Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Arjun ternyata?


__ADS_3

Halo semuanya, maaf telat upp ya. Author sedang mengikuti UTS di kampus semoga kalian bisa memaklumi nya❤️


•••


Jimmy dan Garel tidak tahu harus berbuat apa pada Alegra yang masih setia berdiri di depan pintu kamar Chareen. Akhirnya mau tidak mau mereka pun terus memaksa nya, karena mereka tahu bahwa Chaty dan Chareen sedang berpesta bersama di dalam tanpa Alegra ketahui.


"Kak, sepertinya Chareen akan sedikit kesulitan menghadapi putri Aurora nanti." Ucap Garel, saat ini mereka sedang berada di dalam kamar sebelah.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, jika Chareen menghadapi nya maka dia sendiri pun pasti bisa mengatasi nya." Ucap Alegra dengan merebahkan tubuhnya.


"Baiklah..."


Tok tok tok tok


Jimmy membuka pintu tersebut, di lihatnya Arjun yang berdiri di sana dengan ekspresi yang benar-benar dingin dan datar hingga membuat Jimmy merinding di buatnya.


"Ada apa?" Tanya Alegra heran.


Arjun hanya diam dengan memberikan kode pada Alegra yang langsung mengangguk mengerti, akhirnya mereka pun memilih untuk pergi dari kamar itu menuju ruangan yang sebelumnya di pake oleh Arjun.


"Wanita itu sudah bergerak untuk mencari kelemahan Chareen, dia berusaha menyelidiki semua tentang Chareen dari hal terkecil sekalipun." Jelas Arjun.


"Aku tahu, kau harus menutup rapat identitas Chareen..."


"Tidak perlu, semua identitas nya memang tertutup rapat bahkan aku sendiri pun sangat susah untuk melihat nya. Kau tahu? sepeti nya Chareen menyembunyikan sesuatu yang besar dari kita semua." Ucap Arjun dengan serius.


"Aku tahu, sama seperti ku. Kami memiliki rahasia besar yang belum kami ungkapkan."


"Benar juga, kalau begitu aku kembali ke tempat ku. Malam ini kau yang menjaga nya karena aku harus melatih asisten bodoh itu." Ucap Arjun dengan pergi dari sana.


"...."


Alegra menghembuskan nafasnya, dia kira malam ini dia akan bermesraan dengan Chareen. Dia sudah tak sabar untuk menyentuh nya, namun apa yang terjadi saat ini? sungguh di luar dugaannya sendiri.


Alegra terus uring-uringan di atas ranjang, dia sungguh tak menyangka jika akhirnya akan seperti ini. Sungguh sial nasibnya.


•••


Di sebuah tempat yang begitu luas namun terlihat sangat menyeramkan terdapat seorang laki-laki tampan yang saat ini memiliki luka di sekujur tubuh nya namun tak ada niatan untuk dirinya berhenti di tempat tersebut.

__ADS_1


Dia terus berlatih menembak walaupun tangannya sudah mengeluarkan darah, hingga akhirnya tembakan terakhir itu pas mengenai sasaran.


Tubuhnya langsung terduduk dengan nafas yang memburu, dia terlihat puas dengan hasil latihannya. Meskipun baru beberapa hari namun dia sudah mampu menguasai nya meskipun tak sehandal mereka yang ada di sana.


"Lumayan, hanya saja teknik mu masih kurang." Ucap Arjun dengan santai.


"Terimakasih tuan, saya akan terus melakukan nya hingga maksimal." Balas William dengan tersenyum kecil.


"Bagus! sekarang kau istirahat lah, obati semua luka yang ada di tubuh mu. Jangan sampai meninggalkan jejak yang permanen." Ucap Arjun.


"Baik tuan." Angguk nya.


Arjun kembali pergi namun belum sempat dia melangkah, William kembali memanggilnya hingga membuat Arjun kembali menghadap nya.


"Ada apa?" Tanya Arjun dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Hmm itu tuan, apa nona Chareen baik-baik saja?" Cicitnya dengan menundukkan kepalanya.


"Ya, dia baik-baik saja. Alegra selalu berada di samping nya, kau tidak perlu khawatir. Kau harus fokus pada latihan mu saja agar kau bisa kembali di samping nya."


"Baik, terimakasih tuan." Senang nya.


