Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
7 titik


__ADS_3

Chareen menggeliatkan tubuhnya, setelah beristirahat cukup lama akhirnya Chareen merasa segar kembali. Di lihatnya sosok Garel yang terlelap dengan mulut terbuka, melihat itu Chareen hanya terkikik geli. Di ambil nya jeruk yang ada di nakas lalu di peras nya di dekat mulut Garel hingga tetes demi tetes air jeruk itu pun mulai keluar dan masuk kedalam mulut Garel.


Merasakan hal itu, Garel langsung terbangun dengan ekspresi wajah yang sangat buruk. Chareen tertawa terbahak-bahak setelah melihat kesadaran Garel yang terkumpul.


"Apa yang kau lakukan? haishh...." Keluh Garel dengan mengusap mulutnya.


"Kau tidur seperti orang mati, sepertinya masih sempat untuk pergi ke kantor." Ucap Chareen dengan melirik jam yang menggantung di dinding.


"Apa kantor? tidak! tidak ada kantor hari ini, kau istirahat dan bersantai lah disini." Tolak Garel dengan cepat.


"Apa yang kau tahu? hari ini aku harus menyerahkan semua dokumen penting pada beberapa investor, ada pertemuan juga dengan pemilik perusahaan as..."


"Kakak ku sudah menitipkan mu padaku, jangan membuatku susah Char. Kau tahu sendiri bagaimana kejamnya kak Ale jika dia mengancam ku! kak Ale tidak segan-segan akan memaksa ku untuk masuk ke perusahaan nya! bukankah itu sangat menyeramkan?" Keluh Garel, untuk Chareen dia hanya diam dengan menatap Garel bodoh.


"Dan lagi, urusan kantor sudah di kerjakan oleh Raini. Kau tak perlu khawatir..."


"Aku tidak khawatir, urusan kantor milik keluarga Alegra memang masih bisa di andalkan oleh Raini tapi tidak dengan perusahaan keluarga ku, kau tahu bukan bahwa perusahaan ku sedang tidak baik-baik saja sekarang?" Jelas Chareen.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Nona, apakah anda sudah bersiap? tuan Jimmy ingin bertemu dengan anda untuk membahas masalah perusahaan."


"Katakan padanya untuk bertemu di tempat biasa, aku akan segera datang." Balas Chareen dengan mematikan sambungan teleponnya.


"Aku akan mengantarmu." Ucap Garel dengan pergi begitu saja, Chareen sendiri hanya pasrah meskipun dia tidak ingin Garel ikut.


••••


"Sayang?" Senang Garel dengan memeluk Chaty yang ada di lorong bersama Claire dan Raini yang berada di kursi roda.


"Ck, lepaskan aku... Apa kau tidak lihat disini ada mereka?" Kesal Chaty.

__ADS_1


"Apa kakak ingin pamer kepada ku?" Tanya Claire dengan melirik Garel.


"Tidak, untuk apa pamer pada bocah kecil seperti mu." Santai Garel dengan mengecup pipi Chaty.


"Kau mau kemana? bukankah kau tidak di bolehkan keluar?" Heran Chaty saat melihat Garel yang sudah rapih kembali.


"Aku akan mengantar Chareen untuk bertemu klien nya, hanya sebentar karena Chareen tidak di perbolehkan untuk terlalu lama di luar." Jelas Garel.


"Haish! kenapa Chareen masih ingat berkeliaran? bukankah seharusnya dia tetap ada di kamar?" Kesal Chaty.


"Aku sudah lebih baik, lagian... Aku juga harus menyelesaikan masalah kantor yang sudah di kacau kan oleh kekasih dari mantannya Claire..." Santai Chareen yang baru muncul di balik pintu kamar Alegra.


"Apa maksudmu kakak? jangan katakan hal itu lagi!" Ketus Claire membuat mereka terkikik.


"Apa kau sudah menemukan investor lain untuk menutupi anjlok nya saham? jika masih belum aku bisa menghubungi ayah ku untuk me..." Ucap Raisa yang langsung terpotong.


"Aku tidak memikirkan masalah saham yang menurun tapi akreditasi nya yang aku pikirkan, masalah saham aku juga memiliki banyak yang ingin mengantri di belakang. Jika akreditasi yang di miliki perusahaan ku menurun maka penjualan di pasaran pun akan terganggu." Jelas Chareen.


