
Di sebuah ruangan besar terdapat seorang laki-laki yang sedang meminum kopinya dengan santai di dekat kolam renang, tatapan matanya begitu tajam setelah mendengar laporan dari para bawahannya.
"Pagi ini mereka juga sedang makan siang bersama tuan." Jelas nya.
"Tidak masalah, tidak ada yang tidak bisa aku dapatkan selama ini. Cepat atau lambat, Chareen akan segera menjadi milikku." Santai nya.
"Baik tuan."
•••
"Jadi, bagaimana hubungan mu dengan nya?" Tanya Chareen dengan memasukkan makanan nya kedalam mulutnya.
"Sama seperti yang kau lihat, mungkin dia akan sedikit berulah. Orang tuanya pun sudah mendapatkan hukuman karena kejahatan yang sudah mereka lakukan selama ini." Balas Alegra dengan tersenyum kecil.
"Cihh, kau memang bodoh Ale. Sudah sejauh ini kau masih belum menyadari nya." Cemooh Chareen yang langsung membuat nya diam seketika.
"...."
"Ada apa? apa kau tidak rela jik...."
"Kau tidak akan paham Char, ada pendukung kuat di belakang nya." Jawab nya dengan sorot mata yang datar.
"Pendukung? why?" Heran Chareen.
"........... Habiskan makanan mu, bukankah kau ingin pergi belanja?" Elak Alegra dengan mengelus rambut Chareen.
"Hhhh baiklah..." Pasrah Chareen dengan menghabiskan makanan nya.
•••
"D'Enix? Perusahaan itu memang besar dan maju bahkan sudah di akui di berbagai negara. Meskipun begitu, kau jangan pernah meremehkan perusahaan milik keluarga Vitton, karena hasilnya pun sama-sama memuaskan."
"Benar Gar, tapi tidak bisa kami pungkiri bahwa tuan Vino sangatlah tampan dan mengagumkan." Senang Chaty.
"Kakak benar, apa kak Chareen kuat menahan aura mereka berdua? kira-kira siapa yang berhasil menetap di hati nya?" Senyum Claire.
"Kakak mu sangat bodoh Claire!! sudah tahu Chareen memiliki segudang laki-laki tampan yang mapan tapi tak segera ia ikat!" Ketua Garel.
"Kau benar, tuan Alegra memang bodoh hahahaha." Tawa Raini.
"Sudah-sudah, jadi kalian akan ikut melihat nya tidak?" Tanya Garel pada mereka semuanya.
"Saya akan ikut menyusul tuan karena tuan Alegra yang menyuruh saya." Jelas Raini.
"Aku akan ikut kakak....." Cengir Claire pada Raini yang hanya mengangguk.
__ADS_1
"Aku tidak bisa karena akan ada acara, bagaimana dengan mu?" Tanya Chaty pada Garel.
"Aku akan ikut, bagaimana pun juga aku memang di undang." Balas Garel.
"Lalu bagaimana kabar nya dengan tuan Barnad dan tuan Jimmy?" Heran Raini.
"Untuk kak Barnad, dia mungkin sama seperti kakakku yang sangat menggila setelah melihat berita hari ini."
"Tidak salah lagi, saingan kak Ale memang berat!!!"
Mereka hanya mengangguk setuju saat Claire mengatakan hal yang menurut mereka sangat benar itu.
•••
"Apa kau senang mendapatkan penghargaan itu?" Tanya Alegra.
"Tentu saja, The Sparkling Queen bukanlah sekedar penghargaan. Kau mana tahu!!!!"
"Baiklah baiklah, apa malam ini kau akan pergi dengannya?"
"Ya, aku hanya menemani nya saja ke acara pesta. Untuk acara The Sparkling Queen nya nanti kau yang akan menjadi pasangan ku." Senyum Chareen dengan menggandeng lengan Alegra.
"Hhhh baiklah, apa ada sesuatu lagi yang ingin kau beli sayang?" Tanya Alegra dengan mengelus rambut Chareen.
"Hmmm, tidak ada. Semua gaun sudah disiapkan oleh Abim untuk pesta malam nanti, sedangkan untuk acara itu semuanya sudah di sediakan oleh William."
"Bukan begitu, kau tahu sendiri aku tidak pernah bergantung pada orang lain. Aku akan menerima nya karena suatu alasan, bukankah kau tahu itu?" Jelas Chareen membuat Alegra mendengus dengan memalingkan wajahnya.
"Ale, kau dan aku....."
"Apa? Kau milikku dan selamanya akan tetap seperti itu. Jadi, kau jangan pernah berfikiran untuk pergi meninggalkan aku Char, karena apa? karena aku tidak akan membiarkan mu pergi." Serius Alegra yang membuat Chareen diam dengan mata yang hanya berkedip-kedip lucu.
