
Semua orang kantor yang melihat kedatangan Alegra langsung menyambutnya dengan meriah, mereka sangat senang karena bisa melihat wajah tampan Alegra lagi yang sudah satu bulan lebih tidak mereka lihat itu, ketampanan yang membuat para wanita itu rela bertekuk lutut di hadapannya namun saat mereka mengingat sosok Chareen, nyali dan keberanian mereka langsung hilang entah kemana.
Sosok Chareen bukanlah sosok yang harus mereka saingi, justru sebelum mereka maju pun mereka sudah memilih untuk mundur dengan suka cita dari pada harus maju dengan rasa malu yang amat sangat itu.
"Selamat datang kembali tuan Alegra..." Sapa mereka dengan tersenyum semanis mungkin, Alegra sendiri hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Di belakangnya ada Raini yang hanya diam karena sudah terbiasa dengan sikap Alegra yang aneh itu.
"Apa ada rapat yang harus saya hadiri sore nanti?" Tanya Alegra dengan sikap profesional nya.
"Ada tuan, pertemuan tersebut di langsungkan di salah satu restoran Jepang yang ada di taman kota." Balas Raini yang langsung melihat jadwal Alegra hari ini.
"Oke." Angguk nya.
Raini sendiri langsung kembali ke tempat duduknya, dia mulai bernafas lega karena akhirnya tugas Alegra kembali hal itu karena meringankan beban Raini yang bertugas sebagai sekertaris Alegra.
"..." Terlihat sosok Arjun yang datang dengan santai nya dan langsung duduk di salah satu sofa.
"....." Alegra pun hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, keberadaan Arjun yang tiba-tiba itu sudah hal biasa bagi nya.
"Ale, aku sudah mendapatkan nya. Tujuan putri Aurora adalah dirimu, sepertinya dia sangat menyukai mu sehingga dia melakukan berbagai cara untuk menjerat mu bahkan dia tak segan untuk mencelakai Chareen." Jelas Arjun.
"Lalu? apa dia membocorkan tentang rahasia yang ada di pesta nanti? aku tahu itu bukanlah hal yang biasa..." Geram Alegra.
"Entahlah... Nampaknya wanita itu sedikit berbahaya, dia sangat licik dan pandai menipu suasana." Balas Arjun dengan tersenyum miring pada Raini yang kini sedang membawa minum untuk Arjun.
"Maaf tuan, bisa lepaskan tangan saya?" Kesal Raini karena tangannya di pegang oleh Arjun dengan santainya.
"Bagaimana jika aku menolak nya?" Senyum Arjun dengan menggoda Raini.
Raini hanya menghela nafas berat, dengan cepat dia menginjak kaki Arjun menggunakan kaki kanannya yang saat ini Raini tengah menggunakan high heels yang memiliki hak runcing sehingga mampu membuat Arjun meringis kesakitan.
"Kalau begitu saya permisi.." Pamit Raini dan pergi begitu saja.
Alegra yang memperhatikan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, sejak kapan Arjun mau menggoda wanita? apa kepalanya terbentur?
__ADS_1
"Ck, nampaknya kau sangat senang melihat penderitaan ku? sudahlah, aku pergi dulu. Mungkin Chareen sedang menunggu ku..." Pamit Arjun yang di balas anggukan oleh Alegra.
Jika kalian bertanya, kenapa William tidak lagi bersama dengan Chareen? begitupun dengan Ricko yang bertugas sebagai bawahan Chareen di markas?
Untuk William, kini dia sudah menjabat sebagai CEO di perusahaan keluarga Chareen. Karena apa? karena keluarga Chareen sudah menganggap William seperti anak kandungnya sendiri, untuk Bara.... Dia sudah puas dengan usaha nya sekarang sehingga tidak membutuhkan jabatan itu lagi. Jika ingin, Bara pasti akan menerima perusahaan di Korea milik ayahnya kakek Kim.
Sedangkan Ricko, laki-laki itu jarang sekali bersosialisasi di depan umum. Sehingga dia lebih suka berlatih dan terus berlatih sehingga hanya Arjun yang mau menerimanya dengan senang hati, karena itu lah Alegra mengizinkan nya. Kecuali keadaan di markas sedang buruk, barulah Arjun pergi.
