Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Bar


__ADS_3

Saat ini tujuan Chareen adalah sebuah bar yang ada di pusat kota, bar terbesar yang ada di sana. Chareen bisa memasuki bar tersebut dengan mudah karena Chareen memiliki kartu VVIP di sana karena pemilik bar tersebut adalah Ricko, bawahannya sendiri yang di kelola oleh seorang wanita yang menjadi kepercayaan Ricko.


"Selamat datang nona, ada yang bisa saya bantu?" Tanya nya dengan tersenyum ramah, meskipun wanita di depannya sangat seksi bahkan terlihat seperti wanita nakal namun Chareen tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Penampilan tidak membuat Chareen goyah, yang jelas wanita itu ramah dan sopan itu saja sudah cukup bagi Chareen.


"Kau tahu bukan berita tentang om Bara?" Tanya Chareen dengan serius, saat ini mereka berada di ruangan khusus. Arjun yang berada di samping Chareen begitu tak percaya jika Chareen sering datang ke tempat ini.


"Saya tahu nona, apa anda ingin bertemu dengan wanita itu? saya akan menunjukkan ruangannya." Jelas wanita itu dengan menuangkan wine pada Chareen seperti biasanya.


"Maaf, aku tidak minum. Saat ini aku tengah mengandung..." Balas Chareen dengan mengelus perutnya.


"Oh astaga, ini berita yang harus di rayakan! Saya ikut senang mendengarnya nona, tapi... Apa tidak apa jika nona masuk kedalam sini? disini tercium aroma alkohol yang sangat menyengat!" Ucap nya dengan serius.


"Tidak masalah, aku sudah mendapatkan obat dari dokter ku. Lalu di mana ruangannya?"


"Mari saya antar, beliau sedang bersama tamu terhormat lainnya."


"Apa kau tahu siapa saja yang ada di sana?"


"Harusnya hal ini bersifat rahasia, tapi karena nona yang meminta nya maka tidak ada alasan bagi saya untuk berkata tidak. Tamu tersebut merupakan pemilik agensi yang sama seperti tuan Bara, dia adalah tuan Bagus. Mereka ada di sana bersama beberapa model lainnya.." Jelas nya dengan memberikan data tamu yang ada di ruangan itu.


"Terimakasih, mungkin aku akan melibatkan tempat ini karena akan dikunjungi polisi. Tapi mereka tidak akan berbuat apapun pada kalian maupun tempat ini..." Ucap Chareen.


"Maksud nona? mereka akan di tangkap? kasusnya seperti apa?" Penasaran nya.


"Narkoba, mereka sering menggunakan narkoba dalam setiap perkumpulan nya. Mungkin sekarang juga mereka sedang mengkonsumsi nya.." Balas Chareen.


"Astaga, meskipun begitu saya takut para polisi itu menuduh bahwa tempat inilah yang menyediakan narkoba itu." Paniknya.


"Kau tak perlu khawatir, Ricko bilang tempat ini sudah mendapatkan surat izin pemerintah karena disini tidak menjual obat seperti itu. Disini murni hanya menjual minuman beralkohol saja."


"Ahh baiklah, mari saya antarkan..."


"Hmm..."

__ADS_1


Mereka melewati beberapa ruangan, ruangan tersebut tak terdengar suara apapun karena di rancang kedap suara. Hingga tibalah mereka di ruang VIP yang memiliki nomor 28, tanpa basa basi Chareen langsung masuk kesana hingga membuat orang-orang yang ada di sana terkejut dengan kemunculannya.


"Kau? bukankah kau Chareen Lee? seorang model yang selalu mengandalkan atasan nya hahaha..." Tawa seseorang, Arjun ingin membungkam mulut mereka namun Chareen langsung menahannya.


"Wahh benarkah? sepertinya kalian sangat mengenal diriku yaa?" Tanya Chareen dengan terkekeh.


"Apakah nona datang kemari karena sudah di buang oleh Bara? saya dengar beliau sudah memiliki tunangan..." Ucap Bagus dengan mendekati Chareen.


"Ya, dia memang memiliki tunangan. Bahkan tunangan nya saja sangat cantik dan berpendidikan, tidak sama seperti wanita yang hanya mengaku ngaku saja! sungguh menjijikkan karena tidak tahu malu dengan reputasi nya sendiri yang benar-benar buruk!!" Sindir Chareen dengan melirik seorang wanita yang langsung tersentak kaget itu.


"Apa maksudmu hah?" Tanya Bagus dengan kesal.


"Kau pikir, wanita itu pantas mengandung anak Bara? jangankan mengandung, berdiri di dekatnya saja sudah tidak mungkin!!!" Datar Chareen.


