
Chaty tersenyum senang saat melihat Claire yang ada di atas podium dengan Michael yang sedang bernyanyi, banyak yang iri saat melihat keromantisan mereka berdua. Salah satunya Chaty sendiri, dia sedikit iri melihatnya.
"Ada apa?" Tanya Ricko heran karena tiba-tiba saja Chaty bangkit dari duduknya.
"Tidak apa, hanya ingin mencari udara segar saja." Ucap Chaty dengan tersenyum.
"Ahh baiklah, ayo...." Ajak nya yang membuat Chaty tersenyum, namun....
"Kenapa?" Tanya Chaty heran saat Ricko mendapatkan telepon dari seseorang.
"Aku harus menemui seseorang, dia sudah menunggu di sana." Ucap Ricko dengan menunjuk seorang wanita yang sedang duduk di salah satu kursi dengan buku yang ada di tangannya.
"Oh.." Angguk Chaty dan segera pergi meninggalkan Ricko yang berlari kecil untuk menemui wanita itu.
"Kenapa kau memperlakukan aku dengan baik?apa kau bersikap seperti ini ke semua wanita?" Tanya Chaty dengan penasaran.
Di sepanjang jalan Chaty terus melamun dan tak mengerti dengan apa yang ia pikirkan, apakah dirinya sudah bisa melepaskan kepergian Garel dan sudah menggantikan posisinya?
"Haishhh sial!!! sepertinya aku sudah gila!!" Kesal Chaty dengan jongkok di bawah pohon sakura yang mulai berterbangan.
Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt
"Halo?" Balas nya dengan sedikit tak bersemangat.
"Ada apa denganmu? kenapa terdengar tidak bersemangat?" Heran Chareen.
"Tidak apa, ada apa? apa kau baik-baik saja?" Tanya Chaty dengan mengangkat sebelah telapak tangannya sehingga banyak bunga yang berjatuhan di sana.
"Ya, bagaimana keadaan mu?"
"Hmm.... Sepertinya aku sudah gila, bagaimana menurutmu? apa aku harus melakukan terapi?"
"Ehh? hahaha... Apa maksudmu? kau gila karena apa? apa karena mereka menawar lukisan mu dengan murah hm?" Tawa Chareen yang membuat Chaty cemberut.
"Kau pikir lukisan ku bisa di tawar? jangan mengada-ada!"
"Hahaa maafkan aku, apa kau sedang bersedih?"
"Ya, aku... Aku tidak bisa.... Aku tidak bisa mengatakan nya, jika aku mengatakannya kau mungkin akan menertawakan aku." Keluh Chaty dengan menghentak hentakan kaki nya.
"Why? apa karena Ricko yang tidak mengerti perasaan mu?"
"Ya! dia sangat keterlaluan, bagaimana bisa dia mendekati ku terus-menerus tapi dia tidak mengerti bahwa tindakan nya itu sangat menjengkelkan! kau tahu? dia bah.... Lupakan." Ucap Chaty yang akhirnya tersadar.
"Kau menyukai nya?" Tanya Chareen yang saat itu sedang bersandar pada tubuh Alegra yang sibuk mengelus perutnya yang sudah besar.
__ADS_1
"Entahlah.... Perasaan ini, sama seperti dulu. Aku tidak senang melihatnya dekat dengan wanita lain, apakah ini artinya aku sudah menerima keberadaan nya?" Tanya Chaty dengan menundukkan kepalanya.
"Bagaimana tanggapan mu tentang Ricko?"
"Dia? dia sangat baik, penuh perhatian, dia selalu ada saat aku membutuhkan seseorang bahkan tanpa di minta pun dia akan selalu ada, dia selalu memberikan waktu luang nya untuk menemani ku, dia juga ser..... Char, aku...... Apakah aku jatuh cinta lagi? apakah ini wajar?" Kaget Chaty yang membuat Chareen tersenyum di seberang sana.
"Lakukan yang menurut mu benar, jangan hiraukan orang lain. Kau pantas mendapatkan nya kembali...." Ucap Alegra membuat Chaty terkejut.
"Kalian? kalian berdua? haishhh!!!" Malu Chaty dan segera mematikan sambungan teleponnya.
Chaty membalikkan tubuhnya untuk mencari keberadaan Ricko, namun betapa terkejutnya dia saat melihat Ricko yang berada di belakangnya dengan tersenyum kecil.
"K-kau... Sejak kapan kau disana?" Tanya Chaty dengan malu.