"Ayolah, kau ceritakan bagaimana tuan besar nona Chareen bertemu. Kau tahu bukan bahwa selama ini tuan memiliki kekasih jal*ng itu?" Tanya seorang laki-laki yang memiliki ekspresi seram.


Terkadang William sendiri pun di buat ketawa dengan mereka, ekspresi mereka tidak sama dengan apa yang mereka ucapkan.


"Kalian tahu? nona ku sangat hebat! dia yang pertama kali mendekati tuan Alegra." Bangga William membuat mereka berbinar-binar.


"Benarkah? lalu? lalu?" Antusias mereka dengan mengajak William duduk lesehan di sana.


William pun menceritakan nya, tak ada yang terlewati termasuk saat Alegra marah dengan adanya Barnad dan Abimanyu itu.


Mereka tertawa terbahak-bahak saat mendengar jika Alegra sering merengek pada Chareen jika mereka sedang bersama.


"Ekhemmmm... Apa begitu senang membicarakan tuan besar kalian hmm?" Tanya Arjun dengan melipat kedua tangannya di dada.


Mereka terlonjak kaget, ekspresi mereka semuanya berubah menjadi pucat dan ketakutan. Begitu pun dengan William yang berusaha menelan ludah nya bulat-bulat.


"T-tuan...." Gugup mereka.

__ADS_1


"Haishh, kenapa kalian tidak memanggil ku? aku memiliki informasi yang banyak mengenai mereka berdua!" Ucap Arjun dengan antusias.


Mereka menganga mendengar nya, ini pertama kali nya mereka melihat ekspresi lain dari Arjun.


"Ah..Hahaa benarkah tuan?" Tanya mereka dengan sedikit canggung.


"Ya, kemarin itu......" Arjun mulai menceritakan semuanya, mereka yang ada di sana sangat antusias mendengar nya. Hal itu seperti seorang ibu yang menceritakan sebuah dongeng untuk anak-anak nya.


Entah sampai kapan hal itu berlangsung yang jelas langit pun sudah berubah menjadi gelap barulah mereka kembali ke tempat nya masing-masing.


•••


Chaty melangkahkan kakinya keluar dari kamar Chareen, dia berjalan dengan langkah yang tak teratur. Mulutnya terus mengoceh tiada henti, hingga dirinya bertemu dengan sang kekasih yang sedang berbincang dengan Jimmy.


"Sayang.... Kenapa kau ada tiga? ehh empat lima... Tujuh? hahah kau banyak sekali...." Ucap Chaty dengan memeluknya.


"Astaga.... apa yang kau lakukan? kenapa kau memeluk Jimmy? apa wajahku sudah tidak kau ingat lagi?" Kesal Garel dengan menarik tangan Chaty dan memeluk nya langsung.


"Ahh benarkah? Jimmy juga sangat tampan hehe..." Mabuk nya dengan terus menatap Jimmy yang langsung merinding.


"Dia terlihat menakutkan..." Jujur Jimmy dan langsung berlari pergi meninggalkan pasangan itu.


"Ck, kenapa kau mabuk di waktu sekarang?" Kesal nya dengan menggendong Chaty dan membawanya ke kamar.


Ternyata di sana ada Alegra yang masih uring-uringan, Garel yang melihat itu hanya cengo. Mulut kakak nya terus mengoceh menyebutkan nama Chareen.


"Kakak, sepertinya kau beruntung malam ini. Mereka berdua nampaknya mabuk, kau lihatlah ke kamar nya." Ucap Garel yang membuat Alegra gembira seketika.


"..." Tanpa mengatakan apapun, Alegra langsung berlari pergi menuju kamar Chareen.


Namun apa yang dia lihat? Chareen sedang duduk bersantai di dekat jendela, dress putih nya yang indah membuat nya terlihat semakin cantik dan mempesona.


"Sayang?" Panggil Alegra dengan mesra.


Chareen membalikkan tubuhnya, di tangannya terdapat gelas yang berisi wine. Ekspresi nya terlihat sangat seksi dan memukau, terlebih Chareen sedang tersenyum smirk pada Alegra.


"Kemarilah sayang...." Ucap Chareen dengan suara sensual nya.


Jangan lupa like dan komen yahh, follow juga dong akun author. Terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2