
Malam ini Chareen nampak mempesona dengan long dress berwarna hitam yang memiliki belahan hingga paha dengan memperlihatkan salah satu pundak dan lengannya yang nampak indah.
Tak lupa high heels hitam nya dan rambut indahnya ia hias sedemikian rupa, meskipun nampak sederhana Chareen nampak mempesona.
"Chareen, apa sudah selesai?" Tanya William yang baru saja tiba.
"Sudah, ayo..." Ajak Chareen dengan tersenyum lebar.
"Baik," Angguk nya.
Mereka berjalan menuju restoran bawah yang ada di apartemen ini, sosok Chareen menjadi pusat perhatian orang-orang dalam sekejap. Mereka tidak percaya jika sosok yang sedang hangat di perbincangkan itu bisa mereka lihat dengan jelas sekarang.
"Nona Chareen Lee?" Tanya sang pelayan.
"Ya?"
"Tuan D Enix sudah menunggu anda, mari...." Ajak nya.
"Hmm,"
Chareen dan William ikut membuntuti pelayan tersebut yang membawa nya ke ruangan VVIP, entah kenapa Chareen nampak gugup untuk bertemu dengan nya.
"Tuan, nona Chareen Lee dan asistennya sudah datang..." Ucap pelayan tersebut pada sosok yang sedang duduk bersama Roni.
"Baik, terimakasih.." Ucap nya dengan suara yang....Seksi.
"Sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi."
"Hmm,"
Chareen berjalan mendekati meja itu, dia hendak memperkenalkan diri tapi belum sempat hal itu ucapkan, tuan D Enix sudah lebih dulu bangkit dan menatap nya.
"Hai... " Sapa nya dengan senyum yang begitu sempurna!
"Hmm halo tuan D Enix," Gugup Chareen dengan tersenyum canggung.
"Tak perlu gugup, anggap saja kita sudah sering bertemu. Ayo duduk," Ajak nya dengan menarik kursi untuk Chareen duduki.
"Terimakasih tuan." Senyum Chareen.
"Hmm, bagaimana tidur mu? apa nyenyak?"
"Ya," Angguk Chareen.
"Bukankah kau ingin menanyakan sesuatu yang penting terhadap ku?" Tanya nya dengan memangku wajah nya menggunakan kedua tangannya itu.
"I...Itu..." Gugup Chareen.
"Ekhemm, tuan William... Bisa kah kita berbincang sebentar?" Tanya Roni pada William.
"Baik," Angguk nya.
Setelah mereka berdua pergi, Chareen hanya bisa menghela nafas panjang. Dia nampak gugup dan nervous.
"Ada apa? Apa kau merasa tidak nyaman berada di restoran ini? Apa kau ingin kita pindah ke tempat yang sesuai dengan..."
"Tidak perlu, saya hanya sedikit gugup saja..." Jujur Chareen dengan tersenyum kecil pada nya.
__ADS_1
"Tak perlu formal, panggil saya dengan nama saja nona..."
"Hmm...Kalau begitu, anda pun sama."
"Baiklah Chareen..."
"Hmmm.. Tu... Maksud saya Abim, apa kau bisa jelaskan maksud semuanya?" Tanya Chareen.
Laki-laki tersebut nampak tersentak saat Chareen memanggil nya dengan nama Abim, memang tidak salah karena nama dia Abimanyu. Tapi biasanya orang-orang akan memanggil nya dengan nama Valentino atau Vino, bukan Abim. Itu terdengar, menggelitik bagi nya.
"Apa aku salah?" Kaget Chareen, dia takut jika ucapan nya dapat menyinggung laki-laki di depannya itu.
"Ahh tidak, aku hanya terkejut saat kau memanggilku seperti itu. Itu terdengar sangat, lucu." Jujur nya.
"Ah maafkan saya, kalau begitu apa yang harus sa..."
"Tidak perlu di ganti, aku sangat menyukai nama itu."
"Hmm baiklah..."
"Kau ingin tahu maksud semua yang aku berikan pada mu itu?" Tanya Abimanyu pada Chareen.
"Ya," Angguk Chareen dengan semangat.
"Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya senang memberikan mu hadiah itu." Santai Abimanyu membuat Chareen mengeryit.
"Aku tidak yakin.."
"Hahah kau ini, apa kau tidak senang dengan hadiah tersebut?" Tawa Abimanyu dengan menyentil kening Chareen yang nampak berekspresi bodoh itu.
"Hhh, aku hanya suka memberikan mu hadiah. Apa itu salah?"
"Salah besar! Kau membuat orang-orang berfikiran lain tentang kita berdua, kau tahu? gara-gara hadiah mu itu kau menjadi terkenal di negara ku!"
