
Di dalam pesawat Alegra tidak bisa mengatakan apapun, terlebih saat melihat Chareen yang sedang memejamkan matanya dengan kedua tangan yang di lipat di atas perut nya. Tak lupa kacamata hitamnya yang masih terpasang di wajah cantiknya.
"Sayang, aku...." Ucap Alegra dengan menghadap ke arah Chareen.
Chareen mengangkat sebelah tangannya hingga membuat Alegra langsung diam, Chareen membuka kacamata nya dan melirik Alegra.
"Jangan mengatakan apapun lagi, aku sudah tahu apa yang ingin kau katakan." Ucap Chareen dan kembali memakai kacamata nya.
"..."
Mereka berdua terus diam sampai ke pulau pribadi mereka lagi, barulah mereka turun.
Saat sampai di sana, semua orang masih tidur karena saat ini sudah menjelang pagi. Chareen langsung melangkahkan kaki nya menuju kamar nya namun langsung di tahan oleh Alegra dan menarik nya untuk memasuki kamar nya sendiri.
"Ale, lepa....Hmmfffttt...." Chareen berontak saat tiba-tiba saja Alegra mencium nya dengan kasar, seluruh pergerakan nya terkunci. Meskipun Chareen bisa melawan tapi tetap saja tenaga Alegra jauh lebih kuat.
Setelah sekian lama, barulah Alegra melepaskan nya. Alegra menempelkan jidat mereka, keduanya sama-sama ngos-ngosan.
"Kau tahu? selama perjalanan aku terus memikirkan apa yang sekarang ada di otak cantik mu itu..." Lirih Alegra dengan mengusap tengkuk Chareen hingga membuat wanita itu merinding.
"Apa kau masih memikirkan bagaimana caranya aku tahu hmm?" Balik tanya Chareen dengan menggerayangi dada Alegra dan tersenyum miring.
"Aku tahu kau sangat cerdik dan..... Shhhh ahhhhh.... Apa kau sedang bermain api dengan ku sayang?" Geram Alegra saat merasakan ciuman Chareen di lehernya.
"Aku sangat terkejut dan bahkan tidak percaya sedikit pun jika kau itu leader dari mafia yang sangat rahasia ini....." Ucap Chareen dengan lembut.
"Apa menurut mu aku tidak pantas?" Balik tanya Alegra dengan memeluk pinggang Chareen hingga tubuh bagian bawah mereka menempel erat.
Dapat Chareen rasakan sesuatu yang tegang di bawah sana, seketika tenggorokan Chareen menjadi kering. Kenapa Alegra selalu tegang jika bersama nya?
__ADS_1
"Hmm... Kau pantas, bahkan sangat pantas. Tapi........" Ucap Chareen dengan di akhiri bisikan.
"Apa?" Tanya Alegra dengan serak.
"Pertahanan mu sebagai seorang leader sangat....... Lemah!" Bisik Chareen dengan meninju perut Alegra hingga membuat laki-laki itu meringis kesakitan.
"Sayang, kau......" Geram Alegra yang melihat Chareen terkekeh dan pergi begitu saja.
Tapi beberapa saat kemudian Alegra tersenyum puas, bisa dia lihat jika Chareen memang berbeda dari yang lain. Chareen tidak mudah di goda nya, justru malah sebaliknya.
"Alegra....." Panggil Arjun di balik pintu, ekspresi nya benar-benar...... Datar.
"Hmm?" Tanya Alegra yang memilih untuk duduk di sofa dekat jendela.
"Ini adalah data mengenai Chareen, sangat sulit untuk menemukan nya. Semua data nya di sembunyikan dengan rapi dan...... Teliti sehingga pertahanan kita pun hampir terkena virus nya." Jelas Arjun dengan memberikan sebuah dokumen pada Alegra.
"Aku tahu..." Ucap Alegra dan langsung membuka dokumen tersebut.
"Sempurna! memang cocok menjadi nyonya Vitton!!" Puas Alegra yang di balas anggukan oleh Arjun.
Alegra tahu, kakek Chareen yang berasal dari ibu nya bukan lah orang sembarangan. Status nya sangat dihormati, meskipun sampai saat ini Alegra masih belum bertemu dengan sosoknya yang memang sangat susah untuk di jumpai.
