Chef Tampan Pilihanku

Chef Tampan Pilihanku
Bertemu di apartemen


__ADS_3

Terlihat seorang wanita yang tergolek pasrah di lantai dengan wajah yang di penuhi darah dan semua gigi yang hilang, wajahnya tertunduk ke lantai. Dia tidak menyangka, di hadapan Chareen dia terlihat seperti sebutir debu yang mudah untuk di lenyapkan. Bahkan setelah menyiksa nya pun, Chareen pergi begitu saja karena tidak ingin bertemu dengan para polisi yang langsung menangkap mereka. Ingin rasanya mereka mengatakan tentang Chareen namun ancaman yang Chareen keluarkan sangatlah kejam.


"Mengadu lah jika ingin melihat semua keluarga kalian bahkan sampai 7 turunan akan menjadi orang yang cacat!!"


Chareen mengatakan hal itu dengan tersenyum lembut, seakan-akan dia bukanlah dalang di balik semua ini. Andai saja mereka tahu bakal terjadi seperti ini, mungkin mereka akan memilih untuk mengaku langsung di depan media tanpa harus merasakan rasa sakit yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


Sedangkan orang yang mereka takuti kini sudah berada di dalam apartemen Bara, di lihatnya jam yang menunjukkan pukul 3 pagi. Ternyata Chareen bermain di Bar sangat lama, setelah selesai mandi Chareen memilih untuk mencari makanan.


Terlihat banyaknya kue dan makanan ringan yang tersedia di sana, itu semua sudah di siapkan oleh Arjun sebelum meninggalkan nya pergi. Setelah menghabiskan beberapa makanan dan minum obat beserta susu nya, Chareen memutuskan untuk tidur karena merasa sangat lelah.


Tak membutuhkan waktu lama, Chareen sudah mulai memasuki alam mimpinya meskipun dia merasa tak nyaman karena tak berada dalam pelukan Alegra namun perasaan kesal pada Alegra masih belum hilang sampai sekarang, untung saja dia bisa melupakan nya sejenak.


Di tempat lain, Bara terbangun dari tidurnya. Dia tersenyum melihat wanita yang berada dalam pelukannya, mereka baru saja melakukannya. Hal itu membuat Bara tidak mau pulang, setelah melihat Chareen yang ada di apartemen nya Bara menghela nafas lega.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Raisa dengan suara seraknya.


"Aku akan menghubungi Alegra agar menemani Chareen di apartemen....." Balas Bara dengan mengecup hidung Raisa.


"Hmm.." Angguk nya dan kembali memeluk Bara yang hanya terkekeh itu.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Halo?" Tanya Bara saat panggilan tersebut berlangsung.


"Ya?"


"Datanglah ke apartemen ku, sandi nya 721638. Chareen ada di sana..." Ucap Bara.


Bara mendengus sebal karena Alegra langsung mematikan nya tanpa mengucapkan terimakasih lebih dulu, namun Bara tak khawatir lagi dan bisa tidur dengan pulas.


•••

__ADS_1


Alegra segera melajukan mobilnya ke apartemen Bara untuk segera bertemu dengan Chareen, setelah sampai di sana Alegra segera menekan tombol yang ia ingat dengan jelas. Setelah masuk, terlihatlah banyak makanan yang ada di sana. Di liriknya jam yang sudah menunjukkan pukul 5 pagi, tanpa menunggu lagi Alegra segera masuk kedalam kamar.


Di sana terlihat seorang wanita yang terlelap dengan pulas, tanpa basa basi Alegra langsung naik ke atas ranjang dan memilih untuk memeluk Chareen dan menghirup aroma yang sangat ia rindukan ini.


Chareen yang merasa tak nyaman karena keberadaan seseorang pun tersadar, di lihatnya sosok Alegra yang memeluknya dengan terisak dalam pelukannya. Chareen memejamkan matanya kembali untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat ini nyata, dan benar saja bahwa di sampingnya memang Alegra.


Bahu Chareen terasa basah, isakan Alegra memang tidak besar tapi justru isakan yang tertahan seperti ini terasa sangat sesak dan menyakitkan. Chareen menghela nafas panjang, di elus nya rambut Alegra dengan lembut.


Alegra yang merasakan sentuhan itu langsung mendongakkan kepalanya, tangisannya kembali terdengar tapi sekarang terdengar sangat jelas.


