Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Ganti


__ADS_3

Chareen menggeliatkan tubuhnya karena terasa pegal, setelah beberapa saat akhirnya kesadaran nya pun mulai terkumpul. Hal pertama kali yang ia lihat adalah sosok Alegra yang berada di sampingnya, Alegra hanya tersenyum manis pada Chareen dan mengecup bibir nya singkat.


"Selamat pagi sayang, bagaimana tidur mu?" Tanya Alegra dengan suara lembut nya.


"Hmm, tubuh ku terasa pegal." Jujur Chareen membuat Alegra terkekeh.


"Maafkan aku sayang, aku akan memijat tubuh mu jika kau mau." Senyum Alegra.


"Tidak perlu, jam berapa sekarang?" Tanya Chareen.


"Jam setengah 7, ada apa? apa kau ada acara?" Tanya Alegra penasaran.


"Ya, Claire dan Raini mengajakku untuk berenang di bawah." Balas Chareen dengan menguap.


"Tidak boleh!!" Ucap Alegra dengan cepat.


"Why?" Heran Chareen.


"Tidak apa, sebaiknya kau istirahat saja disini."


"Hhhh, aku tidak janji. Apa kau mau keluar hari ini?"


"Ya, ada seseorang yang harus aku temui. Sore nanti baru aku kembali."


"Baiklah."


Chareen bangkit dari sofa dan berjalan mendekati ranjang, terlihat dua orang wanita yang masih terlelap dengan penampilan yang berantakan. Ralat, hanya Claire saja yang tidur nya tak beraturan.


"Aku akan mandi, aku yakin kau sudah mandi."Ucap Chareen yang melihat sosok Alegra yang nampak segar dan fresh.


"Hmm." Angguk nya.


Setelah kepergian Chareen, Alegra mulai membuka ponsel nya. Ekspresi nya nampak datar dan berbeda dari biasanya, namun sudut bibirnya sedikit terangkat hingga membentuk seringaian yang membuat orang-orang merinding di buatnya.


"Halo?"


"Untuk sementara aku tidak bisa datang, aku sibuk dengan masakan ku."


"Baik tuan."


Alegra menghela nafas panjang, hingga akhirnya Alegra memilih untuk pergi ke balkon kamar. Dia menghirup udara bebas di sana, bohong jika sampai sekarang Alegra tenang dengan ucapan Chareen. Karena dia tidak tahu, kapan hati seseorang bisa berubah.


"Apa yang kau lakukan di sana?" Tanya Chareen yang datang dengan rambut yang basah dan berantakan.


"Tidak ada." Balas Alegra dengan tersenyum dan menarik Chareen untuk duduk di kursi yang ada di balkon.


"Tidak usah, aku akan mengeringkan nya menggunakan hair dryer." Tolak Chareen saat Alegra ingin mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


"Tidak apa." Ucap nya.

__ADS_1


Posisi mereka nampak begitu manis, dengan Chareen yang duduk di kursi dan Alegra yang berdiri di depannya. Pijatan Alegra di kepalanya membuat Chareen merasa nyaman, dengan perlahan Chareen melingkarkan kedua tangannya di pinggang Alegra dan membenamkan wajahnya di perut Alegra.


"Ada apa hmm?" Tanya Alegra lembut.


"Aroma mu sangat wangi..." Gumam Chareen karena wajah nya terbenam di perut Alegra.


Alegra hanya terkekeh saja, dia mendongakkan wajah Chareen hingga mereka saling berhadapan. Perlahan namun pasti, Alegra mulai menundukkan kepalanya hingga nafas mereka mulai saling bertabrakan.


"Kau cantik..." Ucap Alegra dengan suara pelannya.


Chareen hanya tersenyum dengan mata yang terpejam, kedua tangannya ia lingkarkan di leher Alegra.


Di saat yang bersamaan, kedua insan yang baru bangun itu mulai mengumpulkan kesadaran nya. Namun apa yang mereka lihat?


"Astaga, di mana aku? siapa aku?" Kompak mereka berdua.


Akhirnya, kedua orang itu saling pandang dan langsung berpelukan.


"Kak Raini, yang sabar.... Nasib kita memang sama hiks..."


"Kau pun harus sabar Claire, kita memang sejalan huwaaaaa....."


Bagaimana tidak? mereka baru bangun dan sudah di suguhkan pemandangan yang membuat para jomblo seperti mereka menangis melihat nya.


Untuk pasangan tersebut, mereka memilih untuk tidak peduli keadaan sekitar. Mereka terus memagut satu sama lain, hingga akhirnya Chareen memutuskan ciuman tersebut dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Leherku pegal..." Rengek Chareen.