Di studio
Nampak sosok Chareen yang sedang berbincang dengan rekannya yang ada di sana, mereka menyambut kedatangan Chareen dengan suka cita. Mereka sudah tahu, apa hubungan Chareen dan Bara. Sebelumnya mereka sempat menuduh Chareen dengan hal-hal yang sudah Chareen duga sebelumnya.
"Benar, maafkan kami Char. Kami kira kau dan tuan Bara adalah kekasih simpanan..."
"Maafkan aku juga karena sudah menuduh mu yang selalu menggoda tuan Bara..."
"Tidak apa, aku mengerti..." Balas Chareen dengan tersenyum kecil, dia tahu bagaimana ekspresi para penjilat itu saat berhadapan dengan nya. Sangat menjijikkan!
"Apa kau mau langsung pergi?" Tanya Bara pada Chareen.
"Ahh ya om, aku mau ke kantor Alegra. Apa ada sesuatu yang mengganggu?" Tanya Chareen heran.
"Itu.... Bisakah malam nanti kau bujuk Raisa untuk makan di restoran keluarga kita? Om ada sedikit masalah dengan nya..." Jelasnya dengan pelan.
"Apakah karena berita itu?" Tanya Chareen memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Ya, om tidak tahu apapun mengenai ini. Bukankah kau tahu bahwa kita pergi ke sana bersama-sama? dan di mana asal sumber itu bermula?" Kesal Bara.
"Baiklah, aku akan mencoba membujuk nya dan lagi... Aku akan melacak berita tersebut lebih dulu."
"Baik, maaf merepotkan mu."
"Tidak apa, kalau begitu aku permisi om. Arjun sudah menunggu di depan..."
__ADS_1
"Baik, berhati-hatilah..."
"Tentu."
Chareen segera keluar dari ruangan nya untuk menghampiri Arjun yang nampak datar karena terus di tatap oleh para model yang memang selalu berpenampilan seksi dan terbuka, bukannya senang Arjun justru sangat jijik melihatnya.
"Maaf, ada sedikit urusan dulu tadi." Jelas Chareen pada Arjun yang langsung mengangguk mengerti.
"Tak apa nona.."
"Apa kau bisa memanggilku dengan sebutan biasa? bukankah kau sangat akrab dengan suamiku?" Heran Chareen karena Arjun terus saja memanggilnya seperti itu.
"Ahh baiklah Chareen, apa ada tempat yang ingin kau kunjungi lebih dulu?" Tanya Arjun dengan tersenyum.
"Hmm... Aku mendengar dari salah satu temanku bahwa di taman kota, ada sebuah pertunjukan. Mungkin di sana ada banyak makanan." Senang Chareen namun hal itu justru membuat Arjun meneguk ludahnya bulat-bulat.
Terakhir kali dia mengantar Chareen, kaki nya terasa mau patah! tapi demi calon anak sahabat nya itu Arjun rela melakukan hal tersebut, itung-itung latihan.
Chareen mengeluarkan ponselnya saat dia sudah berada di dalam mobil, ekspresi nya benar-benar berbeda setelah mereka masuk mobil.
"Halo nona? apa ada sesuatu yang anda butuhkan?"
"Ya, kau lacak semua berita yang menyangkut om Bara! jangan sampai tertinggal sedikit pun, gali sampai ke akar nya. Jangan lupa, jatuhkan semua media yang berani menerima berita palsu itu." Jelas Chareen dengan mengelus perutnya.
Arjun yang mendengar dan melihat itu hanya bisa diam tanpa suara, konon katanya kemarahan ibu hamil adalah hal yang paling menyeramkan, terlebih saat mengelus perutnya, kemungkinan ada kemarahan yang tersembunyi.
"Baik nona."
"Aku tunggu sampai 30 menit kedepan!" Datar Chareen dan segera mematikan sambungan telepon nya.
Chareen bersandar pada kursi mobil dengan mata yang terpejam, bisa Arjun rasakan bahwa Chareen sangat lelah. Arjun tidak menyalahkan hal itu, justru dirinya salut dengan sosok Chareen yang sangat kuat! jarang sekali ada wanita yang seperti Chareen. Alegra sungguh beruntung bisa memiliki nya.
Jangan lupa like dan komen nya yahh
__ADS_1