
Siang ini Chareen dan yang lainnya memilih untuk bersantai di taman yang berada di halaman mansion Chareen, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing.
Tak terkecuali Chareen yang sibuk berbaring di rumput halus yang terdapat karpet tipis di sana, matanya sibuk melihat ponselnya yang terus berisikan pesan dari seseorang.
Sedangkan Claire? wanita itu sibuk memanjakan tubuhnya dengan di pijat oleh seseorang yang ia pesan tadi, begitu pun dengan Chaty.
Ting
Jangan main-main dengan Char, aku tidak akan segan menghukum mu!!
Ting
Balas pesanku!
Ting
Apa kau melupakan apa yang sudah kau katakan pada ku? atau kau sudah pindah ke lain orang dan melakukan hal yang sama seperti yang sudah kau lakukan pada ku dulu?
Chareen hanya tersenyum tipis melihat pesan tersebut, dia masih mengabaikan pesan tersebut meskipun dia ingin sekali membalas nya.
Apa salahnya bukan jika dia juga ingin di kejar?
"Lihatlah, seperti nya dia sedang mendapat durian runtuh" Ucap Chaty pada Claire.
"Sepertinya" Angguk Claire.
Saat mereka sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, mereka di kejutkan dengan kedatangan William bersama beberapa asisten lainnya.
"Nona?" Panggil William pada Chareen.
"Ada apa?" Herannya.
"Ini, semalam ada yang mengantarkan ini untuk mu. Ada 2 orang yang mengirimkan nya pada jam yang berbeda" Jelas William dengan memperlihatkan beberapa paper bag dengan merk ternama di sana.
"Mana yang di kirimkan lebih dulu?" Tanya Chareen.
"Ini nona..." Ucap sang asisten lain dengan memperlihatkan paper bag nya.
"Simpan itu di lemari, untuk yang baru berikan pada ku" Ucap Chareen dengan meminta paper bag dari orang yang berbeda.
"Ini nona..."
Chareen melihat isi paper bag itu, sebuah long dress berwarna hitam dengan bawahan yang mengembang dan panjang seperti gaun pengantin dengan motif yang lebih sederhana dan simpel namun terkesan mewah karena di bagian dada dan pinggang di taburi dengan beberapa berlian murni.
__ADS_1
Atasan gaun tersebut hanya sebatas dada yang berarti akan memperlihatkan lengan dan leher Chareen yang indah, terlebih keberadaan tato tersebut yang membuat nya semakin seksi.
"Ini sangat indah!" Kagum Chaty dengan melihat gaun tersebut.
"Astaga, high heels nya pun penuh dengan mutiara.... Ahhh aku ingin sekali memakai nya." Heboh Claire dengan membuka kotak tersebut yang berisikan high'heels berwarna hitam juga yang terlihat mengkilap karena keberadaan mutiara tersebut.
"Ini juga berlian asli, ohh astagaaaaa..... Apa kau sedang di lamar Char?" Tanya Chaty yang langsung mendapatkan cubitan keras di lengannya.
"Sembarangan!" Kesal Chareen.
Chareen akui, selera Barnard sama seperti nya. Terlihat simpel namun mewah, hanya orang-orang tertentu yang tahu akan harga barang yang di kenakan Chareen setiap harinya. Bahkan Raini sendiri sempat mengatakan bahwa Chareen adalah uang berjalan, di mana di tubuhnya terdapat barang yang harga nya begitu fantastis tinggi.
"Willi, kau simpan ini untuk aku kenakan malam nanti" Ucap Chareen dengan tersenyum.
"Baik nona" Angguk William dan segera merapikan gaun tersebut.
"Chareen, aku sudah tidak sabar menunggu nanti malam. Apa rencana kita akan berhasil? aku harap ini sangat berhasil!" Ucap Chaty.
"Yah pasti berhasil lah kak, kita lihat dan saksikan saja nanti..." Ucap Claire.
" Apa Barnard sudah mengetahui hal ini?" Tanya Chaty pada Chareen yang kembali sibuk dengan ponselnya.
"Ya, tapi hanya setengah. Untuk kedepannya dia tidak tahu" Balas Chareen tanpa menatap ke arah mereka berdua.