"Kau!! kau pikir aku takut karena sekarang kau sudah menjadi nyonya dari keluarga Vitton hah?" Marah Selly dengan bangkit dari duduknya.


"Oh tentu tidak, aku tidak senang kau menyangkut pautkan kedudukan ku dengan keluarga Vitton! apa kau lupa siapa keluarga ku? Ahh aku lupa, kau kan tidak tahu kedudukan para bangsawan upss..." Sindir Chareen yang tak suka jika mereka selalu menyangkut pautkan reputasi nya dengan keluarga Alegra.


" ....." Mereka hanya diam, mereka lupa siapa keluarga Chareen yang sebenarnya. Jika Alegra orang yang paling di hormati di negara ini maka keluarga Chareen pun sangat di hormati di Korea.


"Kau! apa maksudmu hah? bukankah video itu sudah menjelaskan nya dengan jelas?" Tanya Selly dengan sedikit gugup.


"Oh, kau harusnya tahu tingkat pendidikan kami dengan orang lain. Kau pikir kami bodoh? trik seperti itu sangatlah murahan!"


"Tidak!! aku akan tetap membiarkan berita tersebut trending!!" Keukeuh nya yang membuat tawa Chareen pecah.


"Kau yakin? baiklah..." Angguk Chareen.


Dia mendekati Bagus yang mulai berjalan mundur, setelah Chareen memperkenalkan nama keluarga nya dia sudah takut duluan. Bagaimana mungkin dia bodoh dengan melawan wanita seperti Chareen? yang jelas jelas kedudukan sangat di hormati.


KRAKKKK!!


"Akhhhhhhhhhh!!!!" Bagus berteriak histeris saat selengkangan nya di injak oleh Chareen yang saat ini menggunakan high heels.


"Upss sorry, apa milikmu masih berfungsi? sepertinya tidak.." Senyum Chareen dengan puas.

__ADS_1


Para wanita yang ada di sana berteriak histeris saat para bawahan Chareen memotong habis milik Bagus yang terus berteriak kesakitan itu, darah terus mengalir di selengkangan nya.


"Kau kemarilah..." Panggil Chareen pada seorang wanita yang berambut pendek.


"...." Wanita itu segera mendekati Chareen dengan perasaan yang sangat takut bahkan tubuhnya sudah bergetar.


"Kau, tampar wanita itu hingga kehilangan semua gigi nya. Jika gigi nya masih ada, jangan pernah berhenti untuk menamparnya." Ucap Chareen dengan menunjuk Selly.


"T-tapi nona.." Ucap nya dengan tak berani.


Chareen tersenyum miring, di keluarkan nya sebuah pistol yang tersimpan di pinggang nya. Chareen mengelus pipi wanita itu dengan menggunakan ujung pistol.


"Apakah kau mau menuruti perkataan ku atau..... Bernasib sama seperti ini.... DOR!!"


"Akhhh..." Teriaknya dengan tertunduk langsung saat Chareen melayangkan tembakan nya pada telinga Bagus yang sudah tak bisa bersuara karena suaranya habis akibat terus berteriak.


"B-baik akan saya lakukan..." Angguk nya dengan cepat.


"Ahh aku sangat senang mendengar nya..." Senyum Chareen dengan sangat manis seperti yang ia tujukan pada media, mereka tak percaya jika sosok yang sangat di kagumi semua orang itu memiliki sifat iblis yang tersembunyi.


"Jangan mendekat!!! Chareen aku akan memberitahukan hal ini pada media bahwa kau seorang psikopat!!!!" Histeris Selly namun justru malah membuat Chareen tertawa semakin kencang.


"Psikopat? aku sangat menyukai panggilan itu." Senang Chareen membuat mereka tak percaya.


"Cepat lakukan!" Dingin Chareen pada wanita berambut pendek itu.


Chareen tersenyum puas saat melihat wanita berambut pendek itu menampar pipi Selly dengan kuat, Selly yang hendak berontak langsung di tahan oleh temannya atas perintah Chareen juga. Chareen sendiri hanya duduk bersantai menyaksikan hal itu.


"Aku kira, kau sendiri yang akan turun tangan." Ucap Arjun pada Chareen.


"Haha kau pikir mereka pantas di sentuh oleh ku?" Tanya Chareen dengan tersenyum kecil.


Wanita yang semula mengantar Chareen kesana hanya diam dengan ekspresi yang entahlah.... Padahal dia sudah di beritahu oleh Ricko bahwa jangan pernah tertipu oleh wajah cantik Chareen, dan benar apa katanya. Di balik wajah cantiknya terdapat jiwa pembunuh yang sangat kuat!


Jangan lupa like dan komen nya yahh, follow juga akun author.

__ADS_1


__ADS_2