
William menjelaskan kedatangan nya karena ingin meminta maaf, ternyata tidak hanya William yang datang. Gea juga ada di sana, para wanita yang melihat Gea merasa jijik terlebih dengan tatapan nya yang terus memperhatikan sekeliling mansion Alegra.
"Sepertinya aku harus memiliki hubungan dengan mereka, bukankah itu sangat menguntungkan memiliki teman yang kaya raya? Dan ahh.... Tuan Alegra, apakah itu suami dari Chareen? sangat tampan dan kaya! jika di bandingkan dengan William, dia tidak ada apa-apa nya." Senyum Gea yang terus menatap Alegra.
Chareen terkekeh kecil, bersandar lah Chareen pada sofa dengan kedua tangan yang ia lipat di dada. Claire, Raini dan Chaty ikut tersenyum melihat Chareen yang sedang menertawakan sikap lancang Gea.
"Apakah kedatangan kalian kemari hanya untuk menatap suamiku?" Tanya Chareen dengan melirik Gea penuh penekanan.
"Ahh itu, Gea katakanlah..." Bisik William.
"Maaf aku sedikit tidak fokus, kedatangan ku kemari karena ingin meminta maaf pada anda nona Chareen. Saya mengaku salah...." Ucap nya dengan menatap Chareen dengan tatapan yang penuh rasa tidak suka.
"Sangat tidak tahu malu! setelah mengacaukan perusahaan Chareen dengan tidak tahu malu nya dia datang dan meminta maaf, itu pun dengan ucapan yang penuh rasa iri." Ucap Raini dengan melihat layar ponselnya.
"Hah, jika pun orang susah setidaknya dia memiliki etika dan sopan santun sebagai tamu." Tambah Chaty.
"Kenapa kalian selalu memojokkan aku terus? aku tahu aku wanita miskin dan bodoh....." Tangis nya dengan menundukkan kepalanya, di rangkul nya pundak Gea oleh William.
Claire yang melihat itu hanya tersenyum, ternyata meninggalkan William adalah keputusan yang benar. Tiba-tiba saja Claire merasakan seseorang yang memeluk pinggang nya, ternyata Michael yang tengah mengedipkan sebelah matanya. Hal itu justru membuat wajah Claire memanas dan memerah hingga ke telinga.
"Aiyooo.... Apa kau sadar apa yang telah kau katakan nona? jika kau merasa bodoh kenapa kau memaksa ingin masuk kedalam perusahaan besar dan merugikan Chareen hingga ratusan triliun? apa kau sanggup membayar biaya pinalti nya hah?" Tanya Raini dengan kesal.
"Apa? R-ratusan triliun?" Kaget Gea dengan menatap mereka yang kini tengah mencemooh nya.
__ADS_1
"Sepertinya tuan William tidak mengatakan hal penting itu, pantas saja sikap nya tidak pernah berubah! manja!" Sinis Chaty.
"Nona Chaty, bukan seperti itu. Saya tidak ingin membuat nya kepikiran dengan jumlah yang besar sep...."
"Jika sudah tahu bahwa jumlahnya sangat besar kenapa kau terus melindungi nya hah? Chareen bisa saja memasukkan dia ke penjara dengan mudah jika saja Chareen tidak memandang mu." Marah Garel dengan menatap tajam William.
"Seharusnya kau tahu batasannya Willi..." Ucap Ricko yang muncul secara tiba-tiba dengan Arjun di belakang nya, untuk Bara? dia sudah lebih dulu sampai dan pergi dengan Raisa.
Gea tak percaya jika di hadapannya banyak sekali laki-laki tampan dan gagah, Gea tak memikirkan apa yang baru saja mereka katakan. Di otak nya hanya terlintas bagaimana caranya agar dia bisa masuk kedalam lingkungan mereka yang mewah.
"Maaf, kau bisa mengambil semua uang tabungan ku selama ini. Meskipun masih kurang tapi aku akan berusaha untuk melunasi nya." Ucap William dengan menatap Chareen yang masih diam dengan menyimak pembicaraan mereka.
"Hhh.... Apa menurut mu aku seperti orang yang kekurangan uang? Kehilangan ratusan triliun bukanlah masalah besar untuk ku. Tapi...... Kehilangan reputasi perusahaan, itulah penyebab nya! kau pikir ayah ku dengan mudah membangun perusahaan yang sekarang? kau sepertinya terlalu meremehkan kami Willi." Ucap Chareen dengan santai namun sangat menusuk.
