya ya ya tapi kau juga menikmati nya bukan?" Ucap Chaty yang di balas cengiran oleh Garel.


"Aku akan membantumu mandi." Ucap nya.


"Tidak perlu, kau katakan pada Chareen bahwa aku tidak bisa menemani nya pergi. Aku ingin istirahat sebelum pulang sore nanti."


"Baiklah.."


•••


Chareen menggeliat dalam tidurnya, dia mulai membuka matanya saat suara ketukan pintu tersebut mengganggu tidurnya. Namun sepasang tangan yang melingkar di perutnya membuat nya kembali tertidur, bahkan pelukan tersebut semakin erat.


"Biarkan saja..." Ucap seseorang dengan suara seraknya.


Chareen melirik kearah Alegra yang masih memejamkan matanya, sangat tampan!


"Sebentar..." Paksa Chareen dengan terus berusaha melepaskan pelukan Alegra.


"..." Namun tak ada balasan dari Alegra.


Dengan menghela nafas panjang, akhirnya Chareen mengecup seluruh wajah Alegra hingga membuat laki-laki itu tersenyum kecil.


"Tunggu sebentar yah sayang, aku takut itu Chaty." Manja Chareen.

__ADS_1


"Baiklah." Pasrah Alegra dan segera melepaskan pelukannya.


Chareen melangkahkan kakinya menuju pintu, di buka nya pintu itu hingga terlihatlah sosok laki-laki dengan tampang yang bodoh.


"Hehee, apa aku mengganggu kalian?" Tanya Garel dengan celingak-celinguk melihat ke arah dalam kamar.


"Kau pikir kami sama seperti kalian? aku tebak Chaty membatalkan acara kami karena dia tidak bisa berjalan?" Tebak Chareen dengan menyilangkan kedua tangannya di dada dan bersandar pada dinding.


"Ya, semalam kami menghabiskan malam panjang kami dengan penuh semangat. Kau tahu? kami melakukannya dengan 20 kali putaran, ahhh aku sangat penasaran. Apakah kakak ku sekuat diriku?" Tanya Garel dengan menaik turunkan alisnya.


Wajah Chareen memerah setelah mendengar ucapan Garel yang tidak di sensor sedikit pun, dan untuk 20 kali putaran? apakah mereka gila?


"Hohoho.... Apa kalian masih belum melakukan nya? sayang sekali, ternyata kakak ku yang sempurna itu tidak tergoda sed.....PLAAKKKKKKKK...ikitpun." Garel tertawa dengan ekspresi yang penuh ejekan, namun tawa tersebut langsung terhenti saat sebuah sendal hotel melayang di bibirnya.


"Sepertinya aku harus menyuruh seseorang untuk pergi perusahaan cabang papa yang ada di pelosok, apa kau memiliki saran untuk orang tersebut sayang?" Tanya Alegra dengan merangkul pinggang Chareen dan melirik Garel tajam.


"Ahh itu... Aku masih ada sedikit urusan hehe..." Pamit nya dan langsung menghilang dalam hitungan detik.


Chareen menatap Alegra, Alegra yang merasa di tatap langsung ikut menatap Chareen. Alegra tersenyum kecil dan menaruh tangannya di leher Chareen.


"Apa kau meragukan kekuatan ku sayang? bahkan untuk 100 putaran pun aku masih sanggup melakukan nya." Bisik Alegra di telinga Chareen.


Chareen yang mendengar itu kembali blushing, kenapa saat dirinya bersama Alegra pikiran nya langsung tercemar?


"A-aku mau mandi..." Pamit Chareen dan segera berlari pergi untuk menjauhi Alegra.


Alegra sendiri hanya terkekeh, dia menghela nafas panjang. Sebelum akhirnya ikut mengikuti Chareen yang menghilang di balik pintu kamar mandi.


•••


"Putri, tidak ada data yang memperlihatkan kecacatan model terkenal itu. Semua reputasi nya sangat baik dan terhormat, bahkan dari semua agensi pun tidak ada yang berani untuk menjelekkan ataupun merendahkan nya."


"Apa? apa kau yakin? sudahkah kalian mencari semuanya? suap saja orang-orang yang berada di sekitarnya untuk mengatakan tentang keburukan nya." Kesal putri Aurora.


"Sudah putri, tapi mereka malah memaki orang yang sudah kami siapkan untuk mewawancarai mereka. Meskipun mereka di iming imingi uang yang banyak, mereka tetap setia pada nya."


"Sial!!! Sepertinya dia memang bukan orang yang mudah untuk di rendahkan! Tapi jangan sebut aku putri Aurora jika wanita kecil seperti dirimu saja tidak mampu aku jatuhkan!" Geram nya.

__ADS_1


Para bawahan putri Aurora hanya bisa diam dan pasrah, mereka mengasihi orang-orang yang mengidolakan nya. Mereka terlalu memuja putri Aurora tapi mereka tidak tahu seluk-beluk nya seperti apa, mungkin jika mereka tahu mereka tidak hanya mencaci nya tapi mereka juga pasti berlomba-lomba untuk menurunkan tahta tersebut.


Bukankah seharusnya seorang putri itu harus baik? entah itu dari segi fisik maupun tingkah laku?


__ADS_2