
Restoran tersebut mendadak ramai, bahkan sudah banyak wartawan yang datang. Entah sejak kapan mereka ada di sana, ekspresi putri Aurora nampak murung dan sedih seakan-akan dirinya sudah di rendahkan oleh Chareen.
"Nona Lee, anda sungguh keterlaluan. Bagaimana bisa anda menyinggung putri Aurora? apa anda tidak tahu bahwa putri Aurora merupakan putri kebanggaan Inggris?" Tanya seorang wartawan wanita yang memang tidak pernah menyukai Chareen.
"Menyinggung nya? sejak kapan saya menyinggung nya? saya hanya duduk di samping kekasih saya yang kebetulan saat ini dia sedang bersama putri Aurora." Balas Chareen yang kembali membuat orang orang berbisik.
Mereka membenarkan apa yang Chareen ucapkan, bukankah itu hal biasa bagi seorang kekasih yang menemui kekasihnya lagi?
"Meskipun begitu anda tetap bersalah nona, anda sudah membuat putri Aurora merasa tidak nyaman. Mohon untuk meminta maaf dan memperlakukan nya dengan baik." Ucap wartawan itu dengan serius.
"Atas dasar apa wanita rendahan seperti anda menyuruh nona saya meminta maaf? apakah begini sikap seorang wartawan?" Tegas Arjun yang baru saja tiba di sana.
Wartawan itu nampak malu, semua orang menyadari hal itu semua bahwa wartawan itu tidak menyukai Chareen dan berniat untuk menyudutkan nya.
"Maafkan saya tuan, saya akan memberikan pelajaran tambahan pada nya." Ucap seorang laki-laki dengan menundukkan kepalanya pada Arjun dan Chareen, dia mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh bawahan nya itu.
Dia takut jika karena kesalahan satu orang akan berdampak buruk pada perusahaan nya.
"Sudahlah, apa yang di ucapkan oleh nona Lee memang benar. Ini semua hanya kesalahpahaman saja." Ucap putri Aurora dengan tersenyum manis dan menundukkan kepalanya sedikit pada mereka.
Mereka yakin berita itu akan menjadi trending topik, di mana sang putri kerajaan menunduk pada mereka semua.
Chareen tersenyum kecil, dia tahu siasat dan taktik yang di mainkan oleh putri Aurora. Itu semua dia lakukan agar dia mendapatkan simpati dari publik dan mereka akan mencaci Chareen yang masih bersikap angkuh.
"Maafkan saya putri Aurora, harusnya saya tidak menemui kekasih saya yang sedang bersama dengan anda. Jika saya mampu menahan untuk tidak bertemu dengan nya mungkin kejadian ini tidak akan terjadi, sekali lagi maafkan saya yang sudah membuat anda tidak nyaman...." Ucap Chareen dengan membungkukkan tubuhnya.
Hal itu semakin membuat publik terkejut, bagaimana tidak? ucapan Chareen membuktikan bahwa pada saat itu putri Aurora dan Alegra sedang bersama dan putri Aurora merasa terganggu karena kegiatan nya di datangi oleh Chareen?
Bahkan mereka juga memotret ekspresi terkejut putri Aurora yang memang membenarkan apa kata Chareen, tapi hal itu ia simpan rapat-rapat dalam hatinya.
"Anda terlalu berlebihan nona, saya dan chef Alegra hanya membahas tentang pekerjaan saja." Ucap putri Aurora dengan tersenyum manis.
"Wahh benarkah sayang? apa cara kerja mu sudah berubah sekarang?" Tanya Chareen dengan menatap Alegra sengit dan tangan yang melingkar di lengannya langsung Chareen remas dengan kencang.
"Tidak sayang, untuk hal pekerjaan sudah selesai kami bahas akan tetapi sepertinya putri Aurora masih ingin menahanku disini dan kebetulan sekali kau datang." Senyum Alegra dengan mengelus rambut Chareen penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Ck, apa anda tidak dengar putri? kenapa kau masih menahan kekasihku? apa kau tertarik pada nya?" Tanya Chareen yang tak tanggung-tanggung ingin menyulut api kemarahan wanita yang sedang berpura-pura itu.
"Kau!!!" Geram nya, tapi langsung ia ubah kembali ekspresi nya.
"Ada apa ini?" Tanya seseorang yang langsung menjadi pusat perhatian.
Alegra mendengus tidak suka, seseorang itu berdiri di depan mereka semua dengan tatapan tegas nya.
"Tuan Vino?" Ucap mereka dengan terkejut.
"Putri Aurora, apa anda merasa ketidaknyamanan disini? apa perlu saya menyiapkan semua yang anda inginkan?" Tanya Abimanyu.