"Jangan sampai masalah ini sampai di dengar oleh ayahku, untuk itu..... Istirahat lah dan renungkan apa yang baru saja aku katakan." Ucap Chareen dengan memejamkan matanya dan bersandar pada dada Alegra.
"Nona Chareen, saya tahu saya salah... Oleh karena itu, saya rela menjadi asisten anda dan tinggal disini." Ucap Gea dengan bersungguh-sungguh.
Mendengar itu, Chareen tersenyum dalam meskipun matanya terpejam. Semua yang ada di sana ingin sekali tertawa karena ucapan tak tahu malu Gea, seperti nya mereka mulai paham dengan jalan pikir wanita itu.
"Nona, apa anda tidak tahu jika semua pelayan yang ada disini sudah melakukan sekolah khusus dan bergelar sarjana semua? dari yang saya dengar tadi, anda seperti nya tidak berpendidikan. Bahkan untuk jadi pelayan pun anda masih jauh dari kata pantas." Sindir Michael membuat Gea melotot.
Apakah sehebat itu? dia pikir seorang pelayan mereka sama seperti pelayan biasa yang berasal dari desa atau dari penduduk kecil, di liriknya seorang pelayan yang membawakan minum itu. Terlihat sopan, elegan, beretika dan tau tata krama.
__ADS_1
"Aku tidak kuat hahahaa....." Tawa Chaty tiba-tiba lalu di susul eh Raini dan Claire, Chaty dan Raini tidak menyangka jika Michael memiliki mulut yang tajam seperti wanita yang pandai bergosip.
"Willi...." Panggil Gea dengan mata yang berkaca-kaca, ini sudah yang kesekian dia di permalukan di hadapan para laki-laki tampan itu.
"Maafkan kami sekali lagi, kalau begitu kami akan perg....." Ucap William yang langsung terpotong saat melihat Gea yang duduk di hadapan Alegra.
"Tuan, saya tahu saya bersalah. Saya rela menjadi pelayan meskipun tidak di bayar sekali pun oleh anda, saya..... Saya sudah tidak memiliki keluarga satu pun di dunia ini." Tangis nya dan hendak memegang kaki Alegra namun segera di singkirkan oleh Arjun.
"Haishh, Kenapa kau menjadi tidak tahu malu seperti ini nona?" Tanya Chaty dengan penuh cemoohan.
"Aku mual, seharusnya kau tahu apa yang aku rasakan Wil." Ucap Chareen dengan menatap William datar.
"Saya mengerti.." Angguk William dengan memaksa Gea untuk pergi meskipun Gea terus meneriaki nama Alegra dan mereka.
"Astaga, kenapa ada orang yang tidak tahu malu seperti nya? saat aku susah dulu, aku tidak pernah bersujud di bawah kaki orang!" Heran Chaty yang tidak habis pikir.
"Kau benar, kenapa kau tidak memberikan nya pelajaran Char?" Heran Raini yang nampak kesal itu, mendengar itu, Chareen hanya tersenyum.
"Mempermalukan nya memang belum cukup." Ucap Chareen.
"Tetapi kalau hanya mempermalukan musuh, itu bukan cara yang bijaksana. Karena itu hanya akan membuat musuh semakin membenci mu. Cara yang paling pintar adalah mencari kelemahan mereka, siksa sepenuhnya, patahkan semua taring mereka yang kejam, buat mereka ketakutan jika teringat dengan mu. Dengan demikian, meskipun di kemudian hari mereka punya kesempatan untuk balas dendam, mereka juga sudah kehilangan senjata dan kemampuan untuk melukai mu." Santai Chareen dengan suara yang dingin dan gerakan tubuh yang sedang mengelus perutnya.
Mereka terdiam, entah kenapa Ucapan Chareen sangat menyeramkan. Ini pertama kalinya mereka mendengar ucapan Chareen yang sangat menakutkan, untuk Ricko Arjun dan Alegra mereka hanya tersenyum. Pikiran Chareen memang sangat kejam jika sudah menyangkut orang yang menggangu nya, Alegra sangat bangga dengan hal itu. Semakin kejam Chareen maka semakin suka Alegra melihatnya.
__ADS_1