
Alegra tak habis pikir dengan Chareen, bagaimana mungkin makanan yang di buat oleh Arjun itu enak? terlebih setelah dia mencicipi nya rasa makanan itu sangat hambar dan juga tak enak namun Chareen menghabiskan nya dengan cepat?
"Apa kau yakin bahwa Chareen tidak apa-apa?" Tanya Alegra pada Raisa.
Raisa menatap Chareen yang tertidur di ranjang dengan kondisi yang berantakan, Raisa menghela nafas lega sebelum akhirnya menepuk pundak Alegra.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Chareen karena aku hanya dokter yang berhubungan dengan bedah dan juga tentang laboratorium saja, tapi sepertinya kondisi Chareen saat ini sama persis seperti........ Ibu mengandung, kau coba bawa Chareen ke dokter kandungan untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas." Senyum Raisa membuat Alegra terdiam dengan mata yang melotot dan salah satu tangan yang menutup mulutnya.
"Maksud mu Chareen?" Tanya Alegra sekali lagi.
"Sepertinya begitu, tapi aku tidak bisa menyimpulkan nya dengan jelas. Mungkin saja itu benar." Balas Raisa.
"Tapi, bukankah mereka... Maksud ku, mereka baru saja menikah satu bulan yang lalu bukan?" Heran Bara.
"Itu memang benar, tapi hal itu sering terjadi karena kondisi kedua nya sangat sehat dan subur sehingga bisa langsung membuahkan hasil. Terlebih Alegra tak pernah sekali dua kali membuat Chareen kewalahan..." Goda Raisa yang lagi-lagi membuat Alegra terbatuk malu.
"Kau dengar? jadi jangan lagi membuat Chareen tak berdaya!!" Ketus Bara.
"Hmm... Arjun kau dengar? segera panggilkan dokter kandungan sekarang!!!" Titah Alegra dengan tak sadar.
"Baik." Angguk nya dan langsung pergi begitu saja.
Alegra terus tersenyum-senyum, perutnya terasa geli karena membayangkan bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah. Hal itu tak pernah ia bayangkan sebelumnya, mereka yang ada di sana ikut senang jika apa yang Raisa simpulkan itu benar.
Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt
"Halo?" Tanya Alegra dengan mengangkat teleponnya.
"Halo Ale, kapan kalian pulang? apa kalian sudah lupa bahwa kalian masih memiliki keluarga disini? apa Chareen baik baik saja? cepatlah pulang....."
"Maaf ma, kami akan pulang besok." Alegra sedikit tak enak pada orang tua Chareen yang terus menghubungi nya untuk menanyakan kondisi Chareen, sebagai ibu mungkin mereka khawatir.
"Baiklah, kami akan menyambut kalian disini."
"Ya ma, kalau begitu aku tutup dulu."
__ADS_1
Bertepatan dengan itu, dokter yang Arjun panggil kini sudah ada. Terlihat ekspresi terkejut dari dokter itu setelah melihat kondisi yang ada di dalam kamar.
"Halo, saya dokter Mega. Siapa yang mau saya periksa?" Tanya nya dengan tersenyum ramah.
"Itu dokter..." Tunjuk Raisa.
"Baiklah..."
Terlihat dokter Mega yang langsung mengecek kondisi tubuh Chareen, hal itu di lakukan dengan berulang ulang dengan alis yang mengkerut. Lalu di keluarkan nya alat yang menurut mereka sangat aneh namun bagi Raisa dia tahu benda itu karena sering melihatnya di rumah sakit.
"Bagaimana dokter?"
"Dugaan anda benar, nona ini tengah mengandung namun usia kandungannya masih tak terlihat karena baru berumur 3 minggu saja. Oleh karena itu saya sedikit kesulitan untuk memastikannya... Bagaimana bisa kalian mengetahui nya?" Heran dokter Mega.
"Syukurlah... Itu karena akhir-akhir ini Chareen selalu menunjukkan tingkah yang sangat berbeda dan juga.... Gampang sekali bersedih, apa hal itu wajar bagi nya?" Tanya Alegra.
"Ahh itu, memang sangat wajar. Jadi, sebagai suami tolong turuti kemauan istri anda. Jangan sekali-kali membuat nya bersedih karena hal itu akan terjadi pada kandungan nya langsung..." Senyum dokter Mega pada Arjun.
