Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Rencana di luar rencana


__ADS_3

Suasana pesta tersebut berjalan dengan begitu meriah nya, para tamu undangan yang datang tidak menyia-nyiakan momen tersebut untuk menjalin hubungan yang baik antar perusahaan.


Seperti saat ini, Yuna sedang berbincang dengan Susan. Jangan lupakan bahwa mereka memang sering bertemu untuk urusan sosialita nya, terlebih mereka merupakan dua orang terkaya di negaranya.


"Bagaimana? apa kau ingin tambah adik baru untuk Chareen?" Tanya Susan dengan terkekeh.


"Astaga kau ini, aku sudah tidak pantas menggendong anak lagi. Yang pantas itu menggendong cucu!" Kesal Yuna dengan cemberut membuat Susan tertawa kecil.


"Kau benar, sudah saatnya kita menimang cucu." Senyum Susan.


"Anak mu enak sudah memiliki pasangannya masing-masing, lah putri ku? dia sangat susah!!!" Keluh Yuna.


"Kau tahu sendiri bagaimana tidak suka nya kami pada kekasih Ale, bukannya kau tahu yah?"


"Ya aku tahu, Claire sudah menjelaskan nya"


"Hhhh.... Sejujurnya aku sangat ingin putri mu menjadi menantu ku Yun, suami ku pun berfikir sama." Ucap Susan membuat Yuna tersenyum.


"Kau tahu? putri ku sebenarnya sudah tergila-gila pada Alegra, dia sedang berusaha untuk mendapatkan hati nya." Ucap Yuna santai.


"Benarkah?" Girang Susan.


"Hmmm" Angguk Yuna, Susan yang melihat itu langsung memeluk Yuna dengan bahagia.


Kelakuan mereka berdua di lihat oleh Arya dan Dong Song yang saat itu sedang berbincang mengenai perusahaan, mereka saling pandang kemudian mengangkat kedua bahunya acuh dan kembali melanjutkan percakapan nya yang sempat tertunda itu.


___________


Chareen sibuk mengawasi Barnard yang sedang berbincang dengan rekan nya, begitu pun dengan Claire dan Chaty yang tak henti-hentinya mengigit kuku.


"Ini bagaimana ini? aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan, entah siapa target nya yang jelas itu pasti mereka...." Ucap Raini.


"Tenanglah, kita tidak boleh terlihat cemas." Ucap Chareen yang di balas anggukan oleh mereka, meskipun begitu mereka tetap saja cemas.


"Apa kau sudah membawa obat nya?" Tanya Chareen pada Chaty.


"Sebentar lagi, nanti ada seseorang yang memberikan sesuatu pada mu. Itu bukan obat melainkan cairan suntik, jika menggunakan obat efek nya akan lama" Jelas Chaty.


"Ohh baiklah, Claire nanti kau ambil oke... Kau tahu sendiri, banyak pasang mata dan kamera yang mengarah padaku" Ucap Chareen.

__ADS_1


"Baik" Angguk Claire.


Akhirnya mereka memilih untuk berpencar, saat berada di tempat makanan Claire di datangi oleh seorang pelayan.


"Nona, ini makanan pesanan anda" Ucap pelayan tersebut dengan memberikan sepotong cake pada Claire.


Awalnya Claire bingung karena dia tidak memesan kue apapun, hingga akhirnya dia ingat.


"Ahh terimakasih..." Senyum Claire yang di balas anggukan oleh pelayan tersebut.


Claire segera membawa kue tersebut ke kamar mandi dan mulai membelah nya, terdapat sebuah suntikan dan juga botol kecil yang berisi cairan putih kental.


"Cih, jala* ng sialan! Akan aku pastikan kau malu malam ini!!!" Geram Claire.


Saat Claire hendak keluar, dia mendengar suara telepon seseorang yang membuat nya menegang.


"Sudah nona Kinara, saya sudah membawa tuan Alegra ke ruangan nya."


"Ya, itu semua aman. Karena mereka semua sibuk dengan urusannya masing-masing."


"Baik nona, saya akan berjaga di kamar itu."


Hingga akhirnya Claire menyadari bahwa selama ini Alegra tidak pernah menyentuh wanita itu, apa mungkin itu untuk mengikat Alegra yang terlihat mulai mencintai Chareen? bisa jadi!


