Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Aneh sekali


__ADS_3

Seperti halnya embun pagi yang muncul dalam suasana dingin namun mampu untuk menyegerakan keadaan sekitar yang nampak gelap dan kesepian, di mana pun ia singgah maka akan mendatangkan kebahagiaan bagi orang orang meskipun kedatangan nya tak seperti hujan yang justru membuat beberapa orang kesusahan.


Chareen meringis kesakitan karena pinggangnya terasa patah, beda lagi dengan Alegra yang nampak segar dan bergembira.


"Apa kau baik-baik saja? ahh seperti nya tidak.. Kalian terlalu bersemangat." Ucap Raisa dengan terkekeh.


Chareen hanya mendengus kesal dan memilih untuk diam, saat ini mereka berada di dalam jet pribadi milik Alegra. Alegra menyuruh Chareen dan Raisa untuk kembali lebih dulu sedangkan Alegra dan Bara harus mengurus hal penting pada negara Afrika itu tentang penduduk Malawi yang akan Alegra bangun menjadi sebuah kota yang indah.


Awalnya Chareen ingin ikut namun Alegra menyuruh Chareen dan pergi lebih dulu agar bisa istirahat di hotel yang sudah mereka siapkan, Bara menyuruh mereka untuk menunggunya di sana.


"Jadi, bagaimana? kau akan melanjutkan profesi mu atau melanjutkan bisnis keluarga mu?" Tanya Bara, saat ini keduanya sedang bersantai sebelum akhirnya pergi menemui presiden Afrika.


"Awalnya aku ingin melanjutkan menjadi chef agar selalu memiliki waktu dengan Chareen dari pada menjadi penerus keluarga Vitton yang mungkin akan jarang bersama Chareen tapi aku tahu bahwa Chareen sangat menyukai hal-hal mewah, bukan berarti Chareen wanita seperti itu namun aku harus menghasilkan banyak uang agar diriku bisa Chareen manfaatkan..." Jelas Alegra dengan meminum kopi nya.


"Kau benar, meskipun Chareen tidak membutuhkan uang yang ada pada dirimu tapi ingatlah tugas mu sebagai suami. Pastikan Chareen tidak memakai uang pribadinya untuk membeli kebutuhannya sendiri, jangan merasa bahagia karena Chareen tidak meminta apapun pada mu."


"Aku tahu, oleh karena itu aku setuju untuk mengambil alih perusahaan keluarga. Awalnya aku ingin memberikan nya pada Garel tapi laki-laki bodoh itu tak mau mengurusnya dan memilih untuk mengurus perusahaan cabang dari pada perusahaan utama." Kesal Alegra.


"Beruntung kau memiliki saudara yang tak gila harta, jika di lihat-lihat banyak sekali permusuhan dalam keluarga hanya karena warisan. Bukankah begitu?"


"Ya aku tahu, beruntung nya aku karena kedua saudara ku di didik dengan benar oleh kedua orang tua ku, meskipun saat mendidik ku mereka sangat keras dari pada kedua adikku."

__ADS_1


"Itu karena kau anak pertama, bagaimana jika kau tahu kehidupan Chareen sejak masa remaja hingga sekarang... Mungkin kau akan terkejut." Senyum Bara yang mengingat bagaimana keseharian Chareen selama ini.


"Apakah kakek Kim selalu memperlakukan Chareen dengan buruk? atau kasar?" Penasaran Alegra.


"Bisa di bilang begitu bisa juga tidak, keseharian Chareen memang penuh dengan luka dan darah. Kau tahu bukan bahwa Chareen memiliki wajah yang sangat cantik? hal itu lah yang membuat ayah ku sangat keras pada nya saat melatihnya. Ayah tidak ingin Chareen di sakiti oleh laki-laki yang mendekati nya, karena itu lah Chareen tidak pernah berpacaran sampai sekarang..." Jelas Bara dengan santai.