"I-itu... Dokter saya bukan suaminya hehe..." Takut Arjun dengan melirik Alegra yang kini tengah menatapnya tajam dan dingin.
"Tidak apa, lalu apa ada hal yang harus saya perhatikan kedepannya? agar kondisinya tetap sehat dan baik-baik saja." Ucap Alegra dengan menghela nafas berat.
"Ya, kurangi kegiatan berhubungan intim dengannya. Jangan terlalu sering karena hal itu akan memicu pada rentan nya keguguran di usia muda, maksimal 2 kali dalam seminggu itu pun hanya 2 jam." Jelas nya yang tau kemana arah pertanyaan Alegra.
"Baiklah.." Alegra menghembuskan nafas berat mendengar itu membuat nya sedikit cemburu pada calon anaknya yang baru terbentuk namun sudah membuat nya terpisah dengan Chareen.
"Ngomong-ngomong... Nona ini nampak nya sedikit familiar...." Akhirnya dokter Mega mengungkapkan apa yang sedari tadi mengganggu pikirannya.
"Benarkah? kalau begitu dugaan anda benar dokter." Balas Raisa dengan terkekeh.
•••
Chareen menggeliatkan tubuhnya dengan kondisi yang sudah lebih baik lagi, di lihatnya sang suami yang masih terlelap dengan kondisi yang memeluknya erat dan salah satu tangan yang berada di dalam baju Chareen, tepat nya berada di atas perut Chareen.
"Ale... Aku lapar..." Panggil Chareen dengan menepuk lengan Alegra yang langsung membuka matanya.
__ADS_1
"Hmm.. Kau mau makan apa?" Tanya Alegra dengan tersenyum manis dan mengecup bibir Chareen singkat.
"Aku mau nasi goreng saja..."
"Baiklah, tunggu sebentar..."
"Jam berapa kita pulang?" Tanya Chareen penasaran.
"Jam 10." Balas Alegra dengan berjalan ke dapur.
Di liriknya jam yang tergantung di dekat pintu, sekarang menunjukkan pukul 8. Berarti ada 2 jam lagi untuk mereka pulang, Chareen merasa aneh dengan banyaknya vitamin yang ada di meja dekat ranjang nya.
"Apa kau sakit?" Tanya Chareen dengan memeluk Alegra di belakang dan kepala yang ia miringkan untuk melihat Alegra yang langsung menghentikan kegiatannya.
Di angkat nya tubuh Chareen dan ia dudukan di atas meja dapur yang nampak dingin, Chareen tersentak karena rasa dingin itu yang ia rasakan langsung.
"Terimakasih.. Aku akan menjadi pelindung bagi kalian saat ini dan kedepannya nanti..." Senyum Alegra dengan memeluk Chareen lembut.
"Kalian?" Heran Chareen.
Alegra tersenyum, di angkat nya kaos yang Chareen kenakan hingga memperlihatkan perut rata Chareen yang nampak menggoda. Di kecup nya perut itu hingga membuat Chareen merinding seketika.
"Kau tahu? saat ini kita tidak hanya berdua, melainkan bertiga...." Jelas Alegra dengan mengelus perut Chareen.
"...." Chareen terdiam beberapa saat sebelum akhirnya melotot dan langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
"A-apa maksud mu? ini?..." Tanya Chareen dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya... Disini.... Sudah ada." Senyum Alegra dengan memeluk Chareen yang nampak bahagia dengan hal tersebut.
Alegra tersenyum menatap Chareen sebelum akhirnya ia menempelkan kedua bibir mereka hingga menjadi ciuman yang bergairah, salah satu tangan Alegra mulai menyentuh barang milik Chareen yang langsung menggeliat itu.
"2 jam.... Aku menginginkan 2 jam itu." Bisik Alegra dengan suara yang serak.
Chareen mengangguk dan mereka kembali melanjutkan hal yang sempat tertunda itu sebelumnya, suara yang membuat siapa pun yang mendengar nya akan panas dingin kini terdengar begitu sempurna untuk dua insan yang saling mencintai satu sama lain itu.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya yahh, supaya author upp lagi hehee