
Sesampainya di kediaman Kim, Alegra tak menemukan keberadaan Chareen di sana. Namun saat sampai di dalam kamar, barulah Alegra melihat sosok istrinya yang sedang duduk bersantai di balkon dengan banyak makanan di sampingnya.
"Sayang?" Panggil Alegra dengan duduk di samping Chareen.
Chareen tak terkejut dengan keberadaan suaminya itu, Chareen masih diam dengan pandangan yang tertuju pada pemandangan di luar nya. Alegra yang melihat itu menjadi uring-uringan karena dia tidak bisa di diamkan seperti ini, hingga akhirnya Alegra memberanikan diri untuk memeluk Chareen.
"Maaf, maafkan aku..." Lirih Alegra dengan mengecup pipi Chareen lembut, entah kenapa Chareen terlihat sangat cantik dan seksi sekarang.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Chareen dengan menghela nafas berat dan langsung memeriksa kondisi tubuh Alegra.
Di sentuh nya pipi Alegra yang terdapat luka di sana, Alegra yang merasakan perih di sana hanya bisa meringis dan memegang tangan Chareen sebelum akhirnya di kecup tangan nya itu.
"Tidak apa, hanya luka kecil." Balas Alegra dengan senang karena ternyata Chareen tidak lagi marah padanya.
"Apakah bantuan nya telat datang? aku sudah menghubungi mereka untuk segera datang..." Jelas Chareen dengan menyandarkan kepalanya di dada Alegra.
Tangan Alegra memeluk mesra perut Chareen, posisi seperti ini membuat keduanya nampak manis dan membuat siapapun yang melihatnya akan iri dengan keromantisan mereka berdua.
"Tidak sama sekali, terimakasih karena sudah mengkhawatirkan kami..." Cium Alegra di puncak kepala Chareen.
"Aku tahu jika kalian dalam bahaya, aku tahu siapa dalang di balik pembunuhan kakek. Ternyata orang tersebut adalah kerabat ku sendiri, yang sampai sekarang pun masih belum aku ketahui dengan jelas." Ungkap Chareen dengan memejamkan matanya.
"Benarkah? tadi saat kami di serang, aku melihat sosok yang amat sangat familiar namun sosok tersebut menggunakan masker sehingga aku tidak bisa melihat nya dengan jelas." Jelas Alegra dengan serius hingga membuat Chareen langsung duduk tegak dan menatap Alegra dalam.
"Apa dia melihat mu? sepertinya kita dalam pengawasan sekarang. Teman kakek bilang, orang-orang itu sangat tidak berperasaan dan...... Bisa saja membunuh orang terdekatnya hanya untuk kepuasan nya sendiri." Ucap Chareen dengan memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Psikopat? aku akan mengirim mu kembali sayang, disini terlalu berbahaya. Aku mohon kau menurut oke? aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu dan calon anak kita." Ucap Alegra dengan suara sendu nya.
__ADS_1
"Aku tidak mau pergi, aku ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja disini." Tolak Chareen.
"Sayang, aku mohon. Sebagai seorang suami, aku memerintahkan mu untuk pulang. Apa kau mendengarkan nya?" Tegas Alegra yang langsung membuat Chareen terdiam.
Chareen menatap dalam Alegra sebelum akhirnya mengangguk setuju, Alegra tersenyum puas karena ternyata Chareen masih mau menuruti perintahnya.
"Papa dan mama juga akan kembali, aku sudah menjelaskan alasan yang kuat pada mereka agar aku bisa disini dalam waktu yang lumayan lama bersama Bara." Ucap Alegra.
"Baiklah, aku akan menyerahkan Ricko pada kalian. Tanyakan saja apa yang ingin kalian tanyakan, Ricko tahu semua rahasia kakek dan aku. Ricko juga yang akan mengantarkan kalian ke tempat rahasia lainnya." Jelas Chareen dengan memberikan sebuah kartu aneh pada Alegra.
"Apa ini?" Herannya.
"Ini kartu untuk masuk kedalam ruangan itu, ada banyak tempat yang harus kau kunjungi nanti. Tidak ada yang bisa masuk selain aku dan kakek, tapi jika kau memiliki kartu ini maka kau akan bisa keluar masuk ruangannya." Jelas Chareen.
"Terimakasih sayang, aku memang membutuhkan ini." Senang Alegra yang lagi-lagi mengecup kening Chareen.