"Maafkan Alegra yang tidak bisa..."


"Tidak masalah, Bara juga sudah merasa tenang karena kalian mau merawat ku disini." Lirih Raisa yang langsung di peluk oleh Claire.


"Bukankah kita adalah saudara? sudah seharusnya kita saling melindungi..." Ucap Claire membuat mereka tersenyum, meskipun Claire yang paling kecil di antara mereka tapi Claire sudah bisa berfikir dewasa.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi.... Malam nanti, kita pesta oke?" Ucap Chareen dengan mengedipkan sebelah matanya dan pergi dengan santai.


Mereka bersorak gembira, sudah lama mereka tidak berpesta di sana.


"Aku akan membeli banyak daging dan juga sosis! apa kalian ada yang mau titip?" Tanya Chaty dengan senang.


"Aku ingin makanan seafood kak Chat, aku tidak bisa pergi karena aku harus menemani kak Raisa disini." Semangat Claire.

__ADS_1


"Tentu, kalau begitu aku pergi... Aku ada acara di luar sebentar." Pamit Chaty.


"Sepertinya hubungan kalian sangat dekat, aku melihat Chaty nampak biasa dengan kedekatan Chareen dan kekasih nya itu." Ucap Raisa yang kagum dengan kekeluargaan mereka.


"Maksud mu dengan kak Garel? dari dulu, sebelum kak Chareen dekat dengan kak Ale pun kak Garel sudah dekat dengan nya. Mereka bersahabat sejak sekolah dulu hingga bisa mendapatkan panggung yang sama, tidak hanya kak Garel, kak Jimmy pun salah satu bagian dari mereka. Terlebih, kak Chaty tidak pernah cemburu akan kedekatan mereka berdua, bagi nya... Chareen terlalu sempurna untuk bisa bersama Garel. Bukankah itu pemikiran yang dangkal?" Tanya Claire.


"Haha kau benar, jika saja Chareen seperti wanita wanita lain yang suka memakan temannya sendiri mungkin Chaty pun akan lebih beringas."


"Hmm, antara kak Chaty dan kak Chareen keduanya sama-sama istimewa bagi ku. Aku beruntung bisa memiliki ipar yang baik seperti mereka..."


"Aku iri padamu.."


"..." Claire hanya tersenyum tipis, hampir semua orang mengatakan hal itu.


••••


"Sudah aku temukan, mereka berada tidak pergi ke luar negeri melainkan sedang menyamar di kota! Mereka sengaja mengecoh kita agar kita tidak bisa menemukan mereka..." Jelas Arjun dengan menunjukan laptopnya.


"Osaka? sepertinya mereka memang kembali merencanakan sesuatu setelah melihat penyerangan kita. Mereka tidak sebodoh yang aku kira...." Santai Alegra dengan menghisap rokoknya.


"Kau? kau berfikir bahwa mereka bodoh?" Kaget Bara namun Alegra hanya diam dengan ekspresi santai nya.


"Bukankah sudah Alegra katakan bahwa kekuatan nya baru ia keluarkan 65%? kau jangan meremehkan ke santaian nya, di balik sikap santai nya dia sebenarnya sedang menyiapkan rencana besar di otak nya itu." Ucap Arjun membuat Ricko dan Bara akhirnya mengerti.


Bukankah Alegra sangat menyeramkan? jika dalam perang, Alegra bisa menjadi sebagai pemimpin ahli strategi. Dengan hitungan menit Alegra bisa mengubah rencana yang sebelumnya sudah ia rencanakan itu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.


"Yokohama, Osaka, Nagoya, Sapporo, Fukuoka, Kobe dan Kyoto. Mereka tersebar di 7 titik ini, markas utama mereka ada Tokyo. Mereka sengaja meninggalkan nya karena mereka pikir jika kita akan menyerang markas utama......" Ucap Alegra dengan menunjukan titik merah yang ada di laptop.


"Kau? bagaimana kau tahu jika itu markas mereka?" Heran mereka, Arjun sendiri belum mencari tahu nya.


"Jika ingin menyerang musuh, pastikan dulu tentang kebenarannya. Cari tahu sampai akar, jangan sampai terhenti di tengah jalan hanya karena kelalaian sendiri. Bukankah itu sangat memalukan?" Ucap Alegra membuat mereka diam.

__ADS_1


__ADS_2