"Hmm, sejak kau mengumpat tentang ku." Balas Ricko dengan mendekati Chaty yang hanya diam.
"Aku...."
Ricko tersenyum dan merangkul Chaty ke dalam pelukannya, mereka hanya diam dan saling memeluk satu sama lain.
Di tempat yang tak jauh dari sana terlihat Claire dan Michael yang sedang memakan cemilan, mereka terus menatap Ricko dan Chaty yang masih berpelukan di bawah bunga sakura yang berjatuhan.
"Manis sekali..." Ucap Claire dengan tersenyum-senyum.
"Siapa?" Tanya Michael.
"Aku cemburu."
"Aku tak peduli." Santai Claire dengan membalikkan tubuhnya dan pergi dengan bersenandung kecil.
"Sayang... Sayang astaga..." Kesal Michael dan segera menyusul Claire yang kini malah berlari kecil agar tidak terkejar oleh Michael.
"Mau makan ramyeon denganku?" Ucap Claire dengan sedikit keras yang langsung membuat Michael terkejut.
"A-aku..."
"Tidak mau?" Tanya Claire dengan terkekeh.
"Tidak, tidak.... Aku sangat ingin..." Senyum nya dengan senang.
"Ahh sayang sekali..."
"Kenapa?"
"Aku tidak punya ramyeon." Cengir nya yang membuat Michael kembali kesal dan langsung mengejar Claire yang pergi dengan tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
•••
"Sayang, apa aku harus menyiapkan dua pernikahan untuk mereka?" Tanya Alegra dengan menatap Chareen yang langsung terkekeh.
"Sepertinya begitu, ngomong-ngomong..... Perutku... Perutku Ale.... Perutku sakit...." Lirih Chareen dengan mencengkeram rambut Alegra.
"A-apa? apa kau akan melahirkan? bukankah menurut jadwal nya itu besok sore?" Tanya Alegra dengan membuka buku kehamilan Chareen.
"BODOH!!! Cepat panggilkan dokter!!!" Marah Chareen dengan memukul pundak nya yang sedang sibuk membaca bukunya.
"Tunggu sebentar...." Panik Alegra dan segera berlari keluar.
Chareen meringis karena merasakan sakit di perutnya, rasanya tidak seperti luka tembak, tidak juga seperti luka tusuk. Rasanya sangat sakit melebihi itu...
Tak lama kemudian, Alegra datang dengan banyak dokter di belakangnya yang langsung memeriksa Chareen. Nampak ekspresi Alegra yang ketakutan saat melihat Chareen terus meringis kesakitan, Alegra tak tega melihatnya.
"Nyonya Vitton, ini sudah masuk pembukaan 8. Jangan dulu mengejan, tunggu instruksi dari saya." Ucap dokter wanita itu dengan memegang perut Chareen.
Keringat sudah mulai membasahi wajah Chareen, bahkan wajah yang semula terlihat biasa kini berubah pucat dan suhu tubuh yang berubah drastis.
"Dokter apakah tidak apa-apa dengan istri saya?" Takut Alegra yang masih memegang tangan Chareen.
"Ini reaksi alami tuan, tolong bantu untuk menyemangati istrinya karena sebentar lagi akan melahirkan. Nyonya sangat hebat karena tidak mengalami kontraksi yang terlalu lama..." Jelas nya dengan tersenyum di balik maskernya.
"Baik..." Angguk Alegra dengan mengelus kening Chareen dan mengecup nya berkali-kali.
"Aku mohon bertahan lah..." Lirih Alegra di telinga Chareen.
"Ini sakit Ale...." Lirih Chareen dengan air mata yang mengalir tanpa dia sadari.
"Jika aku bisa menggantikan nya maka dengan senang hati aku melakukan nya." Lembut Alegra.
"Baik nyonya, dalam hitungan tiga silahkan mengejan..."
"1...."
"2 ..."
"3.... Dorong!"
Chareen mengejan dengan memegang tangan Alegra, hal itu di lakukan secara terus menerus bahkan Alegra tidak sadar jika tangannya mengeluarkan darah karena tertancap kuku Chareen.
"Oeeekkkkkkkk...."
"Hah... Hah.... Sayang? terimakasih... Kau sangat hebat." Tangis Alegra dengan mengecup kening Chareen, Chareen terlihat lemas dan tersenyum senang.
__ADS_1
"Selamat tuan, dia sangat tampan sekali. Kami akan membersihkan terlebih dahulu..." Ucap dokter tersebut yang di balas anggukan oleh Alegra.