
Halo semuanya, maafin author yah yang ga update selama 2 hari ini. Author positif kena virus yang sedang merajalela di kampus sehingga author harus di isolasi karena terkena dampaknya, mohon doa nya yah teman-teman:)
•••
Chaty menghela nafas panjang saat melirik Chareen yang sedang makan banyak makanan pinggir jalan yang satu jam yang lalu mereka rela berdesak-desakan, Chareen nampak puas dengan makanan yang memenuhi tangannya.
"Char, kamu yakin lagi hamil? tapi aku pikir kau terlihat seperti wanita yang sedang kelaparan." Heran Chaty.
"Entah, yang jelas akhir-akhir ini aku sangat menyukai makanan." Balas Chareen dengan santai.
"Ahh ya, gimana dengan dunia modeling yang selama ini kau tempuh? apa kau akan tetap lanjut atau..."
"Sebelum perutku membesar, aku akan tetap pergi pemotretan. Setelah melahirkan pun aku akan tetap melakukan nya, bukan karena tidak tercukupi oleh Alegra melainkan dunia hiburan seperti itu merupakan hobi ku. Ale pun sudah mengizinkan nya." Jelas Chareen dengan tersenyum kecil.
"Syukurlah jika kau tetap berada di dunia model, selama ini aku lihat kau sangat menyukai nya. Lalu bagaimana dengan putri Aurora? apa dia melakukan hal yang patut kau curigai tidak?"
"....." Chareen hanya diam dengan tersenyum aneh membuat Chaty merinding melihat nya.
Mereka terus berjalan sampai di gerbang mansion milik keluarga Chareen, Chareen dan Alegra belum sempat pindah ke rumah baru nya karena kesibukan yang mereka lakukan. Namun hari ini mereka sudah berniat untuk pindah, tak ada barang yang mereka pindahkan atau bawa karena semuanya sudah di sediakan oleh Alegra.
"Astaga! sayang.... Sudah berapa kali aku katakan? jangan makan saos yang mereka jual!! itu semua sangat kotor dan....." Panik Alegra yang baru saja keluar dari dalam mobilnya dan langsung menghampiri Chareen.
"Ini enak." Balas Chareen dengan acuh.
"Tapi...." Prustasi Alegra yang melihat Chareen mengabaikan nya.
"Sayang...." Panggil Alegra dengan menyusul Chareen.
"Sudahlah, jangan membuat Chareen marah ataupun menangis! kau lupa bahwa ibu hamil perasaannya sangat sensitif?" Cegah Chaty pada Alegra yang nampak cape untuk memperingati Chareen.
"..." Alegra hanya diam karena apa yang Chaty ucapkan memang benar.
__ADS_1
"Untuk apa kau kembali?" Heran Chareen.
Saat ini Alegra sedang berada di dalam kamar Chareen yang saat ini sedang membuka sepatu nya karena Chareen ingin mandi.
"Ada beberapa dokumen yang tertinggal..." Jujur nya dengan memeluk Chareen dari belakang dan mengecup tengkuknya lembut.
"Oh..." Angguk Chareen.
"Jika kau ingin makan sesuatu segera hubungi aku, apa kau mengerti?" Tanya Alegra dengan mengelus perut Chareen dengan memasukkan tangannya kedalam kaos yang Chareen kenakan.
"Hmm... Hari ini aku akan ke studio, ada hal penting yang harus aku beri tahu pada om Bara."
"Aku akan mengantarmu."
"Tidak perlu, bukankah kau sibuk? dan lagi jalan menuju studio dan kantor mu berlawanan arah."
"Tidak apa, aku sangat senang."
"Hhh ya sudah, kau lepaskan dulu. Aku mau mandi."
"Ishh Ale, aku mau mandi. Badanku bau keringat."
"Tidak apa, kau sangat harum bahkan ini aroma yang menjadi candu ku." Senyum Alegra dengan menatap Chareen yang menatapnya datar.
"Oh.."
Alegra yang merasa mood Chareen kembali buruk pun segera melepaskan nya dan memilih untuk duduk di pinggir ranjang, Chareen pun tanpa mengeluarkan sepatah kata langsung pergi kedalam kamar mandi.
Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt
"Halo? Ale aku sudah memeriksa semua data tentang putri Aurora yang sempat tertunda itu, tak ada hal mencurigakan yang ada pada nya. Semuanya sangat tertutup dengan rapi bahkan semua bawahannya pun sangat setia, mereka memilih untuk mati dari pada harus menjelaskannya pada ku."
__ADS_1
"Aku tahu, pasti dia menyembunyikan nya dengan baik. Kau siapkan saja keamanan yang ketat di pesta nya nanti, jika bisa ganti semua staf yang bekerja di tempat itu menjadi bawahan ku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Chareen." Tegas Alegra.
"Aku tahu, aku sudah memastikan nya namun hanya ada beberapa saja karena disana sangat ketat. Selain karena dia berbahaya, dia pun merupakan seorang putri yang sangat ketat pengawasan nya."
"Arjun, pergilah ke markas Chareen. Jangan sampai laki-laki itu mati, usahakan dia berkata jujur. Aku tidak mau Chareen sendiri yang turun tangan, mungkin laki-laki itu akan mengaku dengan sendirinya setelah kalian melakukan sesuatu hal yang menyenangkan." Senyum Alegra dengan sedikit aneh, jika orang lain melihat itu mungkin mereka akan berlari ketakutan.
"Aku dengar, Ricko sudah menyiksa nya. Hanya ada beberapa informasi saja yang laki-laki itu sampaikan, kalau begitu aku akan mencoba cara yang sering kita lakukan."
"Hmm, mungkin kau tidak tahu saja bagaimana cara istriku kerja. Katakan pada nya, jangan sampai kesabaran Chareen habis, jika Chareen yang sudah turun tangan maka laki-laki itu tidak bisa bertahan hidup bahkan dia menginginkan kematian nya sendiri."
"Aku mengerti, kalau begitu aku tutup."
Alegra kembali memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya, bertepatan dengan itu Alegra melihat sosok Chareen yang keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja yang menutupi dada dan juga area di bawah perutnya.
Tubuhnya yang seksi dan menggoda membuat Alegra memalingkan wajahnya, jakun Alegra terus naik turun saat mencium aroma sabun yang Chareen gunakan. Terlebih saat ini Chareen sedang memakai krim di tubuhnya dengan posisi yang..... Entahlah.
"Sayang, apa kau mau menggoda ku hmm?" Tanya Alegra dengan suara yang berat dan kini Alegra sudah berdiri di samping Chareen dengan bersandar pada meja rias Chareen.
"Tidak, kau saja yang mudah tergoda." Balas Chareen dengan santai tanpa melirik Alegra sedikit pun.
Alegra cemberut, kenapa siang hari Chareen selalu cuek padanya tapi jika sudah malam Chareen akan sangat manja?
"Ale!! apa yang kau lakukan?" Kaget Chareen saat Alegra menarik pinggang nya sehingga kini Chareen duduk di atas paha Alegra yang langsung melingkarkan kedua tangannya di perut Chareen.
"Malam ini kita tidur di rumah baru, bisakah kau datang ke kantor setelah urusan mu selesai di studio?" Tanya Alegra dengan mengecup pundak Chareen.
"Aku memang berniat untuk datang ke kantor mu saat makan siang nanti, urusanku di studio hanya sebentar. Dan untuk malam nanti, aku tidak masalah. Mama sudah menjelaskan nya padaku tapi sebagai gantinya, setiap Minggu kita harus menginap di rumah mama ku atau di rumah mama mu." Jelas Chareen dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Alegra dan tersenyum kecil.
"Aku sangat senang mendengar nya, ngomong-ngomong.... apa kau merasakan sesuatu yang terus berontak?" Tanya Alegra dengan serius.
Chareen terdiam beberapa saat sebelum akhirnya melotot dan langsung menggeplak dada Alegra dengan kesal.
__ADS_1
"Mesum!!!!" Kesal Chareen dengan cepat bangkit dari duduknya, Alegra sendiri hanya tertawa puas melihat ekspresi Chareen yang masih saja memerah jika Alegra menggodanya secara tiba-tiba.
Jangan lupa like dan komen nya yahh ♥️