"Baguslah.."
Alegra nampak uring-uringan karena pesannya hanya di read oleh Chareen, dia sampai mengabaikan orang-orang di depannya yang sibuk membahas tentang malam nanti.
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" Tanya seseorang yang berada di samping kanan Alegra.
"Ya, lanjutkan saja. Saya ada urusan penting." Ucap Alegra dan langsung bangkit dari duduknya untuk meninggalkan ruangan meeting tersebut.
Mereka yang berada di sana hanya diam dengan saling pandang kemudian kompak menggelengkan kepalanya, bertanda bahwa mereka tidak tahu apapun.
Alegra memilih untuk masuk kedalam ruangan nya, dia berdiri di dekat jendela yang memperlihatkan kepadatan jalan raya. Dia kembali melihat ponselnya berharap ponselnya berbunyi.
"Sial!!!! Kau benar-benar akan aku hukum Chareen!" Geram nya dengan langsung menghubungi nomor yang sedari tadi membuat nya uring-uringan.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Alegra mendapatkan balasan dari orang tersebut.
"Hal...."
"Apa kau benar-benar ingin mendapatkan hukuman dari ku Char? kenapa kau tidak membalas pesan ku hah? apa kar...."
__ADS_1
"Hehe maafkan aku kak Ale, kak Chareen nya sedang berbincang dengan kak Ben di taman. Ada apa? apa ada hal penting yang ingin kakak sampai kan padanya?"
"Claire? Ck!!!"
Alegra langsung mematikan sambungan teleponnya, dia menggeram marah.
"Apa-apaan dia? benar-benar menyebalkan!!!" Maki nya.
Sedangkan orang yang menerima sambungan telepon tadi malah tertawa terbahak-bahak bersama dua wanita di sampingnya yang tak lain Chareen dan juga Chaty.
Mereka sangat puas karena bisa membuat Alegra uring-uringan, mereka tahu hal itu setelah Garel memberitahu kan nya.
"Hahahaha aku sangat puas sekali hahahahah....." Tawa Chaty.
"Hahaha kak Chareen, lihatlah.... Seperti nya kakak ku sudah mulai mencintai mu hahah..." Tambah Claire.
"Sudah lah, aku tahu bahwa Alegra memang mencintai ku..." Bangga Chareen dengan tersenyum senyum.
Mereka berdua hanya terkikik geli melihat wanita sesempurna Chareen mengejar laki-laki yang tidak mencintai nya, hingga akhirnya keadaan justru terbalik.
"Kau benar, tidak ada yang bisa menolak pesona mu selain kekasih ku..." Santai Chaty yang langsung mendapatkan jitakan dari Claire.
"Kak Chaty, apa kakak lupa saat kak Chareen memakai pakaian haram saat pemotretan itu? bukankah kakak tahu bahwa kak Garel dan kak Jimmy terpesona akan keindahan nya?" Ucap Claire yang langsung mendapatkan pelototan dari Chaty.
"Kau benar!! Aku ingin menghukum mu Char karena sudah berani menggoda Garel!!!" Marah Chaty dengan menatap tajam Chareen yang hanya menunjukkan cengiran nya.
"Kau tahu bukan bahwa itu semua bukan keinginan ku? terlebih aku juga sangat tidak nyaman memakai pakaian yang terlalu terbuka seperti itu" Jelas Chareen.
Chaty hanya mendengus sebal sedangkan Claire hanya terkikik melihat tingkah keduanya yang Claire yakini akan menjadi kakak iparnya nanti.
Bukankah itu sangat menyenangkan?
Tok tok tok tok tok
"Masuk"
"Nona, ini ada sesuatu untuk nona Chaty dari tuan Garel...." Ucap pelayan wanita dengan memberikan sebuah kotak lucu pada Chaty.
"Ahh terimakasih." Ucap Chaty dengan tersenyum.
"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi." Pamit nya.
"Apa itu?"Penasaran Claire.
__ADS_1
"Kepo hahahah" Tawa Chaty dengan menyimpan kotak tersebut di perutnya yang ia tutupi menggunakan kaos yang ia pakai.
"Haishhhh..." Kesal Claire dengan cemberut, Chareen sendiri hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Claire yang memang kepo.