Dalam dokumen tersebut, Chareen merupakan salah satu anggota wanita yang berasal dari anggota Yakuza. Bisa di artikan, Chareen bukan sebagai leader melainkan wakil dari leader tersebut.
Bagaimana itu bisa terjadi? Itu terjadi ketika Chareen berusaha 13 tahun dan sang kakek memiliki sahabat yang berasal dari Jepang. Mereka sejak muda sangat menyukai dunia kebebasan hingga akhirnya mereka membentuk sebuah organisasi.
Mereka merekrut lebih dari 100 ribu orang yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, karena sang kakek yang merupakan keturunan bangsawan, akhirnya dirinya menolak untuk menjadi leader dan memilih untuk menjadi wakil saja.
Hal itu menurun ke cucu mereka tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya yang jelas-jelas akan melarang masuk kedalamnya.
__ADS_1
Awalnya sang kakek hendak menyerahkan nya pada Bara namun bara menolak nya karena dia ingin hidup tenang dan damai tanpa anggota yang akan menjadi tanggung jawabnya nanti. Hingga akhirnya mau tidak mau Chareen lah yang menuruti nya.
Terlebih Chareen juga sangat suka berkelahi, di balik sikap anggun dan lembut nya, mereka tidak tahu bahwa diri asli Chareen sangatlah jauh berbeda. Chareen sering kali di sebut sebagai wanita jadi-jadian karena sering berpakaian seperti laki-laki.
Hingga lama-kelamaan sang mama nya pun terus menceramahi nya agar bisa menjadi anak yang anggun dan bisa seperti wanita pada umumnya yang pandai berdandan, setelah itu barulah Chareen mulai berubah dan masuk ke dunia hiburan.
Itu semua ia lakukan sama seperti Alegra, untuk menutupi jati diri mereka yang sebenarnya. Itulah kenapa, selama Chareen menjadi model tidak ada satupun orang yang berani mencelakai nya. Sebelum orang itu bertindak, mereka sudah lebih dulu pindah dunia.
Hal itu lah yang membuat Alegra yakin, karena di semua data yang Chareen miliki tak ada setitik pun berita buruk tentang Chareen padahal dalam dunia entertainment pasti ada saja halangan nya, namun itu semua tidak berlaku untuk Chareen.
"Aku sangat penasaran dengan kakek nya." Ucap Arjun dengan menatap Alegra.
"Kau benar, aku hanya tahu namanya saja. Mungkin sebentar lagi dia akan segera bertindak untuk...... Menguji ku." Senyum Alegra.
Arjun melotot, benar apa kata Alegra. Sang kakek tidak mungkin membiarkan cucu kesayangannya itu sembarang memilih calon suami meskipun silsilah keluarga Alegra sangat tinggi dan di hormati.
"Lalu, bagaimana kau menghadapi nya?" Tanya Arjun dengan sedikit waswas.
"Kau tenang saja, kau akan melihatnya saat kita kembali nanti..." Ucap Alegra dengan bangkit dari duduknya dan mulai membuka gorden yang mulai memperlihatkan mentari pagi.
"Hhhh.... Semoga kau bisa melewati nya." Pasrah Arjun dan memilih untuk pergi dari sana.
Alegra terdiam di balkon, dia menghirup udara pagi. Sekarang kehidupannya sedikit berbeda dari sebelumnya, itu semua berkat Chareen.
Sedangkan di tempat lain, Chareen di wawancarai habis-habisan oleh ketiga temannya itu, mereka sangat penasaran kemana perginya Chareen semalam.
Namun Chareen hanya membalasnya dengan senyuman dan memilih untuk tertidur, dia tidak sama seperti Alegra dan Arjun yang masih santai dan biasa saja ketika tidak tidur, tapi tidak dengan Chareen yang akan merasa pusing.
Mau tak mau mereka akhirnya tak lagi mengganggu Chareen dan membiarkan nya untuk tidur, bahkan sarapan pagi pun Alegra dan Chareen tidak ikut. Mereka memilih untuk tidur.
__ADS_1
Author mohon jika tidak menyukai karya author yang receh ini, author mohon maaf🙏 lebih baik skipp aja yah dari pada ngirim komentar yang buat author down🙏
Dan terima kasih untuk teman-teman ku yang selalu dukung author hehe, terimakasih juga udah like dan nyempetin komen buat author semangat lagi. Terimakasih banyak ❤️❤️