
Malam ini Chareen sudah bersiap dengan gaun pemberian dari Alegra, awalnya Chareen tidak ingin masalah gaun saja di siapkan oleh Alegra namun setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari sang kekasih akhirnya mau tidak mau Chareen pun hanya bisa menuruti nya.
"Char, tuan Vino sudah ada di bawah." Jelas William dengan memberikan tas nya pada Chareen.
"Baik, antarkan aku ke bawah kak." Balas Chareen dengan tersenyum kecil.
"Tentu." Angguk nya.
Chareen menggandeng lengan William untuk berjalan, para pengunjung yang berpapasan dengan Chareen hanya bisa tersenyum lebar dan iri akan kecantikan nya yang alami.
Setelah sampai di aula hotel, Chareen bisa melihat sosok Abimanyu yang kini menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar. Mereka begitu mengagumi sosoknya yang sempurna, meskipun begitu.... Chareen tetaplah Chareen.
"Selamat malam Abim, apa kau sudah menunggu lama?" Tanya Chareen dengan tersenyum kecil.
"Ahh tentu saja tidak, kau sangat cantik malam ini." Senyumnya dengan melirik gaun yang Chareen kenakan.
"Terimakasih, kau pun sangat tampan. Untuk gaun yang kau berikan...." Ucap Chareen tak enak hati.
"Tidak masalah, memakai gaun apapun kau terlihat sangat cantik. Ayo..." Ajak nya dengan memberikan kode agar Chareen menggandeng lengan nya sama seperti Chareen menggandeng lengan William tadi.
"Baik." Angguk Chareen dengan menerima nya karena sudah banyak pasang mata yang menatap ke arahnya.
Terlihat ekspresi Abimanyu yang nampak senang setelah Chareen menggandeng nya, mereka berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di sana.
"Terimakasih." Ucap Chareen setelah Abimanyu membukakan pintu mobil untuk nya.
"Hmm..." Angguk nya dengan terus tersenyum.
Di dalam mobil tak banyak pembicaraan yang mereka bicarakan, hingga akhirnya sampailah mereka di tempat pesta.
"Pesta ini juga menyangkut tentang acara besok, mungkin akan banyak orang yang akan mengerubungi mu." Jelas nya.
"Ahh baik." Angguk Chareen.
Mereka keluar dari mobil dengan anggunnya, terlebih Chareen yang di perlakukan bak ratu oleh Abimanyu yang membuat mereka menjadi pusat perhatian orang orang di sana.
"Oh lihatlah, bukankah itu tuan Valentino dan nona Chareen Lee? astaga mereka sangat sempurna!!!" Heboh para tamu undangan.
__ADS_1
"Benar, mereka memang pasangan yang sempurna!!"
Ucapan berbagai ucapan mereka lontarkan pada mereka berdua yang menganggap kedekatan mereka sebagai seorang pasangan, Chareen sendiri hanya tersenyum menanggapi ucapan mereka semuanya.
"Selamat datang tuan D'ENIX dan nona Lee, silahkan nikmati pesta yang kami bersembahkan untuk kalian berdua." Ucap seorang laki-laki setengah baya dengan tersenyum lebar pada mereka berdua.
"Terimakasih tuan Rion, anda terlalu berlebihan." Senyum Chareen dengan menjabat tangannya.
"Semua laki-laki pasti ingin melakukan yang terbaik untuk wanita sesempurna anda nona, bukankah begitu tuan?" Tanya nya pada Abimanyu yang hanya tersenyum.
"Benar sekali, mereka pasti berlomba-lomba untuk menyenangkan mu Char. Tak peduli berapa banyak biaya yang mereka keluarkan demi membuat mu bahagia." Jawab Abimanyu yang mendapat tawaan dari tuan Rion.
"Hahaha, tak heran jika tuan Vino tertarik dengan nona Lee." Tawa tuan Rion.
Chareen sendiri hanya bisa tersenyum kecil, entah apa yang mereka bicarakan Chareen tidak mengerti sama sekali.
"Selamat malam..." Sapa seorang wanita dengan tersenyum ramah pada Chareen dan Abimanyu.
Namun Chareen sendiri hanya tersenyum kecil sebagai balasan, jika orang lain melihat ekspresi ramah tersebut namun tidak dengan Chareen yang mengetahui nya.
