
"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa semuanya berubah?" Heran Arjun dengan terus berpikir.
"Ale..." Panggil Arjun pada Alegra yang hanya diam dengan tangan yang mengepal memegang gelas, darah mengalir di tangannya. Matanya terpejam dengan raut wajah yang menyeramkan.
"Berani mengecoh ku heh?" Gumam Alegra dengan tertawa kecil, air mata mengalir di pipinya.
Arjun terkejut bukan main, ini pertama kalinya dia melihat Alegra menangis seperti ini. Arjun melirik Ricko dan Bara yang hanya diam, bisa mereka pastikan jika sebentar lagi akan terjadi peperangan di antara mereka.
Benar saja, lokasi kapal pesiar yang Anthony miliki tidak berada di jalur biasa. Kapal mereka berada jauh di tengah, bisa mereka lihat banyaknya darah yang ada di sana terlebih.... Mereka melihat Chareen yang sudah tak sadarkan diri dalam rangkulan Anthony yang terus di pukuli oleh mereka menggunakan besi.
"MASIH BERANI BERTINGKAH?" Marah Alegra dengan menembaki mereka satu persatu.
"Ukhukk....." Victor tersenyum saat sebuah peluru mengenai dada nya.
"Hahah... Aku pikir, kau jauh lebih pintar dari dugaan ku tapi ternyata... Kau sama bodohnya seperti mereka, kau pikir bagaimana aku tahu tentang lokasi ini semua?" Tanya Victor dengan terkekeh.
Alegra tak menghiraukan ucapan nya, dia segera melihat keadaan Chareen yang langsung di bawa oleh dokter terkenal yang ia bawa sebelumnya. Tidak hanya Chareen tapi mereka semua yang ada di sana juga Alegra pindahkan ke tempat aman.
"Selama ini aku hanya bertarung dengan penjahat! entah di bunuh atau terbunuh, hanya ada dalam anggota kami." Ucap Alegra dengan mendekati mereka.
"Namun kalian ini, bukan orang jahat sama sekali.." Alegra tersenyum pada Victor yang terduduk di lantai.
"Kau mafia sampah!! tidak berguna!! berlagak menjadi pahlawan disini?" Maki tuan Shen yang menodongkan pistol pada Alegra.
"Pahlawan apanya? aku hanya sampah yang akan membersihkan sampah!" Ucap Alegra dengan santai.
"Jika ada sampah yang lebih kotor dariku, aku tidak tahan....... Untuk segera melenyapkan nya!" Marah Alegra dengan menginjak kepala Victor dan menendang perut tuan Shen hingga mundur beberapa langkah.
Alegra bertarung dengan tuan Shen hingga beberapa kali membuat tuan Shen terjatuh dan terpojok, Alegra tersenyum iblis melihat darah yang bersimbah dari tubuh tuan Shen.
"Bukankah aku sudah memperingati mu siang tadi? sepertinya kau hanya menganggap angin lalu perkataan ku." Ucap Alegra dengan menginjak tangan tuan Shen hingga berbunyi.
DUGHH!!!
__ADS_1
Alegra menginjak perut tuan Shen hingga membuat laki-laki itu terbatuk-batuk dengan darah yang terus keluar dari mulutnya, di tembak nya setiap jari-jari tangannya hingga semuanya terputus.
Setelah melihat nya tak berdaya lagi, Alegra tersenyum puas. Di liriknya Victor yang hanya diam dengan mulut yang tersumpal dan tubuh yang terikat rantai di leher nya, sorot mata Victor menjadi begitu beda dari biasanya.
"Kakak sepupu...." Panggil seseorang dengan suara serak nya.
Alegra menatap orang yang memanggil nya itu, terlihat sosok Michael yang berdiri dengan ekspresi yang.... Penuh amarah. Di tangannya terdapat besi yang sebelumnya di gunakan oleh mereka untuk memukuli Anthony.
Victor tersenyum lebar saat melihat adik nya datang menghampiri nya, namun belum sempat dia mengatakan sesuatu Michael sudah lebih dulu memukul kepalanya hingga darah memancar ke wajah nya.
"Sialan!! brengsek!! aku membenci kalian berdua!!! aku malu satu darah dengan kalian!!! kalian binatang!!!" Maki Michael dengan terus memukuli Victor.
Arjun segera menahan Michael karena takut membunuh Victor sebelum di adili oleh Chareen nanti, itu adalah pesan utama dari Alegra sebelum mereka sampai.
"Lepaskan aku!! aku akan membunuhnya!" Marah Michael dengan air mata yang terus mengalir sebelum akhirnya jatuh terduduk dengan badan yang bergetar.
