
Pagi ini Chareen dan Alegra hanya bermalas-malasan saja di dalam kamar hotel, Alegra yang sibuk dengan dokumen nya membuat Chareen tak senang. Namun Chareen tahu bahwa itu semua demi kebaikan nya di masa depan.
Chareen yang sedang duduk di ranjang pun langsung bangkit dan berjalan mendekati Alegra yang sedang duduk di sofa, Chareen berdiri di samping laki-laki itu yang tetap saja fokus pada komputer nya.
Dengan sedikit kesal, Chareen langsung duduk di pangkuan Alegra yang nampak tersenyum kecil itu. Chareen hanya cemberut dan memilih untuk membenamkan wajahnya di leher Alegra.
"Ada apa sayang?" Tanya Alegra dengan mengelus rambut Chareen.
"Apa kau sibuk? aku ingin jalan-jalan sebelum kembali pulang sore nanti." Ucap Chareen dengan menatap Alegra.
"Baiklah." Angguk Alegra dengan mengecup kening Chareen.
"Benarkah? apa kau sudah tidak sibuk?" Binar nya yang membuat Alegra terkekeh.
"Tentu saja, ayo..." Ajak nya yang membuat Chareen sangat senang dan gembira.
Tak membutuhkan waktu lama, mereka pun sudah siap. Chareen terus menggandeng Alegra untuk menuruni lift itu, sepanjang perjalanan Chareen terus saja mengoceh tiada henti.
Hingga sampai pada lantai bawah, Chareen berpapasan dengan Arjun.
"Selamat pagi.." Sapa Arjun dengan tersenyum kecil pada Chareen.
"Ahh selamat pagi juga Arjun." Balas Chareen dengan tersenyum tapi langsung di tutupi oleh Alegra.
"Ada apa kau kemari?" Tanya Alegra dengan ketus.
"Apa kau lupa bahwa aku sudah menjadi sekertaris nona Chareen?" Balas Arjun dengan tatapan yang penuh dengan ejekan.
"Tidak untuk hari ini, kau pergi lah kemana pun yang kau mau." Kesal nya dengan membawa Chareen pergi.
Chareen sendiri hanya bisa pasrah ketika Alegra membawa nya pergi, tapi sebelum itu Chareen menyempatkan waktu untuk melambaikan tangannya pada Arjun yang langsung membalas juga.
"Ale, kau sangat tidak sopan!" Jujur Chareen.
Saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil, dengan Alegra yang mengendarai nya.
"Tidak apa." Santai nya.
"Ck.." Chareen hanya mendecak tak senang namun begitu juga bagus, Chareen bisa melihat sifat posesif Alegra pada nya.
•••
"Tuan, saat ini tuan Alegra dan nona Chareen sedang pergi. Mereka hanya berdua saja tanpa Arjun di sisinya."
"Ya, mereka memang berdua saja di dalam mobil tapi tidak dengan di belakangnya. Apa kau bodoh? mana mungkin Arjun membiarkan Alegra berkeliaran tanpa pengawalnya?"
__ADS_1
"Ehh tapi tuan, itu memang benar. Kami sudah memastikan nya."
BRUGHHH
"Bodoh! kau bersihkan otak kau terlebih dahulu sebelum berbicara omong kosong padaku!"
Semua orang yang ada di ruangan itu langsung terdiam saat mendengar kemarahan Abimanyu yang nampak kesal itu, di setiap sudut ruangan itu terdapat banyak sekali foto Chareen.
"Bagaimana caranya, Chareen hanya akan menjadi milikku!" Geram nya.
"Tuan, putri Aurora terus mengintai nona Chareen. Tapi semua itu langsung gagal karena penjagaan dari anak buah Arjun sangat ketat."
"Kalian berikan pelajaran pada wanita itu, berani-beraninya dia memiliki niat jahat pada wanita ku!!" Kesal Abimanyu.
"Tapi tuan, tuan Arjun juga sudah menerornya hingga membuat kediaman itu nampak berantakan sekarang. Banyak polisi yang sedang menyelidiki nya namun sampai sekarang tak ada bukti yang mengarah pada nya."
"Dari mana kau tahu bahwa semua itu di lakukan oleh Arjun?" Tanya Abimanyu.
"Apa tuan lupa? hanya tuan Arjun lah yang mampu menutupi kejahatannya tanpa ada bukti setitik pun. Bahkan jika tertangkap pun, mereka tidak akan berani menggugat nya."
"Kau benar, sepertinya mereka sudah mulai menunjukkan taringnya. Untuk saat ini biarkan mereka lengah terlebih dahulu sebelum akhirnya kita rebut apa yang seharusnya menjadi milikku!!" Senyum Abimanyu dengan menghisap rokok nya.
