Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Kebahagiaan utama


__ADS_3

Sore ini Chareen dan Alegra sudah bersiap-siap untuk pulang, di luar rumah sakit banyak sekali media yang sudah menunggu mereka sejak siang. Para bodyguard Alegra pun sudah standby di sana dengan ekspresi wajah yang dingin dan datar sehingga membuat para media itu tidak berani mengeluarkan suaranya sedikit pun.


Chareen yang duduk di kursi roda pun langsung menjadi sorotan karena Chareen tengah memeluk Jeff dan Alegra yang mendorong kursi roda nya, Chareen hanya tersenyum manis pada para media yang berusaha mengambil potret nya itu.


Sesampainya di mobil, Alegra langsung menggendong tubuh Chareen beserta Jeff untuk duduk di kursi mobil. Para media yang melihat itu menjadi gemas karena kemanisan Alegra terhadap Chareen yang membuat mereka iri.


"Hhh astaga, aku pikir hanya ada beberapa media saja yang hadir." Keluh Chareen dengan bersandar pada kursi mobil.


"Aku sudah mengatakan pada mereka untuk tidak berdesak-desakan jika ingin mengambil potret mu, jika mereka tidak mematuhi aturan itu maka aku akan menuntut nya langsung." Senyum Alegra.


"Pantas saja mereka nampak teratur dan tak berani beranjak dari tempatnya."


Di tengah perjalanan, Chareen dan Alegra terus berbincang kesana kemari tanpa menghiraukan supir dan Arjun yang berada di kursi depan dengan memeluk boneka besar milik Chareen.


Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang mereka tumpangi akhirnya mulai memasuki mansion besar milik Alegra. Para pelayan dan penjaga yang bekerja di sana sudah berjejer rapih dan antusias untuk menyambut kedatangan anggota keluarga baru.


"Ohh keponakan ku sayang...." Heboh Claire yang langsung mengambil alih Jeff dari Chareen.


"Hati-hati, tubuhnya masih lentur." Ucap Susan yang di balas anggukan oleh Claire.


Alegra kembali mendorong Chareen yang duduk di kursi roda nya, sepanjang jalan mereka masuk para pelayan nampak memberikan selamat pada Chareen.


Hingga di ruang tamu Chareen terkejut karena ternyata semuanya sudah berkumpul, di sana sudah ada Bara, Raisa, Chaty dan Ricko yang langsung memberikan hormat pada Chareen.


"Congratulation sayang, akhirnya kau menjadi ibu...." Peluk Chaty pada Chareen.


"Terimakasih, kapan kau sampai? kenapa tidak mengabari ku?" Tanya Chareen heran.


"Belum lama juga, awalnya aku ingin ke rumah sakit tapi Claire bilang sore ini juga kau sudah boleh pulang." Jelas nya.


"Ahh begitu..." Paham Chareen.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Bara dengan mengelus rambut Chareen.


"Aku baik-baik saja, bukankah om ada urusan di luar negeri ya?" Heran Chareen.


"Bagaimana mungkin aku tidak pulang saat keponakan ku sendiri sudah melahirkan?" Ucap Bara dengan tak senang.


"Hahah baiklah, terimakasih karena sudah datang." Cengir Chareen.

__ADS_1


"Hmm, semua hadiahnya sudah ada di kamar mu." Ucap Bara yang di balas anggukan oleh Chareen.


Setelah itu, Raisa dan Ricko pun memberikan selamat secara bergantian. Mereka terus memperebutkan Jeff yang sangat anteng di gendong oleh mereka, sedang kan Chareen? dia sudah naik ke atas dengan Alegra.


Chareen menghela nafas berat saat kamarnya di penuhi oleh banyaknya kado, kamar nya seperti toko hadiah.


"Ada apa?" Tanya Alegra dengan menggendong Chareen untuk duduk di atas ranjang.


"Sebaiknya semua kado ini simpan di kamar sebelah, disini terlalu engap." Keluh Chareen yang langsung di balas anggukan oleh Alegra.


"Baiklah tunggu sebentar..."