"Aku tahu itu, tapi... Bagaimana bisa? maksud ku bagaimana bisa Chareen tak tertarik pada laki-laki? bukankah dia selalu di dekati oleh laki-laki yang memiliki kedudukan?" Heran Alegra.


"Hahaha kau pikir Chareen akan luluh dengan sosok laki-laki yang selalu mengandalkan harta untuk merebut perhatian nya? Chareen lebih suka hal yang menantang, bukankah selama ini Chareen yang mengejar mu lebih dulu?"


"Ahh kau benar, itu karena...." Malu Alegra karena dia pernah mengatakan sesuatu yang buruk pada Chareen waktu itu hanya karena Chareen berprofesi sebagai model.


"Sudahlah, aku tahu bahwa kau tidak menyukai seorang model. Bagi mu model hanyalah jala*ng keliling."


"Kau benar, beruntung nya kau memiliki kepribadian yang bodoh hanya karena wanita gila itu kau menolak Chareen." Ejek Bara yang kembali membuat Alegra mendengus.


"Kau mana tahu rencana ku, aku pun selalu jijik jika berdekatan dengannya. Alasan kenapa aku bisa bertahan begitu lama dengan nya itu karena aku tidak perlu repot-repot mengurus wanita yang berusaha mendekati ku, tanpa aku sadari wanita itu sudah mengurus nya dengan baik."


"Wahh karena itu lah kau tidak menyesalinya bukan? jangan salahkan aku jika Chareen tak membiarkan mu tidur di kamar!!"


"Ahh tidak, kau... Yakk sialan!!! aku tidak bermaksud begitu!! oh ayolah.... Bara!! ahh tidak, om maksud ku aku tidak... Tunggu aku brengshakeeee!!! astaga, sialan!!?" Alegra terus mengamuk di sana karena tidak bisa mengejar Bara yang sudah pergi dari sana, kini Alegra malah menjadi pusat perhatian orang-orang di sana.

__ADS_1


Bara sendiri hanya terkekeh di sepanjang langkah nya, meskipun umur mereka beda sedikit tapi tingkah Alegra masih sama seperti remaja pada umumnya. Menggoda Alegra membuat nya senang.


•••


Raisa dan Chareen sudah sampai di hotel tempat yang Bara pilih, Raisa sendiri memilih untuk pergi tidur dan istirahat sedangkan Chareen dia sibuk berkeliling untuk mencari makan. Dengan di temani oleh Ricko, laki-laki itu ingin sekali rasanya mengeluh karena ini pertama kalinya dia di buat susah oleh Chareen yang tak habis nya berkeliling untuk mencari makanan yang entah apa itu yang sampai sekarang masih belum di jumpai nya.


"Nona, sudah 2 jam kita berkeliling. Apa nona belum menemukan makanan nya?" Tanya Ricko dengan suara yang lemah.


"Belum, sepertinya ada disini. Aku mencium aroma nya dari jauh..." Balas Chareen selalu seperti itu.


Sejak kapan pula Chareen menyukai makanan manis? biasanya wanita itu selalu menjaga pola makannya terutama makanan manis seperti itu.


"Itu dia!!!!!" Senang Chareen dengan berlari kecil ke sebuah toko kecil penjual kue kering yang ada di pinggir jalan


Ricko melotot melihat Chareen yang sangat antusias dengan kue tersebut, namun bukan hal itu yang membuat nya heran melainkan dengan jenis makanan yang menurut nya sangat aneh untuk di makan.


"Nona itu...." Tanya Ricko yang langsung di stop oleh Chareen.


Ricko tak mengerti lagi dengan Chareen, bukankah Chareen tidak suka dengan kacang almond? sedangkan kue kering itu berbahan kacang almond.


Tingkah Chareen yang berbeda membuat Ricko sedikit asing dengan sosoknya, namun bukan berarti dia tak menyukai nya. Ricko mengelus dada nya karena tak menyangka jika tingkah Chareen akan mengundang banyak perhatian orang-orang sekitar.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya yahh ♥️ Terimakasih karena selalu support author.


__ADS_2