Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Bodoh!


__ADS_3

Mereka berciuman cukup lama bahkan kedua bibir mereka terlihat membengkak, sosok yang berdiri di depan pintu yang tak lain adalah William sendiri.


William akhirnya memilih untuk berjaga di depan, takut ada seseorang yang datang dan membeberkan gosip tersebut.


Setelah di rasa cukup, Alegra melepaskan tautan bibirnya pada wanita yang sudah berhasil membuat nya uring-uringan dalam sesaat.


Chareen? jangan di tanya, dia sudah sangat malu sekarang! bisa di pastikan wajahnya sangat merah sekarang ini.


"Aku akan menunggu mu di luar, cepatlah..." Ucap Alegra dengan suara serak nya dan berlalu pergi meninggalkan Chareen yang masih diam mematung.


Apakah Alegra sadar? tentu, dia sangat sadar akan hal apa yang telah ia lakukan pada Chareen.


Saat Alegra keluar dari ruangan tersebut, dia melihat sosok William yang berada di depan. Sudah Alegra pastikan bahwa William pasti melihat kejadian mereka berdua tadi, namun apa reaksi Alegra? dia hanya melihat saja sebelum akhirnya benar-benar pergi.


Chareen sendiri terdiam dengan wajah bodoh nya, dia menggeram gemas dan terus meloncat-loncat tanpa menghiraukan etika nya yang sebagai model terkenal.


"Nona, cepatlah.... Tuan Alegra sudah menunggu anda" Ucap William yang datang tiba-tiba membuat Chareen tersentak, Chareen berlari ke arah William dan memeluknya erat.


"Astaga.... Kau tahu? dia....dia mencium ku lagi astaga....... Aku bahagia...." Senang Chareen dengan menatap William yang hanya menghela nafas panjang.


"Saya tahu, jadi cepat lah" Ucap William dengan mendorong Chareen ke kamar mandi dengan memberikannya paper bag.


"Huhh kau ini tidak asik..." Dengus Chareen dengan cemberut yang membuat William terkekeh kecil.


_______


Alegra memegang dada nya, jantung nya terasa berdetak kencang karena kejadian tadi. Perasaan tersebut baru pertama kali ia rasakan seumur hidupnya ini, terasa sangat bahagia, geli, gugup dan malu bercampur menjadi satu.


"Chareen memang benar-benar racun yang mematikan!!!" Gumam nya dengan tersenyum kecil.


Saat dirinya terdiam, sosok Chareen pun datang dengan dress hijau nya. Rambut indahnya ia kepang sebelah dengan hiasan bunga di setiap kepang nya.


Membuat penampilan nya seperti seorang dewi bunga, dia tersenyum pada Alegra yang masih diam dengan pikirannya.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Chareen membuat Alegra tersentak.


"Ahhh tidak ada...." Gugup Alegra dengan membukakan pintu mobil untuk Chareen.


Seakan tahu apa yang Alegra pikirkan, Chareen tersenyum tipis menanggapi nya. Memang inilah yang akan Chareen lakukan, membuat Alegra terpesona pada nya dan melupakan wanita itu secara perlahan.

__ADS_1


"Kita akan makan di mana?" Tanya Chareen penasaran.


"Di apartemen ku" Balas nya dengan menatap Chareen.


"Ehhh?" Kaget nya, berduaan dengan Alegra di apartemen? Chareen terbatuk kecil, pikirannya sudah berkelana kemana-mana.


"Baiklah..." Angguk Chareen.


"Apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Alegra lagi.


"Tidak ada, aku tahu di apartemen mu semuanya sudah lengkap..."


"Kau benar" Senyum Alegra.


Drtttttttt Drrtttttttttttttt Drtttttttt


Ponsel milik Alegra berbunyi, terlihat sang penelepon yang membuat Chareen tersenyum kecil.


"Kenapa tidak di angkat?" Tanya Chareen heran karena Alegra memilih untuk mematikan ponselnya.


"Tidak apa-apa" Balas nya singkat.


"Tentu, tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan"


"Hmm....Kenapa kau begitu yakin dan percaya pada kekasih mu, bahkan kau mengabaikan orang tua mu hanya karena nya"


"...."