"Wendy? ahh ya, nona Lee kenalkan ini nona Wendy. Dia pemenang TSQ tahun lalu." Jelas tuan Rion dengan tersenyum lebar pada Wendy yang hanya terkekeh.
"Tak perlu seperti itu tuan Rion, saya tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan nona Chareen ini." Jawab Wendy dengan melirik Chareen.
"Memang benar, kau tidak bisa di bandingkan dengan dirinya yang sangat jauh berbeda dengan dirimu." Ketus seseorang membuat mereka langsung mengalihkan perhatiannya pada mereka berdua yang baru datang ini.
"...."
"Selamat malam tuan dan nona, saya Claire putri dari keluarga Vitton. Saya datang kemari karena menggantikan ayah saya yang sedang sakit." Jelas Claire dengan menundukkan kepalanya.
"Ahh nona muda Vitton, maafkan saya karena saya tidak mengenali anda dan tidak menyambut Anda dengan baik." Ucap tuan Rion dengan tak enak hati.
"Tidak masalah tuan." Senyum Claire dengan melirik Chareen dan mengedipkan sebelah matanya.
Chareen sendiri hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saja, sedangkan Raini? wanita itu hanya menunjukkan cengiran nya saja.
"Baiklah, semoga kalian nyaman di acara ini." Ucap tuan Rion dan berlalu pergi setelah berpamitan pada mereka karena ingin menyambut tamu yang lainnya.
__ADS_1
"Ada apa nona Wendy? apa anda keberatan dengan ucapan saya?" Tanya Claire dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Ahh tidak, tentu saja tidak. Apa yang nona ucapkan memang benar." Senyum Wendy dengan tangan yang mengepal kuat.
"Tentu saja, tapi saya harus tetap mengingatkan anda agar anda tahu posisi anda yang sebenarnya di mana." Santai Claire dengan berjalan melewati Wendy dan berdiri di samping Chareen.
"..." Wendy hanya diam dengan terus tersenyum ramah, Chareen yang melihat itu ingin rasanya tertawa terbahak-bahak.
"Ohh kakak, kau sangat cantik sekali. Pantas saja kakak ku sangat tergila-gila pada mu." Senang Claire dengan menggandeng lengan Chareen.
Wendy yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya, kakak? apakah Garel atau......
"Apakah maksud anda tuan Alegra nona Claire? wahh suatu keberuntungan nona Chareen karena bisa di sukai oleh tuan Alegra." Senyum Wendy dengan melirik sosok Abimanyu.
"Kau salah nona, ini bukan suatu keberuntungan tapi memang kenyataannya seperti ini. Kau tidak lihat dengan jelas jika kak Chareen begitu cantik? meskipun kau cantik tapi wajah dan tubuh mu di penuhi banyak silikon!!!" Ucap Claire dengan pedas.
Raini menutup mulutnya kuat-kuat, dia ingin sekali tertawa karena mendengar ucapan pedas dari Claire. Meskipun begitu, Wendy tidak bisa menghancurkan popularitas nya hanya karena wanita seusia Claire.
"Hahah saya tidak percaya jika semua ucapan nona muda Vitton sangat beracun." Senyum nya dengan terus menatap Chareen yang masih bersikap santai.
"Ucapan saya memang beracun, tapi itu hanya berlaku untuk predator murahan seperti anda nona." Santai nya yang lagi-lagi membuat Wendy diam dengan gigi yang bergemelutuk marah.
"Sudah-sudah, nona Wendy.... Mohon maafkan sikap lancang nya, dia tidak bermaksud seperti itu." Ucap Chareen dengan mencubit pelan lengan Claire yang langsung cemberut itu.
"Ahh tidak masalah nona Chareen, kalau begitu saya permisi. Saya harus menyapa tamu yang lainnya juga." Ucapnya dengan melirik Abimanyu yang masih nampak acuh tak acuh itu.
"Hmm..." Angguk Chareen.
Setelah kepergian Wendy, Chareen barulah menatap Claire dengan tatapan yang meminta penjelasan.
"Kakak, aku hanya mengatakan yang sejujurnya. Bukankah begitu tuan Vino?" Tanya Claire dengan meminta perlindungan dari Abimanyu.
"Hmm." Angguk nya.
"Haishhh, kalian memang benar-benar!!" Entahlah, apalagi yang harus Chareen lakukan?
Jangan lupa like dan komen nya dong muehehehe
__ADS_1