"Char, apa kau bisa menjaga jarak dengan Vino?" Tanya Alegra di sela-sela acara memijatnya.


"Kenapa? apa kau masih cemburu dengan nya?" Balik tanya Chareen.


"Itu memang alasan yang pertama, namun masih ada alasan yang lainnya."


"Baiklah, aku akan menjaga jarak dengan nya."


"Ehhh benarkah?" Tanya Alegra tak percaya.


"Tentu, bukankah kau menginginkan itu?" Heran Chareen dengan membalikkan tubuhnya menghadap Alegra.


"Terimakasih sayang...." Senang Alegra dengan memeluk Chareen.


Alegra kira Chareen akan menanyakan segala alasannya, tapi siapa sangka? ternyata Chareen mengerti dengan dirinya.


"Apa kau lapar?"


"Hmm." Angguk Chareen.


"Mau makan masakan ku?"

__ADS_1


"Tentu saja, tidak ada makanan yang enak selain masakan mu...." Cengir Chareen yang membuat Alegra tertawa renyah.


"Aku tahu itu." Ucap Alegra dengan mencubit hidung Chareen.


Mereka segera masuk ke dalam kamar, mereka terkejut dengan sosok Claire dan Raini yang hanya acuh dengan kedatangan mereka berdua.


"Ada apa dengan kalian berdua?" Heran Chareen.


"Tidak apa." Balas Claire acuh.


Alegra hanya menaikkan kedua bahunya acuh saat Chareen menatap nya karena ingin meminta penjelasan.


"Aku sudah menyiapkan gaun untuk kalian malam nanti, jadi hari ini kalian tak perlu kemana-mana." Ucap Alegra.


"Ehh benarkah kak?" Tanya Claire yang sudah mulai melupakan masalah tadi pagi.


"Tentu saja." Angguk Alegra.


"Ahhhhh kakak memang yang terbaik!!!!!!" Senang nya dengan memeluk Alegra.


Chareen hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah manja Claire pada Alegra, begitu pun dengan Raini yang memilih untuk mengikuti Chareen yang pergi ke walk in closed.


•••


Alegra terus uring-uringan di atas ranjang sejak setengah jam yang lalu, Claire dan Raini yang melihat itu tak henti-hentinya tertawa.


Bagaimana tidak? Alegra terus menyuruh Chareen untuk berganti pakaian dengan alasan yang tidak pernah masuk akal, Karena sudah beberapa kali Chareen berganti pakaian akhirnya Chareen tidak lagi mendengarkan ucapan Alegra sehingga membuat nya seperti sekarang.


"Gaun ini terlalu terbuka, lihatlah... Punggung cantik mu terlihat dan juga.... Arghhhh pundak dan leher mu begitu menggoda sayang, aku tidak ingin orang lain terus berfantasi tentang dirimu." Rengek Alegra.


"Diamlah!! Gara-gara kau waktu ku terbuang sia-sia!" Kesal Chareen.


"Benar kakak, mau bagaimana pun pakaian yang di kenakan kak Chareen tidak akan pernah membuat nya jelek. Jadi, kakak diam dan menurut lah." Ucap Claire dengan menggelengkan kepalanya karena kasihan dengan Chareen yang terus mendengar ocehan Alegra.


"..." Alegra hanya diam dan mengalihkan pandangannya kesal.


Chareen tersenyum lebar saat melihat penampilan nya yang nampak cantik dan memukau, malam ini Chareen hanya mengenakan dress merah di atas lutut dengan model tanpa lengan.


"Sempurna!!" Ucap Claire dengan memberikan kedua jempol nya pada Chareen yang hanya terkekeh.


Di liriknya sosok Alegra yang hanya diam dengan kedua tangan yang di lipat di dada, Chareen hanya menghela nafas panjang dan segera menghampiri nya.


Cup


"Wajah mu sangat kusut, jika kau terus seperti ini maka jangan salahkan aku jika ak...."


"Baiklah baiklah.." Sela Alegra dengan cepat dan langsung bangkit dari duduknya.


Mereka bertiga hanya menggelengkan kepalanya saja karena ternyata Alegra juga memiliki sisi seperti itu, memang benar apa kata orang-orang jika orang kejam dan dingin sekali pun akan menunjukkan sikap aslinya jika sudah menemukan orang yang tepat.

__ADS_1


Mohon semuanya, aku ga bisa upp crazy yah hehe. Aku ada jadwal MK sampe sore, kemungkinan akan upp kembali nanti malam.


Jangan lupa like' dan komen nya dongg


__ADS_2