Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Akrab


__ADS_3

"Lepas! jika tidak aku akan berteriak!"


"Sayang, aku bisa jelasin. Kemarin aku...."


"Cihh, siapa yang kau panggil sayang tuan?"


Saat ini, Claire dan William sedang berada di gazebo belakang. Sebelumnya Claire bersama dengan Chaty dan Raini namun karena mereka berdua harus mengambil makanan jadi nya hanya ada Claire di sana.


"Sayang, aku mohon jangan seperti ini. Maafkan aku, a-aku tidak mau berpisah dengan mu....." Ucap William dengan memegang tangan Claire kencang.


"Tolong lepaskan tangan saya, saya tidak ingin membahasnya lagi." Datar Claire.


"Ayolah Claire, aku tahu kamu masih mencintai ku bukan? beri aku waktu lagi aku mohon...." Pinta nya.


"Apa kau tidak bisa mencerna bahasa manusia tuan?" Marah Claire dengan menghempaskan tangan William namun lagi-lagi William berhasil memegang nya kembali.


"Akhhhh lepaskan!! kau..."


"Maaf tuan, anda menyakiti nya." Potong seseorang dengan menarik tangan Claire dari genggaman William dan membawanya ke belakang tubuhnya.


"Siapa kau?" Tanya William datar.


"Seharusnya saya yang menanyakan hal ini pada anda, Kenapa anda membuat keributan di kediaman Kim?" Balik tanya nya dengan menatap William penuh remeh.


"Saya sedang berbicara dengan kekasih saya, apa itu masalah untuk anda?"


"Siapa yang kau sebut kekasih tuan? apa anda lupa kekasih anda ada di rumah?" Sinis Claire.


"Claire!"


"Kak Michael, ayo kita masuk." Ajak Claire pada Michael dengan menggandeng nya.


William yang melihat kepergian Claire hanya bisa berteriak prustasi, William tidak lagi melihat tatapan cinta Claire pada nya. Justru sekarang hanya terlihat tatapan marah dan benci saja, William tidak terima itu.


"Ahh maafkan aku kak, aku tak sengaja...." Malu Claire karena terus menggandeng Michael yang hanya terkekeh dan mengelus rambut Claire lembut.


"Tidak apa-apa, apa kau baik-baik saja?" Tanya Michael dengan membawa Claire duduk di kursi taman belakang.


"Aku baik, terimakasih karena sudah menolong ku." Senyum Claire.


"Sama-sama, apa benar dia kekasih mu?"


"Bukan, lebih tepatnya mantan kekasih."


"Ahh pantas saja, tapi sepertinya dia masih menyukai mu."

__ADS_1


"Tidak, dia sudah ada wanita di sampingnya. Aku tidak ingin egois, dan lagi.... Hati tidak dapat di bagi."


"Kau benar, apa kau masih sekolah?"


"Eh ya, sebentar lagi aku akan lulus." Angguk Claire.


"Oh benarkah? lalu setelah lulus nanti kau akan pergi kemana?" Tanya nya dengan antusias.


"Entah, aku masih belum memikirkan hal itu."


"Bagaimana jika kau berkuliah disini? kau bisa tinggal di kediaman Park, bukankah kau juga adik ipar dari kakak sepupuku?"


"Ehh bolehkah? aku akan memikirkan nya." Senyum Claire.


Mereka berdua terus berbincang sampai tak terasa bahwa waktu malam sudah hampir tiba, mereka segera pergi untuk bersiap-siap.


•••


"Sudah..."


"Tapi kau baru makan dua suap sayang, tambah lagi ya?" Pinta Alegra dengan tangan yang memegang semangkuk bubur.


"Aku tidak nafsu Ale, kau saja yang makan." Tolak Chareen dengan suara lemahnya.


"Hhh baiklah, sekarang minum obat nya." Sabar Alegra dengan mengambil obat dan juga minum untuk Chareen, bagaimana bisa Alegra meninggalkan Chareen dalam kondisi seperti ini?


"....... Ya, kau tak perlu khawatir. Aku sendiri yang akan membereskan nya, kau istirahat saja jangan terlalu banyak pikiran oke? aku ingin kau kembali seperti semula."


"Baiklah, aku serahkan semua ini pada mu."


Alegra membantu Chareen berbaring dan ikut menyusul nya juga, Chareen tak bisa leluasa bergerak karena tangannya terdapat jarum infus. Jadi Alegra lah yang memeluknya erat, jika di lihat.... Chareen memang sedikit berisi sekarang sehingga membuat Alegra gemas.


