
Chareen memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil pistol yang ada di saku Albertus, Arjun sendiri bertugas untuk memberi kode pada Chareen untuk segera berlindung di belakang Chareen yang sedang menodongkan pistol nya pada Albertus.
"Katakan! berapa banyak pasukan yang kau bawa kemari?" Tanya Chareen dengan datar dan dingin.
Chareen tidak takut sama sekali pada anak buah Albertus yang tengah mengelilinginya itu, bagi Chareen selagi ada peluang untuk menang dari musuh maka akan ia lakukan meskipun kesempatan itu hanya ada satu detik sekalipun.
"Kau pikir aku akan mengatakan nya?" Sengit Albertus pada Chareen.
"Benarkah?" Tanya Chareen dengan tersenyum smirk.
DOR!!!!
"Tuan!!!" Pekik mereka saat Chareen menembakkan pistol itu pada paha Albertus yang langsung meringis kesakitan dan menatap Chareen dengan tatapan yang tak percaya. Bagaimana mungkin Chareen menyerang nya secara terang-terangan di hadapan anak buahnya sendiri yang kini sedang menodongkan pistol? keberanian Chareen membuat Albertus bergidik ngeri.
"Kau pikir kau siapa?" Tanya Chareen dengan nada yang meremehkan.
DORRR!!!
"Akhhhhhhhhhh.... Baiklah, semuanya ada 500 orang." Balas nya dengan terpaksa setelah Chareen kembali menembakan satu peluru lagi di paha sebelah nya.
"Sepertinya kau memang suka kekerasan..." Senyum Chareen dengan memencet Zip nya untuk memanggil semua pasukannya agar segera datang.
"Apa maksudmu?" Tanya nya dengan menatap Chareen marah.
"Tidak ada." Santai nya.
Tak berapa lama muncullah para pasukan yang di pimpin oleh.... Alegra? Chareen terdiam beberapa saat hingga membuat Albertus mengambil pistol yang ada di tangan Chareen dan kembali membalikkan posisinya untuk menjadikan Chareen sebagai sandera.
"Sayang!!!" Kaget Alegra saat melihat Chareen yang sudah di todong pistol.
Chareen sendiri hanya menggerutu kesal saat Alegra meneriaki nya dengan panggilan seperti itu, bahkan anak buah nya saja sempat menahan tawa. Bagaimana bisa Alegra melucu di saat genting seperti ini?
__ADS_1
"Mundur!! atau wanita ini akan mati sekarang..." Ancam Albertus pada Alegra.
Alegra menatap Chareen yang kini tengah menatapnya tajam, Alegra yang melihat itu berusaha menelan ludahnya bulat-bulat. Bulu kuduk nya merinding seketika dan wajah Alegra pun berubah pias seketika saat Chareen mengangkat jari tengahnya pada Alegra.
Pasukan musuh yang melihat ekspresi ketakutan dari Alegra merasa senang, mereka pikir Alegra takut pada mereka. Jika saja mereka tahu apa yang ada di pikiran Alegra, mungkin mereka akan segera pensiun dari posisi nya itu.
"B-baiklah... A-aku tidak akan mengganggu mu hehe... K-kau lanjutkan saja, a-aku akan duduk di... Di sana, ia di sana... Kau tak perlu khawatir, aku hanya ingin melihat mu dengan jelas. S-silahkan lanjutkan..." Jelas Alegra dengan menunjukan cengiran nya yang nampak hambar.
"Ehh?" Heran mereka, apa yang sebenarnya terjadi? mereka heran kenapa Alegra malah duduk santai di pojokan?
"Cih, tunggu hukuman dari ku." Datar Chareen dengan meninju perut Albertus dan segera menendang kepalanya hingga membuat laki-laki itu jatuh tersungkur dengan kepala yang membentur dinding gua.
Begitu pun dengan para anggota mereka yang sibuk bertarung untuk membunuh lawannya, Chareen sendiri ingin segera membunuh laki-laki itu namun dia masih tidak pernah menyelesaikan misi dalam kondisi tidak tuntas.
"Ukhukk Ukhukk Ukhukk...." Albertus terbatuk saat Chareen menginjak dada nya yang dirinya sendiri tengah telentang dengan mulut dan kepala yang terus mengeluarkan darah.
