
Maafkan author yah temen-temen, author baru bisa upp lagi setelah hampir 1 Minggu tidak upp. Author baru pulang kemarin malam di acara kampus, mohon kalian semua jangan marah yah.
Hari ini author akan crazy upp khusus untuk kalian, karena author sangat senang. Kemarin ada paket yang datang, ternyata itu hadiah dari pihak noveltoonđź’™
Jangan lupa dukungan nya yah🙏
•••••
Sore ini Chareen dan Alegra hendak kembali ke tempat asalnya namun Alegra malah membatalkan kepulangan nya hingga membuat Chareen sangat kesal, sejak tadi Chareen terus diam tanpa menghiraukan panggilan Alegra.
"Sayang.... Mengertilah, aku ada pekerjaan mendadak malam ini. Aku janji besok pagi aku sudah ada di samping mu." Ucap Alegra dengan memeluk Chareen dari belakang.
"...." Chareen hanya diam.
"Sayang... Ayolah, ada hal penting yang ingin aku kerjakan disini....." Alegra sudah putus asa dengan kediaman Chareen sejak tadi, dia tidak bisa melihat wanita kesayangan nya tak senang seperti sekarang.
"Hhh... Baiklah.... Kita pulang." Pasrah Alegra dengan mencium kening Chareen yang langsung mendongakkan kepalanya tiba-tiba.
"Tidak perlu, kau urus saja dulu pekerjaan mu." Ucap Chareen akhirnya.
"Tidak apa sayang, aku tidak bisa melihat mu tak senang seperti sekarang." Lembut nya membuat Chareen menghela nafas panjang.
"Aku baik-baik saja, mungkin ini efek dari tamu bulanan ku." Senyum Chareen.
"Benarkah?" Tanya Alegra memastikan.
"Hmm... Kau harus hati-hati disini, jangan berdekatan dengan wanita lain. Apa kau mengerti?" Tanya Chareen dengan melingkarkan tangannya di leher Alegra.
"Aku mengerti sayang, hanya untuk malam ini saja aku janji." Senang Alegra dengan mencium mesra bibir Chareen.
Chareen pun hanya bisa membalasnya dengan sepenuh hati karena tak bisa Chareen pungkiri bahwa dirinya pun sangat menyukai bibir Alegra.
"Nona penerbangan nya sud...." Arjun berdiri di dekat pintu kamar dengan mata yang membulat dan tubuh yang berdiri kaku.
Arjun hanya bisa merutuki kebodohan nya saja, dengan susah payah Arjun menelan ludahnya saat tatapan tajam yang berasal dari mata Alegra.
"A-arjun... Hmm aku pergi dulu, cepatlah pulang." Malu Chareen namun ia sempatkan untuk mengecup pipi Alegra sebelum akhirnya pergi begitu saja dengan pipi yang bersemu.
"Hmm... Nona Chareen sudah pergi..." Arjun langsung berlari menyusul Chareen sebelum amarah Alegra meledak.
__ADS_1
Alegra sendiri hanya mendecak kesal, sudah berkali-kali Arjun mengganggu waktu berharga nya dengan Chareen. Sepertinya Alegra harus mencarikan wanita untuk laki-laki menyedihkan itu.
•••
"Nona, saya tidak bisa mengantarkan anda pulang. Saya akan kembali bersama Alegra, tapi nona tenang saja.... Para bawahan saya sudah siap untuk mengantarkan nona dengan selamat." Ucap Arjun dengan tersenyum kecil.
"Terimakasih Arjun, tolong jaga Alegra disini. Jangan biarkan dia terluka oke...." Balas Chareen dengan tersenyum manis.
"Baik nona, hati-hati...."
Chareen hanya tersenyum, dia menghela nafas panjang saat pesawat yang ia tumpangi sudah mulai lepas landas.
"Sepertinya Alegra memiliki rahasia yang masih ia sembunyikan..." Gumam Chareen dengan mengetuk-ngetuk kan jarinya di kursi pesawat, tak lama kemudian senyum miring muncul di bibir Chareen.
"Menarik....." Ucap Chareen dengan terkikik.
•••
Abimanyu terkejut saat mendengar suara ledakan di depan gerbang markasnya, dengan cepat dia menyuruh anak buahnya untuk melihat kondisi di depan.
"Apa yang terjadi? bunyi apa itu?" Tanya Abimanyu dengan mata yang menyalang.
"Tuan... Di depan ada tuan Arjun dan.... Tuan Alegra, mereka... mereka..." Jawab anak buahnya dengan penuh ketakutan.
"Hoh, apa kau pikir kami pecundang?" Ucap seseorang dengan nada yang meremehkan.
