
Saat ini, Chareen Arjun dan Chaty sedang berada di dalam kamar milik Chareen. Posisi mereka nampak seperti sedang mengintrogasi, Arjun sendiri hanya diam dengan ekspresi datar nya.
"Benar nona, saya memang seorang Mafia. Saya dan Alegra sudah lama bersahabat jadi saat dirinya meminta saya untuk melindungi nona, saya tidak bisa menolaknya." Jujur Arjun.
"Tapi, kau memiliki banyak bawahan bukan? kenapa harus kau sendiri yang menjadi asisten ku? apa kau tidak merasa di rendahkan dengan pekerjaan mu ini? bagaimana jika musuh mu menertawai mu?" Heran Chareen.
"Tidak akan nona, anda mungkin tidak mengetahui bahwa tuan Vino juga seorang mafia. lebih jelasnya dia adalah musuh kami, jadi sebisa mungkin saya akan melindungi wanita yang di cintai sahabat saya." Tegas nya.
"Kau memang the best!!" Salut Chaty dengan memberikan kedua jempol nya pada Arjun yang tak sedikit pun melirik kearahnya.
"Hhhh baiklah, tapi jika kau ingin mengundurkan dir.."
"Saya tidak akan mengundurkan diri jika Alegra tidak menyuruhnya." Potong nya membuat Chareen mengangguk paham.
"Baiklah." Angguk Chareen.
Setelah berbincang serius, akhirnya Arjun memutuskan untuk keluar dari ruangan Chareen untuk mengatur rencana malam ini.
"Bagaimana bisa? kau tahu sendiri bahwa wanita itu sama seperti ular!!!" Kesal Chaty dengan bersungut-sungut.
"Aku tahu, tapi aku ingin membalikkan keadaan. Tahun ke tahun pasti ada saja korban nya, aku ingin membuat nya keluar dari dunia model. Bukan karena aku tapi karena keinginan nya sendiri!! Kau paham bukan apa maksud ku?" Tanya nya.
"Hhhh aku paham, lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Kita lihat saja nanti." Senyum Chareen dengan membersihkan make up nya.
Chaty sendiri hanya mengangguk dengan ekspresi yang heran, ternyata lama kelamaan sikap Chareen sangat menyeramkan dan juga licik. Tapi hal itu berlaku untuk menjaga image nya, beruntung nya Chaty menjadi temannya bukan musuhnya.
•••
"Bagaimana?"
"Nona Chareen akan pergi ke bar untuk bertemu dengan nona Windy, sepertinya nona Chareen memiliki rencananya sendiri." Jelas Arjun pada Alegra di seberang telepon nya.
"Bar?" Kaget Alegra.
__ADS_1
"Ya, kau tenang saja. Semuanya sudah aku atur, semua petugas di dalam merupakan orang kita. Jadi kita bisa memantau nona dengan santai tanpa takut terjadi sesuatu padanya." Santai Arjun.
"Jika sampai rencana mu berantakan, kau tahu sendiri akibatnya!!" Dingin Alegra yang membuat Arjun tertawa terbahak-bahak.
"Kau tahu? aku sudah seperti kekasihnya yang harus setia berada di sampingnya hahaha...." Arjun terus tertawa terbahak-bahak hingga tanpa sadar sebuah sepatu mengenai kepalanya.
Tawa nya langsung diam, Arjun langsung membalikkan tubuhnya dan tersentak tiba-tiba. Sosok Alegra sudah berdiri di belakangnya dengan ekspresi yang begitu menyeramkan.
Arjun menunjukkan cengiran nya dan mengangkat kedua jari telunjuk dan tengah nya, para bawahan yang melihat itu berusaha menahan tawa nya. Tingkah keduanya benar-benar langka untuk mereka lihat.
"Coba kau ulangi?" Tanya Alegra dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Ah hahahaa... Sejak kau kapan kau datang? apa ada sesuatu yang kau tinggalkan disini?" Dengan cepat Arjun mengalihkan perhatiannya dengan merangkul Alegra.
Tangan Arjun yang melingkar di pundak Alegra langsung ia hempasan dan langsung melakukan pergerakan untuk melumpuhkan Arjun hingga laki-laki tampan itu terduduk dengan salah satu tangannya yang Alegra pegang di punggung nya.