"Jangan biarkan dia mati, bawa dia ke markas!" Ucap Chareen pada Ricko yang langsung mengangguk tanpa bertanya lagi.
Deg!
Chareen terkejut saat Alegra memeluknya secara tiba-tiba dan membawa nya ke arah samping yang berlawanan, ternyata ada seseorang yang berusaha menembaknya di saat Chareen meneliti identitas mereka yang ada di salah satu pasukan mereka yang sudah tewas.
"Kenapa kau lengah?" Tanya Alegra dengan tangan yang masih memeluk pinggang Chareen. Chareen sendiri awalnya memang terkejut namun dengan cepat Chareen membalikkan keadaan yang kini malah menatap Alegra datar dan dingin.
"I-itu... A-aku... " Gugup Alegra dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Arjun yang berada tak jauh dari sana hanya menghela nafas berat. Di mana wibawa Alegra yang dikenal sangat dingin dan menakutkan itu?
"Selesaikan dalam waktu 1 menit." Dengus Chareen dengan pergi dari sana meninggalkan Alegra yang kini malah tersenyum lebar.
Dengan cepat Alegra mengeluarkan pistol nya dan menembak mereka satu persatu dalam jarak yang lumayan sangat jauh namun mengenai sasaran, tidak membutuhkan satu menit untuk menyelesaikan hal itu dan semua musuh yang ada kini sudah tumbang dengan darah yang ada di mana mana.
Alegra menghampiri Chareen yang sedang memejamkan matanya di bawah pohon dengan posisi berdiri dan bersandar pada batang nya, dengan cepat Alegra segera menyusul.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Alegra yang ingin sekali di puji oleh Chareen.
"Aku tidak melihat apapun." Santai Chareen membuat Alegra cemberut. Namun hal itu segera ia singkirkan setelah melihat pipi Chareen yang memar dan juga bekas darah di sudut bibirnya yang nampak sedikit sobek.
"Siapa yang sudah melakukan nya? aku akan membunuh nya sekarang juga!!!!" Marah Alegra dengan memegang pipi Chareen yang langsung membuka matanya.
"Dia sudah aku urus kau tenang saja." Balas Chareen dengan menyingkirkan tangan Alegra yang masih mengelus pipi nya.
"Tap..."
"Nona, bagaimana dengan berlian itu?" Tanya Arjun pada Chareen.
"Nanti Ricko yang akan mengurus nya, kau istirahat saja." Balas Chareen.
"Tidak non..."
"Apa aku perlu jawaban mu Arjun?" Sengit Chareen, bagaimana pun juga Arjun terluka karena sudah melindungi dirinya.
"Baiklah, untuk pengkhianat itu... Dia sudah di bawa ke tenda untuk di interogasi..." Lapor nya sebelum akhirnya pergi meninggalkan pasangan yang seperti nya akan kembali terjadi perang kedua.
"Maaf, aku tidak bisa melindungi mu..." Lirih Alegra dengan memeluk Chareen.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, aku akan tetap menghukum mu Ale. Sebaiknya kau siapkan energi mu dengan benar!!" Ketus Chareen dan pergi begitu saja meninggalkan Alegra yang hanya bisa pasrah.
Bukannya tidak percaya dengan kemampuan yang Chareen miliki hanya saja Alegra ingin memastikan jika istri nya itu dalam keadaan baik-baik saja, terlebih tadi Bara mengatakan bahwa Arjun dan Chareen terkena granat. Hal itu lah yang membuat Alegra cemas dan khawatir, sebenarnya kondisi tubuh Alegra memang belum membaik namun terus ia paksakan agar bisa bertemu dengan Chareen.
"Alegra?" Kaget Bara yang melihat Alegra menginjak kepala para mayat musuh itu.
"Berani-beraninya mereka melukai istri kesayangan ku, tunggu dan lihat saja nanti... Mereka akan memilih mati dari pada hidup di tanganku!!" Marah nya dengan aura yang membuat beberapa orang yang ada di sana merinding seketika.
Memang pantas jika mereka di satukan, sepasang dewa dan Dewi yang berhati iblis.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya yaa, kalo rame nanti author lanjut lagi...