
Chareen mengeryit heran saat melihat Alegra yang nampak berbeda ketika berbicara dengan orang yang tidak pernah Chareen lihat sebelumnya.
"Ale, siapa mereka?" Heran Chareen yang baru saja keluar dari perkumpulan nya.
Alegra memberikan isyarat pada mereka untuk pergi karena tidak ingin Chareen mencurigai tentang nya, setelah mereka berpamitan barulah Alegra merubah ekspresi nya kembali.
"Bukan siapa-siapa, mereka hanya bawahan rekan bisnis ku yang memberikan info tentang pekerjaan." Jelas Alegra.
"Benarkah?" Ucap Chareen tak percaya.
"Hmm, kau bisa tanyakan pada mereka semua." Angguk Alegra dengan merangkul pinggang Chareen yang hanya mengangguk saja.
"Baiklah."
"Apa kau sudah selesai?" Tanya Alegra dengan merapihkan rambut Chareen.
"Belum, apa kau ingin segera kembali? apa kau memiliki pekerjaan penting?" Tanya Chareen.
"Tidak, aku hanya tidak ingin kau kelelahan. Lalu, di mana Claire dan Raini?" Alegra terus celingak-celinguk mencari keberadaan adik dan sekertaris nya itu.
"Mereka bersama William, kau tenang saja." Balas Chareen dengan merangkul Alegra dan membawa nya bertemu beberapa orang di sana.
"Sepertinya gosip itu benar adanya bahwa nona Chareen sudah bersama dengan tuan muda Vitton." Ucap seorang laki-laki tampan yang memiliki paras khas orang Jepang.
Chareen hanya tersenyum sebagai balasan sedangkan Alegra hanya diam dengan ekspresi yang..... Datar, lebih tepatnya dia sedang beradu pandang dengan Abimanyu yang terus memperhatikan keduanya.
"Tuan Vitton, bagaimana dengan bisnis anda? bukankah anda sedang mengurus perusahaan sekarang?"
"Seperti yang anda ketahui, sama seperti kalian pada umumnya." Balas Alegra dengan memberikan minum pada Chareen yang hendak mengambil wine itu.
Chareen yang melihat itu hanya cemberut namun tidak menolak pemberian Alegra yang memberikan nya jus biasa.
__ADS_1
"Saya sendiri heran, kenapa kedua putra dari keluarga Vitton tidak ada yang tertarik dengan bisnis? kalian benar-benar berbeda."
"Semua orang memiliki kebebasan nya masing-masing, terkadang.... Pekerjaan yang nyaman jauh lebih membuat kita bebas dan santai." Ucap Alegra santai.
"Hahaha saya salut dengan anda tuan, nona Chareen Lee semoga anda dengan nya segera melanjutkan kejenjang yang lebih serius lagi. Kalian berdua nampak sangat serasi." Ucap nya dengan tersenyum lebar.
"Tentu." Balas Alegra dengan cepat.
Sedangkan Chareen hanya tersenyum kecil, Chareen meminum jus nya namun tanpa sengaja matanya menatap sosok wanita yang berada di pojokan yang kini sedang menatapnya dengan tajam dan dingin.
Senyum Chareen terbit, dia membisikkan sesuatu pada Alegra bahwa dirinya hendak ke kamar mandi. Hingga akhirnya mau tidak mau Alegra pun mengizinkan nya.
Chareen memutar arah dengan cepat saat di rasakan orang tersebut mengikuti nya, hingga akhirnya ketika Chareen berada di lorong yang lumayan sepi barulah Chareen keluar.
"Mengikuti ku heh?" Ucap Chareen dengan tersenyum kecil.
Wanita tersebut tersentak saat mendengar suara Chareen yang berada di belakangnya, hingga akhirnya wanita itu segera membalikkan tubuhnya.
"Itu karena aku jauh lebih pintar dari mu yang sangat bodoh" Ketus Chareen.
"Sepertinya kau sangat senang dengan keberhasilan mu tadi, bagaimana rasanya jika nama mu menghilang dari dunia ini? apa kau ak..."
"Apakah aku pernah mengatakan hal ini sebelumnya Kinara? jangan terlalu menganggap diri sendiri paling tinggi karena kita tidak tahu berapa banyak gunung yang menjulang."
"Hahahaha, kau pikir aku peduli? kau sudah mengambil semua yang harusnya menjadi milikku!! jika aku tidak bisa bersama Alegra maka kau pun tidak bisa bersama nya!!" Ucap Kinara dengan sorot mata yang menyalang.
Chareen menaikkan sebelah alisnya saat Kinara mengambil sesuatu dari balik bajunya, terlihat sebuah pistol di sana.
Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di balkon hotel tersebut terdapat dua orang wanita dan satu orang laki-laki.
"Willi, bagaimana ini? sepertinya nona Claire sangat mabuk. Entah apa yang dia minum, mungkin ada seseorang yang memberikannya minuman dengan dosis yang sangat tinggi." Cemas Raini.
__ADS_1
"Hhh, aku hanya pergi sebentar dan dia sudah seperti ini? apa kalian tidak bisa melindungi diri sendiri?" Kesal William namun tetap melepaskan jas nya untuk menutupi tubuh Claire.
"Hmmm.... Kak Willi sangat tampan.....Aku Hoeeekkkkk... " Claire terus mengoceh dengan mata yang terpejam, Claire memuntahkan semua isi perutnya di hadapan William yang hanya bisa menghela nafas panjang.
"Willi?" Ucap Raini dengan takut-takut karena dia tahu bagaimana kepribadian William.
"Hhhh, kau ambilkan air minum di bawah. Aku bawa obat pereda mabuk untuk berjaga-jaga."
"Baik."
Raini langsung pergi dari sana, William hanya diam dengan terus menatap Claire yang memang sangat cantik. Perpaduan antara Alegra dan Garel yang memiliki gen sangat bagus.
William merapihkan jas nya yang berada di tubuh Claire, namun saat William menunduk Claire malah membuka matanya yang nampak memerah.
Di tariknya dasi yang di kenakan William hingga kedua bibir mereka saling bersentuhan, mata William melotot saat merasakan betapa lembut dan manisnya bibir Claire.
"Kau terlalu kecil untuk merasakan nya Claire!" Geram William saat ciuman itu terlepas, bibir Claire nampak bengkak karena ulahnya.
Di usapnya rambut Claire yang kini bersandar di pundaknya, suasana malam yang begitu sejuk membuat William mengantuk. Namun tiba-tiba saja....
BRAKKKKKKK
"WILLI!!! CHAREEN DALAM BAHAYA!!!!!" Teriak Raini dengan nafas yang ngos-ngosan.
Dengan cepat William bangkit dari duduknya setelah mendengar nama Chareen yang di sebutkan nya, Raini meringis saat melihat Claire yang nampak terjatuh dan tertidur di sofa tanpa terganggu sedikit pun oleh keadaan.
"Apa yang terjadi?" Tanya William dengan panik.
"Itu... Sebaiknya kau lihat saja di bawah. Biar aku yang menjaga nona Claire disi....ni." Belum selesai Raini menjawab, William sudah pergi lebih dulu dengan tergesa-gesa.
Jangan lupa like dan komen nya yahh, follow juga akun author. Meskipun sibuk MK dan tugas tapi bakal author usahain untuk upp kok♥️ jadi, tolong dukungannya yah.
__ADS_1