"Baik tuan."
•••
"Ale, mana yang menurutmu cocok dengan ku?" Tanya Chareen dengan menunjukan dua dress yang berbeda.
"Semuanya sangat cocok jika kau sendiri yang memakai nya sayang." Balas Alegra yang sedang duduk bersantai di sofa.
"Ck, cepatlah pilih!!" Kesal Chareen.
"Baiklah, sepertinya yang hitam sangat pas untukmu." Ucap Alegra akhirnya.
"Yang ini?" Angkat nya di tangan yang sebelah kanan.
"Hmm." Angguk Alegra.
"Selera mu sangat manis, tapi sepertinya yang peach lebih cantik. Aku mau yang ini saja..." Ucap nya dengan pergi begitu saja.
Alegra yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu untuk apa tadi bertanya jika jawabnya tidak di hiraukan sedikit pun?
Setelah berkeliling dua jam, Chareen memutuskan untuk duduk di salah satu kursi. Chareen mengelus kaki nya yang terasa berdenyut, saat ini Chareen memang sedang menggunakan high heels.
"Apa lelah?" Tanya Alegra dengan berjongkok di depan Chareen.
__ADS_1
"Ya..." Angguk Chareen.
Alegra meletakkan semua belanjaan Chareen sebelum akhirnya memegang kaki Chareen yang nampak terkejut dengan tindakannya itu, Alegra melepaskan high heels tersebut sebelum akhirnya memijat kaki Chareen penuh perhatian.
Chareen hanya bisa tersenyum senyum, senang rasanya memiliki kekasih yang sangat peka terhadap dirinya itu.
Chareen membuka ponselnya dan memotret Alegra yang sedang memegang kakinya, setelah selesai memotret Chareen langsung memposting nya di akun Instagram nya yang langsung di sukai oleh banyak orang.
"Ada apa sayang?" Tanya Alegra yang mendengar Chareen terkikik.
"Tidak ada sayang." Balas Chareen dengan tersenyum manis.
"Apa masih sakit?" Tanya Alegra penuh perhatian.
"Tidak, tapi sekarang aku lapar..." Ucap Chareen dengan mengelus perutnya.
"Baiklah, ayo kita makan." Ajak Alegra dengan kembali mengambil belanjaan Chareen dan menggandeng nya lagi.
"Ale... Terimakasih." Ucap Chareen dengan tulus.
"Sama-sama sayang, aku sangat senang melihat mu tersenyum senang seperti sekarang..." Jujur Alegra dengan mencium kening Chareen.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan nya menuju salah satu restoran Jepang yang menjadi makanan favorit Chareen. Tanpa mereka ketahui, ternyata banyak sekali paparazi yang memotret mereka berdua, mereka semua sangat senang dengan hasil kerjaan mereka sekarang.
Tak sia-sia mereka datang dari jauh demi membuat berita tentang Chareen, mereka sangat puas dengan hasilnya itu.
"Sepertinya hubungan nona Lee dengan tuan muda Vitton sangatlah mesra, tak ada unsur paksaan ataupun hanya formalitas saja. Mereka terlihat murni sebagai sepasang kekasih tanpa adanya rekayasa yang sudah di sebutkan oleh beberapa orang."
"Benar sekali, sepertinya berita kali ini akan menjadi trending topik di dunia hiburan."
Mereka terus membicarakan tentang Chareen dan Alegra, tak hanya satu orang yang mengikuti kebersamaan Chareen melainkan lebih dari 10 orang yang ada di sana.
•••
"Cepat singkirkan semua itu!! Sialan!"
"Sudah putri..."
Putri Aurora nampak ketakutan di dalam kamar nya, setiap jam akan ada paket yang datang ke rumah nya. Hal itu membuat nya sangat sangat ketakutan dengan apa yang berada di dalamnya.
Sebuah kepala dengan darah yang menetes dan kedua mata nya yang di tusuk oleh sumpit membuat putri Aurora merinding ketakutan, terlebih orang-orang tersebut adalah bawahan nya sendiri yang ia perintahkan untuk membuntuti Chareen.
Dia tidak menyangka jika orang di balik Chareen sangat menyeramkan seperti itu, dia sangat amat ketakutan setiap ada yang menyebutkan tentang Chareen.
Terimakasih karena kalian masih menunggu author upp, Author sangat senang dengan dukungan kalian dan juga ucapan semangat yang sudah kalian ucapkan. kemarin tidak bisa upp karena tidak di perbolehkan untuk membuka handphone. Mohon pengertiannya yah teman-teman semua♥️
__ADS_1