
Alegra menelan ludah nya bulat-bulat melihat tatapan maut Chareen, wanita itu memang berniat menggoda nya namun entah kenapa firasatnya tidak baik.
Chareen menarik tangan Alegra dan mendorongnya di sofa hingga Alegra langsung terduduk, Chareen tersenyum miring melihat Alegra yang nampak pasrah. Chareen duduk di pangkuan Alegra dengan posisi yang mengangkang, dapat Chareen rasakan tubuh Alegra yang bergetar.
Chareen mendekatkan wajahnya ke telinga Alegra, bisa Chareen dengar suara Alegra yang nampak menggeram saat Chareen menggigit dan menjilati nya.
Di lihatnya ekspresi Alegra yang sangat menikmati sentuhan Chareen itu, bahkan kedua matanya terpejam erat. Alegra tidak sadar jika kedua tangannya di pegang ke atas oleh Chareen.
Chareen tersenyum miring, ciuman nya semakin turun ke leher Alegra. Di gigit nya leher itu hingga membuat Alegra mendongakkan kepalanya.
Ctak!
"Eh?" Alegra membuka matanya, posisi Chareen sudah tidak ada di atasnya. Sejak kapan Chareen duduk di tepi ranjang?
Namun bukan itu yang membuat Alegra terkejut, melainkan kedua tangannya yang terborgol ke atas yang terikat dengan tiang hingga Alegra tidak bisa melakukan apapun lagi.
"S-sayang... I-ini..." Gugup nya dengan menelan ludah.
Chareen tersenyum semakin licik, kedua kakinya ia silangkan dengan salah satu tangan yang memegang gelas wine.
Posisi mereka saling berhadapan dengan jarak yang lumayan dekat.
Wine tersebut meleleh ke leher Chareen bahkan hingga ke dada nya karena dress putih itu sudah kotor dengan wine yang berwarna merah.
"Ahh sayang sekali...." Ucap Chareen dengan suara lembut nya.
"Sayang, lepaskan aku. Aku akan membersihkan nya untuk mu..." Pinta Alegra dengan suara serak nya.
"Benarkah? bagaimana caranya hmm?" Tanya Chareen dengan tersenyum kecil.
"Ahhh kau menyiksa ku sayang....." Geram Alegra saat Chareen menurunkan dress tersebut hingga yang tersisa hanyalah tangtop cream dan celana pendeknya saja.
"Ini sangat lengket!" Ucap nya dengan mengelap nya menggunakan tisu.
"Sayang aku mohon.... Akhhhh kau sungguh kejam sayang...." Kesal Alegra yang lagi-lagi di goda oleh Chareen.
Chareen hanya bisa terkekeh, dia melangkahkan kaki nya mendekati Alegra dan kembali duduk di posisi sebelumnya.
__ADS_1
Alegra yang melihat itu langsung menempelkan wajahnya di leher Chareen, namun belum sempat hal itu terjadi Chareen sudah lebih dulu menahan kepalanya.
"Sutt, tak perlu terburu-buru. Kenapa kau tidak bisa santai hmm?" Tanya Chareen dengan mendongakkan kepala Alegra.
"Sayang, kau boleh menghukum ku dengan cara apapun asal jangah hal ini...." Pinta nya dengan ekspresi prustasi nya.
"Why?" Chareen mendekatkan bibirnya ke bibir Alegra, namun tak kunjung menempel karena Chareen menahannya kembali.
Dia sangat suka melihat ekspresi menderita Alegra, wajah yang memerah, sorot mata yang tajam, jakun yang terus naik turun, terlebih keringat nya yang menjadi candu untuk Chareen.
"Aroma mu sangat enak..." Ucap Chareen dengan menciumi leher Alegra yang lagi-lagi menggeram.
"S-sayang...." Panggil Alegra saat tangan Chareen mengelus perutnya.
Kancing kemeja Alegra sudah terbuka setengahnya hingga memperlihatkan otot perut nya yang sempurna, Chareen sendiri sampai di buat meleleh dengan pemandangan di depannya.
"Ahhh...." Alegra kembali menggeram saat tangan Chareen mengelus perutnya dengan pola abstrak.
Posisi Alegra benar-benar sangat menggoda, kedua tangan yang terangkat ke atas, kemeja yang sudah terbuka dan ekspresi nya yang..... Entahlah, kalian bisa memikirkan nya sendiri.