Claire segera mencari keberadaan Chareen, hingga akhirnya dia menemukan nya. Namun Claire kaget sendiri setelah melihat Chareen yang nampak santai setelah menjelaskan nya.


"Kak, apa kakak tidak cemas?" Heran Claire, bagaimana pun juga Alegra merupakan kakak kesayangan nya juga.


"Kau tenang saja, Chaty sudah mengetahui rencananya dari seseorang saat melacak nomor telepon nya. Kemungkinan Alegra berada di ruangan yang berbeda, dan di ruangan yang di tunjukan oleh nya terdapat seseorang yang entah siapa itu" Jelas Chareen.


Claire mendengus sebal, dia pikir dia yang pertama kali tahu akan hal itu tapi ternyata dia selalu kalah saing oleh mereka yang lebih berpengalaman.


"Lalu bagaimana?" Tanya Claire.


"Di mana obat nya?" Tanya Chareen.


"Ini" Ucap Claire dengan memberikan tas nya agar tidak ada yang curiga.


"Aku akan membawa nya, kau usahakan agar tidak ada orang yang datang. Apa kau mengerti?"

__ADS_1


"Hmmm"


Chareen segera melangkahkan kaki nya menuju ruangan yang di sebutkan Chaty tadi, di sana dia melihat sosok Raini yang terus mundar mandir tidak jelas.


"Chareen, syukurlah kau datang..." Lega Raini.


"Apa dia ada di dalam?" Tanya Chareen.


"Ya, kondisi tuan Alegra sedang kacau sekarang. Apa tidak apa-apa jik...."


"Hahah ini kesempatan emas untuk ku..." Senang Chareen dan segera masuk kedalam meninggalkan Raini yang cengo.


Baru saja dia ingin mengatakan bahwa itu berbahaya tapi Chareen malah senang? ck, mencari kesempatan dalam kesempitan!


Chareen segera mengunci pintu ruangan tersebut yang ternyata ruangan pribadi Alegra, dia melihat sosok Alegra yang terbaring di ranjang dengan penampilan yang kacau.


Jas nya sudah berserakan di lantai, kemeja yang ia kenakan sudah tidak beraturan bahkan kancing nya pun sudah terbuka semuanya.


Hingga memperlihatkan otot tubuhnya yang begitu sempurna, Chareen sampai mendecak kagum melihat kesempurnaan laki-laki di hadapannya itu.


Chareen berjalan pelan-pelan mendekati Alegra, hingga akhirnya Chareen memilih untuk mengeluarkan obat tersebut dan hendak menyuntikan nya pada Alegra namun....


Tubuh Chareen terlempar ke ranjang, dia memekik begitu keras. Bahkan suntikan tersebut terlempar ke atas kepalanya, dia menelan ludahnya bulat-bulat saat melihat ekspresi Alegra yang begitu menyeramkan!


Deru nafas Alegra sangat panas di wajah Chareen, Alegra tersenyum kecil dan mengelus rambut Chareen dengan lembut dan penuh perasaan.


"Aku tahu kau sedang menyelidiki nya, aku juga tahu bahwa aku akan di jebak seperti ini...." Ucap nya dengan suara yang serak.


Chareen mematung, jadi sebenarnya Alegra sudah tahu dan dia sengaja?


"Kau tahu? kau sudah membuat ku marah Chareen!! Kau dengan gampang nya menyatakan cinta pada ku setelah itu kau pergi bersama laki-laki lain, apa tindakan mu itu sopan pada ku?" Tanya Alegra dengan jarak yang begitu dekat, bahkan hidung mereka sampai bersentuhan.


"A....Ale...Ini....." Gugup sudah, Chareen tidak tahu jika akhirnya akan seperti ini. Dia benar-benar malu karena ternyata Alegra tahu mengetahui rencananya, apakah Claire menceritakan nya? atau... Raini!!!!


"Kau milikku Chareen, dan hanya aku yang berhak menyentuh mu......" Senyum Alegra dengan aneh.


Baru saja Chareen hendak mengatakan sesuatu, namun bibir nya sudah lebih dulu di bungkam oleh bibir Alegra.


Ciuman tersebut bukan ciuman biasa, terdapat gairah di setiap ciuman nya. Kedua tangan Chareen di genggam erat oleh Alegra di atas kepalanya hingga Chareen tidak bisa melakukan apapun.

__ADS_1


__ADS_2