Abimanyu terkejut dengan sosok Arjun yang datang dengan Alegra, bukan itu yang membuat Abimanyu terkejut melainkan dengan sosok Alegra yang langsung duduk di salah satu kursi yang sudah di sediakan oleh mereka.
"Kalian!!!" Geram nya.
"Tujuh ribu orang di bagian Utara sudah lenyap, 5 ribu orang di bagian selatan sudah hancur, delapan ribu orang di bagian timur sudah hangus terbakar dan.... Dua belas ribu orang di bagian barat masih selamat, ahh ralat... mungkin sekarang tersisa beberapa ribu orang saja." Ucap Alegra dengan santai.
Mata Abimanyu melotot tak percaya, dia segera melihat ke arah anak buahnya yang sudah terduduk di lantai dengan penuh ketakutan.
"Kau! apa maksudmu hah!!" Marah Arjun dengan pistol yang ada di tangannya.
"Sutt tenanglah... Jangan terburu-buru, malam ini saya luang jadi kita bisa bermain-main sepuasnya..." Senyum Alegra.
Abimanyu semakin di buat tak mengerti dengan Alegra, bagaimana mungkin Alegra bisa berbicara seperti itu? Di liriknya Arjun yang masih santai di samping Alegra dengan posisi... Berdiri?
__ADS_1
"Bodoh!" Celetuk Arjun yang di balas tawa oleh semua anak buah Alegra.
"T-tuan... Selama ini kita salah, sebenarnya tuan Arjun hanyalah tangan kanan tuan A-alegra...." Cicit sekertaris Abimanyu.
"APA?" Abimanyu terkejut bukan main, dia langsung melirik Alegra.
Arjun saja sudah sangat menyeramkan dan juga.... Kuat, lalu apa kabar dengan Alegra?
"Hanya sampah kecil namun memiliki nyali yang luar biasa untuk merebut wanita ku." Sinis Alegra.
".... Meskipun kau ketua dari mereka tapi kau tidak memiliki hak untuk mengatur siapa yang akan menjadi pasangan Chareen!!" Balas Abimanyu yang semakin membuat Alegra tertawa.
"Bahkan dengan itungan detik pun aku mampu menggulingkan perusahaan mu, lalu apalagi yang ingin kau banggakan hmm?" Tanya Alegra dengan tersenyum meremehkan.
Abimanyu seakan tersadar, dia lupa bahwa kelompok Alegra merupakan kelompok yang sangat di hormati di dunia bawah, banyak sekali perusahaan dan beberapa toko lelang yang sudah berhasil di kuasai nya. Tapi kenapa laki-laki itu memilih untuk menjadi chef?
"Hah.... Aku sudah bosan, bawa laki-laki itu kemari." Ucap Alegra yang langsung di angguki oleh Arjun.
Abimanyu yang masih dalam mode diam pun tersentak saat Arjun menyeret nya dengan paksa, Abimanyu terduduk di bawah kaki Alegra yang nampak seperti raja itu.
"Apa kau masih berani mengganggu nya?" Tanya Alegra dengan mengangkat dagu Abimanyu dengan kaki nya.
"..." Abimanyu hanya diam dengan rahang yang mengeras.
BRUGHHH
"JAWAB! APA KAU TIDAK DENGAR APA YANG DI UCAPKAN NYA?" Bentak Arjun, sekarang sudah tidak ada lagi Arjun yang tersenyum. Sekarang hanya ada Arjun yang mirip sekali dengan iblis.
Abimanyu terbatuk-batuk dengan darah yang keluar dari mulutnya, tendangan Arjun di punggung nya membuat Abimanyu merasakan sakit yang tak terkira.
Abimanyu menatap Alegra tajam, dia mengepalkan tangannya. Terlihat sorot matanya yang nampak ingin sekali membunuh Alegra hidup-hidup.
"Lemah...." Sinis Alegra dengan bangkit dari duduknya dan sengaja menginjak kaki Abimanyu hingga membuat laki-laki itu meringis kesakitan.
"Bawa dia ke markas kita, bakar hidup-hidup mereka yang terus melawan!!" Ucap Alegra dengan melirik tajam anak buah Abimanyu yang langsung merinding di buatnya.
"Baik tuan besar." Patuh mereka.
Alegra tersenyum puas saat melihat raut ketidakpuasan Abimanyu, meskipun Abimanyu sangat di hormati di negaranya dan di junjung tinggi oleh mereka namun semua itu tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan Alegra.
__ADS_1
Hampir 90% kehidupan di dunia gelap berada di genggaman nya, sedangkan kebanyakan orang yang aktif di dunia gelap adalah para pengusaha di berbagai dunia.
Jadi, sudah di ketahui bukan siapa yang lebih berkuasa?