"Tidak perlu tuan Vino, saya harus segera kembali pulang. Ah ya, saya harap kalian bisa datang ke acara tahunan di istana ayah ku yang bertepatan pada hari ulang tahun ku." Ucap nya dengan memberikan sebuah undangan yang nampak mewah pada Abimanyu dan Alegra, lalu memberikan nya juga pada Chareen.
"Dengan senang hati putri." Angguk Abimanyu dengan tersenyum kecil tapi matanya tak lepas dari Chareen yang berada dalam rangkulan Alegra.
"Baik." Senyum putri Aurora dengan melirik Chareen yang acuh tak acuh pada nya.
Akhirnya putri Aurora pergi meninggalkan restoran tersebut, setiap langkahnya terus menggerutu tentang Chareen. Ini pertama kali nya dia di perlakukan seperti itu, bahkan di tolak pun ini adalah hal baru baginya.
Dia tidak menyangka jika Alegra akan menolak ajakannya, dan juga Chareen yang tak henti-hentinya membuat nya malu.
"Jangan sampai ayahku tahu, hapus semua beritanya." Tegas putri Aurora dengan ekspresi buruk nya.
"Baik putri."
"Aku mau kau menyelidiki semua tentang gadis yang bernama Chareen itu, aku ingin saat dia menghadiri acara ulang tahun ku dia hancur sehancur-hancur nya!" Ucap nya dengan mata yang menggelap.
"B-baik putri." Patuh nya.
Yang tahu tentang sikap aslinya hanya sang asisten yang sudah lama bekerja untuk nya, sedangkan sang ayah? dia tidak tahu menahu.
•••
Setelah kejadian itu, Chareen memilih pergi bersama Chaty tanpa menghiraukan Alegra yang kalang kabut karena Chareen terus mendiami nya. Garel dan Jimmy tidak bisa melakukan apapun karena mereka sendiri pun sedikit takut dengan Chareen.
__ADS_1
"Sayang.... Ayolah.... Aku tidak tahu jika kejadian nya akan seperti ini." Rengek Alegra yang sudah tidak bisa mempertahankan image nya lagi.
Jimmy yang baru pertama kali melihat sikap manja Alegra hanya bisa melongo dengan mulut terbuka dan mata yang melotot.
"D-dia....?" Tunjuk Jimmy pada Alegra.
Garel yang melihat itu hanya terkekeh, dia menepuk pundak Jimmy dengan pelan dan berlalu pergi meninggalkan Jimmy yang masih tidak sadar dalam keterkejutan nya.
Sesampainya di hotel, Chareen dan Chaty langsung masuk kedalam kamar dan menutup nya dengan cepat. Sebelum itu, Chareen sudah mengganti pin nya hingga membuat Alegra semakin uring-uringan di depan pintu.
Tok tok tok tok
"Sayang...."
"Sayang, buka pintunya...."
"Sayang...."
"Aku minta maaf...."
Alegra terus-menerus mengetuk pintu kamar Chareen, sedangkan orang yang dia panggil sedang berpesta dengan Chaty.
"Hahaha kau lihat ekspresi nya tadi? benar-benar buruk!!! hahahaa...." Tawa Chaty dengan meminum wine yang di berikan oleh Chareen.
"Hmm... Dia pasti sedang membuat rencana untuk menjatuhkan ku." Senyum Chareen yang ikut juga meminum wine.
"Char, apa tidak apa-apa? maksudku dia itu..."
"Apa kau meragukan kehebatan ku Chat?"
"Tidak, tentu saja tidak. Tapi aku takut jika dia menyiapkan rencana besar di saat acara nanti, kau tahu bukan apa maksudku?" Cemas nya.
"Kau tenang saja, aku tentu saja tahu. Meskipun kita berada di kandang nya tapi kedatangan kita juga merupakan kehormatan untuk ayahnya, dengan kata lain keselamatan kita pasti sudah di atur oleh nya." Jelas Chareen.
"Itu memang benar, tapi aku takut jika dia mempermalukan mu seperti kau mempermalukan nya tadi."
__ADS_1
"Kau tenang saja, dia hanya seekor ulat yang bersembunyi di balik daun yang tak berguna!!" Ucap Chareen dengan meminum wine tersebut, sorot matanya sangat sangat mengejutkan bagi Chaty. Dia seakan-akan bukanlah Chareen yang dia kenal itu.
Alhamdullilah terimakasih banyak untuk kalian yang sudah memberikan dukungan nya pada author, percaya ga percaya semangat dari kalian membuat author semangat untuk upp kembali. Terimakasih banyak semuanya ❤️🙏