
Kedatangan Chareen dan Alegra sudah di nantikan oleh kedua keluarga itu, bahkan Raini dan Chaty pun ikut menyambut kedatangan mereka berdua. Mereka nampak antusias saat sosok yang mereka nantikan mulai menunjukkan dirinya di balik pintu yang menjulang tinggi itu.
"Astaga, bagaimana kabar mu sayang? apa kau baik-baik saja?" Tanya Yuna dengan memeluk Chareen erat dan mencium kedua pipi Chareen dengan penuh kasih sayang.
"Aku baik-baik saja ma...." Balas Chareen dengan tersenyum manis pada mama nya yang nampak cantik itu.
"Bagaimana kabar mu juga sayang? apa Chareen membuat mu susah?" Tanya Yuna lagi pada Alegra yang membalas pelukan Yuna itu.
"Tidak ma, Chareen sangat patuh." Balas Alegra dengan tersenyum saat mendapatkan ciuman di kedua pipinya dari Yuna.
"Syukurlah..." Lega Yuna.
"Apa kabar ma, pa?" Tanya Chareen pada Susan yang sudah memeluk nya erat.
"Kami sangat merindukan kalian, nampak nya kau sedikit berbeda..." Selidik Susan dengan menatap Chareen dari atas hingga bawah.
"Mama benar, kak Chareen sedikit berisi. Apa kak Ale selalu memberikan kakak makan?" Tanya Claire dengan menggandeng lengan Chareen untuk di bawa masuk ke kamar.
"Ya, Alegra selalu memberi ku makan. Ada apa?" Heran Chareen, kini Raini dan Chaty pun ikut nimbrung mengelilingi Chareen.
"Char, bagaimana rasanya? apa Alegra sangat berkuasa di atas ranjang?" Tanya Raini dengan antusias.
"Benar, apa sama seperti Garel yang memiliki stamina kuat?" Tambah Chaty.
"Apa yang kalian bicarakan? apa kalian tidak lihat jika disini ada siapa?" Tanya Chareen dengan melirik Claire yang hanya mengangguk setuju.
"Jiahhh... Kau pikir dia polos? bahkan dia berciuman dengan William hampir satu jam hingga membuat bibir nya seperti tersengat lebah." Chaty malah menjitak kepala Claire yang hanya terkekeh itu.
"Mau bagaimana lagi? kak Willi sangat tampan dan menggoda..." Cengir nya yang membuat mereka menyetujui hal itu.
Sedangkan di ruang tamu, mereka sibuk mengintrogasi Alegra yang kini hanya bisa tersenyum kecil melihat mereka yang nampak penasaran.
"Kenapa kau honeymoon dengan waktu yang begitu lama?" Heran Garel.
"Tidak apa, bukankah lama atau tidak nya kalian tetap menginginkan hasil yang baik?" Balas Alegra dengan meminum air nya.
"Apa maksudmu?" Heran Garel yang di angguki oleh semuanya.
__ADS_1
Alegra hanya terkekeh karena ekspresi yang mereka tunjukkan sangat lucu, Alegra memberikan sebuah kertas pada Yuna yang kebetulan di sampingnya juga ada Susan.
Yuna dan Susan segera membacanya, mereka melotot tak percaya dan kompak langsung menatap Alegra dengan tatapan yang campur aduk.
"Maksud mu... Chareen, dia.... Sedang mengandung?" Tanya Susan dengan antusias.
"Ya, bukankah di sana sudah di jelaskan?" Angguk Alegra.
"Oh my good!!!! aku sangat senang hahaa.... Akhirnya kita akan menjadi nenek...." Senang Yuna dengan memeluk Susan.
Mereka segera berlari untuk menemui Chareen yang mungkin sudah berada di dalam kamar nya bersama teman-temannya itu, sedangkan untuk Arya dan Dong Song mereka hanya tersenyum dan saling berpelukan satu sama lain.
Untuk Garel dan William, mereka hanya diam dengan saling pandang. Sepertinya mereka harus belajar pada Alegra yang mampu membuat benih hanya dalam waktu singkat, jika perlu mereka akan meminta tutorial nya secara langsung.
•••
Pagi ini Chareen berniat untuk olahraga di taman dekat mansion nya, hal itu juga membuat Chaty ikut. Untuk Raini dan Claire mereka sibuk di sekolah dan di kantor, kecuali Chaty yang nampak bebas tanpa pekerjaan apapun.