"Jika aku melihat tatapan menjijikkan mu itu untuk kekasih ku maka jangan harap kau bisa melihat dunia ini lagi!!!" Geram Alegra dengan menghempaskan tubuh Arjun.
Laki-laki itu hanya mendengus, tak ada ekspresi takut atau terancam sedikit pun dalam dirinya. Justru laki-laki itu malah semakin mengejek Alegra.
"Arjun!!!" Geram Alegra.
"Coba kau tanya pada bawahan mu yang lain, apa mereka bisa menolak pesona Chareen? tidak kan? karena apa? karena kami laki-laki normal!!" Santai nya.
"Ck!! sepertinya kau memang butuh liburan!! aku akan mengirim mu ke Afrika malam nanti!"
"Sorry bro! malam ini aku akan menemani nya ke bar, dia sendiri yang meminta nya." Ucap Arjun dengan menaik turunkan alis nya.
Alegra melotot mendengar nya, dengan cepat Arjun berlari pergi meninggalkan Alegra yang hendak melemparkan kembali sepatu nya pada Arjun yang lari dengan tertawa terbahak-bahak.
"Sial!!!" Kesal Alegra.
•••
Para bawahan yang berjaga di pintu kamar Chareen langsung menunduk hormat saat melihat kedatangan Alegra, tanpa banyak bicara Alegra langsung membuka pintu tersebut.
__ADS_1
Disana terdapat Chaty yang sedang memakai sepatu nya, Chareen sendiri masih belum terlihat di sana. Mungkin Chareen sedang berada di kamar mandi.
"Ahh..." Kaget Chaty dengan memegang dada nya, dia sangat terkejut dengan sosok Alegra yang tiba-tiba berdiri di dekat jendela.
"Kau tunggu di luar, ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada Chareen." Ucap Alegra.
"Cih, tak perlu basa basi. Aku tahu kau ingin berduaan dengan nya." Decih Chaty dengan membawa tas nya pergi.
Setelah kepergian Chaty, Alegra masuk ke kamar mandi tapi di sana tidak terdapat Chareen. Kemudian Alegra masuk kedalam walk in closed, ternyata di sana Chareen berada.
Chareen sedang memakai kalung nya, saat ini Chareen memakai dress di atas lutut dengan model press body tanpa lengan hingga memperlihatkan ketiak nya yang putih bersih.
Dress tersebut berwarna merah terang sangat kontras dengan tubuhnya yang putih, Alegra tersenyum melihat nya. Tanpa berkata lagi, Alegra langsung melingkarkan tangannya di perut Chareen hingga membuat wanita itu melonjak kaget.
"Astaga.... Kau membuat ku terkejut Ale." Kesal Chareen dengan menatap Alegra yang hanya tersenyum manis.
"Aku merindukanmu." Ucap nya dengan mencium hidung Chareen.
"Kau? bukankah kau baru pergi pagi tadi?" Heran Chareen dengan menggelengkan kepalanya.
"Ya, aku sangat kesepian. Aku tidak bisa pergi tanpa kau." Manja nya dan kembali memeluk Chareen.
"Aku pun merindukan mu." Senyum Chareen dengan membalas pelukan Alegra.
"Apa kau akan pergi ke bar dengan pakaian ini?" Tanya nya dengan menatap Chareen dari atas hingga bawah.
"I-iya.." Angguk Chareen dengan perasaan yang tak enak.
Benar saja dugaan nya, Alegra mendaratkan ciumannya di leher Chareen hingga menimbulkan bekas. Tidak hanya leher, tapi pundak nya, Chareen sendiri hanya bisa menggigit bibir bawahnya saat merasakan bibir dingin Alegra yang mendarat di lehernya.
"A-ale... Aku akan terlambat...." Ucap Chareen dengan menjauhkan kepala Alegra di lehernya, namun Alegra tidak menuruti nya. Justru semakin menjadi jadi.
Chareen hanya bisa pasrah, hingga akhirnya setelah beberapa saat barulah ciuman Alegra terlepas. Alegra tersenyum puas saat melihat hasil karyanya di leher dan pundak Chareen.
"Sempurna." Senyum nya dengan mengedipkan sebelah matanya pada Alegra yang hanya mendengus sebal. Tanpa berkaca pun Chareen pasti tahu bagaimana kondisi nya sekarang.
__ADS_1