Ricko segera merangkul nya agar tidak lagi membuat nya ketakutan setelah melihat tubuh Victor yang terbalut darah itu.
"Kau.... Memang seharusnya mati dari dulu." Ucap Victor sebelum akhirnya kesadaran menghilang.
Alegra segera mencari ruangan mereka, di sana Alegra melihat Chaty menangis meraung-raung di antara Chareen, Raini dan Garel.
"Tuan, tuan Garel dan nona Raini....." Ucap salah seorang dokter dengan menundukkan kepalanya.
Alegra memalingkan wajahnya, di dekati nya tubuh Garel yang terbaring dengan darah yang terus keluar dari balik pakaian nya. Begitu pun dengan Raini, Alegra menatap Raini yang terbaring kaku dengan luka memar di pipi nya, wajah nya nampak berbeda karena terus di aniaya oleh mereka.
"Untuk nona Chareen, dia baik-baik saja.... Namun, kami terpaksa mengangkat salah satu janin nya. Pukulan yang keras di perutnya membuat salah satu janin nona Chareen hancur...." Jelas dokter itu yang kini langsung membuat Alegra jatuh terduduk.
"Kalian bisa keluar sekarang." Ucap Alegra dengan lirih, mereka saling pandang sebelum akhirnya mengangguk dan pergi dari sana.
Setelah kepergian mereka, Alegra menangis meraung-raung. Arjun, Bara, Ricko dan Michael beserta Chaty ikut menangis di luar, terlebih mereka mengingat bahwa kedua orang tua Chareen pun mati dalam waktu yang bersamaan.
"Aku.... Aku akan membantai habis mereka!!" Geram Arjun yang langsung di angguki oleh Ricko.
__ADS_1
"Persiapkan dirimu.." Ucap Ricko juga dengan menepuk pundak Arjun.
Chaty yang berada di samping mereka merasa tak bertenaga lagi, hingga akhirnya Chaty jatuh terbaring di samping Arjun.
"Cepat bawa kedalam!!" Ucap Ricko pada Arjun yang langsung mengangguk dan membawanya masuk.
Di dalam mereka melihat Alegra yang masih menangis di samping Chareen dengan wajah yang menunduk, para dokter langsung memeriksa Chaty dan mengatakan bahwa Chaty baik baik saja hanya sedikit shock dan trauma saja.
"Akhirnya aku tahu apa itu rasa takut..m" Ucap Alegra pada Arjun yang hanya diam.
"Aku merasakan nya sekarang...." Tunduk nya dengan memegang tangan Chareen.
"Tuan, untuk pemakaman mereka..."
"Samakan dengan waktu pemakaman kedua orang tua Chareen.." Ucap Alegra dengan menatap Bara yang hanya diam.
"Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Alegra pada Bara.
"Tidak, ucapan ku tidak akan membuat kakak ku kembali lagi bukan? jadi untuk apa aku bersuara?" Tanya Bara depan tersenyum getir.
Alegra mengangguk, di tatapnya Chareen yang masih tak sadarkan diri. Alegra bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Bara.
"Kau tahu alasan mereka melakukan nya?" Tanya Alegra dengan mata yang tajam.
"Awalnya aku tidak tahu tapi.... Ternyata semua ini di mulai dari ayah ku, aku.... Aku tidak tahu, apakah dengan membalas mereka akan membuat ku tenang? mungkin ini hasil yang sudah ayah ku tanam." Ucap Bara dengan tersenyum dan pergi begitu saja.
"Ternyata, ini misteri yang selalu tuan besar sembunyikan. Nona Chareen sendiri bahkan tidak tahu....." Ucap Ricko dengan menghela nafas berat.
"Ale, sebentar lagi kapal akan sampai di daratan. Tuan Anthony meminta maaf..."
"Tidak perlu, dia juga tidak bisa di salahkan dalam hal ini karena dia juga korban, justru aku harus berterimakasih pada nya karena dia.... Sudah mau melindungi Chareen." Ucap Alegra dengan memegang tangan Chareen.
"Baiklah, kami akan membawa tubuh Garel dan nona Raini untuk segera di bersihkan. Kalau begitu kami permisi." Ucap Ricko dan Arjun yang membawa brangkas mereka berdua.
__ADS_1
Alegra memberhentikan mereka yang hendak membawa Garel, di usap nya rambut Garel oleh Alegra dengan penuh kasih sayang sebelum akhirnya Alegra mengangguk pada Ricko untuk membawa mereka berdua.
"Aku akan membalas rasa sakit kalian berjuta-juta kali lipat." Gumam Alegra dengan mengambil sedikit rambut Garel dan Raini untuk ia genggam, rambut tersebut menyatu dengan darah nya.