"Apa kau sudah makan?" Tanya Chareen.
"Jangan menyentuh ku, kau belum mandi Ale..." Chareen mendorong kepala Alegra untuk menjauh dari wajahnya, Alegra hanya terkekeh dengan terus mengecupi wajah Chareen yang terus berontak itu.
"Ale!!" Kesal Chareen.
"Haha baiklah sayang, aku akan mandi dulu. Kau jangan kemana-mana, aku ingin menjenguk anak kita....." Goda Alegra dengan pergi begitu saja setelah mengatakan hal yang membuat Chareen memerah.
"Sialan!! dia masih saja pandai menggoda seperti itu." Gumam Chareen dengan memegang kedua pipi nya yang terasa panas.
•••
Bara meringis saat Ricko membersihkan luka nya itu, bahu nya terasa kebas karena beberapa saat yang lalu sudah di bius oleh Ricko agar tidak terlalu sakit saat Ricko mengeluarkan batu yang bersarang di lengan nya itu.
__ADS_1
"Tuan, apa tuan Alegra akan datang?" Tanya Ricko pada Bara yang baru saja selesai di obati.
"Entahlah, dia bilang bahwa dia akan terlambat." Balas Bara dengan merebahkan tubuhnya di sofa panjang itu.
"Oh baiklah, kalau begitu saya keluar sebentar. Ada sesuatu yang ingin saya laporkan pada nona." Pamit Ricko.
"Hmm.." Bara hanya berdehem saja sebagai balasan.
Setelah pergi menjauh dari ruangan itu, Ricko tak sengaja melihat sosok Arjun yang sedang mendiskusikan sesuatu dengan anak buahnya. Ricko akui bahwa Arjun sangat hebat, tapi bukan berarti dirinya juga lemah. Hanya saja, mereka berdua memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Dari segi fisik, mungkin Arjun yang menang karena wajahnya yang amat sangat tampan.
Tapi, Ricko sendiri tidak bisa di katakan jelek. Ricko tergolong laki-laki manis dengan senyum yang memikat, terlebih Ricko memiliki dua lubang di pipi nya sehingga jika dia tersenyum akan membuat nya semakin manis dan tampan.
Tapi dari segi bentuk tubuh, Ricko lah pemenang nya. Arjun lebih pendek sedikit dan otot tubuhnya pun lebih menggoda Ricko, terlebih kulit Ricko yang hitam manis dan eksotis sehingga sering menjadi incaran wanita manapun.
Singkat cerita, Ricko sebenarnya tahu bahwa Arjun menyukai Chareen. Karena dari tatapan nya pun, Ricko sudah bisa menyimpulkan nya. Bohong jika Alegra tidak tahu hal tersebut, karena mereka sama-sama laki-laki jadi mereka sangat peka terhadap perasaan sesamanya.
Mungkin Alegra memaklumi hal tersebut karena bagaimanapun juga, Chareen memang pantas di sukai oleh semua orang. Atau mungkin, Alegra tidak mau hubungan keduanya hancur gara-gara Alegra membatasi kedekatan mereka? entahlah yang jelas Ricko tidak ingin hubungan mereka hancur gara-gara Arjun yang egois.
Tapi sampai sekarang, sepertinya Arjun masih tahu batasan. Jadi dia tidak melakukan hal apapun untuk kedamaian mereka, kecuali jika Arjun telah melakukan sesuatu yang membuat hubungan Alegra dan Chareen hancur mungkin nanti Ricko sendiri yang akan turun tangan.
"Ada apa?" Tanya Ricko pada Arjun yang berjalan mendekati nya.
"Apa di kelompok mu ada laki-laki yang bisa kau percaya untuk menjaga Chareen di sana? aku tidak bisa meninggalkan Alegra disini." Jelas Arjun.
"Kau ingin disini?" Heran Ricko, bukankah seharusnya Arjun senang karena Alegra menyuruh nya untuk kembali?
"Ya, bagaimana bisa aku kembali sedangkan Alegra masih ada disini. Bagaimana pun, aku tidak ingin sesuatu terjadi pada nya."
"Oh aku mengerti, aku akan mengirimkan orang-orang untuk menjaga nona. Kau tenang saja..." Senyum Ricko.
__ADS_1
"Oke."
Jangan lupa like dan komen nya yaa, author butuh dukungan kalian nih