"Kau hanya milikku!! wajahmu, lehermu, perutmu, kaki mu dan hati mu hanya milikku seorang!! kau dengar itu sayang...." Bisik Chareen dengan mengalungkan lengannya pada leher Alegra.
"Astaga...." Pekik Chareen dengan ekspresi yang sangat cemas.
Tanpa menghiraukan Alegra yang bingung, Chareen langsung membuka borgol di tangan Alegra.
"Aku tidak sengaja... Maafkan ak..... Akhhhhhhhhhh!!!!" Pekik Chareen karena Alegra langsung membantingkan nya ke sofa tersebut.
Mata Alegra menggelap, sudut bibirnya terangkat. Senyumnya begitu menggoda, Chareen menelan ludahnya bulat bulat. Kini giliran dirinya yang nampak ketakutan.
"Sayang ini, Tang....Akhhh....Shhh... Ale... Tangan mu..." Chareen mengerang saat Alegra membenamkan kepalanya di atas dada Chareen.
Chareen menggigit bibirnya saat merasakan tangan Alegra yang mengelus perutnya lembut, tangan kasar nya itu membuat bulu kuduk Chareen meremang.
"A-ale.... Hen-hentikan...." Cegah Chareen saat merasakan tangan Alegra yang mulai naik ke atas dada nya.
"Kau yang membuat api ini sayang jadi kau juga yang harus bertanggung jawab...." Bisik Alegra sebelum akhirnya mencium bibir Chareen.
__ADS_1
Punggung Chareen terangkat saat salah satu dadanya di sentuh, tubuh nya nampak meremang. Ciuman Alegra mulai turun ke lehernya, Chareen sendiri hanya bisa melenguh ketika merasakan geli di dada nya.
"Aku menginginkan nya sayang...." Ucap Alegra dengan mata yang penuh harap.
Chareen memerah saat Alegra menatapnya dengan ekspresi dirinya yang nampak keenakan, terlebih tangan Alegra yang masih aktif bekerja di atas dada nya.
"I-Itu... Akhhh....."Pekiknya Chareen saat Alegra mengangkat tangtop nya ke atas hingga mencapai lehernya, kini terlihatlah benda berharga milik Chareen di hadapan Alegra yang tak henti-hentinya menelan ludah.
Chareen menyesal karena sudah memancing gairah Alegra, niat awalnya hanya ingin memberikan pelajaran pada laki-laki di hadapannya namun apa yang terjadi sekarang? entahlah....
"Perfect!!" Ucap nya dengan cepat menyentuh nya kembali.
Chareen terus menggeliat saat merasakan benda lembab dan lunak yang bermain di dada nya, pergerakan nya kini terkunci karena salah satu tangan Alegra melingkar di pinggang nya hingga membuat Chareen hanya bisa menggeliat tak menentu.
Salah satu tangan Alegra mulai mengelus perut bawah Chareen, bahkan sudah hampir mengenai bagian bawah Chareen. Jika saja tidak Chareen tahan, mungkin Alegra akan kembali melakukan nya.
"A-ale stop!! Shhh.... Akhh... A-ale....." Cegah Chareen dengan mendorong wajah Alegra.
Alegra melepaskan aktivitas nya, dia menatap Chareen yang memerah. Tak bisa Alegra pungkiri bahwa saat ini kecantikan Chareen meningkat dengan ekspresi yang sekarang.
"Sayang, aku ma...."
"Ayo kita menikah....!" Ucap Chareen dengan serius.
Alegra diam mematung, apakah pendengaran nya salah?
"Aku... Aku tidak bisa melakukannya sebelum menikah." Jujur Chareen dengan memalingkan wajahnya ke samping.
Cup
Alegra mengecup pipi Chareen gemas, Alegra tersenyum lebar karena ternyata pendengaran nya tidak salah.
"Baiklah sayang, aku akan mengatur pernikahan yang mewah untuk mu." Senyum Alegra sepeti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan nya.
"Ahh ya... Tapi sebelum itu. Bisakah kau lepaskan tanganmu?" Tanya Chareen dengan menutup wajahnya karena malu.
Alegra melihat tangan nya, dia terkekeh. Dia tidak sadar bahwa tangannya masih berada di sana, Alegra terkekeh dan kembali menutup dada Chareen.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, kalau begitu aku akan ke kamar mandi dulu." Pamit nya dengan mengecup kening Chareen.
Chareen hanya diam dengan ekspresi bodoh nya, segampang itu kah menghentikan nafsunya? bukankah tadi Alegra sangat bersemangat?