"Bagaimana dengan Claire? sepertinya tadi aku melihat William juga..." Tanya Chareen dengan menatap Alegra yang baru saja memejamkan matanya.


"Sepertinya Claire tertarik pada saudara sepupu mu..." Balas Alegra dengan mata yang terpejam.


"Sepupu? Victor? atau..... Jangan-jangan Michael?" Tanya Chareen memastikan.


"Sepertinya, aku tidak tahu siapa namanya yang jelas dia terlihat dua tahun lebih tua dari Claire."


"Ah ternyata seperti itu, kami memang tidak terlalu dekat. Bukan karena hal tertentu melainkan kami dari keluarga yang terpisah marga, sehingga mereka hanya keluarga bagian yang jarang sekali berkumpul. Kami hanya bertemu beberapa kali saja, itu pun saat aku masih bersekolah."


"Untuk laki-laki yang pendiam itu sepertinya dia memang misterius ya? tapi anehnya dia selalu memperhatikan mu."


"Siapa? Victor? dari dulu dia memang seperti itu, itu karena dia memang pernah menyukai ku..... Tapi, kakek tidak mengizinkan nya."

__ADS_1


"APA?" Kaget Alegra dengan langsung terduduk di atas ranjang.


Victor, laki-laki itu memang nampak tampan dan terlihat misterius. Terlebih, dia juga merupakan penguasa muda yang sukses di Jepang.


"Lalu bagaimana dengan mu?" Tanya Alegra penasaran.


"Bagaimana apa? yah aku dulu memang pernah menyukai nya, dia tampan, baik, lembut, hangat dan.... Selalu memberikan apa yang aku mau. Tapi, meskipun kami di bolehkan menikah tetap saja, kakek tidak pernah merestuinya karena dia tidak ingin cucu cucu nya itu saling jatuh cinta."


"....."


"Ale? apa kau baik-baik saja?" Tanya Chareen untuk memastikan, pasalnya Alegra hanya diam dengan tatapan yang... Entahlah.


"Jujur padaku, siapa yang paling tampan di antara kami berdua?" Tanya Alegra dengan memegang pipi Chareen lembut.


"Apa? tentu saja kau..." Balas Chareen dengan yakin.


"Siapa yang paling hebat di antara kami?"


"Kau, Alegra!"


"Lalu, siapa yang paling...."


"Astaga, jangan katakan bahwa kau cemburu? oh ayolah Ale..... Sekarang ini kau suami ku! bukan kekasihku lagi, apa masih mau kau cemburu dengan nya?" Kesal Chareen.


"Hh syukurlah... Aku hanya memastikannya saja, aku takut kau akan berpaling ke lain hati." Lembut Alegra dengan mengecup bibir Chareen singkat.


"Alasan! kau memang pencemburu Ale, sudahlah... Aku ingin keluar."


"Ehh kemana? mama menyuruh mu untuk istirahat."


"Aku bosan Ale, lagian sekarang juga masih belum larut. Aku ingin bertemu teman-teman ku."


"Tapi.... Hhh baiklah..." Pasrah Alegra dengan membantu Chareen untuk duduk di kursi roda karena Chareen masih terlihat lemas.


Di lorong, Chareen bertemu dengan Claire dan Michael yang sedang berbincang dengan tawa yang sesekali keluar dari bibir cantik Claire.


"Hoh, seperti nya kalian sudah sangat akrab ya?" Ucap Chareen yang membuat mereka berdua terlihat kaget.


"Kakak sepupu? anu.... Apa kau sudah membaik?" Tanya Michael dengan menggaruk tengkuknya, untuk Claire? wanita itu hanya menunduk karena Alegra yang menatap nya aneh.


"Sudah, apa kalian sedang berkencan?" Tanya Chareen dengan menatap kedua nya.


"A-apa maksud kakak? kami tak sengaja bertemu dan berbincang sebentar." Malu Claire yang membuat Chareen terkekeh geli.


"Ya sudah, kenapa kalian harus terlihat malu-malu seperti ini? ayo sayang, kita ke dapur. Aku lapar...." Goda Chareen dengan meninggalkan mereka berdua yang hanya diam membantu.

__ADS_1


Alegra sendiri hanya menggelengkan kepalanya saja dengan sikap Chareen yang sangat jail, tapi Alegra juga merasa lega karena sikap Chareen sudah kembali ceria dan tidak bersedih lagi.


Jangan lupa like dan komen nya yahh ♥️


__ADS_2