Cup
"Kau sangat cantik, aku akan segera menikahi mu." Cium Alegra di kening Chareen.
"A...Apaa? menikah?" Kaget Chareen dengan mata yang melotot.
"Ya, aku ingin segera memiliki mu Char. Setiap kau pergi pasti kau akan menambahkan saingan untuk ku." Jujur Alegra dengan suara yang lirih, kepala Alegra ia letakan di pundak Chareen.
"Hmm, Ale.... Aku.."
"Aku akan menunggu mu sampai kau puas menjadi model, tapi..... Jika kau ingin terus menjadi model setelah kita menikah nanti, maka aku tidak akan melarang nya." Senyum Alegra dengan mengelus rambut Chareen.
"Terimakasih." Senyum Chareen karena sangat senang jika Alegra sangat mengerti dirinya.
__ADS_1
"Apapun untuk mu." Balas Alegra dengan kembali menggandeng lengan Chareen.
Mereka terus berkeliling di mall, sudah banyak toko yang mereka kunjungi namun tak ada satupun barang yang Chareen inginkan. Hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah butik terkenal, Chareen tersenyum lebar melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, dengan cepat dia menarik Alegra untuk masuk kedalam toko tersebut.
"Selamat datang tuan dan nona, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pegawai dengan menundukkan kepalanya, mereka sedikit terkejut saat menyadari sosok Alegra dan Chareen yang sering muncul di televisi.
"Tolong ambilkan style yang itu, aku ingin melihatnya." Tunjuk Chareen pada sebuah kemeja yang berwarna putih namun memiliki garis garis berwarna biru, di bagian kerah nya juga berwarna biru, sangat indah.
"Pilihan nona memang tidak salah lagi, ini produk baru kami. Silahkan..." Ucap nya dengan menyerahkan kemeja tersebut.
"Terimakasih." Senyum Chareen yang membuat para pegawai itu gembira.
Alegra hanya diam saat Chareen membeli kemeja tersebut, pikiran nya sudah melayang. Untuk siapa kemeja itu?
"Apa yang kau pikirkan? Jangan berfikir yang aneh-aneh, ayo ikut aku untuk mencoba pakaian ini." Kesal Chareen.
"Ehh...." Kaget Alegra karena Chareen langsung menarik nya begitu saja.
Para pegawai hanya terkekeh karena ternyata Chareen sangat lucu, begitu pun dengan sosok Alegra yang di katakan dingin itu ternyata memiliki sisi yang sangat lucu.
"Ini, cobalah... Sepertinya ini sangat cocok untuk mu. Jangan terlalu sering menggunakan jas! kau terlihat semakin tua!!"
"..."
Alegra hanya bisa pasrah saat Chareen mendorong nya keruang ganti, hingga akhirnya Alegra hanya bisa menuruti apa kata Chareen.
Sambil menunggu Alegra keluar, Chareen memilih untuk berkeliling. Dia melihat banyaknya gaun terbaru namun tidak ada yang cocok untuk nya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk melihat-lihat bagian high heels.
"Apa begini?" Tanya seseorang yang langsung membuat Chareen mengalihkan perhatian nya.
Chareen terdiam beberapa saat, penampilan Alegra memang sangat sempurna. Dengan kemeja tersebut membuat nya semakin terlihat tampan saja.
Chareen tersenyum lebar dan segera menghampiri Alegra yang hanya diam, setelah Chareen berada di depannya, Chareen langsung menjinjitkan kaki nya untuk merapihkan kerah nya.
"Kau sangat tampan!! tidak sia-sia kau menjadi pasangan ku." Senyum Chareen.
"Jika di bandingkan dengan laki-laki itu, siapa yang menurutmu tampan?" Tanya Alegra dengan memegang tangan Chareen yang mulai turun dari lehernya.
"Hmm... Jika untuk itu, kalian memang sama-sama tampan dari segi fisik. Kalian memiliki pesona nya masing-masing, jadi.... Jangan selalu merendah okee? kau pun sangat sempurna." Senyum Chareen yang tahu arah pembicaraan Alegra itu.
"Apa kau puas jika hanya dengan ku?" Tanya nya lagi.
"Tentu saja." Senyum Chareen dengan melingkarkan tangannya di leher Alegra sehingga posisi mereka sangatlah dekat.
Para pegawai yang berada di balik tembok hanya bisa menggigit jarinya masing-masing saat melihat keromantisan mereka berdua.
__ADS_1
"Ya Tuhan, di manakah jodohku sekarang?" Gumam mereka semuanya.