Alegra bergegas pergi untuk menyampaikan hal itu pada para pelayan, sikap Alegra nampak penurut sekarang bahkan tanpa membantah sedikit pun.


"Sudah, mereka akan segera datang." Senyum Alegra dengan memeluk Chareen yang sudah berbaring.


"Hmm, aku ingin tidur dulu. Jika Jeff menangis bangunkan saja aku." Ucap Chareen dengan memejamkan matanya dan tangan yang melingkar dengan perut Alegra.


"Selamat tidur..." Cium Alegra di puncak kepala Chareen.


Para pelayan yang berlalu lalang harus ekstra hati-hati karena takut menimbulkan suara, jika itu terjadi mereka takut akan membuat Alegra dan Chareen terbangun.


••••


"Kalian? kalian ingin menikah?" Kaget Bara saat mendengar ucapan Ricko yang mengatakan bahwa dia akan menikahi Chaty dalam waktu yang dekat.


"Benar, karena aku tidak memiliki sanak saudara maka aku akan meminta izin pada kalian. Begitu pun dengan Chaty yang tidak memiliki saudara sama seperti ku...." Jelas Ricko membuat mereka terkejut.


"Apa yang kau katakan? kau sudah Chareen anggap seperti saudara sendiri, dengan begitu maka kau juga sama seperti saudara ku sendiri. Jadi, jika kau membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk memintanya padaku." Ucap Bara dengan menepuk pundak Ricko.


"Kau benar, kau bisa mengatakan nya juga padaku." Tambah Michael dengan tersenyum.


"Ya, aku juga. Aku akan membantumu kak, katakan saja jika memerlukannya..." Ucap Claire.


"Terimakasih, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku katakan. Aku benar-benar beruntung bisa berada di sini...." Tunduk Ricko.


"Aku pun, meskipun aku.... Aku tidak..."


"Jangan membahas hal itu Chat, mama sangat senang melihat mu bersama orang yang tepat. Garel pun akan senang jika mengetahui nya, kau akan tetap menjadi menantu ku sama seperti Chareen." Lembut Susan membuat Chaty meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Terimakasih ma..." Tulus Chaty dengan memeluk Susan.


"Sama-sama sayang, jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya Susan dengan penasaran.


"Kami menunggu keputusan Chareen dan Alegra saja, bagaimana pun mereka akan menjadi wali kami nanti nya." Kompak Chaty dan Ricko.


"Apa yang kau tunggu?" Tanya Alegra yang muncul seorang diri.


"Ini...." Ricko langsung terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia mendongak saat Alegra berdiri di depannya.


"Aku akan mengurus semua nya, kau tak perlu khawatir..." Ucap Alegra dengan duduk di samping Bara karena di sana kosong.


"Tidak perlu, maksud ku... Aku ingin semua biaya pernikahan ini menggunakan hasil keringat ku selama ini. Aku tidak mau lagi merepotkan kalian." Tolak Ricko dengan tegas.


"Apa kau yakin?" Tanya Alegra.


"Tentu saja, aku memiliki tabungan yang lumayan besar." Balas nya dengan bangga.


"Syukurlah, jika kau memerlukan tambahan biaya jangan sungkan untuk meminta nya." Ucap Alegra dengan santai.


"Tentu..."


"Di mana Chareen?" Tanya mereka penasaran.


"Tidur."


"Oh.."


"Di mana Jeff?" Tanya Alegra karena tidak melihat anak nya di antara mereka semua.


"Dia.... Dia..." Gugup mereka.


"Ada pada kami." Ucap dua orang laki-laki yang sedang menggendong Jeff.


Alegra mengeryit heran, di sana ada tuan Shen dan Victor yang sedang bermain dengan Jeff. Alegra ingin bertanya pada mereka namun mereka hanya menggelengkan kepalanya saja, sedangkan untuk Michael? laki-laki itu hanya diam dengan menundukkan kepalanya.


"Apakah Chareen tahu?" Tanya Alegra.


"Dia sendiri yang mengundang nya." Kompak mereka membuat Alegra terdiam dan mengangguk mengerti, sepertinya Chareen sudah berdamai dengan masa lalu nya.

__ADS_1


__ADS_2