"Maafkan aku... Tolong maafkan aku.... Tolong hukum aku, kau bisa memukul ku atau menembak ku tapi aku mohon.... Jangan pernah meninggalkan aku....Aku takut, aku sangat ketakutan sayang....." Tangis nya dengan menenggelamkan wajahnya di dada Chareen.


Chareen tak menyangka jika Alegra akan seperti ini, terlihat dari pakaian nya pun Alegra masih mengenakan kemeja yang sama seperti kemarin ia kenakan. Di tepuk nya punggung Alegra dengan lembut oleh Chareen agar tubuh Alegra tidak lagi bergetar ketakutan.


"Tidak apa-apa..." Ucap Chareen dengan mengecup puncak kepala Alegra.


Tak berapa lama Chareen sudah tak lagi mendengarkan tangisan Alegra, yang Chareen dengar hanyalah suara dengkuran halus. Mendengar itu Chareen hanya tersenyum dan ikut memejamkan matanya kembali.


•••


Terlihat wajah lelah Alegra yang nampak sembab dan sedikit pucat, sepertinya Alegra benar-benar kesulitan saat dirinya pergi.


Dengan gerakan yang amat pelan, Chareen segera turun dari ranjang karena melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 11 siang. Ternyata dia tidur begitu lama, begitupun dengan Alegra yang nampak nyenyak dalam tidurnya.


Dari pada itu, Chareen memilih untuk pergi mandi. Dress tosca selutut yang bertali spaghetti membuat Chareen nampak bersinar dan segar, tak lupa rambut panjangnya ia kepang ke samping sehingga terlihat sangat manis dengan tambahan beberapa hiasan yang menempel di setiap kepang nya.


Sambil menunggu Alegra bangun, Chareen memilih untuk masak nasi goreng dengan toping sosis dan juga telur. Meskipun tidak semahir Alegra tapi Chareen bisa masak, hanya sebatas bisa saja.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Halo?"

__ADS_1


"Halo Char, om tidak akan pulang hari ini. Jadi kalian puaskan saja di sana.."


"Apa om yang memberitahukan keberadaan aku disini?" Tanya Chareen dengan duduk di kursi dapur.


"Ahh itu, aku tidak tega melihatnya seperti itu. Aku yakin kau juga sudah bertemu dengannya saat berada di apartemen Raisa."


"Hmm.." Chareen segera mematikan sambungan teleponnya.


Chareen terdiam dengan tangan yang terus mengaduk susu hamil nya, pikirannya terbang entah kemana. Sebelum akhirnya ponselnya kembali berbunyi, tertera nama Bara di sana.


"Ada ap..."


"Terimakasih keponakan ku yang baik, om akan memberikan hadiah yang cocok untuk mu!!" Ucap nya dengan gembira dan kembali mematikan sambungan teleponnya.


Chareen hanya terdiam heran, namun beberapa saat kemudian notifikasi mulai bermunculan di handphone nya. Chareen tersenyum, mungkin karena itulah Bara sangat bahagia. Mereka yang semalam Chareen urus kini sudah mengakui kesalahannya dan mereka akan di hukum dengan peraturan yang berlaku.


"Apa yang kau lihat?" Tanya seseorang yang muncul dengan penampilan yang berantakan, wajahnya nampak pucat dan kusut.


"Tidak ada." Balas Chareen dengan meminum habis susu nya dan segera bangkit untuk mencuci gelas itu, namun baru dua langkah Chareen beranjak, Alegra sudah memeluk nya lebih dulu.


"Maaf, apa kau masih marah padaku?" Tanya Alegra dengan menundukkan kepalanya di pundak Chareen.


"Tidak, aku sudah melupakan hal itu." Balas Chareen dengan mengelus rambut Alegra.


"Tap..."


"Pergilah mandi, kau sangat jelek! aku tidak ingin punya suami yang buruk seperti mu." Kesal Chareen yang tiba-tiba berubah menjadi garang.


"Aku pergi dulu, kau jangan kemana-mana..." Cepat Alegra yang sudah berlari menjauh.


Chareen hanya menggelengkan kepalanya saja, meskipun begitu Alegra tetap tampan dan wangi. Namun Chareen sengaja mengatakan hal itu agar Alegra tidak kembali larut dalam kesedihan, melihat Alegra bersedih, Chareen sangat membencinya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya yaa


__ADS_2