Pagi ini Chareen hanya memakai celana sport pendek di atas lutut dengan kaos hitam nya, tak lupa sepatu sneaker putih dan rambut yang ia kuncir kuda sehingga membuat nya nampak cantik dan muda.
"Char, entah kenapa aku merasa jika kau itu memiliki rahasia yang tak pernah kami ketahui. Apa itu benar?" Tanya Chaty penasaran.
"Garel pun sangat hebat." Balas nya tak mau kalah.
"Aku tahu, kapan kau dan Garel menikah?" Penasaran Chareen.
"Setelah Claire lulus nanti, oh ya... Apa kau sudah menyiapkan hadiah untuk putri Aurora nanti? sepertinya wanita itu sedikit tidak beres." Ungkap Chaty dengan rasa penasaran yang ada di hatinya.
"Kau akan datang? apa yang lain juga ikut?"
"Tidak, Raini tidak ikut karena tidak dapat undangan nya. Begitu pun dengan Claire, hanya aku dan kau saja yang akan datang bersama pasangan kita nanti. Kenapa?" Jelas Chaty ketika melihat ekspresi wajah Chareen yang sedikit menekuk.
"Tidak ada, bukankah acaranya itu tanggal 21 ya? sekarang sudah tanggal 19, berarti tinggal dua hari lagi."
"Hmmm, Garel bilang dia akan sibuk untuk dua hari kedepan oleh karena itu kita tidak bisa datang bersamaan. Mungkin kami akan sedikit telat."
"Baiklah.."
__ADS_1
Chareen dan Chaty memilih untuk diam saat seorang wanita muda duduk di samping Chareen dengan menggendong bayi kecil yang mungkin baru berusia satu bulan, karena masih nampak merah dan juga kecil.
"Apa ini anakmu?" Tanya Chareen dengan tersenyum hangat.
"Bukan, ini anak kakak saya..." Jelas nya tanpa melihat ke arah Chareen karena sibuk meredakan tangisan bayi nya.
"Memang kemana kakak mu?" Penasaran Chaty.
"Kakak say.... Astaga!!! bukankah anda nona Chareen? sungguh ini anda nona? cantik sekali...." Heboh nya bahkan seketika dia lupa pada bayi tersebut yang masih menangis.
"Benar, kalau boleh tahu kemana kakak mu?" Senyum Chareen dengan menyentuh kepala bayi tersebut.
"Kakak saya..." Wanita itu tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi, yang ia lakukan hanya diam dengan menundukkan kepalanya.
"Boleh aku menggendong nya?" Tanya Chareen yang langsung di angguki oleh wanita itu.
"Wahh... Dia sangat cantik. Pasti mirip seperti ibu nya." Senang Chaty dengan mengelus kepalanya yang saat ini sedang di pangku oleh Chareen.
"Kakak saya meninggal saat melahirkan nya, itulah kenapa jadi saya yang mengurusnya bersama dengan ayah ibu. Untuk suami kakak saya, beliau bekerja siang malam untuk mencukupi anak nya ini." Jelas nya dengan tersenyum.
"Astaga, apa kakak mu sakit?" Tanya Chaty lagi.
"Tidak, tapi bagi seorang ibu yang akan melahirkan hal itu memang sudah sering terjadi. Bukankah begitu?" Jawab nya dengan tersenyum pada Chaty yang hanya terdiam lalu melihat reaksi Chareen yang langsung terdiam beberapa saat.
"Pasti kakak mu sangat baik hati." Senyum Chareen.
"Ya, kakak memang wanita hebat dan kuat. Dia juga sangat baik hati..... Meskipun aku bukan adik kandungnya sendiri."
"..."
"Sepertinya hari sudah mulai panas, nona Chareen bolehkah saya berfoto dengan anda?" Pinta nya dengan penuh harap.
"Tentu." Angguk Chareen dengan tersenyum.
Setelah puas berfoto, Chareen dan Chaty pun mulai pergi. Namun hal itu segera Chareen urungkan setelah mereka melewati jalan yang di sana di penuhi dengan aneka macam makanan yang ada di pinggir jalan.
Mata Chareen langsung berbinar senang, Chaty sendiri sudah tahu apa yang terjadi pada Chareen sekarang. Wanita itu sudah gila makanan!!
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya yahh, author butuh semangat dari kalian:(