"Ale...." Panggil Chareen karena Alegra hanya diam saja dengan tatapan aneh nya.


"Entahlah.... Aku hanya percaya begitu saja, terlebih setelah kedua orang tua nya meninggal dan menitipkan Kinara padaku untuk selalu percaya apa katanya" Jujur Alegra membuat Chareen melotot.


"Apa apaan orang tua itu? percaya pada seorang jal*ng hehh? benar-benar lucu!!"


"Bahkan kau lebih percaya pada mereka dari pada orang tua mu sendiri?" Tanya Chareen dengan tidak percaya nya.


"Hmmm..."


"Astaga.... Kau ini ternyata sangat bodoh!" Kesal Chareen.

__ADS_1


"Apa maksud mu?" Herannya.


"Ck, sudahlah lupakan! kau tidak akan mengerti. Kau selalu menomor satukan dirinya, meskipun dia salah!! di mata mu dia yang paling benar!" Kesal Chareen tanpa sadar.


"Apa maksud mu hah?" Marah Alegra karena dia tidak suka jika seseorang menyalahkan Kinara begitu saja, meskipun beberapa hari ini dia juga sangat risih dengan sosok nya namun dia tidak ingin ada seseorang yang menjelekkan tentang nya lagi.


"Apa kau tidak dengar hah? kau itu bodoh! terlalu percaya pada wanita jal*ng itu!!! apa ka....."


"KELUARRRR!!!!! Meskipun beberapa hari ini aku sangat peduli pada mu tapi kau tidak berhak untuk mengatai kekasih ku!!" Marah nya membuat Chareen tersentak, dia tidak percaya Alegra akan seperti ini.


"Baik! jika sudah waktunya tiba, aku harap kau tidak akan menyesal Alegra!! Kepercayaan keluarga mu sudah kau hilangkan! cihhh, aku benci laki-laki bodoh seperti mu!" Marah Chareen dan segera keluar dari mobil Alegra dan membanting nya dengan kencang.


Chareen berhenti di pinggir jalan yang begitu panas, dia sangat kesal dengan sosok Alegra. Dia kira Alegra akan sedikit melunak pada nya, namun ternyata tidak sama sekali.


"Halo? Willi jemput aku di jalan dekat apotek! laki-laki gila itu menurunkan aku di sini!" Ucap Chareen di sambungan teleponnya.


Alegra sendiri merasa menyesal karena telah menurunkan Chareen di siang hari seperti ini, dia merasa terlalu keras pada wanita yang sudah mengusik hati nya.


Saat dirinya hendak kembali, dia sudah tidak menemukan sosok Chareen lagi di sana. Justru dia di buat uring-uringan karena ternyata Chareen sudah membenci nya.


"Aku benci laki-laki bodoh seperti mu!!"


Kata-kata itu terus terngiang di kepala Alegra, dia mengusap wajahnya secara kasar dan memilih untuk kembali ke kantor.


________


"Cihhh!!! aku membencinya kak, sungguh aku sangat membenci laki-laki bodoh itu!! bagaimana tidak? dia lebih mempercayai wanita jal*ng itu ketimbang orang tua nya sendiri!!" Marah Chareen di dalam mobil, sedangkan William hanya dia dan terus mendengarkan semua ocehan Chareen.


"Jika aku dirinya! aku akan memata-matai nya, bahkan akan memberikan nya CCTV di setiap sudut untuk memastikan apa yang orang tua nya katakan jika dirinya masih ragu seperti itu!!!"


"Nona, sudahlah... Kita sudah sampai, ada tuan Barnard di sana" Ucap William yang menghentikan ocehan Chareen.


"Ben? dia ada di sini?" Heran Chareen yang di balas anggukan oleh William.


"Ada apa kira-kira, apa seorang presdir muda memiliki waktu luang untuk melihat ku setiap saat?" Chareen hanya terkekeh saja karena dia merasa geli dengan apa yang dia ucapkan itu.


"Nona..." William sudah sangat jengah menanggapi sikap Chareen yang selalu berubah-ubah itu.


"Baiklah baiklah, ayo kita temui Presdir tampan nan berkharisma itu" Ajak Chareen dengan menggandeng lengan William yang hanya menghela nafas berat.

__ADS_1


__ADS_2