"Wah benarkah?" Santai Abimanyu tanpa ada ekspresi senang atau pun bahagia.
"Kau tidak senang?"
"Tidak, aku tidak terlalu suka jika di kenal. Tapi semuanya kenal diriku..."
"Kenapa? Bukankah semua orang ingin dikenal dan di puji yah?"
"Kau pikir dirimu sama? aku tahu kau juga tidak terlalu senang di puji. Aku lebih suka jika apa yang aku lakukan tidak di ketahui oleh orang-orang, cukup orang yang bersangkutan saja yang menilai ku seperti apa."
"Kau hebat!" Puji Chareen dengan tulus.
"Aku tahu.."
"Ishhh..." Kesal Chareen membuat Abimanyu terkikik.
Mereka tidak sadar bahwa waktu berdua mereka sudah di potret oleh seseorang tanpa mereka sadari, bukan mereka melainkan oleh Chareen sendiri karena sedari tadi Abimanyu tahu bahwa ada seseorang yang mengintai mereka berdua.
Selagi tidak membahayakan Chareen, Abimanyu diam dan santai.
"Apa kau mau menemani ku ke acara pesta pernikahan rekan kerja ku?"
"Kapan?"
__ADS_1
"Besok malam."
"Ehh, bukankah kau harus pergi ke Jepang yah?" Heran Chareen.
"Tidak, mana mungkin aku pergi sedangkan tamu istimewa ku ada di sini." Cengir Abim membuat Chareen melotot.
DUGHH
"Kau menyebalkan!!" Kesal Chareen dengan menendang kaki Abimanyu yang hanya tertawa kecil.
"Aku tidak, aku hanya ingin segera bertemu dengan mu saja." Ucap Abim membuat Chareen mendengus.
"Jadi, apa kau mau menemani ku?" Tanya Abim penuh harap.
"Oke..." Angguk Chareen akhirnya.
"Thanks, semua gaun dan yang lainnya sudah aku siapkan." Senyum Abimanyu.
"Kau, bagaimana jika aku menolak nya?"
"Tidak mungkin, kau pasti menerima nya." Santai Abimanyu yang lagi-lagi membuat Chareen cemberut.
___
BRUGHHH
"Tuan..."
"Ini, bukankah Chareen akan pergi besok? ini apa hah? sekarang dia sudah ada di Sydney dan pergi berkencan dengan nya!!!"
"Tuan, nona Chareen sudah menghubungi anda bahwa dia akan berangkat tadi siang. Tapi telepon anda tidak bisa di hubungi kata nona Chareen juga..."
"Apa? Bagaimana bis..."
Alegra terkejut saat melihat ponselnya yang mati, dia tidak terlalu memperhatikan ponselnya. Jadi, Chareen sudah menghubungi nya dan mengatakan bahwa dirinya akan pergi malam ini?
"Untuk berita ini, saya tidak tahu menahu tuan. Nona Chareen hanya mengatakan bahwa dia akan makan malam bersama tuan D Enix dan kedua asistennya juga."
"Apa kau tidak lihat bahwa mereka hanya berdua Rain? Bahkan Chareen dengan nya nampak akrab dan dekat!!"
"..."
"Ck!"
"Tuan, apa anda sudah mengikat nona Chareen? maksud saya... Hubungan yang jelas?" Tanya Raini membuat Alegra bungkam dengan mengeratkan rahang nya.
Dia memang belum meresmikan hubungan nya dengan Chareen, apa dia pantas untuk marah dan melarang Chareen berdekatan dengan yang lain?
Raini tidak tahu bahwa Chareen dan Abimanyu sudah akrab dan dekat, padahal mereka baru saja bertemu.
Mereka lupa bahwa Chareen dan Abimanyu merupakan orang yang supel dan ramah, jadinya mereka gampang akrab dan dekat.
"Sepertinya kondisinya sudah terbalik, dulu Chareen lah yang mengejar tuan Alegra. Sekarang, tuan Alegra yang mati-matian mengejar Chareen. Hhhh... memang benar bahwa karma itu nyata..." -Raini.
Raini bisa lihat ekspresi marah dan kesal Alegra sekarang, dia tidak tahu bahwa semuanya akan jadi seperti ini. Raini tidak bisa mengalahkan Chareen untuk tidak dekat dengan laki-laki lain karena Alegra sendiri lah yang tidak memberikan kepastian tentang hubungan mereka yang masih belum jelas.
Bukankah wanita menginginkan status yang jelas? tidak hanya tindakan tapi pengakuan juga sangat wanita butuhkan, bukankah begitu girls?
__ADS_1